Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : Konversi

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA DENGAN BIOAKTIVATOR EM4 (Effective Microorganisms) Nur, Thoyib; Noor, Ahmad Rizali; Elma, Muthia
Konversi Vol 5, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v5i2.4766

Abstract

Abstrak- Pembuatan pupuk organik cair khususnya dari sampah organik rumah tangga dengan penambahan bioaktivator EM4 (Effective Microorganisms) bertujuan untuk menentukan pengaruh waktu pembuatan terhadap kandungan N, P, K, dan C dalam pupuk organik cair, serta menentukan pengaruh bioaktivator EM4 terhadap kandungan N, P, K, dan C dalam pupuk organik cair. Metode pembuatan pupuk organik cair ini yaitu sampah organik rumah tangga seperti sisa sayuran, kulit buah, dan lainnya dipisahkan dari sampah anorganik. Kemudian bioaktivator EM4 disiapkan didalam sprayer. Sampah organik dirajang dan dimasukkan ke dalam komposter, larutan bioaktivator EM4  kemudian disemprotkan ke dalam komposter secara merata. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan variasi waktu 11 hari, 14 hari dan 17 hari serta variasi penambahan jumlah bioaktivator sebanyak 5 mL, 10 mL, dan 15 mL. Parameter yang diuji adalah nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), dan karbon (C). Hasil peneltian menunjukkan bahwa proses pembuatan pupuk organik cair dengan variasi waktu dan variasi penambahan volume EM4  efektif dalam meningkatkan kadar N, P, dan C. Di mana nilai kandungan N, P terbesar masing-masing pada hari ke 17 sebesar 0,205 %, dan 0,0074 %, sedangkan kadar C terbesar pada hari ke 14 sebesar 0,336 % . Sedangkan pada penambahan volume EM4 kandungan N, P, C terbesarnya  terdapat pada penambahan volume EM4 sebesar 15 mL masing-masing senilai 0,191 %, 0,128 % dan 0,382 %. Semakin lama proses pengomposan dan semakin besar penambahan volume EM4 cenderung menurunkan kadar K. Kata kunci:  pupuk organik cair, effective microrganisms, komposter. Abstract- Manufacture of liquid organic fertilizer especially from organic garbage of household with addition of Bioactivator EM4 (Effective Microorganisms) aims to determine the influence of duration of the process of making a liquid organic fertilizer to the content of N, P, K, and C in a liquid organic fertilizer, and determine the influence of the addition of bioactivator EM4 in the process of making a liquid organic fertilizer to the content of N, P, K, and C in a liquid organic fertilizer. The organic garbage of household is separated from inorganic garbage. Then prepared  bioaktivator EM4 in  sprayer. Organic garbage is cutted entered into composter, then biocktivator sollution sprayed into composter. Intake of sample done pursuant to time variable 11, 14 and 17 days and also variation of addition of amount of bioactivator counted 5 mL, 10 mL, and 15 mL. Parameter which in test are nitrogen (N), phospor (P), kalium (K), and carbon (C). The results indicate that the process of making a liquid organic fertilizer with time variation and addition variation of EM4 effective in increasing the content of N, P, and C. Where the largest value of the content of N, P on day 17th of 0.205% and 0.0074% respectively, while the largest content of C at day 14th of 0.336%. While the addition of volume EM4, the largest content of N, P, C is on addition of volume EM4 of 15 mL at 0.191%, 0.128% and 0.382% respectively. The longer process of composting and the greater addition of volume EM4 tends to reduce the content of K. Keywords: liquid organic fertilizer, effective microrganisms, composter.
PROSES PEMBUATAN BIODIESEL DARI CAMPURAN MINYAK KELAPA DAN MINYAK JELANTAH Elma, Muthia; Suhendra, Satria Anugerah; Wahyuddin, Wahyuddin
Konversi Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v5i1.4772

Abstract

Abstrak-Indonesia memiliki hasil produksi buah kelapa yang hanya dimanfaatkan untuk memasak. Minyak jelantah merupakan hasil dari sisa penggorengan rumah tangga yang setelah penggunaanya menjadi limbah dan dapat mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi biodiesel dengan memanfaatkan campuran antara minyak kelapa dan minyak jelantah terhadap efek penambahan metanol dan waktu reaksi optimum dari pembuatan biodiesel. Proses produksi biodiesel dari campuran kedua bahan baku menggunakan proses dimana minyak kelapa dan minyak jelantah dicampurkan berdasarkan %-v/v dari 200 mL dengan perbandingan minyak jelantah (MJ) dan minyak kelapa (MK) yaitu 100MJ:0MK; 75MJ:25MK; 50MJ:50MK; 25MJ:75MK; dan 0MJ:100MK dengan komposisi metanol serta esterifikasi 38%; 30%; 28%; 19% serta untuk trasesterifikasi 19%; 20%; 21%; 25%. Pada reaksi esterifikasi menggunakan komposisi katalis H2SO4 0,5%, dan transesterifikasi menggunakan katalis KOH 0,9%. Yield yang dihasilkan dari penelitian ini adalah: 100MJ:0MK 92,15%; 93,65%, 75MJ:25MK (96,65%), 50MJ:50MK (95,11%), 25MJ:25MK (96,65%) dan 100MK:0MJ (82,65%). Analisa gliserol total yang didapat pada penelitian ini adalah 100MJ:0M (0,19%), 75MJ:25MK (0,21%), 50MJ:50MK (0,23%) 25MJ:25MK (0,22%) dan 100MK:0MJ (0,26%). Dari hasil analisa gliserol total tersebut didapat sampel yang terbaik yakni 50MJ:50MK dengan nilai glirserol total 0,23% dengan waktu 60 menit untuk esterifikasi dan 70 menit untuk transesterifikasi, dengan analisa angka asam yang didapatkan sebesar 0,2117, angka penyabunan 198,41; ester content  yang didapat sebesar 98,163% water content untuk sebesar 0,56 ppm. Keseluruhan dari hasil analisa biodiesel tersebut memenuhi standar EN 14214.  Kata kunci: minyak kelapa, minyak jelantah, biodiesel, FFA, trigliserida, gliserol total.  Abstract-Coconut oil is normally produced as cooking oil in some areas in Indonesia. However, palm oil mostly produced by industries as vegetable/cooking oil.Waste cooking oil from palm oil becomes a big problem in the environment, and creates pollution. This research aims to use waste cooking oil to produce biodiesel by mixing waste cooking oil and coconut oil. Those mixed oils become raw materials for this proces. The composition of the mixtures are  100MJ: 0MK; 75MJ: 25MK; 50MJ: 50MK; 25MJ: 75MK; and 0MJ: 100MK (% v / v of waste cooking oil (MJ) and coconut oil (MK)).The total of 200 mL oil mixtures was used for the esterification process with methanol composition were 38%; 30%; 28%; and trans-esterification were 19%; 20%; 21%; 23%. Esterification reaction was using the 0,5% H2SO4 as a catalyst, while transesterification was using 0.9% KOH as catalyst. The yield of biodiesel this reaserch were: 100MJ: 0MK (92.15%), 75MJ: 25MK (96.65%), 50MJ: 50MK (95.11%), 25MJ: 25MK (96.65%) and 100MK: 0MJ (82.65%). Furthermore, the total glycerol values were 100MJ:0MK (0.19%), 75MJ: 25MK (0.21%), 50MJ:50MK (0.23%) 25MJ: 25MK (0.22%) and 100MK: 0MJ (0.26%). EN14214 standard shows that the best composition of mixtured oils was 50MJ:50MK. Then, the total glycerol was 0.23% (60-70 minutes for the esterification and transesterification reaction). Acid number value was 0.2117, saponification number was 198.41; ester content was 98.163% and water content was 0.56 ppm.  Keywords: coconut oil, waste cooking oil, biodiesel, FFA, triglyceride, total glycerol.
FABRIKASI SILICA THIN FILM MENGGUNAKAN KATALIS ORGANIK SEBAGAI PELAPIS MEMBRAN ANORGANIK Muthia Elma; Aptar Eka Lestari; Sadidan Rabiah
Konversi Vol 7, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v7i2.6499

Abstract

Abstrak: Silika thin film dihasilkan dengan menggunakan proses sol gel menjadi bahan keramik anorganik melalui hidrolisis dan reaksi kondensasi. Proses ini bertujuan untuk membentuk sol silika yang memberikan struktur jaringan yang kuat yang dapat diterapkan sebagai film tipis pada fabrikasi membran. Proses ini dilakukan dengan mencampur tetra etil ortosilikat (TEOS) sebagai prekursor utama, etanol dan H2O sebagai pelarut dan asam sitrat sebagai katalis. Konsentrasi asam sitrat yang digunakan yaitu 0,001 % dan 0,005 %. Proses ini dilakukan selama 3 jam  pada suhu 0 °C. Sols dikeringkan dalam oven dan dikalsinasi dalam berbagai suhu (200, 250 dan 400°C) untuk mengetahui rantai karbon dalam  matriks silika. Pengaruh karbon dalam struktur silika kemudian di analisis dengan FTIR dan TGA.Hasil panjang gelombang yang ditunjukan oleh Infra Red diketahui bahwa katalis yang optimum digunakan sebagai yaitu konsentrasi asam sitrat  0,001 %,  karena pada konsentrasi tersebut silanol yang dihasilkan tidak begitu besar jadi dapat menghasilkan ukuran mesopori pada matrik silika dan pH yang dihasilkan adalah 6 sehingga efektif diaplikasikan sebagai pelapis membran. Adapun hasil TGA menunjukkan bahwa suhu kalsinasi optimum yaitu pada 400°C karena terjadi stabilitas termal yang baik, selain itu ikatan karbon juga masih ada pada matriks silika.      Kata kunci: Silika thin film, sol gel, prekursor, kalsinasi, katalis.
EFFECT OF TEMPERATURE AND CONCENTRATION OF NaOH SOLUTIONS AS INHIBITORS ON IRON CORROSION RATE IN WATER MEDIA Muthia Elma; Nurhalisah Nurhalisah; Afrisa Noor Hidayanti
Konversi Vol 9, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v9i1.9072

Abstract

Corrosion is a chemical phenomenon that often occurs in iron materials that are exposed or immersed in a medium either liquid or air. As a result of this corrosion is fragility and damage to the object so that the object cannot function properly. The purpose of this research is to prevent or slow down the occurrence of corrosion by adding chemicals called corrosion inhibitors which work by forming a protective layer on the surface of objects in the form of metal or iron.In this study, inhibitors were used in the form of NaOH solution with variations in the concentration of 0.1; 0.5; 1; 1.25; 1,5; 5 and 10 N are dissolved in water media and the iron immersion process is carried out at temperatures of 40, 45, and 50 °C. Soaked iron bars are measured for surface area and volume as well as weighing before and after the immersion process so that the corrosion rate is obtained with various variables used. Based on the research results obtained corrosion rate increases with increasing temperature and the addition of NaOH concentration inhibitors. Optimal temperature and concentration to inhibit the rate of iron corrosion is at an immersion temperature of 45 ° C and a concentration of 0.1 N NaOH with a corrosion rate of 0.084875 mpy.
PERFORMASI ORGANO SILICA MEMBRANE MENGGUNAKAN METODE SOL-GEL Muthia Elma; Dewi Rahmawati Suparsih; Syarifah Annahdliyah
Konversi Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v8i1.6513

Abstract

Abstrak-Air bersih adalah air sehat yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia sehari-hari. Namun pada saat ini ketersediaan air bersih di Kalimantan Selatan menjadi salah satu masalah. Kesulitan mendapatkan air bersih disebabkan kondisi air di kalimantan selatan yang sebagian besar berupa air gambut asin. Air gambut asin merupakan air yang terintrusi oleh air laut saat musim kemarau. Hal ini menyebabkan air gambut ini memiliki tingkat keasinan yang tinggi. Salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk mengatasi krisis air bersih ini adalah dengan menggunakan teknologi membran. Membran adalah suatu media berpori, berbentuk film tipis yang berfungsi untuk memisahkan partikel dengan ukuran molekuler dalam suatu larutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan performansi organo silica membrane dengan metode sol gel dengan suhu refluks 50 ⁰C. Penelitian ini menggunakan artificial brackish water (0,3% NaCl) sebagai air umpan. Membran yang digunakan ini dibuat menggunakan metode sol gel  akan di-dipcoating dan dilakukan kalsinasi pada suhu 200 oC dan 600 oC. Nilai flux membran dengan suhu kalsinasi 600 ⁰C sebesar 0,6212 kgm-2h-1 dan nilai salt rejection sebesar 99,37067 % sedangkan pada membran dengan suhu kalsinasi 200 ⁰C nilai flux sebesar 0,5950 kgm-2h-1  dan nilai salt rejection sebesar 99,45831 %. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada saat  membran dengan suhu kalsinasi 600 ⁰C mempunyai performasi yang lebih baik dibandingkan dengan suhu 200 ⁰C yang disebabkan oleh ukuran pori-pori yang semakin besar terjadi pada membran yang dikalsinasi pada suhu 200 oC. Kata kunci: air gambut, membran, water flux, salt rejection
DESALINASI AIR LIMBAH PABRIK TAHU MENGGUNAKAN MEMBRAN SILIKA DENGAN PREKURSOR TEOS (Tetraethyl orthosilicate) Muthia Elma; Nur Riskawati; Marhamah Marhamah
Konversi Vol 7, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v7i2.6500

Abstract

Abstrak: Air limbah pabrik tahu jika dibuang langsung ke lingkungan menyebabkan pencemaran lingkungan yang akan merusak kualitas air, terutama air limbah tersebut dialirkan ke badan sungai. Oleh sebab itu, sangatlah diperlukan suatu teknologi yang efisien untuk pengolahan air limbah tahu ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh performansi membran silika pada proses desalinasi via pervaporasi. Penelitian ini dilakukan dengan menyiapkan silika sol yang dipersiapkan dari proses sol-gel menggunakan prekursor TEOS dalam larutan etanol. Selanjutnya adalah dengan menggunakan metode “2 step acid and base catalysts” dengan menggunakan HNO3 dan NH3 sebagai katalis. Silica thin film yang dihasilkan berupa sol di-dipcoating dan kemudian dilakukan proses kalsinasi pada suhu 600oC selama 1 jam menggunakan metode RTP (Rapid Thermal Process). Jumlah lapisan/layer dari membran silika tersebut adalah berdasarkan pengulangan proses dipcoating dan kalsinasi yang mana pada penelitian ini menggunakan variasi 3 layer. Performansi membran ini dilakukan dengan proses desalinasi via pervaporasi dengan menggunakan air limbah tahu yang bertujuan untuk memperoleh air bersih. Adapun nilai water flux membrane ini berkisar antara 1,74 – 1,48 kg m-2 h-1 dengan rejection berkisar antara 93,63 – 89.27 %. Hasil ini membuktikan bahwa membrane silika bisa mengolah air limbah tahu menjadi potable water walaupun nilai water flux perlu ditingkatkan. Sebagai tambahan analisis, uji karakteristik membran seperti uji FTIR dilakukan untuk mengetahui gugus fungsi dari membran silika dan uji morfologi menggunakan SEM untuk mengetahui ketebalan lapisan membran yang dihasilkan.       Keywords: limbah tahu, water flux, rejection, membran silika dan pervaporasi.      
FTIR STUDIES OF THE TEOS/TEVS XEROGEL STRUCTURE USING RAPID THERMAL PROCESSING METHOD Yanti Mawaddah; Linda Suci Wati; Erdina Lulu Atika Rampun; Anna Sumardi; Aptar Eka Lestari; Zaini Lambri Assyaifi; Muthia Elma
Konversi Vol 9, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v9i2.9391

Abstract

The tetraethyl orthocycate (TEOS) is mainly used as a silica precursor. Silanol content of silica material is the main cause of low hydrostability which led to resulting in poor performance, especially in water treatment. The stronger bond strength formed by incorporating a carbon structure from triethoxy vinyl silane (TEVS). The xerogel fabrication resulted in the composition of TEOS: TEVS: EtOH: HNO3: H2O: NH3 to be 0.9: 0.1: 38: 0.00078: 5: 0.0003.   . The purpose is to study the structure of organosilica xerogel calcined at 350oC, 450oC and 600oC in the Fourier-transform infrared (FTIR) using rapid thermal processing. The deconvolution of FTIR spectra calculated using the Fityk software. The result of the best xerogel peak shows at calcination of 450°C with peak area siloxane of 15.39, silanol of 3.32 and silica carbon of 3.85.
KARAKTERISASI XEROGEL SILIKA-ORGANIK YANG BERASAL DARI GLUKOSA Muthia Elma; Dwi Rasy Mujiyanti; Mufidah Nur Amalia
Konversi Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v8i1.6507

Abstract

Abstrak- Telah dilakukan penelitian tentang karakterisasi xerogel silika-organik yang berasal dari glukosa sebagai templet. Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari karakter dan struktur dari xerogel silika-glukosa templet yang akan digunakan sebagai thin-film dalam pembuatan membran. Xerogel dibuat melalui proses sol-gel ini adalah dengan menggunakan TEOS (tetraetil ortosilikat); etanol; asam nitrat; ammonia; aquadest  dan glukosa sebagai template. Dengan perbandingan molar rationya adalah 1:38:0.0007:0.0003:5 dan 0.25%; 0,5%, 1% b/v glukosa sebagai templet. Sols yang dihasilkan dikeringkan di oven dan dikalsinasi pada temperatur kalsinasi sebesar 400oC (dalam bentuk xerogel). Xerogel ini selanjutnya dikarakterisasi dengan menggunakan FTIR untuk menentukan perubahan gugus fungsi dari masing-masing konsentrasi molar ratio dari glukosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gugus Si-OH (Silanol) ditemui pada bilangan gelombang 950 cm-1 dan gugus Si-O-Si (Siloksan) pada bilangan gelombang 1070 cm-1 dan 1160 cm-1. Sementara itu, gugus Si-C bisa ditemui pada bilangan gelombang 760 cm-1. Dengan menggunakan metode dekonvuasi pada aplikasi fityk, dari ketiga konsentrasi glukosa templet dihasilkan jumlah silanol tertinggi berada pada konsentrasi glukosa 0.25% begitu juga dengan konsentrasi siloksan tertinggi dijumpai pada penambahan glukosa pada konsentrasi 0.25%. Ini menunjukan bahwa terlihat jelas struktur gabungan matriks silika-glukosa akan semakin besar dengan ditingkatkannya konsentrasi glukosa sebagai templet. Ikatan karbon ini membantu mengganti ikatan –OH pada silanol menjadi ikatan Si-C. Akibatnya struktur silika matriks akan semakin kuat dan sangat membantu mempertahankan struktur silika matriks jika diaplikasikan nantinya sebagai pelapis membran. Kata Kunci: xerogel silika-glukosa, proses sol-gel, dekonvulasi
TEKNOLOGI MEMBRAN ORGANO-SILICA UNTUK DESALINASI AIR ASAM TAMBANG Muthia Elma; Norlian Ledyana Sari; Dhimas Ari Pratomo
Konversi Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v8i1.6508

Abstract

Abstrak- Pengolahan air asam tambang merupakan pengolahan air yang sangat dibutuhkan untuk membantu ketersediaan air bersih. Teknologi pengolahan air ini salah satunya adalah menggunakan teknologi membran (membran organo-silica) secara teknik desalinasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan performansi organo silica membrane menggunakan katalis organik. Untuk membuat thin film sebagai pelapis membran digunakan metode sol-gel dengan precursor tetra ethyl orthosilicate (TEOS). Thin film ini selanjutnya di dipcoating ke membrane support sebanyak 4 layer dan dikalsinasi pada suhu 200, 250 dan 600 oC. Teknik desalinasi yang digunakan adalah berupa proses pervaporasi dengan menggunakan artificial brine water (5%, 7,5%, 10% dan 15%) sebagai air umpan. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai water flux adalah sebesar 0.39; 0.44 dan 0.82 kg m-2 h-1  (untuk thin film membran yang menggunakan suhu 50oC) dengan nilai salt rejection sebesar ~100 % untuk setiap membran. Nilai water flux ini berturut-turut untuk membran yang dikalsinasi pada suhu 200, 250 dan 600 oC). Dari hasil water flux dan salt rejection diketahui bawa membran yang dikalsinasi pada suhu 600oC memberikan nilai water flux tertinggi walaupun semua membrane memberikan nilai salt rejection yang mendekati 100%). Jenis membrane ini berkemungkinan memberikan ukuran pori-pori yang agak besar karena kandungan carbon yang sudah terikat pada struktur silika sudah terdekomposisi sempurna pada suhu tinggi, sehingga menambah besar ukuran pori-pori dari struktur silika. Ukuran pori-pori ini menyebabkan nilai water flux menjadi lebih tinggi. Kata kunci: brine water, flux, reflux, salt rejection, pervaporasi
PROSES PEMBUATAN BIODIESEL DARI CAMPURAN MINYAK KELAPA DAN MINYAK JELANTAH Muthia Elma; Satria Anugerah Suhendra; Wahyuddin Wahyuddin
Konversi Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v5i1.4772

Abstract

Abstrak-Indonesia memiliki hasil produksi buah kelapa yang hanya dimanfaatkan untuk memasak. Minyak jelantah merupakan hasil dari sisa penggorengan rumah tangga yang setelah penggunaanya menjadi limbah dan dapat mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi biodiesel dengan memanfaatkan campuran antara minyak kelapa dan minyak jelantah terhadap efek penambahan metanol dan waktu reaksi optimum dari pembuatan biodiesel. Proses produksi biodiesel dari campuran kedua bahan baku menggunakan proses dimana minyak kelapa dan minyak jelantah dicampurkan berdasarkan %-v/v dari 200 mL dengan perbandingan minyak jelantah (MJ) dan minyak kelapa (MK) yaitu 100MJ:0MK; 75MJ:25MK; 50MJ:50MK; 25MJ:75MK; dan 0MJ:100MK dengan komposisi metanol serta esterifikasi 38%; 30%; 28%; 19% serta untuk trasesterifikasi 19%; 20%; 21%; 25%. Pada reaksi esterifikasi menggunakan komposisi katalis H2SO4 0,5%, dan transesterifikasi menggunakan katalis KOH 0,9%. Yield yang dihasilkan dari penelitian ini adalah: 100MJ:0MK 92,15%; 93,65%, 75MJ:25MK (96,65%), 50MJ:50MK (95,11%), 25MJ:25MK (96,65%) dan 100MK:0MJ (82,65%). Analisa gliserol total yang didapat pada penelitian ini adalah 100MJ:0M (0,19%), 75MJ:25MK (0,21%), 50MJ:50MK (0,23%) 25MJ:25MK (0,22%) dan 100MK:0MJ (0,26%). Dari hasil analisa gliserol total tersebut didapat sampel yang terbaik yakni 50MJ:50MK dengan nilai glirserol total 0,23% dengan waktu 60 menit untuk esterifikasi dan 70 menit untuk transesterifikasi, dengan analisa angka asam yang didapatkan sebesar 0,2117, angka penyabunan 198,41; ester content  yang didapat sebesar 98,163% water content untuk sebesar 0,56 ppm. Keseluruhan dari hasil analisa biodiesel tersebut memenuhi standar EN 14214.  Kata kunci: minyak kelapa, minyak jelantah, biodiesel, FFA, trigliserida, gliserol total.  Abstract-Coconut oil is normally produced as cooking oil in some areas in Indonesia. However, palm oil mostly produced by industries as vegetable/cooking oil.Waste cooking oil from palm oil becomes a big problem in the environment, and creates pollution. This research aims to use waste cooking oil to produce biodiesel by mixing waste cooking oil and coconut oil. Those mixed oils become raw materials for this proces. The composition of the mixtures are  100MJ: 0MK; 75MJ: 25MK; 50MJ: 50MK; 25MJ: 75MK; and 0MJ: 100MK (% v / v of waste cooking oil (MJ) and coconut oil (MK)).The total of 200 mL oil mixtures was used for the esterification process with methanol composition were 38%; 30%; 28%; and trans-esterification were 19%; 20%; 21%; 23%. Esterification reaction was using the 0,5% H2SO4 as a catalyst, while transesterification was using 0.9% KOH as catalyst. The yield of biodiesel this reaserch were: 100MJ: 0MK (92.15%), 75MJ: 25MK (96.65%), 50MJ: 50MK (95.11%), 25MJ: 25MK (96.65%) and 100MK: 0MJ (82.65%). Furthermore, the total glycerol values were 100MJ:0MK (0.19%), 75MJ: 25MK (0.21%), 50MJ:50MK (0.23%) 25MJ: 25MK (0.22%) and 100MK: 0MJ (0.26%). EN14214 standard shows that the best composition of mixtured oils was 50MJ:50MK. Then, the total glycerol was 0.23% (60-70 minutes for the esterification and transesterification reaction). Acid number value was 0.2117, saponification number was 198.41; ester content was 98.163% and water content was 0.56 ppm.  Keywords: coconut oil, waste cooking oil, biodiesel, FFA, triglyceride, total glycerol.
Co-Authors Abdul Ghani, Rhafiq Adhe Paramita Adi Darmawan Adryan Ramadhan Afrisa Noor Hidayanti Agus Mirwan Ahmad Busairi Ahmad Faisal Ahmad Ghazali Madhony Ahmad Rizali Noor Akhbar Aliyanti, Alya Dita Amalia Enggar Pratiwi Amalia Enggar Pratiwi Andy Mizwar Angga Irawan Anggraini Susfarwanti Anna Sumardi Anna Sumardi Anna Sumardi Anna Sumardi Aptar Eka Lestari Aptar Eka Lestari Aptar Eka Lestari Aptar Eka Lestari Arfa Agustina Rezekiah Assyaifi, Zaini L Assyaifi, Zaini Lambri Asyiah Asyiah Aulia Rahma Aulia Rahma Aulia Rahma Aulia Rahma Aulia Rahma Awali S. K. Harivram Awali Sir Kautsar Harivram Chairul Irawan Dewi Puspita Sari Dewi Puspita Sari Dewi Rahmawati Suparsih Dhimas Ari Pratomo Dhiyaur Rahmah Didik Triwibowo Dina Amryna Chairul Putri Dina Naemah Dwi Rasy Mujiyanti Dwi Rasy Mujiyanti Eko Suhartono Elsa Nadia Pratiwi Era N R Oktaviana Erdina L. A. Rampun Erdina L.A Rampun Erdina Lulu Atika Rampun Erdina Lulu Atika Rampun Erdina Lulu Atika Rampun Erdina Lulu Atika Rampun Fitri Ria Mustalifah Fitri Ria Mustalifah Gazali, Akhmad Gusti Zahratunnisa Hesti Kesumadewi Hesti Wijayanti Husna Karima Iryanti Fatyasari Nata, Iryanti Fatyasari Isna Syauqiah Isna Syauqiah Isna Syauqiah Isna Syauqiah Isna Syauqiah Isna Syauqiah Junius Akbar Karmaili, Karmaili Kusumawati, Uun Lastuti Abubakar Lestari, Aptar Eka Lilis Septyaningrum Lilis Suryani Lilis Suryani Linda Suci Wati Linda Suci Wati Linda Suciwati M. Ihsan M. Mahmud M. Topan Darmawan Mahmud Mahmud Mahmud Mahmud Mahmud Mahmud Marhamah Marhamah Maulana Wahyu Noor Ramadhan Mawaddah, Yanti Meilana Dharma Putra Mijani Rahman, Mijani Mita Riani Rezki Mohd H. D. Othman Mufidah Nur Amalia Muhammad Agus Muljanto Muhammad Hasan Albana Muhammad Roil Bilad Muhammad Zulfadhilah Mustalifah, Fitri Ria Namira Ghina Safitri Ni Kadek Devi Ananda Saraswati Nia Kania Noor, Ahmad Rizali Noor, Ihsan Noor, M. Hafidhuddin Nopie Hadi Nor Aldina Norlian Ledyana Sari Nur baity Nur Hidayah Nur Riskawati Nur, Thoyib Nurhalisah Nurhalisah Nurul Huda Nurul Huda Paramita, Adhe Paskah Fransiska Afrida Simatupang Pratama, Reza Satria Kelik Pratiwi, Amalia E. Pratiwi, Elsa Nadia Rahma, Aulia Rahmawati Rahmawati Raissa Rosadi, Raissa Rampun, Erdina L.A. Rampun, Erdina Lulu Atika Retno Febriyanti Rezki, Mita Riani Rhafiq Abdul Ghani Rhafiq Abdul Ghani Rian Nugraha Putra Riani Ayu Lestari Rony Riduan Rosidah - Sadidan Rabiah Satria Anugerah Suhendra Sazila K. Rahman SITI FATIMAH Suciwati, Linda Suhendra, Satria Anugerah Sumardi, Anna Sunardi Sunardi sunardi sunardi Suryani, Made Yuri Syarifah Annahdliyah Thoyib Nur Totok Wianto Tri Handayani Viviana Viviana Wahyu Wahyu Wahyuddin Wahyuddin Wahyuddin Wahyuddin Yanti Mawaddah Yanti Mawaddah Yanti Mawaddah Yunandar Yunandar Yuniarti Yuniarti Yusri Yusri Yusuf Aziz Zaini Lambri Assyaifi Zaini Lambri Assyaifi Zaini Lambri Assyaifi Zaki, Dhimas Ekky Zaghlul