Articles
IMPLIKASI PEMAHAMAN TAFSIR AL-QUR’AN TERHADAP SIKAP KEBERAGAMAAN
Muhsin Mahfudz
Jurnal Tafsere Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (873.253 KB)
Aktivitas penefsiran al-Qur’an bukan sekedar implementasi metodologi untuk memahami kandungan al-Qur’an, tetapi dalam kenyataannnya, tafsir dapat berimplikasi terhadap sikap keberagamaan seseorang. Artikel ini mendiskusikan bagaimana kecenderungan pemikiran tafsir al-Qur’an terbaca dalam mengekspresikan keberagamaan masyarakat atau kelompok dalam Islam. Setidaknya, kesimpulan dari kajian ini adalah bahwa dari sekian banyak ragam penafsiran terhadap al-Qur’an, akhirnya dapat didudukkan pada dua mainstream yaitu penafsiran yang bersifat Skripturalis (formalistic) danpenafsiran yang bersifat Subtansialis (terbuka). Perbedaan tersebut, mungkin, sulit diidentifikasi pada level wacana karena keduanya merupakan akumulasi kecenderungan seorang penafsir yang mencakup motifasi, latar belakang intelektual dan wawasannya. Meskipun sulit diidentifikasi pada level wacana,sangat mudah dibedakan pada level praktis. Penafsiran Skripturalis umumnya mengekspresikan keberagamaan-nya dengan cara yang kaku dan formalistik, sementara Subtansialis umumnya lebih fleksibel dan esensialis. Sehingga, dalam memperjuangkan ideologinya masing-masing memberi warnayang berbeda
FI ZHILAL AL-QUR’AN: TAFSIR GERAKAN SAYYID QUTHUB
Muhsin Mahfudz
Jurnal Tafsere Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (538.467 KB)
Tafsir Fi Zhilal al-Qur'an adalah karya al-Syahid Sayyid Quthub, seorang pemikir Islam fundamentalis. Tafsir yang juga disebut Zhilal memiliki keunikan tersendiri karena ditulis selama penulisnya menjalani tahanan politik atas tuduhan makar oleh gerakan Ikhwan al-Muslimin. Apakah materi tafsir Zhilal terpengaruh oleh subyektifitas Quthub yang ketika itu dibawah tekanan penguasa Mesir? Pertanyaan inilah yang akan diuji dalam artikel ini melalui pendekatan sosio-politik dengan analisis wacana (content analysis). Berdasarkan metod tersebut ditemukan bahwa Sayyid Quthub adalah sosok yang selain produktif dalam menulis, juga aktif langsung dalam gerakan-gerakan dakwah dan politik. Radikalisme Quthub juga yang menggiringnya keluar masuk penjara hingga akhirnya divonis mati oleh pemerintah Mesir. Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an digolongkan oleh para pakar tafsir ke dalam tafsir bercorak sastra dan sosial (al-adab al-ijtima‘i). Dan ternyata, tafsir yang ditulis oleh Sayyid Quthub begitu kental dengan pengaruhnya sebagai muslim militan dan radikal, serta pengaruh social politik ketika tafsir ditulis
STABILISASI METODOLOGI TAFSIR PADA ABAD XV H.
Muhsin Mahfudz
Jurnal Tafsere Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (900.681 KB)
Artikel ini mengulas tentang perkembangan metodologi, terutama di masa modern, di mana ilmu-ilmu modern berkembang sangat pesat. Beberapa catatan penting dari masa ini akan dianalisis dengan pendekatan sejarah. Melalui analisis tersebut ditemukan bahwa pada abad 15/21 sekarang ini, ternyata perkembangan metodologi tafsir sudah sangat jauh. Tafsir yang mengandalkan aspek riwayat semata tidak lagi menjadi “primadona” bagi pengkaji al-Qur’an dewasa ini. Bahkan mereka lebih tertarik menggunakan filsafat bahasa semisal hermeneutika dan semiotika untuk “membiarkan al-Qur’an berbicara sendiri atas nama dirinya”. Menurut mereka, hal itu sangat dimungkinkan karena teks al-Qur’an adalah bahasa yang sudah dibentuk oleh budaya awal ketika pertama kali diturunkan. Kesimpulan yang mengatakan bahwa metodologi tafsir klasik sudah ditinggalkan adalah “keliru” karena ternyata metode tafsir tahili sebagai mana yang dilakukan oleh Wahbah al-Zuhaili adalah contoh terbaik untuk menunjukkan kekeliruan kesimpulan tadi
MENYINGKAP AYAT-AYAT RUQYAH DI MAJELIS ZIKIR SIRATAL MUSTAQIM MAKASSAR (SUATU KAJIAN FENOMENOLOGI)
Syarifah Ainun Jamilah;
Muhammad Sadik Sabry;
Muhsin mahfudz
Jurnal Tafsere Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1167.411 KB)
Tulisan ini akan menyingkap Ayat-Ayat Ruqyah di Majelis Zikir Sirathal Mustaqim Makassar (Suatu Kajian Fenomenologi). Tulisan ini membahas tentang ayat-ayat yang ada didalam kitab suci al-Qur’an yang dipercayai dapat menyembuhkan penyakit, dalam hal ini dipergunakan sebagai bacaan dalam prosesi penyembuhan pasien (metode ruqyah) oleh para praktisi ruqyah di Majelis Zikir Sirathal Mustaqim Makassar.Rumusan masalah yang peneliti angkat pada tulisan ini yakni bagaimana makna dan cakupan ruqyah, bagaimana implementasi ayat-ayat ruqyah di Majelis Zikir Sirathal Mustaqim, dan bagaimana dampak ayat-ayat ruqyah bagi kesembuhan pasien di Majelis Majelis Zikir Sirathal Mustaqim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui defenisi dari istilah ruqyah yang menjadi fenomena di tengah – tengah masyarakat, untuk mengetahui bagaimana implementasi ayat-ayat ruqyah di Majelis Zikir Sirathal Mustaqim Makassar, dan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari ayat-ayat (zikir) yang dibacakan olek praktisi ruqyah kepada pasien dalam proses penyembuhannya.Metode yang dipergunakan dalam mengumpulkan data-data dilapangan yaitu metode observasi, interview (wawancara), dan dokumentasi. Adapun instrumen penelitian yang dipergunakan yaitu dengan menggunakan beberapa alat bantu seperti kamera, alat tulis menulis, alat perekam suara dan beberapa alat lainnya ketika akan melaksanakan ketiga metode yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Majelis Zikir Sirathal Mustaqim Makassar merupakan salah satu lembaga dakwah resmi di Kota Makassar yang menggunakan metode pengobatan ruqyah sesuai dengan tuntunan syari’at yaitu al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw., Adapun bacaan-bacaan ruqyah di majelis tersebut berdasarkan satu kitab utama yang disebut dengan Ratib Al-Haddad. Dimana kitab zikir inilah yang menjadi acuan utama dalam pembacaan ayat-ayat maupun lafaz-lafaz zikir yang disunnahkan oleh Nabi saw., sebagai do’a-do’a yang dapat mengobati dan jalan memohon kesembuhan dari Allah swt.
Sains dalam Perspektif al-Qur'an (Studi Metodologis dalam Buku "The Quranic: Scientific Exegesis," karya Pallacken Abdul Wahid
Fathul Mujahidin Al-Anshary;
Muhsin Mahfudz;
Achmad Abubakar
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Qur'an and Hadith Academic Society
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/quhas.v11i2.25032
The main issue discussed in this research was related to the interpretation of the Quranic verses based on a scientific approach in a methodological study on the book of “The Quranic: Scientific Exegesis,” written by Pallacken Abdul Wahid. The methodological approach used in this study was a library research, where the object of the study was the aforementioned book. The scientic approach taken in this research was the Tafseer approach with a modern science. The findings of this research indicated that: 1) The Ilmi Tafseer could be classified into two forms, namely a) knowing the meaning of the Kauniyyah verses through the scientific method and the knowledge related to human civilization. By knowing those knowledges, it is expected that the meaning of the Quranic verses could be well interpreted, b) understanding the true meaning of the kauniyyah verses through a scientific approach so that the interpretation was in line with the scientific problems. 2) Pallacken Abdul Wahid was considerd to be a prominent scholar in conducting research activities by integrating the science and the Qur’an. this integration led to the development of a computer model of the interpretation (technology) based on the revelations of the Qur’an. 3) In the book of “The Quranic: Scientific Exegesis,” it is found that the Ilmi Tafseer presented in the book will enable people to understand the divine mission of human and the concept of universe rationally and holistically.Artikel ini yang akan menjadi pokok pembahasan dalam penelitian ini adalah bagaimana mengemukakan penafsiran ayat-ayat al-Qur’an dengan pendekatan saintifik dalam studi metodologis pada buku “The Quranic: Scientific Exegesis” karya Pallacken Abdul Wahid. Jenis penelitian ini adalah kajian pustaka (library research), sedangkan objek materialnya yakni yang tertuju pada salah satu kitab yang ditulis oleh seorang tokoh dengan menekankan pada aspek metodologi terpakai dalam kitab tersebut. Metode pendekatan ini adalah pendekatan Tafsir dengan sains modern. Hasil penelitian dari artikel ini adalah 1) Tafsir Ilmi dapat digolongkan menjadi dua bentuk, yakni a) mengetahui makna ayat-ayat kauniyyah yang melalui metode saintifik dan ilmu peradaban manusia pada pendekatan tersebut agar menafsirkan maksud kandungan dari ayat-ayat tersebut, b) mengupayakan dalam menemukan keselarasan terhadap ayat-ayat kauniyyah yang melalui pendekatan santifik agar penafsiran itu terasa menarik yang sesuai dengan problematika ilmiah. 2) Pallacken Abdul Wahid pernah aktif terlibat melakukan kegiatan penelitian dalam mengintegrasikan sains dengan al-Qur’an, yang menyebabkan perkembangan model komputer alam semesta (teknologi) yang berdasarkan wahyu dari al-Qur’an. Dan 3) Di dalam buku “The Quran: Scientific Exegesis” ini yang mengungkapkan bahwa Tafsir Ilmi terhadap al-Qur'an yang disajikan dalam buku ini yang akan memungkinkan kita untuk memahami misi ilahi dengan manusia dan alam semesta secara rasional dan holistik.
Konsep Dzikir Sebagai Terapi Gangguan Bipolar
Esya Heryana;
Muhsin Mahfudz;
Winona Luthfiah;
Fitriani Fitriani;
Raihan Raihan
Jurnal Riset Agama Vol 2, No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/jra.v2i1.15683
This study aims to discuss the concept of dhikr in the Qur'an as mental health therapy for bipolar sufferers by explaining verses related to the concept of dhikr in the Qur'an as a therapy for bipolar disorder. This study uses a descriptive qualitative approach using the thematic interpretation or maudhu'i research method, this method seeks to collect verses from the Qur'an regarding the problems or topics to be discussed and then analyzed so that they will become a unified whole. The results and discussion of this study show the concepts offered by the Qur'an related to dhikr that can be used as a therapy for bipolar disorder which results in an imbalance of mind and soul which states the impact of dhikr to create peace and tranquility of the soul. This study concludes that there is an effect of dhikr that affects the mind and also the heart as mental health therapy for bipolar sufferers, namely with dhikr a person will feel peace and peace in his soul which makes the mind balanced, clear and more focused so that different feelings change automatically. drastic for people with bipolar can be controlled. Peace by remembering Allah swt. will seep into the heart and mind then dhikr not only has an impact on the mind which gives rise to clear thinking but more than that, dhikr also has an impact on the heart which creates peace of mind.
Mattamalahoja Sebagai Tradisi Pengabulan Hajat Masyarakat Allakuang Sidrap (Kajian Living Qur’an Terhadap Qs Al-Insyirah/94 Dan Qs Al-Ikhlas/112)
Najwah Arsyad;
Muhsin Mahfudz;
Aisyah Arsyad
Jurnal Tafsere Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jt.v11i1.40107
Artikel ini membahas mengenai tradisi lokal masyarakat Bugis di Desa Allakuang, yaitu tradisi mattamalahoja yang dilakukan untuk mendoakan hajat orang lain agar dapat segera terpenuhi. Tradisi mattamalahoja dilakukan dengan membaca QS al-Insyirah/94 sebanyak 99 kali dan QS al-Ikhlas/112 sebanyak 1000 kali sebagai pengantar. Keunikan dari tradisi mattamalahoja adalah syarat-syarat dari pelaksanaannya yaitu dianjurkannya untuk memperbaharui wudu, dilakukan di tempat yang hening dan hanya orang-orang yang dianggap alim yang bisa melakukannya. Dalam artikel ini penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif melalui penelitian lapangan dengan sistem analisis data yang digunakan adalah analisis konten. Sumber datanya mengombinasikan antara hasil wawancara dengan penjelasan dari QS al-Insyirah/94 dan QS al-Ikhlas/112. Pada akhirnya, penulis menyimpulkan bahwa dalam tradisi mattamalahoja melalui QS al-Ikhlas/112 dan QS al-Insyirah/94 dapat mempengaruhi praktik dan pemahaman keberagamaan masyarakat dengan membentuk sikap dan keyakinan yang utuh dalam menjalankan tradisi mattamalahoja. Masyarakat dapat memahami pentingnya sikap tawakkal, kelapangan atau rasa lega, serta keesaan Allah swt. dalam memenuhi hajat. Sehingga dengan itu, akan membantu untuk mereka mendoakan orang lain dengan hati yang ikhlas dan menaruh harapan hanya kepada Allah swt. tempat meminta pertolongan.
The Students (Mahasantri) of Ma’had Aly As’adiyah Perception in Sengkang Regarding The Trustworthiness in The Quran
Marlinda Marlinda;
Darmawati Darmawati;
Muhsin Mahfudz
International Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2023): June
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/ijis.v3i1.42434
This research aims to determine the perception of MA'HA Santri (Students) at Al-Aly As'adiyah Islamic Boarding School in Sengkang regarding trustworthiness in the Quran. The research objective is to understand the perception of MA'HA Santri at Al-Aly As'adiyah Sengkang regarding trustworthiness in the Quran, categorizing this study as qualitative field research. Field research uses a contextual and comprehensive approach to explore the meanings, definitions, understanding, events, and lives of individuals directly or indirectly involved in the research subject. According to the students of Ma’had Aly As’adiyah Sengkang, the implementation of trustworthiness has been carried out effectively. The execution of these qualities aligns with the indicators in this study, namely responsibility, transparency, and keeping promises. The students (Mahasantri) at Ma'had Aly As'adiyah Sengkang have applied these indicators in their teaching processes at the campus to achieve quality learning. Implementing trustworthiness in learning by the students at Al-Aly As'adiyah Sengkang can produce high-quality outcomes. Quality learning can enhance knowledge for the future, benefiting oneself and others. However, some MA'HA Santri may still need to improve their trustworthiness in their daily lives.
Hak Kebebasan Jual Beli Online Berbasis Media Sosial Dalam Pandangan Al-Qur’an (Problematika Tiktok Shop Di Indonesia)
Asriyana Asriyana;
Achmad Abubakar;
Muhsin Mahfudz
Economics and Digital Business Review Vol. 4 No. 2 (2023): February - July
Publisher : STIE Amkop Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37531/ecotal.v4i2.908
Artikel ini membahas dimana realitas maraknya berjualan di media sosial kini mendisrupsi peran pasar di tengah kecanggihan teknologi dan cepatnya arus media sosial dan kedepannya akan lebih masif sehingga menimbulkan satu fenomena baru yakni kegagapan pada penjualan konvensional. Pemerintah Indonesia resmi mengambil langkah tegas dengan melarang social commerce Tiktok Shop untuk melakukan transaksi jual beli. Social commerce Tiktok hanya diperbolehkan untuk mempromosikan produk. Hal ini imbas dari banyaknya platform bisnis dan e-commerce yang menjadi ladang berjualan di tanah air sehingga berdampak kepada bisnis UMKM dan usaha tradisional yang mengalami penurunan secara drastis. Atas dasar tersebut, maka tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana Hak kebebasan transaksi jual beli online berbasis media sosial dalam pandangan ekonomi Islam yang dalam hal ini mengutip problematika Tiktok Shop. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah menafsirkan dan menuturkan data yang bersangkutan dengan situasi yang sedang terjadi, sikap/pandangan yang terjadi didalam masyarakat, pertentangan dua keadaaan atau lebih, pengaruh terhadap suatu kondisi ataupun hal lainnya. Regulasi atau aturan yang dibuat pemerintah menjadi hal yang baik, namun hal ini tentunya tidak hanya sebatas larangan dan diberhentikan. Pemerintah harus menyiapkan alternatif-alternatif lain seperti edukasi kepada penjual, bagaimana pola pendampingan penjual konvensional. Pemerintah juga penting melakukan evaluasi terkait keberadaan usaha UMKM hingga pusat-pusat perbelanjaan tradisional yang usianya bertahun tahun. Pemerintah juga harus mulai mengkaji ulang konsep hingga melakukan revitalisasi sehingga keberadaan usaha menjadi daya tarik para pembeli lokal maupun internasional.
WAWASAN ALQUR’AN TENTANG LINGKUNGAN HIDUP
Saifuddin;
Haddade, Hasyim;
Mahfuz, Muhsin
Kumpulan Artikel Pendidikan Anak Bangsa (Kapasa) : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus KAPASA
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MEGAREZKY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37289/kapasa.v4i2.427
Penelitian ini membahas wawasan Alqur’an tentang Lingkungan Hidup, Dimana Keberadaan alam dan seluruh benda-benda yang terkandung di dalamnya merupakan suatu kesatuan yang tidak terpisahkan. Secara keseluruhan saling membutuhkan, dan saling melengkapi. Kelangsungan hidup dari setiap unsur kekuatan alam saling terkait dengan keberadaan makhluk hidup yang lain. Kejadian alam dan apa yang di dalamnya saling mendukung sehingga ia disebut alam secara keseluruhan. Alam dan apa-apa yang ada di dalamnya seperti tumbuh-tumbuhan dan binatang termasuk manusia dan benda mati yang ada di sekitarnya, serta kekuatan alam lainnya seperti angin, udara dan iklim hakekatnya adalah bagian dari keberadaan alam. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah tentang bagaimana melestarikan lingkungan Hidup. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode tematik dengan mengumpulkan ayat ayat yang berkaitan dengan Lingkungan Hidup. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ayat ayat yang berbicara tentang lingkungan cukup beragam yang dapat di klasipikasi pada Ajuran Allah untuk melakukan penghijauan atau melestarikan lingkungan, menjaga dan melindungi hewan dari kepunahan, larangan menebang pohon secara sembarangan, menjaga kebersihan dan kewajiban untuk bersahabat dengan Alam.