Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PEMBERDAYAAN PETERNAK ITIK MELALUI KETERAMPILAN PAKAN FERMENTASI KEONG SAWAH SEBAGAI ALTERNATIF PAKAN ITIK DI DESA BATEE PUTEH Hanisah Hanisah; Cut Mulyani; fairus fairus; Kiagus Muhammad Zain Basriwijaya
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i1.152-161

Abstract

Berdasarkan survey awal yang di lakukan tim pengabdian, permasalahan yang di hadapi mitra yaitu kelompok tani ternak “Makmue Beusare” antara lain: 1) Minimnya pengetahuan mitra tentang budidaya ternak itik yang dapat meningkatkan produktivitas itik petelur dan mengoptimalkan peningkatan bobot badan itik pedaging, dan 2) Pakan ternak itik terbilang mahal, biaya yang dikeluarkan untuk pakan sering kali tidak sebanding dengan produksi yang dihasilkan, sehingga peternak menjadi merugi. Adapun tujuan dari tim pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan ketrampilan mitra tentang pengelolaan pakan, serta pemanfaatan keog sawah sebagaipakan ternak. Tahapan persiapan dilakukan untuk mengidentifikasi masalah, menganalisis kebutuhan dan penyusunan program. Tahapan pelaksanaan yaitu sosialisasi tentang pakan fermentasi keong sawah, dilanjutkan dengan praktek pengolahan pakan ternak dari keong sawah. Total ada 16 orang peserta, 15 orang dari mitra dan 1 orang dari perangkat desa. Tahapan terakhir adalah pendampingan dan evaluasi untuk melihat keberhasilan program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Produk. 
PENGADAAN GENSET PORTABEL BAGI MASYARAKAT TERDAMPAK BENCANA HIDROMETEOROLOGI DI KABUPATEN ACEH TAMIANG Muhammad Jamil; Rahmi Zuhra; Silvia Anzitha; Hanisah Hanisah; Baihaqi Baihaqi
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39333

Abstract

ABSTRAK                                                                                      PKM tanggap darurat bencana ini di Desa Mesjid Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana banjir melalui pengadaan mesin genset portabel bagi pemenuhan kebutuhan listrik  serta tidak hanya diposisikan sebagai bantuan alat semata, melainkan sebagai bagian dari sistem penanganan bencana berbasis desa, yang menopang berbagai layanan dasar selama masa tanggap darurat. Kegiatan dilaksanakan selama dua minggu (02-16 maret 2026) dengan melibatkan 20 peserta dari pemerintah desa, MDSK, LKMK, perwakilan perempuan dan kelompok difabel. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif dan demonstrasi langsung  meliputi koordinasi, sosialisasi, pengenalan mesin genset portabel, tatacara mengoperasikan mesin genset portabel, serah terima produk serta monitoring dan evaluasi melalui selebaran angket yang diisi oleh seluruh peserta. Hasil evaluasi menunjukkan sebanyak 13 peserta (65%) berada pada kategori sangat memahami materi pengertian dan fungsi genset sebagai sumber listrik alternatif, sebanyak 9 peserta (45%) memahami tentang manfaat genset dalam kondisi darurat (banjir/pemadaman listrik), 11 peserta (55%) mengetahui jenis-jenis genset portabel dan bahan bakar yang digunakan, sebanyak 17 peserta (85%) memahami tahapan persiapan sebelum penggunaan (pengecekan bahan bakar dan oli) serta sebanyak 18 peserta (90%) mengetahui materi cara menghubungkan genset dengan peralatan listrik. Dengan demikian, pengadaan mesin genset portabel menjadi salah satu solusi praktis pemenuhan listrik bagi masyarakat terdampak bencana banjir.  Dengan adanya kegiatan ini diharapkan bantuan peralatan mesin genset portabel dapat dirasakan secara berkelanjutan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.Kata kunci: Genset Portabel; Masyarakat; Banjir; Kesiapsiagaan; Aceh Tamiang. ABSTRACTThis disaster emergency response community service program (PKM) at mesjid village , manyak payed subdistrict, Aceh Tamiang regency, aims to help meet the basic needs of residents affected by flooding through the provision of portable generator sets to supply electricity. The generators are not merely positioned as equipment assistance, but as part of a village-based disaster management system that supports various essential services during the emergency response period. The activity was carried out over two weeks (March 2–16, 2026), involving 20 participants from the village government, MDSK, LKMK, women’s representatives, and persons with disabilities groups. The implementation method was participatory and based on direct demonstrations, including coordination, socialization, introduction to portable generators, procedures for operating the generators, handover of the equipment, as well as monitoring and evaluation through questionnaires completed by all participants. The evaluation results showed that 13 participants (65%) were in the category of highly understanding the concept and function of generators as an alternative power source, 9 participants (45%) understood the benefits of generators in emergency situations (floods/power outages), 11 participants (55%) recognized the types of portable generators and their fuel, 17 participants (85%) understood the preparation stages before use (checking fuel and oil), and 18 participants (90%) understood how to connect generators to electrical devices.Keywords: Portable Generator; Community;Flood; Preparedness; Aceh Tamiang.
PENGADAAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF RAMAH LINGKUNGAN BAGI ANAK-ANAK TERDAMPAK BANJIR ACEH TAMIANG Baihaqi Baihaqi; Imran Imran; Adnan Adnan; Hanisah Hanisah; Dianawati Dianawati
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39338

Abstract

ABSTRAKBanjir yang terjadi di Desa Mesjid, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir November 2025 yang lalu memberikan dampak tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga psikologis anak-anak sebagai kelompok rentan. PKM tanggap darurat bencana  ini bertujuan untuk memberikan dukungan psikososial melalui pengadaan alat permainan edukatif (APE) kepada anak-anak PAUD desa tersebut yang dilaksanakan selama dua minggu (02-16 maret 2026) dengan melibatkan 15 peserta dari pemerintah desa, PKK, perwakilan perempuan dan perwakilan PAUD.  Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif dan demonstrasi langsung  dengan tahapan kegiatan antaranya  koordinasi, sosialisasi, pengenalan APE, tatacara memainkan APE, serah terima APE serta monitoring dan evaluasi melalui distribusi selebaran lembar angket yang diisi oleh setiap peserta.  Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dimana  sebanyak 10 peserta (66,6%) berada pada kategori sangat memahami materi manfaat APE bagi anak-anak terdampak banjir, 6 peserta (40%) memahami materi cara memainkan APE dengan benar, 8 peserta (53.3%) memahami materi cara pendekatan bermain sambil belajar. Sementara itu, pada pelatihan tatacara memainkan APE, sebanyak 9 peserta (60%) memahami bahwa manfaat APE mendukung perkembangan kognitif, sosial dan emosional anak-anak. Dengan demikian, pengadaan alat permainan edukatif dapat menjadi salah satu solusi efektif dalam mendukung pemulihan psikososial anak-anak pascabencana banjir. Kegiatan ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya penanganan dampak bencana yang berorientasi pada kebutuhan anakKata kunci: APE; Ramah Lingkungan; Anak-Anak; Banjir; Aceh Tamiang. ABSTRACTThe flood that occurred in Mesjid Village, Manyak Payed District, Aceh Tamiang Regency, at the end of November 2025 had impacts not only on physical aspects but also on the psychological well-being of children as a vulnerable group. This disaster emergency response community service program (PKM) aimed to provide psychosocial support through the provision of Educational Play Equipment (APE) for preschool children in the village. The program was implemented over a two-week period (March 2–16, 2026) and involved 15 participants from the village government, the Family Welfare Movement (PKK), women’s representatives, and preschool representatives. The implementation method was participatory and involved direct demonstrations, including coordination, socialization, introduction to APE, instructions on how to use APE, handover of APE, as well as monitoring and evaluation through the distribution of questionnaire sheets completed by each participant. The evaluation results indicated significant improvement, with 10 participants (66.6%) categorized as having a very good understanding of the benefits of APE for children affected by flooding, 6 participants (40%) understanding how to use APE correctly, and 8 participants (53.3%) understanding the play-based learning approach. Furthermore, during the training on the use of APE, 9 participants (60%) understood that APE supports children’s cognitive, social, and emotional development. Therefore, the provision of Educational Play Equipment can serve as an effective solution in supporting the psychosocial recovery of children after flood disasters. This activity is expected to be implemented sustainably as part of disaster impact management efforts that are oriented toward the needs of children.Keywords: APE; Environmentally Friendly; Children; Flood; Aceh Tamiang.
Analysis of the Economic Impact and Life Cycle Costs of Precision Agriculture Implementation in Food Crop Cultivation Adnan Achmad; Hanisah Hanisah; Silvia Anzitha
International Journal of Management Science and Information Technology Vol. 6 No. 1 (2026): January - June 2026
Publisher : Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh (KITA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ijmsit.v6i1.6576

Abstract

To improve the efficiency of agriculture and food crops, the use of modern technology is necessary. Precision Land Management consists of a suite of high-tech tools including sensors, drones, and Geographic Information Systems (GIS) to monitor land and crop conditions in real time. This allows for optimized utilization of inputs such as water, fertilizer, and pesticides. This paper aims to analyze the economic impact of implementing precision agriculture, focusing on its Life Cycle Cost. This includes not only the initial investment, but also current operations, maintenance, and future savings (although there may be some uncertainty regarding the actual costs). This study used Life Cycle Costing (LCC) and Cost-Benefit Analysis (CBA). The results show that the implementation of precision agriculture reduces resource consumption. For example, sensors have reduced water use in West Java by 30%, and variable fertilizer application based on Sumatra has reduced fertilizer consumption by 40%. However, the main obstacle is the high initial investment costs, which are a burden for smallholder farmers. Therefore, policies that support the adoption of precision agriculture technologies through various means such as fiscal incentives and training are urgently needed, and it is also important to ensure that such tools can be freely used by farmers throughout Indonesia.