Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PEMANFAATAN MOL BATANG PISANG DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG UNGU Herlina Kurniawati; Ratri Yulianingsih; Yulianus Yulianus
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 1 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i1.620

Abstract

Produksi terung di Kabupaten Sintang perlu ditingkatkan. Tanah yang masih cukup tersediauntuk mengusahakan tanaman terung di Kabupaten Sintang adalah tanah PMK. Tanah PMK mempunyaiketerbatasan yaitu kandungan hara seperti unsur hara yang rendah, bahan organik rendah. Meningkatkanproduksi terung dapat dilakukan dengan memberikan MOL batang pisang. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui pengaruh MOL batang pisang terhadap pertumbuhan dan hasil terung ungu padatanah PMK dan mengetahui dosis MOL batang pisang yang menghasilkan pertumbuhan serta hasilterung ungu pada tanah PMK. Ruang Lingkup penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabelterikat. Dalam penelitian ini adalah dosis MOL batang pisang sebagai variabel bebas. Tinggi tanaman,jumlah buah, dan berat buah per tanaman sebagai variabel terikat. Penelitian ini menggunakan metodepercobaan lapangan, percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Perlakuanpada penelitian ini adalah MOL batang pisang, yang terdiri dari lima taraf yaitu: P0(tanpa MOL batangpisang), P1 (5 ml MOL batang pisang per liter air/petak), P2 (10 ml MOL batang pisang per liter air/petak), P3 (15 ml MOL batang pisang per liter air/petak), dan P4 (20 ml MOL batang pisang per literair/petak). Data dianalisis dengan sidik ragam kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ)pada taraf nyata 0,05 dan 0,01.Hasil penelitian diketahui bahwa Mol Batang pisang berpengaruh terhadaphasil tanaman terung pada tanah PMK yang terukur dari jumlah buah dan berat buah per tanaman.Pemberian 20 ml MOLbatang pisang/liter air menghasilkan jumlah buah dan berat buah tertinggi denganrata-rata jumlah buah 2,10 buah/tanaman dengan berat buah rata-rata 750,50 gr/tanaman.
PENINGKATAN PRODUKSI KACANG PANJANG(Vigna sinensis L.) MELALUI PEMBERIAN KOMPOS BATANG PISANG Ratri Yulianingsih; Fulgensius Yunsun; Eko Wardoyo
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 1 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i1.619

Abstract

Produksi kacang panjang pada tanah PMK perlu ditingkatkan dengan menambah unsurhara. Salah satu unsur hara yang dapat ditambahkan adalah kompos batang pisang. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui pengaruh pemberian kompos batang pisang terhadap produksi kacang panjang danuntuk mengetahui dosis kompos batang pisang yang menghasilkan produksi tertinggi pada tanamankacang panjang. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yangterdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu: P0 = tanpa pemberian kompos batang pisang, P1 = 1,5 kg komposbatang pisang, P2 = 3 kg kompos batang pisang, P3 = 4,5 kg kompos batang pisang, dan P4 = 6 kgkompos batang pisang. Masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Parameter yang diamati adalah jumlahpolong dan berat polong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos batang pisang berpengaruhterhadap produksi kacang panjang. Produksi tertinggi pemberian kompos batang pisang dicapai padadosis 6 kg, dan menghasilkan rerata jumlah polong 14,63 polong per tanaman, dan rerata berat polong375,66 gram per tanaman.
PENINGKATAN PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea mays sacharata Sturt.) MELALUI PEMBERIAN BOKASHI KULIT NANGKA Ratri Yulianingsih; Firdaus Riadi; Eko Wardoyo
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 2 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i2.672

Abstract

Produksi jagung manis pada tanah PMK perlu ditingkatkan, dengan menambah unsur hara.Salah satu unsur hara yang dapat ditambahkan adalah bokashi kulit nangka. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui peningkatan produksi jagung manis melalui pemberian bokashi kulit nangka, danmengetahui dosis bokashi kulit nangka yang memberikan produksi jagung manis tertinggi. Penelitian inimenggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan bokashi kulit nangkayang terdiri dari 5 taraf perlakuan, dan masing-masing taraf diulang 5 kali. Taraf perlakuan dalampenelitian ini adalah: N0 = 0 kg bokashi kulit nangka (kontrol), N1 = 1,5 kg bokashi kulit nangka, N2 =3 kg bokashi kulit nangka, N3 = 4,5 kg bokashi kulit nangka, dan N4 = 6 kg bokashi kulit nangka.Pengamatan dilakukan terhadap peubah diameter batang, berat tongkol kotor, dan berat tongkol bersih.Data dianalisis dengan Analisis Sidik Ragam untuk mengetahui pengaruh bokashi kulit nangka, kemudiandilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan atau Duncan Multiple Range’s Test (DMRT) untukmengetahui taraf perlakuan yang memberikan pengaruh tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwapemberian bokashi kulit nangka berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manispada semua parameter pengamatan. Pertumbuhan dan hasil tertinggi dicapai pada taraf pemberian 6 kgbokashi kulit nangka. Pada taraf tersebut menghasilkan rata-rata diameter batang 2,01 cm, berat tongkolkotor 0,39 kg dan berat tongkol bersih 0,32 kg.
APLIKASI BOKASHI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAYAM MERAH CABUT (Amaranthus gangeticus L.) Nining Sri Sukasih; Ratri Yulianingsih; Ardi Purnawan
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.778

Abstract

Pengembangan tanaman sayuran bayam merah cabut di Kabupaten Melawi masihmemungkinkan mengingat kondisi iklim yang cocok dan lahannya masih cukup tersedia serta permintaansayuran yang semakin tinggi. Tetapi yang menjadi kendala adalah lahan yang kurang subur, oleh karenaitu, pemberian bokashi tandan kosong kelapa sawit dapat diberikan agar produksi sayuran bayammerah cabut dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aplikasi bokashi tandankosong kelapa sawit terhadap pertumbuhan dan hasil bayam merah cabut dan Untuk mendapatkandosis bokashi tandan kosong kelapa sawit yang menghasilkan pertumbuhan serta hasil bayam merahcabut tertinggi. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode Rancangan Acak Kelompok yang terdiriatas lima taraf perlakuan bokashi tandan kosong kelapa sawit dan masing-masing perlakuan diulang 5kali. Taraf perlakuan tersebut yaitu T0 = tanpa bokashi tandan kosong kelapa sawit, T1 = 0,5 kgbokashi tandan kosong kelapa sawit. , T2 = kg, 1,5 kg bokashi tandan kosong kelapa sawit. dan T3 =1,5 kg bokashi tandan kosong kelapa sawit, T4 = 2 Kg bokashi tandan kosong kelapa sawit. Parameteryang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar. penelitian menunjukkan bahwa aplikasibokashi tandan kosong kelapa sawit berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil bayam merah cabut.Bokashi tandan kosong kelapa sawit dengan dosis 2 kg menghasilkan pertumbuhan dan hasil bayammerah cabut terbaik ditunjukkan dengan rata-rata tinggi tanaman 29,50 cm, jumlah daun 14,60 helaidaun, dan berat segar rata-rata 43,20 gram per tanaman.
PENINGKATAN PRODUKSI TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) MELALUI PEMBERIAN CANGKANG TELUR AYAM Ratri Yulianingsih; nurhadiah nurhadiah; Ferarolania Sari
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.779

Abstract

Peningkatan produksi terung ungu pada tanah PMK dapat dilakukan dengan menambahbahan organik. Salah satu bahan organik yang dapat ditambahkan adalah cangkang telur ayam. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian cangkang telur ayam terhadap produksi terungungu dan untuk mengetahui dosis cangkang telur ayam yang menghasilkan produksi tertinggi padatanaman terung ungu. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yangterdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu: T0 = tanpa pemberian cangkang telur ayam, T1 = 10 g cangkangtelur ayam, T2 = 20 g cangkang telur ayam, T3 = 30 g cangkang telur ayam, dan T4 = 40 g cangkangtelur ayam. Masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Parameter yang diamati adalah jumlah buah danberat buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cangkang telur ayam berpengaruh terhadap produksiterung ungu. Produksi tertinggi pemberian cangkang telur ayam dicapai pada dosis 40 g, dan menghasilkanrerata jumlah buah 4 buah per tanaman, dan rerata berat buah 308,35 gram per tanaman.
PENINGKATAN PRODUKSI TOMAT (Lycopersicum esculantum Mill.) MELALUI PEMBERIAN PETROGANIK Yulianingsih, Ratri; Sukasih, Nining Sri; Henri, Hendrikus
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19 No 2 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i2.937

Abstract

Peningkatan produksi tomat pada tanah PMK dapat dilakukan dengan menambahkan bahan organik. Salah satu bahan organik yang dapat ditambahkan adalah petroganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh petroganik terhadap produksi tanaman tomat dan untuk mengetahui dosis petroganik yang menghasilkan produksi tomat. Variabel bebas pada penelitian ini adalah petroganik, sedangkan variabel terikat terdiri dari jumlah buah dan berat buah. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu : P0 = tidak diberi petroganik, P1 = 25 g petroganik, P2 = 50 g petroganik, P3 = 75 g petroganik, P4 = 100 g petroganik. Masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F dan dilanjutkan dengan uji BNJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petroganik berpengaruh nyata terhadap produksi tomat yang diketahui dari hasil analisis terhadap jumlah buah dan berat buah. Produksi tertinggi pemberian petroganik dicapai pada dosis 100 gram petroganik dengan menghasilkan rerata jumlah buah 6,75 buah per tanaman dan rerata berat buah 177,50 gram per tanaman. 
APLIKASI ABU BOILER TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG UNGU (Solanum melongena) yohanes; Yulianingsih, Ratri; Nurhadiah, Nurhadiah
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 1 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i1.1110

Abstract

Buah terung banyak mengandung gizi, protein, lemak, karbohidrat, dan vitamin, terutama vitamin A, B, dan C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi abu boiler terhadap pertumbuhan dan hasil  tanaman terung ungu serta untuk mengetahui dosis optimal abu boiler yang dapat memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi tanaman terung ungu. Penelitian dilaksanakan dengan metode eksperiman lapangan, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal yaitu perlakuan dosis abu boiler dan 5 kelompok. Perlakuan terdiri dari 5 taraf yaitu A0 = tanpa abu boiler (kontrol); A1 = 300 gram abu boiler/m2; A2 = 600 gram abu boiler/m2; A3 = 900 gram abu boiler/m2; A4 = 1200 gram abu boiler/m2. Satuan percobaan dalam penelitian ini berjumlah 100 tanaman dan sekaligus merupakan tanaman pengamatan. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah buah dan berat buah. Data yang sudah diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam untuk RAK dan kemudian dilanjutkan dengan uji BNT 95%. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa abu boiler tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman tetapi berpengaruh terhadap jumlah dan berat buah terung ungu. Taraf perlakuan A3 (900 gram abu boiler/m2) memberikan rerata tertinggi terhadap jumlah buah terung ungu (1,28 buah) dan berat buah terung ungu (12,61 gr). Berat buah pada taraf perlakuan A3 tidak berbeda nyata dengan taraf perlakuan A4 dengan berat 12,70 gr.  
PENINGKATAN PRODUKSI KANGKUNG (Ipomoea reptans Poir) MELALUI PEMBERIAN PUPUK KANDANG KOTORAN AYAM Yulianingsih, Ratri; Sinaga, Markus; Naftali, Naftali
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 1 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i1.1121

Abstract

Produksi tanaman kangkung di Kabupaten Sintang masih rendah, yaitu 2,06 ton/ha.  Rendahnya produksi kangkung disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kurangnya nutrisi tanaman. Penambahan nutrisi tanaman dapat dilakukan dengan pemberian pupuk kandang kotoran ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan produksi kangkung melalui pemberian pupuk kandang kotoran ayam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah pemberian pupuk kandang kotoran ayam dengan lima taraf dosis, yaitu: A0 = 0 kg/petak percobaan; A1 = 1,25 kg/petak percobaan; A2 = 2,5 kg/petak percobaan; A3 = 3,75 kg/petak percobaan; A4 = 5 kg/petak percobaan. Data dianalisis dengan menggunakan Analisis Sidik Ragam dan Uji BNJ pada tingkat kepercayaan 95% dan 99%. Hasil pengamatan  dan analisis data menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang kotoran ayam berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat. Pemberian pupuk kandang kotoran ayam dengan dosis 5 kg memberikan rata-rata hasil tertinggi, ditunjukkan dengan jumlah nilai rerata tertinggi tinggi tanaman pada perlakuan K4 23,76 cm dan berat segar tanaman 16,76 gram.
PENGARUH HUKUM INTERNASIONAL TERHADAP PERKEMBANGAN HUKUM KONTRAK DI INDONESIA Putri Oktaviani Yulias; Ratri Yulianingsih; Maya Nurantika; Jenny Meriam Berlina Sihombing; Budi Ardianto
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 9 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v4i9.3773

Abstract

International law as rules of law relating to individuals and non-state bodies, the rights and obligations that turned out to be important for the international community is international trade. International trade in general evolve towards freer trade and open. The presence of the World Trade Organization (WTO), and cooperated with other trade cooperation such as AFTA, APEC, even in the current developments in the region such as the AEC, resulting in world trade pushed towards freer trade and open. Trade through forms of cooperation, it is also cultivated free from unfair business practices so that it can evolve into a more conducive climate, therefore, to anticipate these developments, in addition to the use of a means of protection which are public, business people should also carry out protection in ways that are self-protection as business interests through contract law. The principle of freedom of contract as provided for in Article 1338 of the Civil Law Consequences to bring new contract models that were previously unknown in treaty law in Indonesia. The new contracts also cover the affected areas of the construction of the Federation Internationale des Ingénieurs Counsels (FIDIC), American Institute of Architects (AIA), Joint Contract Tribunals (JCT), Singapore Institute of Architects (SIA)