Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Edukasi Body Health During Transition dan Pengecekan Kesehatan Gratis di Kota Palangka Raya Handayani, Rezqi; Mulyani, Evi; Satrio P, Guntur; Suryadini, Halida; Chusna, Nurul; Adawiyah, Rabiatul; Mulia, Dewi Sari; Ternate, Agustinawati Umi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v2i1.596

Abstract

Musim pancaroba merupakan musim peralihan antara musim hujan ke musim kemarau atau kebalikannya. Disaat peralihan dua musim tersebut terjadi perbedaan tekanan udara sehingga berpengaruh terhadap daya imunitas tubuh dan dapat mengakibatkan beberapa penyakit. Sehingga perlu dilakukan edukasi terhadap masyarakat terutama para lansia untuk menjaga kesehatan tubuh terutama dalam masa pancaroba. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara menjaga kesehatan tubuh pada masa pancaroba, peningkatan kesehatan pada lansia serta peningkatan sistem imun tubuh. Kegiatan ini dilaksanakan di Bundaran Besar Kota Palangka Raya dan diikuti oleh masyarakat umum. Metode kegiatan dilaksanakan dengan pemberian informasi kepada masyarakat sebagai peserta pengabdian terkait Body Health During Transition melalui media leaflet, pengecekan kesehatan gratis terutama pada lansia serta pemberian jamu beras kencur kepada masyarakat. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan terkait menjaga kesehatan tubuh pada masa pancaroba, peningkatan derajat kesehatan lansia melalui pengecekan kesehatan gratis, serta peningkatan sistem imun tubuh dengan sediaan obat tradisional.
Profil Fitokimia Ekstrak Etil Asetat Temu Kunci (Boesenbergia rotunda L.) dan Serai (Cymbopogon citratus) Muhammad Priyadi; Nurul Chusna; Isnawati Isnawati; Opi Indriani
Journal of Pharmascience Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v8i1.9725

Abstract

Senyawa bahan alam yang terdapat pada tanaman memiliki banyak khasiat bagi kesehatan yang telah dibuktikan melalui pengobatan tradisional secara empiris. Identifikasi senyawa kimia sangat penting untuk mengetahui kemungkinan adanya senyawa yang dapat memiliki aktivitas farmakologi. Tanaman yang telah banyak digunakan oleh masyarakat termasuk pengobatan adalah temu kunci (Boesenbergia rotunda L.) dan serai (Cymbopogon citratus). Temu kunci dan serai diekstraksi menggunakan pelarut etil asetat. Uji fitokimia pada ekstrak etil asetat temu kunci dan serai dilakukan dengan uji kualitatif pereaksi warna dan pengendapan serta kromatografi lapis tipis untuk melihat gambaran pemisahan senyawa kimia yang terkandung. Ekstrak etil asetat temu kunci dan serai mengandung senyawa golongan alkaloid, terpenoid, flavonoid, fenol, dan kuinon. Senyawa pada temu kunci dan serai dapat dipisahkan menggunakan kromatografi lapis tipis dengan fase gerak etil asetat : n-heksan (8:2).    Kata Kunci: Fitokimia, Temu Kunci, Serai, Ekstrak Etil Asetat, Kromatografi Lapis Tipis Natural compounds found in plants have many health benefits that have been proven through empirically traditional medicine. Identification of chemical compounds is very important to determine the possibility of compounds having pharmacological activity. Plants that have been widely used by the community, including medicinal plants, are Temu Kunci (Boesenbergia rotunda L.) and serai or lemongrass (Cymbopogon citratus). Temu Kunci and lemongrass were extracted using ethyl acetate as a solvent. Phytochemical test on ethyl acetate extract of temu Kunci and lemongrass was carried out by qualitative test using color reagent and deposition and thin layer chromatography to see the description of the separation of the chemical compounds contained. Temu Kunci and lemongrass ethyl acetate extracts contain alkaloids, terpenoids, flavonoids, phenols, and quinones. Compounds in Temu Kunci and lemongrass can be separated using thin layer chromatography with ethyl acetate: n-hexane (8: 2) as mobile phase.
Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Minyak Kelapa Murni dan Arang Aktif terhadap Streptococcus mutans Nurul Chusna; Muhammad Priyadi
Journal of Pharmascience Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v9i1.12704

Abstract

Streptococcus mutans merupakan bakteri penyebab masalah pada karies gigi. Penggunaan bahan alami dipercaya menjadi salah satu terapi infeksi yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Beberapa penelitian menunjukkan adanya potensi bahan alami seperti minyak kelapa murni dan mineral arang aktif dapat mengobati karies gigi. Hal ini mendorong untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi antara minyak kelapa murni dan arang aktif terhadap S. mutans. Pengujian antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram dengan mengukur diameter zona hambat. Kelompok sampel uji terdiri dari kombinasi minyak kelapa murni : arang aktif (konsentrasi 10% v/v : 5% b/v, 5% v/v : 5% b/v, dan 5% v/v : 10% b/v) dan amoksisilin 30 µg sebagai kontrol positif. Hasil menunjukkan kombinasi minyak kelapa murni : arang aktif (10% v/v : 5%b/v, 5% v/v : 5% b/v, dan 5% v/v : 10% b/v) dan amoksisillin memiliki besaran zona hambat berturut-turut sebesar  8,50 mm; 6,90 mm; 6,90 mm dan 30,04 mm. Hasil uji penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kombinasi antara minyak kelapa murni dan arang aktif memiliki aktivitas antibakteri yang lemah terhadap bakteri S. mutans. Selanjutnya, perlu dilakukan penelitian lanjutan aktivitas minyak kelapa murni maupun bahan-bahan alami lainnya pada penanganan infeksi gigi dan mulut. Kata Kunci: Antibakteri, Minyak Kelapa Murni, Arang Aktif, Karies Gigi, Streptococcus mutans   Streptococcus mutans is bacteria that causes problems in dental caries. The use of natural ingredients is believed to be one of the infection therapies that can be used as antibacteria. Several studies have shown the potential of natural ingredients such as virgin coconut oil and activated charcoal minerals to treat dental caries. It is encouraging to know the antibacterial activity of the combination of virgin coconut oil and activated charcoal against S. mutans. Antibacterial testing was carried out by disc diffusion method to know the diameter of the inhibition zone. The test sample group consisted of a combination of virgin coconut oil: activated charcoal (10% v/v : 5% w/v, 5% v/v : 5% w/v, and 5% v/v : 10% w/v ) and amoxicillin as a positive control. The results showed that the combination of virgin coconut oil: activated charcoal (10% v/v : 5% w/v, 5% v/v : 5% w/v, and 5% v/v : 10% w/v) and amoxicillin 30 µg had the size of the inhibition zone was 8.50 mm, 6.90mm, 6.90 mm and 30.04 mm, respectively. The results of the research conducted showed that the combination of virgin coconut oil and activated charcoal had weak antibacterial activity against S. mutans. Furthermore, it is necessary to conduct further research on the activity of virgin coconut oil and other natural ingredients in the treatment of dental and oral infections.
Analysis of Antibiotic Use in Outpatient Pneumonia Patients at X Blitar Health Center using the Gyssens Method and the Defined Daily Dose Hesti Rima Hariyani; Rina Widiyawati; Fauna Herawati; Nurul Chusna
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 9 No. 2 (2026): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v9i2.11327

Abstract

Pneumonia is a respiratory infection that remains a public health problem and requires appropriate antibiotic therapy. However, irrational use of antibiotics has the potential to increase resistance and worsen patient clinical outcomes. This study aims to analyze antibiotic use among outpatient patients with pneumonia at the X Blitar Health Center using the Defined Daily Dose (DDD) and Gyssens methods. This study employed a cross-sectional approach, utilizing secondary data from 109 medical records and prescriptions for pneumonia patients (ICD-10 codes J12-J18) from February 2024 to May 2025. Quantitative analysis was conducted using the DDD per 1,000 patients per day method, while qualitative analysis of prescriptions was performed using the Gyssens method. The results showed that Amoxicillin (J01CA04) was the most widely used antibiotic, namely 232.42 DDD/1,000 patients per day, followed by Cefadroxil (87.04 DDD/1,000 patients per day), Ciprofoxacin (18.35 DDD/1,000 patients per day), and Azithromycin (15.29 DDD/1,000 patients per day). Gyssens' analysis revealed that most prescriptions fell into categories IIA (33.94%), IVA (29.36%), and V (27.52%). Inaccurate dosage and suboptimal antibiotic selection were the leading causes of irrational antibiotic use. Additionally, 30 pneumonia patients were identified who did not receive antibiotics despite having clinical indications for them. The results of this study emphasize the need for rationalization training in therapy, prescription audits, and strengthening the implementation of clinical guidelines in primary care facilities.