Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

The Effect of Using Pegagan Leaves (Centella Asiatica L. Urban) Extract on The Physical Properties and Antioxidant Capacity of Mochi Ice Cream Ummi Rohajatien; Laili Hidayati; Yeri Ayu Safitri
Bulletin of Culinary Art and Hospitality Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.299 KB) | DOI: 10.17977/um069v2i12022p20-24

Abstract

Pegagan leaf is a popular medicinal plant widely found in Indonesia. Pegagan can also be used in food and beverage products, such as mochi ice cream. This study aims to determine the physical properties (color and textures) and antioxidant capacity of mochi ice cream with different pegagan leaf extract concentrations of 20, 30, and 40 percent. This experimental study used a CRD (Completely Randomized Design), with treatment carried out twice for each concentration. The data obtained were analyzed using a one-way ANOVA (Analysis of Variance) test. If a real difference was observed, then the DMRT (Duncan's Multiple Range Test) was carried out. The results showed that the highest color brightness (L) mochi ice cream was obtained from a 20 percent concentration of pegagan leaf extract. The highest level of greenish color (a-) was obtained from 40 percent pegagan leaf extract, while the highest level of yellowish color (b+) was obtained from 20 percent pegagan leaf extract. The highest textures was obtained from a concentration of 20 percent pegagan leaf extract, and the highest antioxidant capacity was obtained from 40 percent pegagan leaf extract. Therefore, pegagan leaf extract concentration affects mochi ice cream's color, textures, and antioxidant content.
Pengaruh Subtitusi Kelapa Parut (Cocos Nucifera) dalam Pembuatan Kue Sagon Kabocha (Cucurbita Maxima. L) sebagai Inovasi Kuliner Magetan Maulida Ahyana Laily; Budi Wibowotomo; Laili Hidayati
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.905 KB) | DOI: 10.17977/UM068v1n2p131-136

Abstract

Kue sagon makanan tradisional tersebar Indonesia terdiri tepung ketan putih, kelapa parut, gula, telur dipanggang, disajikan agenda besar. Inovasi subtitusi kabocha dengan kelapa parut mengetahui gizi, rasa, tekstur dan warna kue sagon. Subtitusi terdiri 3 formula yaitu kue sagon subtitusi kabocha 60 persen: kelapa parut 40 persen, kabocha 70 persen : kelapa parut 30 persen dan kabocha 80 persen : kelapa parut 20 persen. Hasil uji proksimat (protein, karbohidrat, air, lemak, abu dan serat pangan) nilai tertinggi sampel kue sagon subtitusi kabocha 60 persen : kelapa parut 40 persen protein (14,541 gr/100 gr,), lemak (17,71gr/100 gr) dan abu (5,737 gr/100 gr). Nilai bagian tertinggi uji proksimat pada sampel kue sagon subtitusi kabocha 80 persen: kelapa parut 20 persen karbohidrat (58,272 persen), air (11,5645 gr/100 gr) serat pangan (45,4635 gr /100 gr), kandungan beta karoten tertinggi 1188,142 gr /100 gr.
Pengaruh Lama Waktu Dehidrasi Osmosis Strawberry terhadap Sifat Fisik Warna dan Viskositas Dessert No Bake Strawberry Cheesecake Dita Permatasari; Laili Hidayati; Issutarti Issutarti
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.024 KB) | DOI: 10.17977/UM068v1n4p245-250

Abstract

No baked strawberry cheesecake is a cold dessert that melts easily at room temperature. The treatments are needed to be done to reduce water content by doing osmosis dehydration on strawberries, so that no baked strawberry cheesecake does not melt easily at room temperature. Osmosis dehydration treatment on strawberries was carried out at different times (there are 3 hours, 5 hours, and 7 hours). This study was conducted to determine the physical properties (like color, viscosity) and chemical properties (pH and vitamin C). This study is an experimental study that using RAL research design with three different treatment which are the time duration of strawberry osmosis dehydration and two repetitions The data were analyzed using ONE-WAY ANOVA and if there was a significant effect, a further DMRT test was carried out. The results showed that osmotic dehydration in strawberries within 3 hours had the best chemical properties, with the pH of 4.80, vitamin C 54.085 mg / 100g. The highest color brightness (L) was found at 3 hours of strawberry osmosis dehydration with a value of 71.93. The highest reddish color (a +) was found at 7 hours of strawberry osmosis dehydration with a value of 19.147 and the highest yellow color (b +) was at 7 hours of strawberry osmosis dehydration with a value of 26.467. The highest viscosity was found at 7 hours of strawberry osmosis dehydration with a value of 163018.75 cP. No baked strawberry cheesecake merupakan cold dessert yang mudah mencair bila berada si suhu ruang. Perlu dilakukan perlakuan untuk mengurangi kadar air dengan cara dehidrasi osmosis pada buah strawberry agar no baked strawberry cheesecake tidak mudah mencair pada suhu ruang. Perlakuan dehidrasi osmosis pada buah strawberry dilakukan dengan waktu yang berbeda (3 jam, 5 jam, dan 7 jam). Penelitian dilakukan untuk mengetahui sifat fisik (warna, viskositas), dan sifat kimia (pH dan vitamin C). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan yang berbeda yaitu pada waktu dehidrasi osmosis strawberry dan dengan dua kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan ONE-WAY ANOVA dan apabila terdapat pengaruh, maka dilakukan uji lanjut DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dehidrasi osmosis pada buah strawberry dengan waktu 3 jam memiliki sifat kimia terbaik yaitu pH 4,80, vitamin C 54,085 mg/100g. kecerahan warna (L) tertinggi terdapat pada waktu dehidrasi osmosis strawberry 3 jam dengan nilai 71,93. Warna kemerahan (a+) tertinggi.terdapat pada waktu dehidrasi osmosis strawberry 7 jam dengan nilai 19,147 dan warna kuning (b+) tertinggi terdapat pada waktu dehidrasi osmosis strawberry 7 jam dengan nilai 26,467. Viskositas tertinggi terdapat pada waktu dehidrasi osmosis strawberry 7 jam dengan nilai 163018,75 cP.
Analisis Sifat Kimia Velva Terong Ungu (Solanum Melongenal) Dengan Fortifikasi Sari Buah Markisa (Passiflora Edulis Var. Flavicarpa) Afifudin Ibadi; Wiwik Wahyuni; Laili Hidayati
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.565 KB) | DOI: 10.17977/UM068v1n4p269-273

Abstract

Purple eggplant is a vegetable that is commonly cultivated in Indonesia. Product innovation is needed to increase people's consumption of eggplants, such as being made into Velva. Purple eggplant has the potential to be used as a raw material for making Velva because it has a thick pulp. The processing of Velva can reduce the nutritional content of purple eggplant. The fortification of passion fruit juice in this study is expected to increase the nutritional value of purple eggplant Velva. The research method used a completely randomized design with two repetitions and three levels of concentration of passion fruit juice fortification, namely 10 percent, 20 percent, 30 percent. Observation parameters included vitamin C content, dietary fiber, and antioxidant capacity. The data from the analysis were statistically tested using ANOVA. If a difference is found, then proceed with Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Based on the results of the study, the concentration of 30 percent passion fruit juice fortification showed the highest results for the content of vitamin C and total dietary fiber, namely vitamin C 17.144 mg / 100gr and total food fiber of 42.481 percent. The highest IC50 content was obtained from the fortification concentration of 10% passion fruit juice with a value of 92.338 ppm. Terong ungu merupakan sayuran yang sudah umum dibudidayakan di Indonesia. Perlu adanya inovasi produk untuk meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap terong, seperti dibuat menjadi velva. Terong ungu berpotensi digunakan sebagai bahan baku pembuatan velva karena memiliki daging buah yang tebal. Proses pengolahan pada velva dapat menurunkan kandungan gizi pada terong ungu. Fortifikasi sari buah markisa pada penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan nilai gizi velva terong ungu. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua kali pengulangan dan tiga tingkatan konsentrasi fortifikasi sari buah markisa, yaitu 10 persen, 20 persen, 30 persen. Parameter pengamatan meliputi kandungan vitamin C, serat pangan, dan kapasitas antioksidan. Data hasil analisis diuji statistik menggunakan ANOVA. Apabila ditemukan perbedaan, kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Berdasarkan hasil penelitian, konsentrasi fortifikasi sari buah markisa 30 persen menunjukkan hasil tertinggi untuk kandungan vitamin C dan serat pangan total, yaitu vitamin C 17,144 mg/100gr dan serat pangan total 42,481 persen. Kandungan IC50 tertinggi diperoleh dari konsentrasi fortifikasi sari buah markisa 10 persen dengan nilai 92,338 ppm.
Pengaruh Penggunaan Konsentrasi Ekstrak Daun Pegagan (Centella Asiatica L. Urban) Terhadap Sifat Fisik dan Kapasitas Antioksidan Mochi Ice Cream Yeri Ayu Safitri; Ummi Rohajatien; Laili Hidayati
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.587 KB) | DOI: 10.17977/UM068v1n5p344-350

Abstract

Pegagan leaf is a plant that is known and found by many people in Indonesia as a medicinal plant. Pegagan can also be used in food and beverage products, one of which is mochi ice cream. This study aims to determine the physical properties (color and breaking power) and antioxidant capacity of mochi ice cream by using the concentration of pegagan leaf extract, namely 20 percent, 30 percent, and 40 percent of the weight ratio of pegagan leaves and water volume. The experimental design in this study used a completely randomized design (CRD) with each concentration treatment carried out twice. The data obtained were analyzed using one-way ANOVA (Analysis of Variance) test. If there is a significant difference, the DMRT (Duncan's Multiple Range Test) is carried out. The results showed that the physical properties of mochi ice cream pegagan leaf extract at the highest brightness color level (L) were obtained from the concentration of pegagan leaf extract 20 percent. The highest level of greenish color (a-) was obtained from a concentration of 40 percent pegagan leaf extract. The highest level of yellowish color (b +) was obtained from a concentration of 20 percent pegagan leaf extract. The highest breaking power was obtained from a concentration of 20 percent pegagan leaf extract. The highest antioxidant capacity was obtained from a concentration of 40 percent pegagan leaf extract. Based on the results of the study stated that the use of pegagan leaf extract concentration affected the color, breaking power, and antioxidant capacity of mochi ice cream. Daun pegagan merupakan tanaman yang dikenal dan banyak dijumpai masyarakat di Indonesia sebagai tanaman obat. Pegagan juga dapat dimanfaatkan dalam produk makanan dan minuman, salah satunya adalah mochi ice cream. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik (warna dan daya putus) dan kapasitas antioksidan mochi ice cream dengan penggunaan konsentrasi ekstrak daun pegagan yaitu 20 persen, 30 persen, dan 40 persen dari perbandingan berat daun pegagan dan volume air. Rancangan percobaan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan masing-masing perlakuan konsentrasi dilakukan dua kali pengulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji one-way ANOVA (Analysis of Variance). Jika terdapat perbedaan yang nyata maka dilakukan uji lanjut DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisik mochi ice cream ekstrak daun pegagan pada tingkat warna kecerahan (L) tertinggi diperoleh dari konsentrasi ekstrak daun pegagan 20 persen. Tingkat warna kehijauan (a-) tertinggi diperoleh dari konsentrasi ekstrak daun pegagan 40 persen. Tingkat warna kekuningan (b+) tertingggi diperoleh dari konsentrasi ekstrak daun pegagan 20 persen. Daya putus tertinggi diperoleh dari konsentrasi ekstrak daun pegagan 20 persen. Kapasitas antioksidan tertinggi diperoleh dari konsentrasi ekstrak daun pegagan 40 persen. Berdasarkan hasil penelitian menyatakan bahwa penggunaan konsentrasi ekstrak daun pegagan berpengaruh terhadap warna, daya putus, dan kapasitas antioksidan mochi ice cream.
KREATIVITAS OLAHAN MAKANAN DAN MINUMAN FUNGSIONAL BERBASIS NIRA TEBU UNTUK MENDUKUNG WISATA KULINER DI DESA PAGELARAN KABUPATEN MALANG Rina Rifqie Mariana; Laili Hidayati; Lismi Animatul Chisbiyah; Muhamad Zaki
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.16408

Abstract

Desa Pagelaran merupakan desa binaan Universitas Negeri Malang yang terletak di Kabupaten Malang Jawa Timur. Salah satu kekuatan desa ini adalah pemandangannya yang indah, terkenal dengan seni karawitannya dan dikenal sebagai kampung gerabah, sehingga tidak salah jika desa ini diproyeksikan untuk menjadi desa pariwisata. Namun sayangnya tujuan ini tidak didukung dengan kulinernya khasnya. Padahal desa ini memiliki 144 Ha kebun tebu yang sebagian besar hasil panen dibeli oleh pabrik Gula Krebet baru dan Gondang Legi. Para petani tebu dan masyarakat hampir tidak pernah memberdayakan dan mengolah tebu untuk olahan yang lebih fungsional. Berdasarkan kesepakatan dengan aparat desa, untuk mengatasi masalah di atas adalah mengembangkan produk nira tebu untuk menjadi minuman kesehatan yang sekaligus dapat mendukung brand image sebagai desa pariwisata Untuk itu tujuan abdimas ini adalah: 1) Mengolah minuman fungsional berbahan dasar nira tebu yaitu : yocah, canapple, Jelly cane, dan Caragout (Ice cream nira tebu) dengan menggunakan teknologi secara konvensional agar senyawa dan kandungan antioksidannya tidak hilang/berkurang dan memiliki nilai jual, 2) memberikan branding produk dengan packaging yang refresentatif, dan marketing digital, 3) membentuk wirausaha produk baru skala rumah tangga. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini adalah: 5 orang aparat desa, 26 peserta yang tergabung di UMKM dan kelompok tani. Kegiatan ini didampingi oleh 3 orang dosen dan 2 orang mahasiswa. Setelah dilakukan pendampingan, ada 3 kelompok UMKM yang memproduksi Yocah, Jelly cane,dan canapple, walaupun dipasarkan di lingkup terbatas.
PENGARUH RASIO SARI KEDELAI DAN UMBI KENTANG TERHADAP KANDUNGAN GLUKOSA, PROTEIN DAN KECEPATAN LELEH MELLORINE Novi Indah Puji Astuti; Rina Rifqie; Laili Hidayati
Journal of Food Technology and Agroindustry Vol 5 No 2 (2023): Journal of Food Technology and Agroindustry
Publisher : Journal of Food Technology and Agroindustry dipublikasikan oleh Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/jfta.v5i2.2769

Abstract

Mellorine is a type of dessert whose texture resembles ice cream by replacing some or all of the milk fat using Onabati fat. Vegetable fat from soymilk is commonly used in the manufacture of mellorine. The purpose of this study was to analyze the effect of the ratio of soymilk and potato tubers on the glucose, protein content and physical tests (melting speed and color) on mellorine. This type of research is an experimental study with two repetitions and three treatments, namely soymilk 80%: potato puree 20%, soymilk 70%: potato puree 30%, and soymilk 60%: potato puree 40% using a completely randomized design (CRD). One Way ANOVA was used to analyze the data and further tests will be carried out using DMRT. The results showed that there was a significant effect with a level of 5% on glucose content, protein and physical tests (melting speed and color).
PENGARUH RASIO TEPUNG TAPIOKA DAN SERBUK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) PADA PEMBUATAN KUE SEMPRIT TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA Rahel Silvia Mayasari; Laili Hidayati; Wiwik Wahyuni
Journal of Food Technology and Agroindustry Vol 5 No 2 (2023): Journal of Food Technology and Agroindustry
Publisher : Journal of Food Technology and Agroindustry dipublikasikan oleh Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/jfta.v5i2.2770

Abstract

Papaya leaf are not one of the richest natural resources in Indonesia which is the utilization is not optimal. One way to optimize the utilization of papaya leaf is to process papaya leaf into powder. Papaya leaf powder will be applied to processed pastries that add variety to semprit cake. The purpose of making a semprit cake with a ratio of tapioca flour and papaya leaf powder is to variety of semprit cake in texture, color, water content and protein content. This research was an experimental study using a completely randomized design (CRD) research method with one factor (ratio of tapioca flour and papaya leaf powder). The factors used were 95%: 5%, 90%: 10%, 85%: 15%. The data from this research were statistically tested using One Way ANOVA and continued with the DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) test if there was a significant difference. The results of statistical analysis showed significant differences in protein content, brightness level, yellowness level and texture.
Pelatihan Pengolahan Potensi Pangan Lokal Desa Sumbersekar Anggi M.J. Saputri; Laili Hidayati; Nonny Aji Sunaryo; Alief Lukman Syafi'i; Fadila Khoirunisa
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) 2023: Sinergi Perguruan Tinggi dan Masyarakat Untuk Mendukung Pencapaian Empat Pilar Pembangunan Men
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sumbersekar adalah desa yang terletak di Kecamatan Dau, Malang. Desa ini adalah desa mitra Universitas Negeri Malang dalam program pengabdian Masyarakat. Potensi pangan yang dimiliki diantaranya sawi hijau dan jeruk. Pada musim panen raya, jeruk dan sawi hijau dijual murah. Oleh karena itu perlu adanya suatu tindakan untuk mendongkrak nilai ekonomis sehingga masyarakat Sumbersekar, khususnya petani jeruk dan sawi hijau tidak mengalami kerugian. Kegiatan pelatihan dilakukan dengan cara memanfaatkan hasil panen jeruk dan sawi hijau. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah Pemberian materi tentang pembuatan olahan jeruk dan sawi dan Pelatihan pengolahan brownies lapis jeruk dan cendol sawi.Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk mengedukasi dan melatih warga desa Sumbersekar tentang pengolahan jeruk dan sawi. Hasil dari pelatihan ini adalah masyarakat Desa Sumbersekar terampil membuat olahan kedua bahan tersebut, dimana nantinya ketrampilan tersebut dapat digunakan sebagai modal atau bekal membuka usaha di desa Sumbersekar. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan kemampuan masyarakat tentang pengolahan hasil bumi khususnya jeruk dan sawi hijau sebagai produk olahan memiliki nilai jual menjadi lebih tinggi. Sehingga masyarakat dapat mendapatkan keuntungan tambahan sehingga meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat setempat. 
Pelatihan Pengolahan Olahan Pangan Fungsional untuk Meningkatkan Kreatifitas Ibu-Ibu PKK Desa Wonorejo Anggi M.J. Saputri; Laili Hidayati; Lismi Animatul Chisbiyah; Alief Lukman Syafi'i; Ikhvina Kurnia Dewi
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) 2023: Sinergi Perguruan Tinggi dan Masyarakat Untuk Mendukung Pencapaian Empat Pilar Pembangunan Men
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Wonorejo Kabupaten Malang merupakan salah satu desa mitra Universitas Negeri Malang dalam program pengabdian masyarakat. Desa Wonorejo memiliki potensi bahan pangan yang melimpah diantaranya yaitu daun kelor. Kegiatan ini diinisiasi dari hasil wawancara dengan Kepala Desa, yang berharap adanya pelatihan mengolah daun kelor menjadi olahan pangan yang memiliki kandungan gizi dan nilai jual yang tinggi. Produk olahan daun kelor yang dibuat pada kegiatan ini adalah lapis bolu kukus kelor, dan dawet kelor. Selain diajarkan mengolah produk, masyarakat khususnya Ibu-Ibu PKK Wonorejo juga dibekali teknik menyimpan dan mengemas produk makanan.Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk mengedukasi dan melatih warga desa Wonorejo tentang pengolahan daun kelor. Hasil dari pelatihan ini adalah masyarakat Desa Wonorejo terampil membuat olahan daun kelor, dimana nantinya ketrampilan tersebut dapat digunakan sebagai modal atau bekal membuka usaha di desa Wonorejo. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan kemampuan masyarakat tentang pengolahan fdaun kelor sebagai produk olahan memiliki nilai jual menjadi lebih tinggi. Sehingga masyarakat dapat mendapatkan keuntungan tambahan sehingga meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat setempat.