Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Hubungan peran dan pendidikan orang tua terhadap stres hospitalisasi pada anak di ruang paviliun madinah rsi siti khadijah palembang Latifah Latifah; Mardelia Astriani; Tiara Pratiwi
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hospitalisasi dapat menyebabkan stres pada anak. Peranan orang tua sangat penting dalammenurunkan tingkat stress Hospitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubunganantara peran orang tua terhadap stress Hospitalisasi pada anak di Paviliun Madinah RumahSakit Islam Siti Khadijah Palembang. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatifdengan desain penelitian ini yaitu desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalahseluruh orang tua yang anaknya sedang dirawat di Paviliun Madinah Rumah Sakit Islam SitiKhadijah Palembang. Pengambilan sampel dengan tehnik accidental sampling berjumlah 82responden menggunakan tehnik wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 35responden (42,7%) memiliki peranan baik. Berdasarkan uji chi-square, didapatkan adahubungan antara peran orang tua dengan stress hospitalisasi pada anak dengan p-value=0,000 ≤α 0,005 dan Tidak ada hubungan antara pendidikan orang tua terhadap streshospitalisasi pada anak dengan p-value= 0,220 > 0,005 di Paviliun Madinah Rumah SakitIslam Siti Khadijah Palembang. Dari hasil penelitian diharapkan pada pihak Rumah SakitIslam Siti Khadijah khususnya Paviliun Madinah agar dapat melibatkan orang tua dalammemberikan perawatan bagi anak yang dirawat di rumah Sakit.
Pengaruh Terapi Audio Murottal Al-Qur'an (Surah Al-Fatihah) Terhadap Skor Halusinasi Pada Pasien Skizofrenia Latifah billy; Dewi Rury Arindari; Riska Nawang Laras Wati
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v5i2.355

Abstract

Skizofrenia menjadi salah satu gangguan jiwa yang paling dominan dibandingkan gangguan jiwa lainnya. Jumlah penderita Skizofrenia diseluruh dunia menurut World Health Organization (WHO) yaitu sekitar 29 juta orang. Penderita Skizofrenia mengalami gangguan kognitif, emosional, persepsi dan gangguan tingkah laku. Penatalaksanaan yang dapat diberikan pada pasien halusinasi ada 2 yaitu farmakologi dan non farmakologi. Terapi mendengarkan Al-Qur’an dapat meningkatkan kesehatan mental seseorang. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya Pengaruh Terapi Audio Murottal Al-Qur'an (Surah Al-Fatihah) Terhadap Skor Halusinasi Pada Pasien Skizofrenia di Yayasan Mitra Mulia Husada Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2022. Metode penelitian menggunakan One-group pre and post test. Populasi penelitian ini adalah semua pasien Skizofrenia dengan halusinasi pendengaran yang dirawat di Yayasan Mitra Husada Provinsi Sumatera Selatan berjumlah 10 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan rerata sebelum diberikan terapi audio murottal Al-Qur’an (Surah Al-Fatihah) sebesar 23,00 dan sesudah diberikan terapi rerata sebesar 19,80. Hasil uji statistik paired sample t test didapatkan nilai p value = 0,003 < α 0,05. Kesimpulan ada pengaruh terapi audio murottal Al-Qur'an (Surah Al-Fatihah) terhadap skor halusinasi pada pasien skizofrenia di Yayasan Mitra Mulia Husada Provinsi Sumatera Selatan tahun 2022. Diharapkan pihak Yayasan Mitra Mulia Husada Provinsi Sumatera Selatan agar dapat memasukkan terapi psikoreligius sebagai salah satu penatalaksanaan secara non psikofarmakologis dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien skizofrenia yang mengalami halusinasi.
Pengaruh Terapi Audio Murottal Al-Qur'an (Surah Ar-Rahman) Terhadap Skor Halusinasi Pada Pasien Halusinasi Pendengaran Nidya Tama Waja; Abdul Syafei; Putinah Putinah; Latifah Latifah
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2023): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v6i1.362

Abstract

Skizofrenia merupakan masalah serius dalam kesehatan jiwa yang butuh perhatian penuh. Salah satu tanda dan gejala nyata dari skizofrenia adalah halusinasi. Jumlah penderita Skizofrenia diseluruh dunia menurut World Health Organization (WHO) yaitu sekitar 29 juta orang. Sekitar 50%-70% pasien skizofrenia mengalami halusinasi pendengaran. Penatalaksanaan yang dapat diberikan pada pasien halusinasi ada 2 yaitu farmakologi dan non farmakologi. Salah satu terapi modalitas adalah terapi psikoreligius. Dengan membaca dan mendengarkan Al-Qur’an seseorang dapat terhindar dari penyakit kejiwaan. Tujuan penelitian diketahui pengaruh terapi audio murottal Al-Qur'an Terhadap Skor Halusinasi pada pasien halusinasi pendengaran di Yayasan Mitra Mulia Husada Palembang. Metode penelitian menggunakan One-group pre and post test. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien halusinasi pendengaran di Yayasan Mitra Mulia Husada Palembang yang berjumlah 12 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan sebelum diberikan terapi audio murottal Al-Qur'an skor rata-rata 10,08, sesudah diberikan terapi audio murottal Al-Qur'an skor rata-rata 8,08. Hasil uji statistik wilcoxon didapatkan nilai p value = 0,007 < α 0,05. Kesimpulan: ada pengaruh terapi audio murottal Al-Qur'an Terhadap Skor Halusinasi pada pasien halusinasi pendengaran di Yayasan Mitra Mulia Husada Palembang
Implementasi Nursing Informatics dalam Sistem Dokumentasi Keperawatan: Dampak terhadap Efisiensi dan Akurasi Data Pasien Siti Badria Asikin; Ardianto; Latifah; Kori Limbong; Rizki Andita Noviar
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2815

Abstract

Dokumentasi keperawatan merupakan komponen esensial dalam pelayanan kesehatan yang berkualitas. Namun, praktik dokumentasi manual masih sering menghadapi kendala keterlambatan, ketidaktepatan, dan inkonsistensi data. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi nursing informatics dalam sistem dokumentasi keperawatan serta dampaknya terhadap efisiensi waktu pencatatan dan akurasi data pasien. Metode penelitian menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest pada 60 perawat di dua rumah sakit. Kelompok intervensi menggunakan sistem dokumentasi berbasis teknologi (electronic nursing documentation), sementara kelompok kontrol tetap menggunakan metode konvensional. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam efisiensi waktu (rata-rata penurunan waktu dokumentasi sebesar 32,5%) dan peningkatan akurasi data sebesar 25% pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Implementasi nursing informatics terbukti meningkatkan kualitas dokumentasi keperawatan serta mendukung keselamatan pasien.
Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Pendekatan Six Sigma dalam Menurunkan Angka Kesalahan Medik Latifah; Rini Herdiani; Riswan; Devin Mahendika; Musiana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7235

Abstract

Kesalahan medik (medical error) merupakan salah satu isu krusial dalam mutu pelayanan kesehatan yang berdampak pada keselamatan pasien. Upaya peningkatan mutu layanan memerlukan pendekatan sistematis, salah satunya melalui metode Six Sigma yang menekankan pengendalian variasi proses dan perbaikan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan manajemen mutu pelayanan kesehatan dengan pendekatan Six Sigma dalam menurunkan angka kesalahan medik. Metode penelitian menggunakan desain literature review sistematis terhadap 25 artikel nasional dan internasional yang relevan (2015–2024). Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan Six Sigma pada proses pelayanan klinis, manajemen obat, serta dokumentasi medis mampu menurunkan tingkat kesalahan medik hingga 40–70% pada beberapa fasilitas kesehatan. Pendekatan Define, Measure, Analyze, Improve, and Control (DMAIC) terbukti efektif dalam mengidentifikasi akar masalah, mengurangi variasi prosedur, serta meningkatkan kepatuhan terhadap standar operasional. Disimpulkan bahwa Six Sigma berperan signifikan dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Saran bagi manajemen rumah sakit adalah mengintegrasikan Six Sigma ke dalam kebijakan mutu pelayanan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh tenaga kesehatan.
Penerapan Sistem Manajemen Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) Di Fasilitas Kesehatan Syaiful Bachri; Latifah Latifah; Sahabuddin Sahabuddin; Rahmat Pannyiwi; Djunaedi Djunaedi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1032

Abstract

Healthcare facilities are work environments with a high risk of accidents and occupational diseases, both for healthcare workers, support staff, and patients. Exposure to biological, chemical, physical, ergonomic, and psychosocial hazards demands the structured and sustainable implementation of an Occupational Health and Safety (OHS) Management System. However, in reality, the implementation of OHS in healthcare facilities still faces various obstacles, such as limited knowledge, low procedural compliance, and a lack of a work safety culture. This Community Service activity aims to increase the knowledge, awareness, and preparedness of healthcare workers in implementing the OHS system in healthcare facilities. Implementation methods include OHS counseling, interactive discussions, occupational risk identification, OHS implementation simulations, and evaluation through pre- and post-tests. The results of the activity indicate a significant increase in healthcare workers' knowledge and attitudes regarding the importance of OHS implementation. This program is expected to support the creation of a safe, healthy, and productive work environment in healthcare facilities.
ANALYSIS OF THE USE OF THE ILYAS AND DOUGLAS METHOD IN NURSING PLANNING IN HOSPITAL INPATIENTS Latifah Latifah; Annisa Khoiriah; Nelly Maryam
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 13 No. 2 (2026): JURNAL KEPERAWATAN SRIWIJAYA : JULI 2026
Publisher : Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jks.v10i1.433

Abstract

Aim: this study was to determine the needs of nurses scientifically using the Ilyas and Douglas method with a work sampling method in the adult care room at the At-Taqwa Gumawang Islamic Hospital.   Method: This research is a type of operational research classified as descriptive research with quantitative data analysis. If the basis for the division is the time of contact of the researcher / observer with the population / sample of the study, this study is a cross sectional study. The population in this study were nurses in the adult care room at the At-Taqwa Gumawang Islamic Hospital, which numbered 25 people, consisting of 18 women and 7 men. Results: The results of research with work sampling techniques on nurse activities are divided into four types of activities, namely direct productive activities (40%), indirect productive activities (32%), unproductive activities (9%) and personal activities (19%). Based on the data, it can be seen how much the percentage of workload each shift, namely the morning shift (88.88%), the afternoon shift (83.92%) and the night shift (57.84%). Conclution: the Ilyas and Douglas formulas have different results, in the Ilyas formula, there are 29 nurses needs, while the Douglas method requires only 18 nurses needs.