Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Gaya Belajar Peserta Didik pada Hasil Belajar Penjumlahan Pecahan Sekolah Dasar Dian Aprilia Kusumasari; Nursiwi Nugraheni
Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD) JRPD Volume 4 Nomor 2, September 2023
Publisher : Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrpd.v4i2.16051

Abstract

Salah satu penyebab perbedaan hasil belajar adalah gaya belajar. Penelitian bertujuan mendeskripsikan gaya belajar yang sesuai dengan materi penjumlahan pecahan ditinjau berdasarkan hasil belajar. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VA SDN Purwoyoso 04. Temuan penelitian yaitu terdapat 11 peserta didik memiliki gaya belajar visual (45,83%), 10 peserta didik dengan gaya belajar auditori (41,67%), dan 3 peserta didik gaya belajar kinestetik (12,50%). Berdasarkan hasil ulangan matematika dengan gaya belajar visual memiliki rata-rata 80,00. Gaya belajar auditori 77,00. Sedangkan gaya belajar kinestetik 76,67. Simpulan penelitian yaitu subjek gaya belajar visual mendapatkan hasil belajar terbaik dalam materi penjumlahan pecahan. Pembelajaran yang sesuai berorientasi pada kebutuhan peserta didik yaitu pembelajaran berdiferensiasi.
Analisis Gaya Belajar Siswa untuk Pembelajaran Berdiferensiasi Fakinatul Izzun Himmah; Nursiwi Nugraheni
Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD) JRPD Volume 4 Nomor 1, Maret 2023
Publisher : Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrpd.v4i1.16045

Abstract

Latar belakang adanya penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya belajar siswa. Hal tersebut disebabkan karena perbedaan keunikan antara masing-masing siswa. Perbedaan itu dipengaruhi faktor lingkungan dan dominasi otak sehingga membentuk gaya belajar yang cenderung mengarah ke penglihatan, pendengaran, atau gerak tubuh. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatatif dengan studi kasus. Penelitian ini menggunakan subjek semua siswa kelas VI SDN Pesantren Kecamatan Mijen tahun ajaran 2022/2023 yang berjumlah 19 siswa. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan angket/kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas VI memiliki gaya belajar yang beragam. Terbukti bahwa gaya belajar siswa menunjukkan 47% visual, 31% auditori, dan 21% kinestetik. Perbedaan inilah yang menjadi tantangan guru untuk menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi bertujuan untuk memfasilitasi siswa agar terpenuhi kebutuhan belajarnya.
Analisis Kesiapan Belajar Siswa dalam Mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar Berdasarkan Pembelajaran Berdiferensiasi Fajrin Nida Amalia; Nursiwi Nugraheni
Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD) JRPD Volume 5 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrpd.v5i1.16072

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai kesiapan belajar peserta didik kelas III SD Negeri Pesantren. Hasil yang diperoleh berdasarkan penelitian ini digunakan untuk menentukan aspek strategi pembelajaran berdiferensiasi yang tepat, agar dapat digunakan secara menyeluruh dalam muatan pembelajaran. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode desktriptis kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa angket, wawancara, dan observasi bersama guru kelas. Pada riset ini peneliti memakai subjek penelitian sebanyak 29 peserta didik kelas III SDN Pesantren. Perolehan hasil dari riset ini menunjukkan bahwa kesiapan belajar merupakan keadaan individu yang menyeluruh sehingga seseorang siap untuk memberikan tanggapan ataupun jawaban dalam situasi tertentu dalam  hal ini adalah kesiapan belajar. Pada riset ini terbukti bahwa kesiapan belajar peserta didik menunjukkan 71,4% yang termasuk dalam kriteria tinggi, hasil kesiapan belajar tersebut dijadikan landasan dalam menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi dengan memperhatikan 4 aspek berdiferensiasi. Implementasi yang mengarah pada tercapainya tujuan pembelajaran.
Analisis Kesiapan Belajar Siswa untuk Pemenuhan Capaian Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Berdiferensiasi Faizatur Rifqiyah; Nursiwi Nugraheni
Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD) JRPD Volume 4 Nomor 2, September 2023
Publisher : Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrpd.v4i2.16052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran terkait kesiapan belajar peserta didik. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini digunakan dalam menentukan aspek strategi pembelajaran berdiferensiasi yang tepat serta mampu digunakan dalam seluruh pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data angket, wawancara, serta observasi bersama guru kelas. Subjek penelitian ini adalah 25 peserta didik kelas I SDN Pesantren. Perolehan hasil dari riset ini menunjukkan bahwa kesiapan belajar merupakan keadaan individu yang menyeluruh sehingga seseorang siap untuk memberikan tanggapan ataupun jawaban dalam situasi tertentu dalam hal ini adalah kesiapan belajar. Pada riset ini terbukti bahwa kesiapan belajar peserta didik menunjukkan 72,14% yang termasuk dalam kriteria tinggi, hasil kesiapan belajar tersebut dijadikan landasan dalam menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi dengan memperhatikan 4 aspek berdiferensiasi. Implementasi pembelajaran berdiferensiasi terbukti memberikan pengaruh pada peningkatan kualitas pembelajaran yang mengarah pada tercapainya capaian pembelajaran dalam kurikulum merdeka.
Analisis Karakteristik Gaya Belajar Siswa dalam Pembelajaran Berdiferensiasi Feby Andriani; Nursiwi Nugraheni
Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD) JRPD Volume 5 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrpd.v5i1.16067

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi untuk memperoleh dan mendeskripsikan gaya belajar siswa kelas III SDN Pesantren. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini digunakan untuk menentukan aspek strategi pembelajaran berdiferensiasi yang tepat. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data angket dan observasi. Variable dalam penelitian ini adalah gaya belajar yang meliputi gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik. Peneliti memakai subjek penelitian kelas III SDN Pesantren yang berjumlah 29 siswa. Hasil penelitian karakteristik gaya belajar menunjukkan 44,83% memiliki gaya belajar visual, terdapat 20,69% gaya belajar auditori, dan terdapat 34,48% memiliki gaya belajar kinestetik. Hasil pemetaan gaya belajar dijadikan landasan dalam menerapkan strategi pembelajaran berdiferensasi dengan memperhatikan 4 aspek berdiferensiasi.
Development of Assemblr Edu Learning Media based on Augmented Reality to Improve Elementary School Students’ Mathematics Problem Solving Ability Erina Fadilasari; Nursiwi Nugraheni
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 11, No 1 (2025): March
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v11i1.14831

Abstract

This study aims to develop educational media using Augmented Reality (AR) through the Assemblr Edu platform to enhance students' mathematical problem-solving skills related to flat geometric at Gugus Tengku Umar Elementary School, Central Java Province. The research method used Research and Development (R&D), following the Borg & Gall model, has been applied and streamlined into seven strategic stages. With a purposive sampling technique, the research subjects included experts, teachers, and students. Data were gathered through interviews, observations, surveys, and assessments. The techniques used for data analysis included the qualitative descriptive study of observation and interview results and the quantitative descriptive study to assess product feasibility scores. The findings indicated that the developed learning media demonstrated a high feasibility level, receiving an average score of 91% from material experts, 90% from media experts, and 82% from language experts. In addition, there was an increase in students' math problem-solving ability with an N-Gain of 0.72, which showed the effectiveness of the media in learning. This research confirmed that the utilization of the Assemblr Edu platform in education can enhance engagement and make the learning experience more interactive and enjoyable
TEKNOLOGI BERPERAN PENTING DALAM PENDIDIKAN LANJUTAN KHUSUSNYA DI SEKOLAH DASAR Ciek Sandrasyifa Ully; Nursiwi Nugraheni
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 3 (2024): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i3.986

Abstract

Tujuan utama dari artikel ini adalah untuk mengeksplorasi peran teknologi dalam kesiapan peserta didik dalam penanaman nilai-nilai pembangunan berkelanjutan pada peserta didik di sekolah. Perkembangan pendidikan saat ini sangatlah cepat khususnya perkembangan pendidikan digital di indonesia. Teknologi digital bisa digunakan sebagai alat bantu peserta didik dalam proses pembelajaran di kelas, dengan adanya teknologi tersebut kita bisa mendapatkan segala sesuatu dengan cepat. Dalam proses pembelajarannya pengajar bisa menyampaikan materi pembelajaran menggunakan media digital seperti proyektor, audio visual, pengembangan game education, hal itu dilakukan agar dapat mempermudah para siswa dalam menyerap atau menerima suatu materi yang disampaikan oleh guru dan proses pembelajarannya lebih efektif. Itulah pentingnya teknologi digital yang digunakan pada pembelajaran. Kemajuan teknologi diharapkan guru mampu menerapkan berbagai teknologi dalam ranah Pendidikan.
UPAYA PENINGKATAN PENDIDIKAN INDONESIA DALAM MENCAPAI TARGET SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) Destia Hera Ramadani; Nursiwi Nugraheni
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 3 (2024): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i3.987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memaparkan rangkaian strategi yang dilakukan oleh Indonesia dalam mencapau target Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pada peningkatan kualitas pendidikan. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode literature review atau studi literatur yang berupa ringkasan yang berasal dari berbagai sumber yang menjelaskan berbagai macam teori dan hasil pembahasan dari penelitian terdahulu yang memiliki topik yang sesuai dengan topik pembahasan. Hasil pembahasan dalam penelitian ini menjelaskan bahwa pendidikan yang ada di Indonesia terlihat memprihatinkan dan belum memiliki pemerataan yang baik di berbagai daerah sehingga beberapa provinsi lainnya harus menerapkan strategi SDGs untuk digunakan sebagai upaya yang dapat meningkatkan pendidikan. Penerapan program SDGs diharapkan mampu mengatasi kurangnya pemerataan pendidikan di Indonesia. Selain itu, juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan mengubah Indonesia menjadi lebih baik lagi
INTEGRASI PENDIDIKAN KONSERVASI DAN TEKNOLOGI UNTUK MEWUJUDKAN PENDIDIKAN INKLUSIF DAN BERKUALITAS DALAM PENCAPAIAN SDGs Devi Milasari; Nursiwi Nugraheni
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 3 (2024): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i3.988

Abstract

Artikel ini membahas tentang integrasi pendidikan konservasi dan teknologi sebagai strategi untuk mencapai pendidikan inklusif dan berkualitas dalam rangka pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pendidikan inklusif merupakan konsep di mana semua individu, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus, memiliki akses dan kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu. Di sisi lain, pendidikan konservasi merupakan pendekatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman akan pentingnya melestarikan lingkungan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mewujudkan pendidikan inklusif dan berkualitas melalui integrasi pendidikan konservasi dan teknologi dalam pencapaian SDGs. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk mengeksplorasi konsep integrasi pendidikan konservasi dan teknologi dalam konteks pendidikan inklusif. Melalui tinjauan terhadap berbagai sumber literatur, penelitian ini menyelidiki bagaimana integrasi pendidikan konservasi dan teknologi dapat meningkatkan akses, partisipasi, dan hasil belajar bagi semua siswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Pendidikan merupakan hak asasi manusia dan fondasi bagi pembangunan berkelanjutan. Salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan adalah menjamin kualitas pendidikan inklusif dan adil serta meningkatkan kesempatan belajar seumur hidup. Pendidikan berkelanjutan berbasis konservasi dan teknologi diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Pendidikan konservasi mengajarkan pelestarian lingkungan hidup, sedangkan pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan akses pendidikan. Pendidikan konservasi dapat dilakukan melalui kurikulum hijau, kegiatan di alam terbuka, dan kampanye. Teknologi seperti pembelajaran daring, game edukasi, dan teknologi ramah lingkungan mendukung pendidikan inklusif dan berkelanjutan. Hasil penelitian ini yaitu dengan mengintegrasikan konservasi dan teknologi, kualitas pendidikan dapat ditingkatkan demi masa depan yang berkelanjutan.
Dinamika Kesetaraan Pendidikan sebagai Fondasi SDGS Desy Riani Hafshah; Nursiwi Nugraheni
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 3 (2024): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i3.989

Abstract

Tujuan penulisan ini untuk dapat mengetahui bagaimana dinamika kesetaraan pendidikan sebagai fondasi SDGS. Menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kesetaraan pendidikan merupakan fondasi kunci untuk dapat mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Melalui strategi-strategi seperti kebijakan inklusif, reformasi kurikulum, peningkatan kualitas pendidikan, dan pemanfaatan teknologi, upaya mencapai kesetaraan pendidikan dapat ditempuh. Tantangan-tantangan seperti kurangnya sumber daya, resistensi terhadap perubahan, dan ketidaksetaraan ekonomi dan sosial perlu diatasi dengan tekad bersama dan komitmen dari berbagai pemangku kepentingan. Dengan mengakui pentingnya kesetaraan pendidikan sebagai landasan pembangunan berkelanjutan dapat membimbing dunia menuju masyarakat yang inklusif, adil, dan berkelanjutan untuk semua individu.