Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

HARTA BERSAMA DALAM PERKAWINAN DI INDONESIA (Menurut Perspektif Hukum Islam) RAHMANIAH, AMELIA
Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.388 KB) | DOI: 10.18592/syariah.v15i1.546

Abstract

Joint property in marriage law in Indonesia comes from Indonesian tradition law which isthen used as the written law namely Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 About Marriage and Compila-tion of Islamic Law with the aim to provide balanced position between husband and wife. The objectiveis in line with maqashid al shariah. But, the joint property that occur automatically in the written lawneeds to be reconstructed based on the ownership of Islamic law that the existence of joint property isin line with Islamic law.
HARTA BERSAMA DALAM PERKAWINAN DI INDONESIA (MENURUT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM) RAHMANIAH, AMELIA
Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.388 KB) | DOI: 10.18592/syariah.v15i1.546

Abstract

Joint property in marriage law in Indonesia comes from Indonesian tradition law which isthen used as the written law namely Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 About Marriage and Compila-tion of Islamic Law with the aim to provide balanced position between husband and wife. The objectiveis in line with maqashid al shariah. But, the joint property that occur automatically in the written lawneeds to be reconstructed based on the ownership of Islamic law that the existence of joint property isin line with Islamic law.
Tabu dalam Budaya Banjar : (Analisis Antropologi dan Norma Qur'an) Rahmat Sholihin; Asmaran Asmaran; Wahyudin Wahyudin; Badrian Badrian; Amelia Rahmaniah
Al-Ulum Vol. 20 No. 2 (2020): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1365.613 KB) | DOI: 10.30603/au.v20i2.1396

Abstract

This paper focuses on the wisdom of Banjar culture, namely pamali. The objectives of this research are first to understand the pamali culture of Banjar, and secondly to see it from the perspective of the Qur'an. The research method used is qualitative research with an anthropological approach. The research locations are in Indonesia, South Kalimantan (Banjarmasin, Martapura, and Amuntai). The findings in this study indicate that the prohibition contained in the Banjar tradition is intended to provide a gentle warning. There are several prohibitions in the Koran regarding culture: do not be disobedient to your parents, teachers, and husbands.
Kerakatan And Baparcayaan In Diamond Transactions Through Pengempit (The Anthropology Of Islamic Law Study) Amelia Rahmaniah; Syamsul Anwar; Rahmani Timorita Yulianti
Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.039 KB) | DOI: 10.18592/sjhp.v20i2.3880

Abstract

AbstractResearch on kerakatan and baparcayaan culture in diamond transactions through pengempit was motivated by the aim to describe the culture of kerakatan (solidarity) and baparcayaan (trust). They were not only ordinary activities but also cultures that had far more complex meaning than what was predicted. This research made cultural meaning could be understood and became a positive example for people. This research was categorized within the anthropology of Islamic law studies using a legal anthropological approach. The data in this study were obtained from in-depth interviews about the informants’ experiences. The findings of this study were the culture of kerakatan and baparcayaan in the transactions of diamonds through pengempit was a law in society. Those two cultures were the manifestation of Islamic law values in a concrete social space which motivated by the faith in Allah. The culture of kerakatan could be seen from the behavior of pengempit who helped each other in disasters, gave money to each other if the diamonds were sold, and gave information to each other about buyers and diamonds. The culture of baparcayaan could be seen from the behavior between diamond owners and pengempit who only made verbal not written agreements. Kerakatan and baparcayaan culture had religious, economic, and social meanings. Kerakatan and baparcayaan culture reflected a strong religious-shar'i for the economic and social life of the Banjar people.Keywords: culture, kerakatan, baparcayaan, diamond, pengempitAbstrakPenelitian terhadap budaya kerakatan dan baparcayaan dalam transaksi jual beli intan melalui pengempit ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menggambarkan budaya kerakatan dan baparcayaan tersebut beserta maknanya karena aktivitas transaksi jual beli intan melalui pengempit ini bagi kebanyakan orang hanya merupakan aktivitas biasa. Akan tetapi sebenarnya ia merupakan budaya yang mempunyai makna jauh lebih kompleks dari pada yang diperkirakan bahkan oleh pemilik budaya sendiri, sehingga penelitian ini akan menjadikan makna budaya dapat dipahami dan dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat lainnya. Penelitian ini adalah penelitian antropologi hukum Islam dengan pendekatan antropologi hukum. Data dalam penelitian ini diperoleh dari wawancara mendalam (indepht interview) mengenai pengalaman informan (individual’s life history). Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa budaya kerakatan dan baparcayaan yang terdapat dalam transaksi jual beli intan melalui pengempit adalah hukum yang hidup dalam masyarakat. Budaya tersebut merupakan pengejawantahan nilai-nilai hukum Islam dalam ruang sosial konkret dan dimotivasi oleh iman kepada Allah swt. Budaya kerakatan dapat dilihat dari perilaku sesama pengempit yang saling membantu bila terjadi musibah, saling memberi bila intannya laku terjual, dan saling memberi informasi mengenai pembeli dan mengenai intannya. Sedangkan budaya baparcayaan dapat dilihat dari perilaku antara pemilik intan dengan pengempit yang tidak membuat perjanjian tertulis tetapi hanya secara lisan saja. Budaya kerakatan dan baparcayaan  ini mempunyai makna religius, ekonomi, dan sosial. Budaya kerakatan dan baparcayaan ini merefleksikan platform religius-syar’i yang kuat bagi kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat Banjar.Kata Kunci: budaya, kerakatan, baparcayaan, intan, pengempit 
HARTA BERSAMA DALAM PERKAWINAN DI INDONESIA (Menurut Perspektif Hukum Islam) AMELIA RAHMANIAH
Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.388 KB) | DOI: 10.18592/syariah.v15i1.546

Abstract

Joint property in marriage law in Indonesia comes from Indonesian tradition law which isthen used as the written law namely Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 About Marriage and Compila-tion of Islamic Law with the aim to provide balanced position between husband and wife. The objectiveis in line with maqashid al shariah. But, the joint property that occur automatically in the written lawneeds to be reconstructed based on the ownership of Islamic law that the existence of joint property isin line with Islamic law.
Perilaku Pedagang Di Pasar Tradisional Sentra Antasari Banjarmasin Dalam Perspektif Etika Bisnis Islam Muhammad Rasyid Hidayat; Amelia Rahmaniah
JOURNAL OF ISLAMIC AND LAW STUDIES Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Syariah UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.716 KB) | DOI: 10.18592/jils.v3i2.3247

Abstract

AbstrakPenelitian ini akan membahas tentang etika bisnis islam dalam berdagang di Pasar Sentra Antasari, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Penelitian ini bersifat lapangan (field research) dengan metode kualitatif yang dilakukan secara deskriptif analisis.  Hasil penelitian menemukan bahwa para pedagang di pasar tradisional Sentra Antasari Banjarmasin sebagian telah menerapkan etika bisnis Islam ketika mereka berdagang, hal ini bisa dilihat bahwa mereka tidak menyembunyikan cacat dan adil dalam timbangan, mereka tidak memaksa pembeli untuk membeli dan tidak melarang pedagang lain untuk berjualan yang sama di samping mereka, mereka menepati janji dan bertanggungjawab atas kwalitas barang dagangannya, dan mereka memberikan kelonggaran waktu bagi pelanggan yang berutang. Di samping itu penelitian ini juga menemukan adanya pedagang yang melalaikan sholat wajib dan adanya pedagang yang tidak ramah terhadap pelanggan.Kata kunci:  Perilaku Pedagang, Prinsip Bisnis Islam. AbstractThis research will discuss Islamic business ethics in trading at Antasari Sentra Market, Banjarmasin, South Kalimantan. This research is a field (field research) with qualitative methods which are done descriptively analysis. The results of the study found that traders in the Banjarmasin traditional market, Antasari Sentra partly have implemented Islamic business ethics when they trade, it can be seen that they do not hide flaws and are fair in the scales, they do not force buyers to buy and do not prohibit other traders to sell the same next to them, they keep their promises and are responsible for the quality of their merchandise, and they provide respite for customers who owe. Besides, this study also found that there were traders who neglected the obligatory prayer and the presence of traders who were not friendly to customers.Keywords: Trader Behavior, Islamic Business Principles.
PRAKTIK PEMBAYARAN UPAH DI AWAL KERJA PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH (Studi Kasus Tukang Ambil Upah di desa Taluk-labak Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan) Amelia Rahmaniah; Nailah Nailah
JOURNAL OF ISLAMIC AND LAW STUDIES Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Syariah UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.345 KB) | DOI: 10.18592/jils.v1i2.2613

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mengangkat permasalahan mengenai praktik pembayaran upah di awal kerja. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya praktik utang uang yang akan dibayar menggunakan padi dengan harga berbeda dari harga pasaran yang ditentukan pemberi utang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran praktik dan faktor penyebab serta tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap praktik pembayaan upah di awal kerja di DesaTeluk-Labak Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan.Penelitian ini berupa penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif.Penelitian ini berlokasi di Desa Teluk-Labak Kecamatan Daha Utaa Kabupaten Hulu Sungai Selatan.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara.Sumber data berasal dari informan yang melakukan praktik tersebut.Melalui teknik analisis kualitatif, penelitian ini menghasilkan temuan-temuan.Pertama, gambaran praktik pembayaran upah di awal kerja adalah praktik yang dilakukan oleh sebagian masyarakat yang terdiri dari tukang ambil upah bertani, mencuci, membakar ikan, dan mengiris bawang,  dengan cara pembayaran upah mereka di awal. Faktor penyebab terjadinya praktik ini adalah dari majikan sendiri agar tidak kepikiran lagi mengenai masalah pembayaran pekerjanya.Sedangkan akibat dari praktik tersebut majikan merasa dirugikan dan ada juga yang merasa puas dengan hasil pekerjaan si pekerja.Kedua, dalam hukum ekonomi syariah praktik yang demikian termasuk kelalaian dalam transksi dan termasuk dalam kategori tidak menepati janji yang disepakati dan tidak memenuhi hak sebagai pekerja yang berimplikasi tidak menyebabkan habisnya Ijarah.tetapi harus diganti selagi masih dapat diganti. Kata kunci: Praktik, Upah, Kerja, 
ETIKA BISNIS ISLAMI DALAM PERIKLANAN Amelia Rahmaniah
Millah: Journal of Religious Studies Vol. IX, No. 1, Agustus 2009 Islam Dan New Media
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As a bridge between producers and consumers, advertisement has a very strategic  position from business point of view, since it can present complete and accurate information to the consumer about the product or service. Therefore, the advertisement should be paid attention seriously in Islamic business ethics. Advertisement that does not use ethics will damage the corporate image; and gradually the company may be unseen by the consumer. On the other hand, doe consumer may also have bad consequences. Thus, advertisement should have the following ethics, i.e. conveying true and complete information, not containing elements of  coercion, are not in conflict with the values decency, addressing to the proper targets and not providing the sample that may endanger public.
The Role of Digitalization in Enhancing Legal Competencies of Sharia Economic Law Graduates: A Case Study of graduate users in South Kalimantan Amelia Rahmaniah; Fuad Luthfi; Muhammad Haris
Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran Vol 23 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/sjhp.v23i1.10077

Abstract

Abstract: This study aims to identify the needs of graduate users and also show the strategies adopted by the Sharia Economic Law Study Program at Antasari State Islamic University in designing innovative curriculum and learning processes to produce graduate standards that are under the needs and desires of users. The informants in this study were graduate users who were selected based on the criteria of having alumni working in both government and non-government (private) agencies in South Kalimantan. The results showed that the needs of graduate users of the Sharia Economic Law Study Program include integrity, professionalism, foreign language skills, information technology skills, communication skills, cooperation skills, and self-development skills. In addition, the integration of technology in the learning process has also increased efficiency and effectiveness in transferring legal knowledge and skills to students.Keywords: Legal Competence, Sharia Economic Law, Graduate Users, Science Integration. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna lulusan dan juga menunjukkan strategi yang ditempuh oleh Program Studi  Hukum Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri Antasari dalam merancang kurikulum dan proses pembelajaran inovatif untuk menghasilkan standar lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan para pengguna. Informan dalam penelitian ini adalah para pengguna lulusan yang dipilih berdasarkan kriteria adanya alumni yang bekerja baik di instansi pemerintah dan non pemerintah (swasta) yang ada di Kalimantan Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan pengguna lulusan terhadap Program Studi Hukum Ekonomi Syariah meliputi integritas, profesionalisme, kemampuan bahasa asing, kemampuan teknologi informasi, kemampuan komunikasi, kemampuan kerjasama, dan kemampuan pengembangan diri. Selain itu, integrasi teknologi dalam proses pembelajaran juga telah meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam mentransfer pengetahuan dan keterampilan hukum kepada mahasiswa.Kata Kunci: Kompetensi Hukum, Hukum Ekonomi Syariah, Pengguna Lulusan, Integrasi Ilmu. 
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Transaksi Jual Beli Intan di Martapura Kalimantan Selatan Amelia Rahmaniah Amelia Rahmaniah
TASHWIR Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v3i8.608

Abstract