Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : KUANTUM

Karakterisasi Termal Dan Fisik Komposit Geopolimer Semen Berpenguat Serat Ijuk Untuk Konstruksi Ramah Lingkungan Idris, Rani; Jahja, Mohamada; Meidji, Icha Untari; Ramadani, A Indra Wulan Sari; Rahman, Irsan
KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika Vol 6 No 2 (2025): KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika (Edisi Desember 2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/kuantum.v6i2.1156

Abstract

Upaya pengurangan emisi pada sektor konstruksi mendorong pengembangan komposit geopolimer berpenguat serat alam. Berbagai penelitian telah mengkaji pengaruh serat alam terhadap sifat mekanik dan durabilitas komposit semen, namun data mengenai keterkaitan densitas, porositas, dan konduktivitas termal pada komposit geopolimer semen berpenguat serat ijuk (Arenga pinnata) masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi sifat fisik dan termal komposit geopolimer semen berbasis serat ijuk dengan variasi rasio serat terhadap matriks. Serat ijuk diberi perlakuan alkali menggunakan larutan NaOH 5% dan dipotong sepanjang ±1 cm, kemudian dicampurkan ke dalam matriks semen–pasir dengan rasio volume serat:matriks 1:1, 1:2, dan 1:3. Sampel dicetak dan dikeringkan, lalu diuji densitasnya melalui pengukuran massa dan volume, porositasnya menggunakan metode perendaman air, serta konduktivitas termalnya dengan pengukuran laju aliran panas dan beda suhu antarpermukaan. Hasil menunjukkan bahwa rasio 1:1 menghasilkan densitas tertinggi sebesar 1,832 g/ml dan porositas terendah sebesar 26,28%, yang mencerminkan struktur komposit paling padat dan homogen. Porositas tertinggi diperoleh pada rasio 1:2 dengan nilai 33,16%, sedangkan rasio 1:3 menunjukkan nilai menengah. Nilai konduktivitas termal tertinggi terdapat pada rasio 1:2 sebesar ±220 W/m·K, sementara rasio 1:3 memberikan konduktivitas termal terendah sekitar 85 W/m·K sehingga lebih berpotensi sebagai material isolatif. Temuan ini memberikan gambaran awal mengenai pengaruh rasio serat ijuk terhadap hubungan densitas, porositas, konduktivitas termal pada komposit geopolimer semen dan menunjukkan potensi material ini sebagai bahan konstruksi yang lebih ramah lingkungan dengan sifat fisik dan termal yang dapat direkayasa.
Sifat Termal Komposit Resin Berpenguat Serat Ijuk Sebagai Isolation Thermal Board Untuk Bahan Konstruksi Bangunan Sari, Widya Priskila; Jahja, Mohamad; Rahman, Irsan; Ramadani, A Indra Wulan Sari; Latief, Muh. Fachrul
KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika Vol 6 No 2 (2025): KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika (Edisi Desember 2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/kuantum.v6i2.1157

Abstract

Isu efisiensi energi pada bangunan semakin mendesak untuk diatası mengingat sektor konstruksi merupakan salah satu penyumbang terbesar konsumsi energi dan emisi global Di Indonesia, penggunaan material insulası termal sintetis seperti polistirena masih dominan, meskipun matenal tersebut memiliki permasalahan lingkungan yang signifikan karena tidak terurai, menghasilkan polusi berbahaya, serta memiliki jejak karbon tinggi Kondisi ini mendorong perlunya alternatif material insulası yang lebih berkelanjutan berbasis sumber daya lokal. Serat ijuk (Arenga pinnata), dengan sifat morfologi berongga, ketahanan terhadap kelembapan, dan struktur mikrofibril yang mendukung hambatan panas, menjadi kandidat potensial untuk dikembangkan sebagai penguat pada komposit resin untuk aplikası panel insulası termal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi secara komprehensif pengaruh variasi fraksi serat juk terhadap sıfat termal komposit resin dan menjelaskan mekanisme hambatan perpindahan panas melalui analisis morfologi mikro. Metode yang digunakan berupa eksperimen dengan tiga variasi komposisi serat (1:1, 1:2, 1:3), menggunakan resin epoxy sebagai matriks. Serat diberi perlakuan alkali NaOH 5% sebelum difabrikası menjadi komposit. Pengumpulan data dilakukan melalui uji konduktivitas termal serta pengamatan struktur mikro menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio 1:2 memiliki nilai konduktivitas termal tertinggi (0.646 W/m.K), sedangkan komposisi serat terlalu rendah atau terlalu tinggi memperlihatkan penurunan performa termal akibat ketidakmerataan dispersi serat atau terbentuknya rongga udara. Analisis SEM mengonfirmasi bahwa perlakuan alkali mampu meningkatkan kebersihan dan kekasaran permukaan serat sehingga memperbaiki ikatan antarmuka dan jalur rambatan panas komposit. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa serat ijuk berpotensi digunakan sebagai material insulasi ramah lingkungan untuk bangunan. Rekomendasi penelitian selanjutnya adalah mengembangkan variasi orientasi serat, pengujian sifat mekanik tambahan, serta optimasi proses fabrikasi untuk meningkatkan performa komposit secara menyeluruh.