Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Kemampuan Motor Educability Siswa Generasi Z Tegar Oktoviantoro; Buyung Kusumawardhana; Agus Wiyanto
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v16i1.3697

Abstract

Gaya hidup sedenter dan ketergantungan teknologi digital Generasi Z berpotensi menurunkan kemampuan motor educability yang krusial bagi pendidikan vokasi di SMK. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan tingkat kemampuan motor educability siswa Gen Z dan mengeksplorasi hubungan faktor psikososial serta lingkungan. Jenis penelitian menggunakan penelitian cross-sectional dengan 20 siswa menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui Iowa-Brace Test dan angket PPLA-Q, dianalisis dengan statistik deskriptif menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukan 50% siswa berada pada kategori rendah dengan rerata skor 22,15 (SD=8,34). Faktor psikososial menunjukkan kategori sedang-rendah (28,45±6,12), sementara faktor lingkungan tinggi (36,80±4,23). Ditemukan paradoks antara dukungan guru tinggi namun kemampuan motorik tetap rendah. Simpulan penelitian ini diperlukan transformasi pembelajaran PJOK yang mengintegrasikan penguatan psikologis (self-efficacy) dan optimalisasi fasilitas melalui pendekatan inovatif berbasis permainan.
Pengaruh Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik terhadap Amotivasi Olahraga Fun Football pada Pemuda di Kota Semarang Bagus Triono; Utvi Hinda Zhannisa; Agus Wiyanto
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v16i1.3961

Abstract

Rendahnya motivasi berolahraga di kalangan pemuda dapat menimbulkan amotivasi, yang pada akhirnya berdampak pada menurunnya partisipasi serta keberlanjutan program olahraga rekreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati bagaimana motivasi dari dalam dan motivasi dari luar mempengaruhi terjadinya amotivasi dalam aktivitas Fun Football pada pemuda di Kota Semarang. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei analitik. Sampel penelitian terdiri atas 61 pemuda berusia 16–30 tahun yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data penelitian melalui penyebaran kuesioner Sport Motivation Scale (SMS-28), kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, dan regresi linier berganda. Hasil uji simultan (uji F) menunjukkan nilai F = 8,092 dengan signifikansi 0,001, yang mengindikasikan bahwa motivasi intrinsik dan ekstrinsik berpengaruh signifikan terhadap amotivasi. Secara parsial, motivasi intrinsik terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap amotivasi (t = 2,032; p = 0,047), sedangkan motivasi ekstrinsik tidak menunjukkan pengaruh signifikan (t = -0,451; p = 0,654). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,218 menunjukkan bahwa 21,8% variasi amotivasi dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa dorongan internal, seperti kesenangan dan kepuasan pribadi, memiliki peran penting dalam mengurangi amotivasi pada aktivitas olahraga rekreatif. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengelola dan pembuat kebijakan dalam merancang program Fun Football yang lebih menekankan pada penguatan motivasi intrinsik pemuda, sehingga program dapat berjalan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Pengaruh Kegiatan Pemanasan Berbasis Permainan terhadap Minat Belajar Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani pada Siswa Siswi SMP M.Rizky Mubarok; Fajar Ari Widiyatmoko; Agus Wiyanto
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v16i1.4066

Abstract

Mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) membutuhkan pendekatan yang efektif untuk membangkitkan motivasisiswa agar proses belajar berlangsung lancar. Aktivitas pemanasan berbentuk permainan adalah salah satu langkah yang dapat diambil. Penelitian ini dilakukan untuk menilai bagaimana aktivitas pemanasan berbasis permainan berdampak pada keinginan siswa untuk belajar PJOK di SMP Negeri 1 Kalinyamatan selama tahun akademik 2025–2026. Eksperimen semu, atau quasi-experiment, digunakan sebagai metode kuantitatif dalam penelitian ini. Grup kontrol pre-test dan post-test dibuat dengan cara ini. Dalam penelitian ini, 45 siswa dari kelas VIII dibagi menjadi dua kelompok: 22 siswa dalam kelompok eksperimen dan 23 siswa dalam kelompok kontrol. Alat pengukuran yang digunakan adalah kuesioner yang sudah divalidasi mengenai keinginan siswa untuk belajar. Pengolahan data melibatkan statistik deskriptif selain uji nonparametrik Wilcoxon Signed-Rank Test dan Uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian secara deskriptif menunjukkan bahwa siswa di kelompok eksperimen merasa lebih termotivasi untuk belajar setelah melakukan aktivitas pemanasan berbasis permainan. Namun, tidak ada perbedaan signifikan dalam skor pretest dan posttest di kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (p > 0,05). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa aktivitas berbasis permainan belum meningkatkan motivasi siswa untuk belajar secara statistik signifikan. Namun, mereka mungkin dapat membuat pembelajaran PJOK lebih seru dan menyenangkan.
Impact of five-cone and ladder drill training on agility among U15 football athletes Pupuh Harya Prembanyu; Agus Wiyanto; Setiyawan Setiyawan
Physical Education and Sports: Studies and Research Vol. 4 No. 3 (2025): Physical Education and Sports: Studies and Research
Publisher : CV Rezki Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56003/pessr.v4i3.633

Abstract

Background: Although it may seem simple, soccer has complex characteristics, which is why many children are attracted to training at soccer schools. Agility is a crucial aspect of the game, as it enables a player to move quickly, evade opponents, and control the ball effectively. At the Pemalang Regency Bina Talenta Soccer School (SSB), agility training is not conducted optimally and has not been implemented systematically with effective methods. Therefore, exercises such as the five-cone and ladder drills need to be implemented to improve player agility more effectively. Objectives: This study aims to examine the impact of five-cone and ladder drill training on the agility of U15 football athletes. Methods: This study used a quantitative descriptive method with a quasi-experimental approach. The experimental design was a pretest-posttest in two groups. The sampling technique used was purposive sampling with 20 players participating in a four-week training program. The instrument to measure agility was the Illinois Agility Test, with a validity level of r = 0.87. The measurement data were analyzed using a difference test with the help of SPSS software version 29.0. Results: The five-cone drill and the ladder drill had a significant effect on agility, as both exercises had a significance value of <0.05. The five-cone drill was more effective than the ladder drill. This was due to the difference in scores between the five-cone drill, which increased by 1.04, and the ladder drill, which increased by 0.84. Conclusions: Both training methods are effective in improving agility and can be integrated into school-based football training programs. Furthermore, the results of implementing these methods can enhance player performance and provide a valuable source of new knowledge for future researchers on agility in SSB players.
Empowering Young High School Students Through The Preservation Of Traditional Health Therapy Tools As Local Wisdom Heritage Nurhadi Santoso; Agus Wiyanto; Masri; Dian Kusumawati
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v7i1.7512

Abstract

Preserving local wisdom in the field of health, particularly traditional health therapy tools, has become a challenge in the era of modernisation due to the declining interest of the younger generation in learning about and applying them. This community service activity aims to empower senior high school students through education, practical training, and participatory empowerment so that they are able to understand, use, and preserve traditional health therapy tools as cultural heritage. The methods used include needs identification, educational socialisation, guided practical training, empowerment of students as agents of preservation, and periodic monitoring and evaluation. The results of the community service show an increase in students' knowledge, attitudes, and skills in using traditional therapy tools, as well as an increase in their enthusiasm to play an active role in preserving local wisdom. This activity also fostered students' awareness of cultural and health values based on local wisdom, while shaping the character of the younger generation to care about culture and community welfare. Thus, empowering students through community service can be an effective strategy for maintaining the sustainability of traditional health therapy tools and strengthening the nation's cultural identity.
Pengaruh Permainan Gobak Sodor dan Bola Beracun Terhadap Minat Siswa dalam Pembelajaran PJOK di SMPN 3 Kalibening Nur Zaini Akrom Sofwan; Bertika Kusuma Prastiwi; Agus Wiyanto
Jurnal Porkes Vol 9 No 1 (2026): PORKES
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/porkes.v9i1.32688

Abstract

This study was motivated by the low interest of students in Physical Education, Sports, and Health (PJOK) learning due to monotonous teaching methods. This study aims to analyze the effect of traditional games of gobak sodor and poison ball on increasing students' interest in learning PJOK. The research used a quantitative approach with a non-equivalent group pretest-posttest quasi-experimental design. The sample consisted of two eighth-grade classes at SMPN 3 Kalibening who were given treatment through both games. Data were collected using a four-point Likert scale questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was performed using the Wilcoxon Signed-Rank Test because some of the data were not normally distributed. The results showed a significant increase in student interest (Z = -5.352; p = 0.000), with an average score increase from 82.35 to 89.72. The Mann-Whitney U Test results showed no significant difference between the effects of the two games (p = 0.537). The discussion relates the findings to Self-Determination Theory, in which traditional games fulfill the psychological needs of autonomy, competence, and social connectedness, thereby increasing intrinsic motivation and interest in learning. The conclusion of the study confirms that the implementation of traditional games is effective in increasing student interest in PJOK, with the note that inclusive adaptation to student characteristics is necessary to maximize its impact.