Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PLTS MODULE DESIGN USING BATTERY MANAGEMENT SYSTEM ON LI-ION BATTERY Muhamad Muhamad Syariful Wafa; Adhi Kusmantoro; Margono Margono
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 2 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jeti.v2i2.317

Abstract

Abstrak— Energi listrik saat ini masih menggunakan bahan bakar fosil. Indonesia merupakan negara tropis sehingga mempunyai kelebihan sinar matahari. Pemanfaatan sinar matahari dapat digunakan untuk pembangkit listrik tenaga surya, pembangkit listrik tenaga surya merupakan salah satu energi terbarukan dimana pemanfaatan cahaya matahari bisa diubah menjadi energi listrik. Intensitas cahaya matahari dan keadaan cuaca dapat mempengaruhi tegangan dan arus listrik yang dihasilkan dari panel surya.. Alat yang digunakan disini adalah sel surya, karena dapat mengkonversikan langsung radiasi sinar matahari menjadi energi listrik (proses photovoltaic). Agar energi surya dapat digunakan pada malam hari, maka pada siang hari energi listrik yang dihasilkan disimpan terlebih dahulu ke baterai yang dikontrol oleh SCC. Berkembangnya kebutuhan akan penyimpanan energi menyebabkan kebutuhan baterai semakin meningkat misalnya pada penggunaan baterai litium hal tersebut dikarenakan baterai litium ion memiliki banyak kelebihan mulai dari kerapatan energi yang tinggi hingga perawatanya yang mudah. Baterai lithium ion yang dihubungkan secara seri memberikan masalah teknis berupa ketidak seimbangan tegangan yang terjadi pada battery pack. Pada penelitian ini dibuat sistem penyeimbangan tegangan sel baterai dengan menggunakan topologi flyback converter arsitektur pack to cell, dimana energi pada pack yang memiliki tegangan paling tinggi akan ditransfer ke sel untuk menyeimbangkan tegangan antar sel. Battery pack yang digunakan memiliki konfigurasi 3S 5P, pada BMS yang dirancang memiliki tiga fitur utama yaitu monitoring, balancing, dan proteksi. Hasil pengujian menunjukan performa BMS untuk monitoring nilai tegangan dan nilai arus memiliki akurasi sebesar 99,99% dan 91,7%. Pada fitur balancing lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan penyeimbangan tegangan baterai bergantung pada besarnya perbedaan tegangan antar baterai dan banyaknya baterai yang memiliki nilai tegangan yang berbeda. Pada fitur proteksi dapat melakukan kinerja yang baik saat mengatasi masalah overcharge. Kata kunci : Panel Surya, Photovoltaic, PLTS, BMS, Baterai Pack Li - ion
Persepsi Masyarakat Desa Claket Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto terhadap Seni Pertunjukan Bantengan Danang Kurniawan; Margono Margono; Rista Ayu Mawarti
Humanities Horizon Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : PT. Pena Produktif Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bantengan selalu menghadirkan adegan-adegan berbahaya dalam pertunjukannya, pertunjukan ini dapat disaksikan secara bebas dari usia dewasa hingga anak-anak yang masih dalam proses belajar dan meniru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui persepsi masyarakat mengenai adegan berbahaya yang dihadirkan dalam seni pertunjukan Bantengan, mengetahui persepsi masyarakat mengenai anak-anak yang menyukai seni pertunjukan Bantengan, persepsi masyarakat mengenai anak-anak yang ingin meniru belajar bela diri dan meniru adegan berbahaya dalam seni pertunjukan Bantengan, serta untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap seni pertunjukan Bantengan di Desa Claket Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil dari penelitian ini adalah (1) Masyarakat mempersepsikan seni pertunjukan Bantengan merupakan seni yang lahir dan besar di Desa Claket (2) Orang tua sangat antusias mengajak anak-anaknya melihat seni pertunjukan Bantengan sejak dini. (3) Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat Desa Claket terhadap Bantengan yakni kekhasan, kesiapan mental, warisan, sistem nilai, dan tipe kepribadian.
Kajian Digitalisasi IKM dan UMKM Kota Surakarta Gunawan Adi Pratio; Margono Margono; Dwi Zulkarnaen; Indra Kertati
Jurnal Bengawan Solo Pusat Kajian Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Surakarta Vol. 2 No. 1 (2023): Juni : Jurnal Bengawan Solo
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58684/jbs.v2i1.24

Abstract

Indonesia is experiencing fluctuating economic growth and tends to decline from 2011 to 2021 and economic growth will pick up again in 2022. In 2020 the Indonesian economy, including Surakarta City, experienced a sharp decline triggered by the Coronavirus Disease (Covid-19) pandemic. Covid-19 has a high risk of increasing the number of deaths, disruption of the infrastructure repair process and large economic losses. In 2022, the Indonesian economy (5.30%), including the City of Surakarta (6.25%) will recover and improve. This year, many business units were able to adapt to changes in their external environment by carrying out various business innovations, including the application of digital technology in their business operations. Small and medium industries (IKM) and micro, small and medium enterprises (MSMEs) are one of the main drivers of the economy, where when they are willing and able to adapt to various changes, such as climate change, industrial revolution 4.0, the Covid-19 pandemic and so on, then business continuity can be maintained and even experience better development.
Sosialisasi dan Pendampingan Pembenahan Instalasi Kelistrikan Panti Asuhan Sultan Fatah Ngaliyan Semarang Muhammad Amiruddin; Imadudin Harjanto; Bambang Hadi Kunaryo; Margono Margono; Nur Aksin
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/pakmas.v4i1.2630

Abstract

The need for electricity for human life is increasing day by day, both for daily living needs and industrial needs. In reality, electricity doesn't always work as expected, sometimes it goes out and disrupts activities, although not often, that's why it's necessary to have backup electricity, especially for those used by many people. The aim of this program is to provide understanding to all administrators and students of related orphanages about the safety of electrical installations and knowledge about generators as backup electrical power sources as well as assistance in installing and improving electrical installations for generators. Socialization activities and assistance in improving the electrical installations of orphanages have run smoothly and met work targets, as evidenced by the increase in knowledge and understanding of related orphanage administrators and students regarding how to work, installing generators and the safety of electrical installations, especially regarding the type and size of cables that must be used. In this activity, the management and students accompanied by the service team succeeded in installing and testing the electrical installation for the generator. The results of testing the generator with a household load measured a voltage of 220 Volts, a current of 0.37 Ampere and a frequency of 50 Hz during daytime testing (minimal electrical load usage). Selection and use of NYY 2.5 mm2 cable which has a KHA (Current Carrying Strength) of 27 Amperes to support the maximum load of the orphanage which is measured at 7.18 Amperes.