Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

NIHOPINGAN SEBAGAI MAKANAN PERSEMBAHAN KEPADA LELUHUR DI DESA RIANIATE KABUPATEN SAMOSIR Wati Manik, Tiarmaida; Pasaribu, Payerli; Ekomila, Sulian
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 10 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i10.2024.4271-4274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi proses pemberian Nihopingan kepada leluhur, alasan Nihopingan sebagai makanan persembahan serta makna yang terkandung dalam Nihopingan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori W. Robertson Smith tentang upacara bersaji dan teori Interpretasi Simbolik Geerzt. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu melalui observasi partisipasi yang dimana penulis ikut serta dalam pembuatan dan acara ritual. Selain itu juga melakukan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Adapun hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Nihopingan selain menjadi makanan tradisional tetapi juga menjadi makanan sakral yang digunakan sebagai persembahan kepada leluhur oleh masyarakat di Desa Rianiate. Proses pemberian Nihopingan diadakan di dua tempat yaitu di dalam rumah yang disajikan di Sibuaton dan diluar yaitu dibawah Pohon Hariara. Masyarakat di Desa Rianiate menyajikan Nihopingan kepada leluhur karena sudah menjadi tradisi turun temurun dari generasi ke generasi selanjutnya, selain itu Nihopingan menjadi perantara doa masyarakat di Desa Rianiate kepada leluhurnya. Masyarakat memberikan Nihopingan kepada leluhur sebagai harapan akan kesehatan, terhindar dari hal-hal buruk, kelancaran pekerjaan, rencana ketika masyarakat ingin membangun rumah ataupun tugu. Masyarakat memiliki keyakinan dan filosofil dalam terlihat dengan unsur Nihopingan seperti beras yang melambangkan kekuatan roh, kunyit melambangkan kekayaan dan kelimpahan, pisang melambangkan kelembutan, daun sirih sebagai lambang kesopanan, Jeruk purut lambang kebersihan dan itak gur-gur sebagai lambang pengharapan dan keikhlasan.
FENOMENA COSPLAY ANIME JEPANG DI KALANGAN GENERASI Z DI KOTA MEDAN Linx Naomi Badia Purba, Rachel; Iqbal, Muhammad; Ekomila, Sulian
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 1 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i1.2025.316-324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena cosplay anime Jepang di kalangan generasi Z muncul dan berkembang, Penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan dampak yang ditimbulkan oleh fenomena cosplay anime Jepang bagi generasi Z di kota Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah dengan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menggambarkan, bahwa latarbelakang terjadinya fenomena cosplay anime Jepang di kota Medan karena mulai banyak anak muda khususnya generasi Z yang mengenal anime. Pada saat covid 19 mulai banyak generasi Z yang menonton anime. Sementara itu, dari fenomena cosplay anime Jepang terjadi pada tahun 2022 saat event Bunkasai di USU. Ketertarikan untuk bercosplay di generasi Z pun mulai banyak di coba, karena memiliki manfaat positif bagi generasi Z seperti, memperluas relasi, kreatif, dan jadi peluang usaha. Selain itu, ada juga dampak negatif dari fenomena cosplay anime Jepang yaitu, pemborosan dan pengaruh oleh lingkungan yang buruk.
Berdagang di Ruang Krisis: Dinamika Dan Tantangan Adaptasi Pedagang Pasar Horas Pasca Kebakaran Lidiasari, Fany; Ekomila, Sulian; Ama, Bakhrul Khair; Yusepa, Irda
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.1496

Abstract

Penelitian  ini bertujuan mengeksplorasi dan menganalisis dinamika dan tantangan yang dihadapi pedagang di Pasar Horas Kota Pematangsiantar selama berada pada ruang krisis pasca-kebakaran pasar, yang menyebabkan aktivitas penjualan direlolkasi ke tepi Jalan Merdeka. Teori solidaritas sosial Emile Durkheim membantu pendekatan deskriptif kualitatif dalam memahami perubahan kondisi sosial pedagang dalam kondisi darurat. Informan yang berkontribusi dalam memberikan informasi dan data sejumlah 13 orang, meliputi: pedagang pasar, pengelola pasar, dan pembeli yang dipilih secara purposive berdasarkan kriteria yang relevan. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dan informasi meliputi: observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Selanjutnya, proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan adalah proses yang dilalui untuk menganalisis data. Adapun hasil analisis memperlihatkan bahwa pasca-kebakaran Pasar Horas, perubahan lingkungan fisik dan sosial di tempat berdagang membentuk ruang krisis. Kondisi ini menimbulkan perubahan dalam aktivitas ekonomi dan cara pedagang berinteraksi satu sama lain. Ini juga menyebabkan berbagai masalah adaptasi, seperti keterbatasan ruang berjualan, kurangnya keamanan dan kenyamanan, ketidakstabilan pendapatan, dan peningkatan persaingan antar pedagang karena kepadatan ruang. Perubahan ini memengaruhi bagaimana pedagang menyesuaikan diri dan mempertahankan bisnis mereka dalam situasi pascarelokasi. Hasil menunjukkan bahwa relokasi yang disebabkan oleh bencana membawa perubahan sosial dan material dalam kehidupan pedagang pasar.