Claim Missing Document
Check
Articles

DESALINASI AIR LIMBAH PABRIK TAHU MENGGUNAKAN MEMBRAN SILIKA DENGAN PREKURSOR TEOS (Tetraethyl orthosilicate) Muthia Elma; Nur Riskawati; Marhamah Marhamah
Konversi Vol 7, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v7i2.6500

Abstract

Abstrak: Air limbah pabrik tahu jika dibuang langsung ke lingkungan menyebabkan pencemaran lingkungan yang akan merusak kualitas air, terutama air limbah tersebut dialirkan ke badan sungai. Oleh sebab itu, sangatlah diperlukan suatu teknologi yang efisien untuk pengolahan air limbah tahu ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh performansi membran silika pada proses desalinasi via pervaporasi. Penelitian ini dilakukan dengan menyiapkan silika sol yang dipersiapkan dari proses sol-gel menggunakan prekursor TEOS dalam larutan etanol. Selanjutnya adalah dengan menggunakan metode “2 step acid and base catalysts” dengan menggunakan HNO3 dan NH3 sebagai katalis. Silica thin film yang dihasilkan berupa sol di-dipcoating dan kemudian dilakukan proses kalsinasi pada suhu 600oC selama 1 jam menggunakan metode RTP (Rapid Thermal Process). Jumlah lapisan/layer dari membran silika tersebut adalah berdasarkan pengulangan proses dipcoating dan kalsinasi yang mana pada penelitian ini menggunakan variasi 3 layer. Performansi membran ini dilakukan dengan proses desalinasi via pervaporasi dengan menggunakan air limbah tahu yang bertujuan untuk memperoleh air bersih. Adapun nilai water flux membrane ini berkisar antara 1,74 – 1,48 kg m-2 h-1 dengan rejection berkisar antara 93,63 – 89.27 %. Hasil ini membuktikan bahwa membrane silika bisa mengolah air limbah tahu menjadi potable water walaupun nilai water flux perlu ditingkatkan. Sebagai tambahan analisis, uji karakteristik membran seperti uji FTIR dilakukan untuk mengetahui gugus fungsi dari membran silika dan uji morfologi menggunakan SEM untuk mengetahui ketebalan lapisan membran yang dihasilkan.       Keywords: limbah tahu, water flux, rejection, membran silika dan pervaporasi.      
FTIR STUDIES OF THE TEOS/TEVS XEROGEL STRUCTURE USING RAPID THERMAL PROCESSING METHOD Yanti Mawaddah; Linda Suci Wati; Erdina Lulu Atika Rampun; Anna Sumardi; Aptar Eka Lestari; Zaini Lambri Assyaifi; Muthia Elma
Konversi Vol 9, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v9i2.9391

Abstract

The tetraethyl orthocycate (TEOS) is mainly used as a silica precursor. Silanol content of silica material is the main cause of low hydrostability which led to resulting in poor performance, especially in water treatment. The stronger bond strength formed by incorporating a carbon structure from triethoxy vinyl silane (TEVS). The xerogel fabrication resulted in the composition of TEOS: TEVS: EtOH: HNO3: H2O: NH3 to be 0.9: 0.1: 38: 0.00078: 5: 0.0003.   . The purpose is to study the structure of organosilica xerogel calcined at 350oC, 450oC and 600oC in the Fourier-transform infrared (FTIR) using rapid thermal processing. The deconvolution of FTIR spectra calculated using the Fityk software. The result of the best xerogel peak shows at calcination of 450°C with peak area siloxane of 15.39, silanol of 3.32 and silica carbon of 3.85.
KARAKTERISASI XEROGEL SILIKA-ORGANIK YANG BERASAL DARI GLUKOSA Muthia Elma; Dwi Rasy Mujiyanti; Mufidah Nur Amalia
Konversi Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v8i1.6507

Abstract

Abstrak- Telah dilakukan penelitian tentang karakterisasi xerogel silika-organik yang berasal dari glukosa sebagai templet. Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari karakter dan struktur dari xerogel silika-glukosa templet yang akan digunakan sebagai thin-film dalam pembuatan membran. Xerogel dibuat melalui proses sol-gel ini adalah dengan menggunakan TEOS (tetraetil ortosilikat); etanol; asam nitrat; ammonia; aquadest  dan glukosa sebagai template. Dengan perbandingan molar rationya adalah 1:38:0.0007:0.0003:5 dan 0.25%; 0,5%, 1% b/v glukosa sebagai templet. Sols yang dihasilkan dikeringkan di oven dan dikalsinasi pada temperatur kalsinasi sebesar 400oC (dalam bentuk xerogel). Xerogel ini selanjutnya dikarakterisasi dengan menggunakan FTIR untuk menentukan perubahan gugus fungsi dari masing-masing konsentrasi molar ratio dari glukosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gugus Si-OH (Silanol) ditemui pada bilangan gelombang 950 cm-1 dan gugus Si-O-Si (Siloksan) pada bilangan gelombang 1070 cm-1 dan 1160 cm-1. Sementara itu, gugus Si-C bisa ditemui pada bilangan gelombang 760 cm-1. Dengan menggunakan metode dekonvuasi pada aplikasi fityk, dari ketiga konsentrasi glukosa templet dihasilkan jumlah silanol tertinggi berada pada konsentrasi glukosa 0.25% begitu juga dengan konsentrasi siloksan tertinggi dijumpai pada penambahan glukosa pada konsentrasi 0.25%. Ini menunjukan bahwa terlihat jelas struktur gabungan matriks silika-glukosa akan semakin besar dengan ditingkatkannya konsentrasi glukosa sebagai templet. Ikatan karbon ini membantu mengganti ikatan –OH pada silanol menjadi ikatan Si-C. Akibatnya struktur silika matriks akan semakin kuat dan sangat membantu mempertahankan struktur silika matriks jika diaplikasikan nantinya sebagai pelapis membran. Kata Kunci: xerogel silika-glukosa, proses sol-gel, dekonvulasi
TEKNOLOGI MEMBRAN ORGANO-SILICA UNTUK DESALINASI AIR ASAM TAMBANG Muthia Elma; Norlian Ledyana Sari; Dhimas Ari Pratomo
Konversi Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v8i1.6508

Abstract

Abstrak- Pengolahan air asam tambang merupakan pengolahan air yang sangat dibutuhkan untuk membantu ketersediaan air bersih. Teknologi pengolahan air ini salah satunya adalah menggunakan teknologi membran (membran organo-silica) secara teknik desalinasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan performansi organo silica membrane menggunakan katalis organik. Untuk membuat thin film sebagai pelapis membran digunakan metode sol-gel dengan precursor tetra ethyl orthosilicate (TEOS). Thin film ini selanjutnya di dipcoating ke membrane support sebanyak 4 layer dan dikalsinasi pada suhu 200, 250 dan 600 oC. Teknik desalinasi yang digunakan adalah berupa proses pervaporasi dengan menggunakan artificial brine water (5%, 7,5%, 10% dan 15%) sebagai air umpan. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai water flux adalah sebesar 0.39; 0.44 dan 0.82 kg m-2 h-1  (untuk thin film membran yang menggunakan suhu 50oC) dengan nilai salt rejection sebesar ~100 % untuk setiap membran. Nilai water flux ini berturut-turut untuk membran yang dikalsinasi pada suhu 200, 250 dan 600 oC). Dari hasil water flux dan salt rejection diketahui bawa membran yang dikalsinasi pada suhu 600oC memberikan nilai water flux tertinggi walaupun semua membrane memberikan nilai salt rejection yang mendekati 100%). Jenis membrane ini berkemungkinan memberikan ukuran pori-pori yang agak besar karena kandungan carbon yang sudah terikat pada struktur silika sudah terdekomposisi sempurna pada suhu tinggi, sehingga menambah besar ukuran pori-pori dari struktur silika. Ukuran pori-pori ini menyebabkan nilai water flux menjadi lebih tinggi. Kata kunci: brine water, flux, reflux, salt rejection, pervaporasi
PROSES PEMBUATAN BIODIESEL DARI CAMPURAN MINYAK KELAPA DAN MINYAK JELANTAH Muthia Elma; Satria Anugerah Suhendra; Wahyuddin Wahyuddin
Konversi Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v5i1.4772

Abstract

Abstrak-Indonesia memiliki hasil produksi buah kelapa yang hanya dimanfaatkan untuk memasak. Minyak jelantah merupakan hasil dari sisa penggorengan rumah tangga yang setelah penggunaanya menjadi limbah dan dapat mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi biodiesel dengan memanfaatkan campuran antara minyak kelapa dan minyak jelantah terhadap efek penambahan metanol dan waktu reaksi optimum dari pembuatan biodiesel. Proses produksi biodiesel dari campuran kedua bahan baku menggunakan proses dimana minyak kelapa dan minyak jelantah dicampurkan berdasarkan %-v/v dari 200 mL dengan perbandingan minyak jelantah (MJ) dan minyak kelapa (MK) yaitu 100MJ:0MK; 75MJ:25MK; 50MJ:50MK; 25MJ:75MK; dan 0MJ:100MK dengan komposisi metanol serta esterifikasi 38%; 30%; 28%; 19% serta untuk trasesterifikasi 19%; 20%; 21%; 25%. Pada reaksi esterifikasi menggunakan komposisi katalis H2SO4 0,5%, dan transesterifikasi menggunakan katalis KOH 0,9%. Yield yang dihasilkan dari penelitian ini adalah: 100MJ:0MK 92,15%; 93,65%, 75MJ:25MK (96,65%), 50MJ:50MK (95,11%), 25MJ:25MK (96,65%) dan 100MK:0MJ (82,65%). Analisa gliserol total yang didapat pada penelitian ini adalah 100MJ:0M (0,19%), 75MJ:25MK (0,21%), 50MJ:50MK (0,23%) 25MJ:25MK (0,22%) dan 100MK:0MJ (0,26%). Dari hasil analisa gliserol total tersebut didapat sampel yang terbaik yakni 50MJ:50MK dengan nilai glirserol total 0,23% dengan waktu 60 menit untuk esterifikasi dan 70 menit untuk transesterifikasi, dengan analisa angka asam yang didapatkan sebesar 0,2117, angka penyabunan 198,41; ester content  yang didapat sebesar 98,163% water content untuk sebesar 0,56 ppm. Keseluruhan dari hasil analisa biodiesel tersebut memenuhi standar EN 14214.  Kata kunci: minyak kelapa, minyak jelantah, biodiesel, FFA, trigliserida, gliserol total.  Abstract-Coconut oil is normally produced as cooking oil in some areas in Indonesia. However, palm oil mostly produced by industries as vegetable/cooking oil.Waste cooking oil from palm oil becomes a big problem in the environment, and creates pollution. This research aims to use waste cooking oil to produce biodiesel by mixing waste cooking oil and coconut oil. Those mixed oils become raw materials for this proces. The composition of the mixtures are  100MJ: 0MK; 75MJ: 25MK; 50MJ: 50MK; 25MJ: 75MK; and 0MJ: 100MK (% v / v of waste cooking oil (MJ) and coconut oil (MK)).The total of 200 mL oil mixtures was used for the esterification process with methanol composition were 38%; 30%; 28%; and trans-esterification were 19%; 20%; 21%; 23%. Esterification reaction was using the 0,5% H2SO4 as a catalyst, while transesterification was using 0.9% KOH as catalyst. The yield of biodiesel this reaserch were: 100MJ: 0MK (92.15%), 75MJ: 25MK (96.65%), 50MJ: 50MK (95.11%), 25MJ: 25MK (96.65%) and 100MK: 0MJ (82.65%). Furthermore, the total glycerol values were 100MJ:0MK (0.19%), 75MJ: 25MK (0.21%), 50MJ:50MK (0.23%) 25MJ: 25MK (0.22%) and 100MK: 0MJ (0.26%). EN14214 standard shows that the best composition of mixtured oils was 50MJ:50MK. Then, the total glycerol was 0.23% (60-70 minutes for the esterification and transesterification reaction). Acid number value was 0.2117, saponification number was 198.41; ester content was 98.163% and water content was 0.56 ppm.  Keywords: coconut oil, waste cooking oil, biodiesel, FFA, triglyceride, total glycerol.
PREPARATION OF AN ORGANOSILICA-BASED MEMBRANE FROM TEOS-MTES AND ITS APPLICATION FOR DESALINATION OF WETLAND SALINE WATER Lilis Septyaningrum; Rahmawati Rahmawati; Fitri Ria Mustalifah; Aulia Rahma; Dewi Puspita Sari; Muthia Elma
Konversi Vol 9, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v9i2.9392

Abstract

When hot season, South Kalimantan society which especially, in Muara Halyung village frequently go through clean water lacking. It becomes worst by water dirtied on wetland aquifer aftermath the seawater intrusion. Wetland water sources become saline and cannot be used for household needs. Organosilica membrane technology is one of methods can be used to remove salt contain in water. This study aims are to investigate the functionalization and organosilica membrane performance from TEOS-MTES which calcined on particularly temperature for wetland saline water desalination. Synthesis of organosilica sol was conducted by sol-gel method. Then the dried sol was calcined at 350°C and 600 °C, and characterized by FTIR (Fourier Transform InfraRed). Subsequently organosilica membrane was applicated for wetland saline water desalination via pervaporation. The result shows organosilica membrane performance was obtained the water flux 10,55 and 0,87 kg.m-2h-1 which calcined at 350 and 600 °C. The salt rejection in all membrane exhibits extremely high over 99%. It evinces the organosilica membrane from TEOS-MTES which calcined at 350 °C is great to applicated for wetland saline water desalination by both of water fluxes and salt rejection showed high.
PENGARUH PENAMBAHAN DUAL KATALIS PADA SILICA-CARBON XEROGEL SEBAGAI MATERIAL PELAPIS ORGANO SILICA MEMBRANES Muthia Elma; Adhe Paramita; Anna Sumardi
Konversi Vol 7, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v7i2.6498

Abstract

Abstrak- Proses sol-gel adalah proses polimerisasi senyawa kimia (precursor) melalui reaksi hidrolisis dan kondensasi dalam larutan pada suhu rendah. Nlai pH mempengaruhi daya larut precursor dan rasio konfigurasi ion yang dapat larut dan mengendap. Secara fundamental larutan sol yang memiliki pH > 7 akan memiliki morfologi  makroskopik sedangkan pH < 7 memiliki morfologi mikroskopik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kondisi optimum dari thin film yang dihasilkan dari proses sol-gel yang nantinya bisa diaplikasikan sebagai pelapis pada membrane organo-silica untuk proses desalinasi air asin. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah sol-gel menggunakan dua katalis (basa dan asam organik), dengan perbandingan 1:38:X:5:Y (molar rasio). Dimana X:Y adalah asam sitrat (C6H8O7):ammonia (NH3). Perbandingan molar rasio katalis asam sitrat:ammonia yaitu 0.01 : (0.01; 0.0015; 0.001)  dan 0.001 : (0.01; 0.0015; 0.001) dengan suhu proses 0OC. Hasilnya dikarakterisasi menggunakan uji FTIR. Hasil penelitian ini menunjukkan semakin rendah katalis molar rasio asam sitrat maka pH yang didapatkan semakin tinggi dan ukuran pori-pori semakin besar. Sampel menghasilkan pH berkisar 5,32-8,56. Pada pH asam menghasilkan silanol (2.0) dan siloxane (7.4) sedangkan pada pH basa menghasilkan silanol (1.7) dan dan siloxane (6.2). Jadi, sols optimum sebagai thin film yang dihasilkan adalah pada pH 6.0 yang memiliki silanol (1.0) dan siloxane (4.7) dengan kalsinasi xerogel yang optimum terdapat pada suhu kaslinasi 175OC, karena adanya kandungan ikatan karbon yaitu struktur C=C-H (alkena) pada peak 3750cm-1. Ikatan karbon pada membran dapat membuat membran stabil.  Kata kunci: ammonia, citrit acid, silica-carbon thin film, xerogel 
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA DENGAN BIOAKTIVATOR EM4 (Effective Microorganisms) Thoyib Nur; Ahmad Rizali Noor; Muthia Elma
Konversi Vol 5, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v5i2.4766

Abstract

Abstrak- Pembuatan pupuk organik cair khususnya dari sampah organik rumah tangga dengan penambahan bioaktivator EM4 (Effective Microorganisms) bertujuan untuk menentukan pengaruh waktu pembuatan terhadap kandungan N, P, K, dan C dalam pupuk organik cair, serta menentukan pengaruh bioaktivator EM4 terhadap kandungan N, P, K, dan C dalam pupuk organik cair. Metode pembuatan pupuk organik cair ini yaitu sampah organik rumah tangga seperti sisa sayuran, kulit buah, dan lainnya dipisahkan dari sampah anorganik. Kemudian bioaktivator EM4 disiapkan didalam sprayer. Sampah organik dirajang dan dimasukkan ke dalam komposter, larutan bioaktivator EM4  kemudian disemprotkan ke dalam komposter secara merata. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan variasi waktu 11 hari, 14 hari dan 17 hari serta variasi penambahan jumlah bioaktivator sebanyak 5 mL, 10 mL, dan 15 mL. Parameter yang diuji adalah nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), dan karbon (C). Hasil peneltian menunjukkan bahwa proses pembuatan pupuk organik cair dengan variasi waktu dan variasi penambahan volume EM4  efektif dalam meningkatkan kadar N, P, dan C. Di mana nilai kandungan N, P terbesar masing-masing pada hari ke 17 sebesar 0,205 %, dan 0,0074 %, sedangkan kadar C terbesar pada hari ke 14 sebesar 0,336 % . Sedangkan pada penambahan volume EM4 kandungan N, P, C terbesarnya  terdapat pada penambahan volume EM4 sebesar 15 mL masing-masing senilai 0,191 %, 0,128 % dan 0,382 %. Semakin lama proses pengomposan dan semakin besar penambahan volume EM4 cenderung menurunkan kadar K. Kata kunci:  pupuk organik cair, effective microrganisms, komposter. Abstract- Manufacture of liquid organic fertilizer especially from organic garbage of household with addition of Bioactivator EM4 (Effective Microorganisms) aims to determine the influence of duration of the process of making a liquid organic fertilizer to the content of N, P, K, and C in a liquid organic fertilizer, and determine the influence of the addition of bioactivator EM4 in the process of making a liquid organic fertilizer to the content of N, P, K, and C in a liquid organic fertilizer. The organic garbage of household is separated from inorganic garbage. Then prepared  bioaktivator EM4 in  sprayer. Organic garbage is cutted entered into composter, then biocktivator sollution sprayed into composter. Intake of sample done pursuant to time variable 11, 14 and 17 days and also variation of addition of amount of bioactivator counted 5 mL, 10 mL, and 15 mL. Parameter which in test are nitrogen (N), phospor (P), kalium (K), and carbon (C). The results indicate that the process of making a liquid organic fertilizer with time variation and addition variation of EM4 effective in increasing the content of N, P, and C. Where the largest value of the content of N, P on day 17th of 0.205% and 0.0074% respectively, while the largest content of C at day 14th of 0.336%. While the addition of volume EM4, the largest content of N, P, C is on addition of volume EM4 of 15 mL at 0.191%, 0.128% and 0.382% respectively. The longer process of composting and the greater addition of volume EM4 tends to reduce the content of K. Keywords: liquid organic fertilizer, effective microrganisms, composter.
PENURUNAN KOLESTEROL PADA SUSU SINGKONG TERMODIFIKASI DENGAN PENAMBAHAN BIJI PEPAYA YANG DIAPLIKASIKAN PADA TIKUS DISLIPIDEMIA Sazila K. Rahman; Muhammad Hasan Albana; Rian Nugraha Putra; Muthia Elma
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 8, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v8i2.4014

Abstract

Abstract. Cassava has a low selling value because it contains cyanide acid (HCN) which is deadly, while papaya seeds contain flavonoids, tannins and saponins are beneficial to health. How to increase the selling value of cassava and papaya seeds by processing modified cassava milk with the initial method, ie cleaned cassava, soaked 72 hours with 4% w / v NaHCO3, soaked 1 hour with 15% w / v salt, soaked 24 hours with 0,1% w / w starter Bimo-Cf, then stirred at 75-80 oC and fermented for 3 days using Fermipan (Saccharomyces cerevisiae) and Raprima (Rhizopus oryzae). The fermentation results were added aquadest and papaya seeds (20 and 40% w / w) stirred at 70-75 oC. Then dried to produce modified cassava milk. Modified cassava milk was intervened in mice for 28 days with dysplinemic treatment. The results showed the greatest decrease in HCN content in modified cassava milk with addition of 40% w / w of papaya seeds at Saccharomyces cerevisiae (2.052 ppm) and Rhizopus oryzae (2,160 ppm). The best increase in protein content was obtained by addition of 40% w / w of papaya seeds in Rhizopus oryzae (4.06%) and Saccharomyces cerevisiae (3.30%). The decrease of total cholesterol total of the best dysplinemic rats was obtained from modified cassava milk of R. Oryzaae variation with the addition of 20% papaya seeds by 60.45% and 40% papaya seeds by 40.63%..Keywords: papaya seed, cholesterol, Rhizopus oryzae, Saccharomyces cerevisiae, cassava.
PEMBUATAN SILICA THIN FILM SEBAGAI PELAPIS MEMBRAN DARI PREKURSOR TEOS (TETRA ETHYL ORTOSILICATE) Muthia Elma
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 8, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v8i2.4016

Abstract

Abstract. Membrane layer ia a semipermeable material that serves as a separator based on its physical properties. One type of this material is a silica-based membrane that offers higher selectivity in the desalination process of water. However, this membrane also has a weakness in hydro-stability that will ultimately affect the final desalination water results. The aim of this research is to know silica gel fabrication using sol-gel process and under various pH from 1 to 9. The precursorused was TEOS which is then applied as a layer on top of membrane support for water desalination process. The method was employed TEOS as a precursor, ethanol, HNO3 and NH3 with a two-step acid-base catalysed sol gel process method at 500C for 3 hours. In order to characterize this thinnfilm, the silica sil was dried at 600C for 2 hours and characterized using FTIR. It was found that there are several peaks at wavelength 1084, 962 and 800 cm-1 on sol-gel with pH 6. Siloxane groups can be seen at wavelengths 1084 cm-1 and 800 cm-1 while silanol group at peak 962 cm-1. Thus, the silica thin film membrane pH 6 shows a tendency to form a good micro and mesoporous material applied in separating salt content in the feed solution compared to the other sols.Keywords: membrane, silica sol, TEOS, xerogel
Co-Authors Abdul Ghani, Rhafiq Adhe Paramita Adi Darmawan Adryan Ramadhan Afrisa Noor Hidayanti Agus Mirwan Ahmad Busairi Ahmad Faisal Ahmad Ghazali Madhony Ahmad Rizali Noor Akhbar Aliyanti, Alya Dita Amalia Enggar Pratiwi Amalia Enggar Pratiwi Andy Mizwar Angga Irawan Anggraini Susfarwanti Anna Sumardi Anna Sumardi Anna Sumardi Anna Sumardi Aptar Eka Lestari Aptar Eka Lestari Aptar Eka Lestari Aptar Eka Lestari Arfa Agustina Rezekiah Assyaifi, Zaini L Assyaifi, Zaini Lambri Asyiah Asyiah Aulia Rahma Aulia Rahma Aulia Rahma Aulia Rahma Aulia Rahma Awali S. K. Harivram Awali Sir Kautsar Harivram Chairul Irawan Dewi Puspita Sari Dewi Puspita Sari Dewi Rahmawati Suparsih Dhimas Ari Pratomo Dhiyaur Rahmah Didik Triwibowo Dina Amryna Chairul Putri Dina Naemah Dwi Rasy Mujiyanti Dwi Rasy Mujiyanti Eko Suhartono Elsa Nadia Pratiwi Era N R Oktaviana Erdina L. A. Rampun Erdina L.A Rampun Erdina Lulu Atika Rampun Erdina Lulu Atika Rampun Erdina Lulu Atika Rampun Erdina Lulu Atika Rampun Fitri Ria Mustalifah Fitri Ria Mustalifah Gazali, Akhmad Gusti Zahratunnisa Hesti Kesumadewi Hesti Wijayanti Husna Karima Iryanti Fatyasari Nata, Iryanti Fatyasari Isna Syauqiah Isna Syauqiah Isna Syauqiah Isna Syauqiah Isna Syauqiah Isna Syauqiah Junius Akbar Karmaili, Karmaili Kusumawati, Uun Lastuti Abubakar Lestari, Aptar Eka Lilis Septyaningrum Lilis Suryani Lilis Suryani Linda Suci Wati Linda Suci Wati Linda Suciwati M. Ihsan M. Mahmud M. Topan Darmawan Mahmud Mahmud Mahmud Mahmud Mahmud Mahmud Marhamah Marhamah Maulana Wahyu Noor Ramadhan Mawaddah, Yanti Meilana Dharma Putra Mijani Rahman, Mijani Mita Riani Rezki Mohd H. D. Othman Mufidah Nur Amalia Muhammad Agus Muljanto Muhammad Hasan Albana Muhammad Roil Bilad Muhammad Zulfadhilah Mustalifah, Fitri Ria Namira Ghina Safitri Ni Kadek Devi Ananda Saraswati Nia Kania Noor, Ahmad Rizali Noor, Ihsan Noor, M. Hafidhuddin Nopie Hadi Nor Aldina Norlian Ledyana Sari Nur baity Nur Hidayah Nur Riskawati Nur, Thoyib Nurhalisah Nurhalisah Nurul Huda Nurul Huda Paramita, Adhe Paskah Fransiska Afrida Simatupang Pratama, Reza Satria Kelik Pratiwi, Amalia E. Pratiwi, Elsa Nadia Rahma, Aulia Rahmawati Rahmawati Raissa Rosadi, Raissa Rampun, Erdina L.A. Rampun, Erdina Lulu Atika Retno Febriyanti Rezki, Mita Riani Rhafiq Abdul Ghani Rhafiq Abdul Ghani Rian Nugraha Putra Riani Ayu Lestari Rony Riduan Rosidah - Sadidan Rabiah Satria Anugerah Suhendra Sazila K. Rahman SITI FATIMAH Suciwati, Linda Suhendra, Satria Anugerah Sumardi, Anna Sunardi Sunardi sunardi sunardi Suryani, Made Yuri Syarifah Annahdliyah Thoyib Nur Totok Wianto Tri Handayani Viviana Viviana Wahyu Wahyu Wahyuddin Wahyuddin Wahyuddin Wahyuddin Yanti Mawaddah Yanti Mawaddah Yanti Mawaddah Yunandar Yunandar Yuniarti Yuniarti Yusri Yusri Yusuf Aziz Zaini Lambri Assyaifi Zaini Lambri Assyaifi Zaini Lambri Assyaifi Zaki, Dhimas Ekky Zaghlul