Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : MULTINETICS

Pembuatan Brand Mark dan Motion Graphic Logo Pada Rebranding Project PT Astra Graphia Information Technology Maulana, Hata; Zarassita, Dhea
MULTINETICS Vol 3, No 2 (2017): MULTINETICS NOPEMBER (2017)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.Vol3.No.2.2017.pp.18-25

Abstract

PT Astra Graphia Information Technology merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan telah berdiri selama 13 tahun. PT Astra Graphia Information Technology (AGIT) membutuhkan sebuah brand mark baru yang menggambarkan identitas perusahaan agar dapat tetap bersaing di dunia bisnis IT yang terus bergerak semakin canggih. Rebranding Project merupakan sebuah proyek pembuatan brand mark dan motion graphic logo yang dilakukan oleh Departemen Marketing. Pembuatan brand mark kemudian diterapkan dalam template brosur, presentasi dan company profile dari AGIT untuk mendukung pelaksanaan Rebranding Project. Tujuan dari proyek ini adalah memperbaharui image perusahaan, penyeragaman desain promosi perusahaan dan meningkatkan service revenue AGIT
Sistem Rekomendasi Kelanjutan Kontrak Karyawan Menggunakan Metode Topsis Maulana, Hata; Wardani, Putri Kusuma
MULTINETICS Vol 4, No 1 (2018): MULTINETICS MEI (2018)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.Vol4.No.1.2018.pp.14-20

Abstract

Abstrak - Praktik outsourcing dalam dunia usaha di Indonesia telah lama berlangsung. Hal ini tidak terlepas dari alasan utama perusahaan pengguna jasa untuk melakukan outsource. Outsource dipandang sebagai langkah efisiensi bagi perusahaan pengguna jasa untuk lebih fokus melakukan bisnis pokoknya. Hal ini tentu mendorong munculnya perusahaan penyedia jasa outsourcing yang mulai banyak ditemukan saat ini. Sebagai studi kasus adalah PT Mitra Hexa Sejahtera. Namun, dalam praktiknya, PT Mitra Hexa Sejahtera menemukan berbagai permasalahan dalam pengelolaan operasional yang belum dikelola dengan baik sehingga mempengaruhi kinerja karyawan tersebut. Permasalahan itu diantaranya, pengelolaan data absensi dan lembur yang masih berupa kertas sehingga memungkinkan file tersebut hilang atau rusak, belum adanya sistem pendukung keputusan untuk evaluasi kinerja karyawan outsourcing sehingga manager HRD seringkali kesulitan dalam menentukan perpanjangan kontrak karyawan, dan belum adanya sistem yang terkait dengan informasi masa kontrak client dan karyawan outsourcing sehingga perusahaan tidak mengetahui secara pasti masa kontrak yang akan berakhir. Sistem rekomendasi kelanjutan kontrak karyawan dengan TOPSIS ini dibangun berbasis web dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP, framework CodeIgniter dan dilengkapi metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk evaluasi kinerja karyawan outsourcing. 
Penerapan Animasi dan Sinematografi dalam Film Animasi Stopmotion “Jenderal Soedirman” Risata, Mukhammad Nurzadi; Maulana, Hata
MULTINETICS Vol 2, No 2 (2016): MULTINETICS Nopember (2016)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.Vol2.No.2.2016.pp.42-53

Abstract

Dewasa ini film animasi sedang berkembang dengan pesat di Indonesia. Film animasi diminati karena bersifat menghibur, tetapi jarang ditemukan film animasi edukatif yang menceritakan mengenai sejarah. Pada umumnya dokumentasi sejarah hanya berbasis buku teks yang tebal, dan peletakan foto pahlawan di dinding-dinding kelas yang pada umumnya kurang menarik untuk digemari oleh pelajar. Hal tersebut mendorong peneliti untuk membuat sebuah film animasi yang memiliki nilai sejarah dan edukasi. Dengan sinematografi yang sesuai, sebuah film dapat memiliki nilai seni yang tinggi. Selain itu film juga dapat menyampaikan informasi dan pesan tersirat yang dapat dijadikan sebagai pelajaran di dalam kehidupan.  Untuk menarik para pelajar, dipilihlah teknik stopmotion. Animasi stopmotion ini dibuat dengan menerapkan teknik sinematografi agar apa yang akan disampaikan dalam film animasi ini dapat tersampaikan dengan baik ke audience. Dari 52 responden yang ikut serta dalam penelitian ini, pada analisa yang telah dibuat, 97% audience menikmati film animasi stopmotion yang telah dibuat, dan sebanyak 98% audience mendukung film animasi stopmotion ini dijadikan sebagai media pembelajaran sejarah dan edukasi
Simulasi Prosedur Pencoblosan pada PILGUB Berbasis dengan Teknik Collision Detection dan Biped-Character Rigging Amisena, Ade Achmad; Maulana, Hata; Nanang, Herlino
MULTINETICS Vol 1, No 1 (2015): MULTINETICS Mei (2015)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.Vol1.No.1.2015.pp.19-23

Abstract

Di dalam pemilu, salah satu kategori pemilih yang mempunyai pengaruh besar terhadap kehidupan demokrasi di masa kini dan mendatang adalah pemilih pemula. Namun layaknya pemilih pemula, mereka  selalu  dianggap  tidak  memiliki  pengalaman voting.  Pendidikan politik yang masih rendah di kalangan pemilih pemula adalah sumber masalah yang cukup signifikan dalam proses pemilu. Beberapa waktu yang lalu, masyarakat DKI Jakarta telah melangsungkan pemilu untuk menentukan  Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru. Berdasarkan  hasil  rekapitulasi  surat suara, Kota Administrasi Jakarta Timur merupakan wilayah dengan angka golput dan surat suara tidak sah yang tertinggi. Berdasarkan penyebaran kuesioner yang dilakukan di wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur, para pemilih  pemula  yang  didominasi  pelajar SMA belum mengerti mengenai prosedur pencoblosan, dan merasa sosialisasi yang selama ini dilakukan KPU kurang menarik sehingga diperlukan sebuah media alternatif baru dalam sosialisasinya. Pembuatan aplikasi simulasi menggunakan teknologi 3D Animation dirasa dapat membantu memecahkan masalah tersebut. Penggunaan teknologi 3D Animation ditambah dengan implementasi teknik collision detect- ion untuk menambah unsur realistis dari simulasi dan implementasi teknik biped-character rigging dalam video animasi diharapkan dapat memberikan kesan yang impresif, menarik minat, serta mudah  dipahami  dalam penggunaanya. Pembuatan aplikasi ini menggunakan metode pengumpulan data yang terdiri atas observasi, wawancara, kuesioner, studi pustaka dan studi literatur, sedangkan untuk metode perancangan aplikasi menggunakan IMSDD (Interactive Multimedia System Design and Development) yang terdiri dari empat tahapan, yaitu system requirement, design consideration, implementation, dan evaluation.
Simulasi Prosedur Pencoblosan pada PILGUB Berbasis dengan Teknik Collision Detection dan Biped-Character Rigging Amisena, Ade Achmad; Maulana, Hata; Nanang, Herlino
MULTINETICS Vol. 1 No. 1 (2015): MULTINETICS Mei (2015)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.v1i1.1034

Abstract

Di dalam pemilu, salah satu kategori pemilih yang mempunyai pengaruh besar terhadap kehidupan demokrasi di masa kini dan mendatang adalah pemilih pemula. Namun layaknya pemilih pemula, mereka  selalu  dianggap  tidak  memiliki  pengalaman voting.  Pendidikan politik yang masih rendah di kalangan pemilih pemula adalah sumber masalah yang cukup signifikan dalam proses pemilu. Beberapa waktu yang lalu, masyarakat DKI Jakarta telah melangsungkan pemilu untuk menentukan  Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru. Berdasarkan  hasil  rekapitulasi  surat suara, Kota Administrasi Jakarta Timur merupakan wilayah dengan angka golput dan surat suara tidak sah yang tertinggi. Berdasarkan penyebaran kuesioner yang dilakukan di wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur, para pemilih  pemula  yang  didominasi  pelajar SMA belum mengerti mengenai prosedur pencoblosan, dan merasa sosialisasi yang selama ini dilakukan KPU kurang menarik sehingga diperlukan sebuah media alternatif baru dalam sosialisasinya. Pembuatan aplikasi simulasi menggunakan teknologi 3D Animation dirasa dapat membantu memecahkan masalah tersebut. Penggunaan teknologi 3D Animation ditambah dengan implementasi teknik collision detect- ion untuk menambah unsur realistis dari simulasi dan implementasi teknik biped-character rigging dalam video animasi diharapkan dapat memberikan kesan yang impresif, menarik minat, serta mudah  dipahami  dalam penggunaanya. Pembuatan aplikasi ini menggunakan metode pengumpulan data yang terdiri atas observasi, wawancara, kuesioner, studi pustaka dan studi literatur, sedangkan untuk metode perancangan aplikasi menggunakan IMSDD (Interactive Multimedia System Design and Development) yang terdiri dari empat tahapan, yaitu system requirement, design consideration, implementation, dan evaluation.
Penerapan Animasi dan Sinematografi dalam Film Animasi Stopmotion “Jenderal Soedirman” Risata, Mukhammad Nurzadi; Maulana, Hata
MULTINETICS Vol. 2 No. 2 (2016): MULTINETICS Nopember (2016)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.v2i2.1052

Abstract

Dewasa ini film animasi sedang berkembang dengan pesat di Indonesia. Film animasi diminati karena bersifat menghibur, tetapi jarang ditemukan film animasi edukatif yang menceritakan mengenai sejarah. Pada umumnya dokumentasi sejarah hanya berbasis buku teks yang tebal, dan peletakan foto pahlawan di dinding-dinding kelas yang pada umumnya kurang menarik untuk digemari oleh pelajar. Hal tersebut mendorong peneliti untuk membuat sebuah film animasi yang memiliki nilai sejarah dan edukasi. Dengan sinematografi yang sesuai, sebuah film dapat memiliki nilai seni yang tinggi. Selain itu film juga dapat menyampaikan informasi dan pesan tersirat yang dapat dijadikan sebagai pelajaran di dalam kehidupan.  Untuk menarik para pelajar, dipilihlah teknik stopmotion. Animasi stopmotion ini dibuat dengan menerapkan teknik sinematografi agar apa yang akan disampaikan dalam film animasi ini dapat tersampaikan dengan baik ke audience. Dari 52 responden yang ikut serta dalam penelitian ini, pada analisa yang telah dibuat, 97% audience menikmati film animasi stopmotion yang telah dibuat, dan sebanyak 98% audience mendukung film animasi stopmotion ini dijadikan sebagai media pembelajaran sejarah dan edukasi
Pembuatan Brand Mark dan Motion Graphic Logo Pada Rebranding Project PT Astra Graphia Information Technology Maulana, Hata; Zarassita, Dhea
MULTINETICS Vol. 3 No. 2 (2017): MULTINETICS Nopember (2017)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.v3i2.1123

Abstract

PT Astra Graphia Information Technology merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan telah berdiri selama 13 tahun. PT Astra Graphia Information Technology (AGIT) membutuhkan sebuah brand mark baru yang menggambarkan identitas perusahaan agar dapat tetap bersaing di dunia bisnis IT yang terus bergerak semakin canggih. Rebranding Project merupakan sebuah proyek pembuatan brand mark dan motion graphic logo yang dilakukan oleh Departemen Marketing. Pembuatan brand mark kemudian diterapkan dalam template brosur, presentasi dan company profile dari AGIT untuk mendukung pelaksanaan Rebranding Project. Tujuan dari proyek ini adalah memperbaharui image perusahaan, penyeragaman desain promosi perusahaan dan meningkatkan service revenue AGIT
Sistem Rekomendasi Kelanjutan Kontrak Karyawan Menggunakan Metode Topsis Maulana, Hata; Wardani, Putri Kusuma
MULTINETICS Vol. 4 No. 1 (2018): MULTINETICS Mei (2018)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.v4i1.1154

Abstract

Abstrak - Praktik outsourcing dalam dunia usaha di Indonesia telah lama berlangsung. Hal ini tidak terlepas dari alasan utama perusahaan pengguna jasa untuk melakukan outsource. Outsource dipandang sebagai langkah efisiensi bagi perusahaan pengguna jasa untuk lebih fokus melakukan bisnis pokoknya. Hal ini tentu mendorong munculnya perusahaan penyedia jasa outsourcing yang mulai banyak ditemukan saat ini. Sebagai studi kasus adalah PT Mitra Hexa Sejahtera. Namun, dalam praktiknya, PT Mitra Hexa Sejahtera menemukan berbagai permasalahan dalam pengelolaan operasional yang belum dikelola dengan baik sehingga mempengaruhi kinerja karyawan tersebut. Permasalahan itu diantaranya, pengelolaan data absensi dan lembur yang masih berupa kertas sehingga memungkinkan file tersebut hilang atau rusak, belum adanya sistem pendukung keputusan untuk evaluasi kinerja karyawan outsourcing sehingga manager HRD seringkali kesulitan dalam menentukan perpanjangan kontrak karyawan, dan belum adanya sistem yang terkait dengan informasi masa kontrak client dan karyawan outsourcing sehingga perusahaan tidak mengetahui secara pasti masa kontrak yang akan berakhir. Sistem rekomendasi kelanjutan kontrak karyawan dengan TOPSIS ini dibangun berbasis web dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP, framework CodeIgniter dan dilengkapi metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk evaluasi kinerja karyawan outsourcing. 
Sistem Manajemen Inventaris Laboratorium Otomatis Menggunakan Barcode Eriya, Eriya; Sari, Risna; Maulana, Hata; Setiawan, Agus
MULTINETICS Vol. 6 No. 2 (2020): MULTINETICS Nopember (2020)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.v6i2.3305

Abstract

Laboratorium komputer merupakan sarana penting untuk mendukung proses perkuliahan mahasiswa. Hampir semua kegiatan praktikum dilakukan di laboratorium computer. Laboratorium computer juga menyediakan berbagai macam peralatan praktikum yang dapat dipinjam oleh mahasiswa maupun dosen untuk mendukung pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Dalam rangka pengelolaan inventaris laboratorium yang efisien dan efektif perlu dibangun sebuah system manajemen inventaris otomatis berbasiskan Teknologi Informasi. Sistem Manajemen Inventaris berfokus pada perekaman dan pembaharuan data serta menghasilkan laporan-laporan yang dapat membantu pengguna melakukan pengecekan status dari peralatan dan komponen-komponen yang ada di laboratorium. Penelitian ini mengusulkan sebuah sistem manajemen inventaris peralatan laboratoriun dengan memanfaatkan teknologi Barcode sehingga dapat membantu pengelola lab dalam mencari, mengedit, menelusuri informasi mengenai peralatan dan komponen laboratorium secara otomatis den efisien
Data Mining untuk Prediksi Status Pasien Covid-19 dengan Pengklasifikasi Naïve Bayes Liliana, Dewi Yanti; Maulana, Hata; Setiawan, Agus
MULTINETICS Vol. 7 No. 1 (2021): MULTINETICS Mei (2021)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.v7i1.3786

Abstract

The Covid-19 pandemic in 2020 is a complex health problem and requires fast handling and collaborative solutions from various disciplines. Covid-19 patients who are hospitalized have different conditions and severity. This has an effect on the handling actions that will be taken by medical personnel. The large number of patients and the lack of medical personnel have resulted in the need for technology support to help classify patient status based on their conditions so that treatment is concentrated on patients who are very serious and need fast treatment. This study applies predictive techniques from data mining disciplines to classify the emergency status of patients. The Naive Bayes Classifier was applied to build a model based on a dataset of patients infected with Covid-19. The dataset of Covid-19 patients in Indonesia was obtained from www.kaggle.com and applied using RapidMiner software. The model built can predict the emergency status of patients based on age and sex who have the highest likelihood of recovering from COVID-19 and patients who have a high likelihood of continuing to undergo treatment and /or deceased. The results of this study indicates that the classification of the Naive Bayes reached 96.67% of accuracy rate in classifying patient status.