Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Peran apoteker dalam edukasi resistensi antibiotik di Kecamatan Keruak Lombok Timur Oktresia, Erma Ewisa; Gemantari, Baiq Maylinda; Yuliana, Tri Puspita; Ramadhan, Leny; Azim, Muhlisun
INDRA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/indra.v5i1.249

Abstract

Pharmacists is one among others profession whom responsible to manage and to prevent antimicrobial resistance. To perform those function, giving information and educating public are essential to be done. This community service was aimed to provide and to increase knowledge and awareness of antimicrobial usage in public by educational program. Thus, the incidence of antimicrobial resistance could decline. The program was run by classical method and discussion session. There were 30 participants from various village in Keruak district. As speaker, pharmacists delivered some learning materials to participants followed by discussion. On discussion session participant asked some questions about antimicrobial usage. According to questions asked, it showed that participants taking part in this program have not comprehend about how to get, how to use, how to keep and storage and how to dispose antimicrobial yet in a frame to prevent resistance. It is concluded that by taking this educational community service program given by pharmacists, participants in Keruak district could gain information to improve their knowledge about antimicrobial usage in order to prevent and decline antimicrobial resistance.
Analisis Pengaruh Metode Penggerusan Kaplet Paracetamol terhadap Kadar Bahan Aktif Obat Aulia, Amanda; Febriani, Yuyun; Yuliana, Tri Puspita
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i1.29049

Abstract

One of the drugs commonly used by the general public is paracetamol. This drug has relatively mild side effects compared to other drugs, so it is common to be prescribed for compounding pulmonary drugs for patients with certain doses There are two grinding methods used, namely a mortir and a blender. The purpose of this study was determined the variation effects in the dissolution speed and particle size on decreasing levels of paracetamol potency in each grinding methods. UV-Vis Spectrofotometer was used as quantitative methode.  Based on the results, the percentage level of solubility velocity were in mortar: 70.54% aquadest, 115.49% ethanol, 96.10% acetone, 113.20% NaOH. In the blender: 65.44% aquadest, 88.14% ethanol, 48.31% acetone, 98.20% NaOH. Meanwhile, for variations in particle size, the mortar obtained: mesh20 101.82%, mesh40 117.73%, mesh80 80.91%, mesh100 113.20%. In the blender obtained: mesh20 96.98%, mesh40 88.40%, mesh80 69.06%, mesh100 99.11%. Furthermore, the statistical analysis by two-way anova obtained a significance value of 0.059 for variations in dissolution speed and 0.659 in particle size. In conclusion, there was an effect of variations in solvents but did not show an effect of variations in particle size on decreasing levels of active drug ingredients.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK LABU AIR (Lagenaria siceraria) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PUASA PADA MENCIT YANG DIINDUKSI ALOKSAN Hamdi, Muhammad Irsyadul; rafsanjani, arief; yuliana, tri puspita
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i1.435

Abstract

Diabetes Melitus merupakan salah satu masalah kesehatan dunia. Organisasi Kesehatan dunia (WHO) menaksirkan adanya kenaikan jumlah penderita DM yang signifikan terlepas dari predikatnya menjadi salah satu permasalahan kesehatan global. Pada tahun 2045 ditaksirkan jumlah penderita DM bisa mencapai angka 700 juta penderita (WHO, 2016). Manfaat kesehatan yang dihasilkan asal buah labu air salah  satunya berpotensi sebagai antidiabetik, labu air mengandung dua senyawa metabolit sekunder yang sangat berperan sebagai antidaibetik yakni Flavonoid dan Saponin. Dari manfaat dan kandungan yang dimiliki labu air tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan uji efektivitas ekstrak labu air terhadap penurunan kadar gula darah puasa pada mencit. Jenis penelitian yang diterapkan adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksperimental melalui rancangan Pre- test and Post-test with control group. Penelitian ini terdiri dari kelompok kontrol negatif, kontrol positif, perlakuan dosis 1 (8,4 mg/20 gr BB) perlakuan 2 (11,2 mg/20 gr BB) dan perlakuan dosis 3 (14 mg/20 gr BB). Berdasarkan hasil uji analisis one-way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan bermakna dari kelompok kontrol negatif dan kelompok kontrol positif, perlakuan dosis 1, dosis 2, dan dosis 3 dengan nilai signifikansi p<0,05. Kesimpulan dari penelitian ini ialah ekstrak labu air memiliki pengaruh dalam menurunkan kadar gula darah puasa pada mencit yang diinduksi aloksan.
FORMULATION A NATURAL COSMETIC SCRUB OF DURIAN HUSK (DURIO ZIBETHINUS MURR.) AND THE CHARACTERISTIC TESTS) Febriani, Yuyun; Yuliana, Tri Puspita; Hariadi, Puspawan; Gemantari, Baiq Maylinda; Minawati, Minawati
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol6no1p25-32

Abstract

The high production of durian fruit gives an environmental problem if it is not used properly. Durian fruit skin contains flavonoids, phenolic compounds, saponins, and tannins which have antioxidant activity. Its antioxidant activity makes durian husk a candidate as a basic ingredient for natural cosmetics. Producing a formulation of scrub preparations as natural cosmetics based on the results of the characteristic test was the purpose in this research. Experimental research with a post-test design technique was carried out by making the changes of the concentration of durian husk as an active ingredient in the scrub preparations used in this study. The form of an oil-in-water cream scrub was used as the formulation in a change of concentration range of 1% (F1), 1.5% (F2), and 3% (F3) for each formula. Furthermore, the characteristic test was carried out which included organoleptic test, homogeneity test. pH test, viscosity test, spreadability test, and adhesion test. In this research also used statistica tests. The results showed that the best formulation is obtained from formulation 3 (F3) with a concentration of 3% durian rind. The characteristic test results include: stable organoleptic test for storage in terms of shape, color and odor; homogeneity test formed granules and there was no separation between the oil and water phases; Stable pH test according to skin pH at 5.05; spreadability test 7.3 cm; viscosity test 64 dPa.s; and 2.41 minutes of adhesion test. It pointed that all formulations fulfilled the requirements for topical scrubs in each characteristic test.
Efektivitas Sediaan Krim Daun Pki (Choromolaena Odorata L.) Sebagai Penyembuh Luka Sayat pada Kelinci (Orctolagus Cuniculus): Effectiveness of Pki (Chromolaena Odorata L.) Leaf Cream Preparation for Healing Cut Wounds in Rabbits (Oryctolagus Cuniculus) Rafsanjani, Arief; Wati, Ambar; Yuliana, Tri Puspita
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.6095

Abstract

Uji Efektivitas Sediaan Krim Daun Pki (Chromolaena Odorata L.) Sebagai Penyembuh Luka Sayat Pada Kelinci (Oryctolagus Cuniculus). Daun pki, secara tradisional digunakan untuk penyembuhan luka, dan infeksi. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui efektivitas lama penyembuhan, konsentrasi serta perbandingan efektivitas ekstrak krim daun pki dengan obat komersial. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratories dengan metode post test only control group design. Pembuatan formulasi krim dengan konsentrasi ekstrak daun pki FI (10%), FII (15%), dan FIII (20%) sebanyak 50 gr serta KTP, KE, K-, K+. Dilakukan uji efektivitas penyembuhan luka sayat pada hewan uji dengan membandingkan semua kelompok. Parameter pada penelitian ini yaitu eritema, edema dan penutupan luka dengan mengukur panjang luka sayat menggunakan penggaris. Perlakuan pada FI krim ekstrak daun pki dosis 10% menunjukan waktu penyembuhan luka sayat pada kelinci paling cepat rata-rata pada hari ke- 8. Berdasarkan hasil statistika uji Anova (p<0,005) pada penelitian ini, bahwa krim ekstrak daun pki, formulasi dalam bentuk sediaan krim efektif sebagai penyembuh luka sayat. Selajutnya dilakukan uji Tukey dimana dapat disimpulakn terdapat perbedaan signifikan antara FI dengan KTP, KE, K-, FII, FIII, sedangkan FI tidak terdapat perbedaan yang signifikan dengan salep poviden iodin.
Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Ciplukan (Physalis angulata L.) Terhadap Penurunan Kadar Trigliserida Pada Mencit (Mus musculus) Rafsanjani, Arief; Salsabila, Aulia; Yuliana, Tri Puspita
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 2 (2025): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i2.27605

Abstract

Hypertriglyceridemia is a condition when triglyceride levels in the blood increase. High triglyceride levels can cause atherosclerosis, which is a risk factor for cardiovascular disease. The ciplukan plant contains chemical compounds, namely flavonoid compounds. Flavonoid compounds can reduce triglyceride levels by increasing the activity of the lipoprotein lipase enzyme. This research aims to determine the potential of Ciplukan (Physalis angulata L) leaf extract in reducing triglyceride levels in mice (Mus musculus). This type of research is experimental research with a Pretest-Posttest Control Group design. This study consisted of a negative control group, positive control, treatment dose I (2.8 mg/20 gr BW), dose II (5.6 mg/20 gr BW), and dose III (8.4 mg/20 gr BW ). Based on the results of the pne-way ANOVA analysis test, it showed significant differences between the negative control group and the positive control group, treatment dose I, dose II, and dose III with a significance value of p<0.05. The conclusion of this research is that the ethanol extract of ciplukan leaves has the potential to reduce triglyceride levels in mice induced by quail egg yolk.
Pemberian Ramuan Pengobat Tradisional Kaliputih terhadap Kadar Gula Darah Tikus Diabetes Yuliana, Tri Puspita
Sinteza Vol. 1 No. 1 (2021): February
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.712 KB) | DOI: 10.29408/sinteza.v1i1.3208

Abstract

Penyakit diabetes melitus merupakan penyakit yang disebabkan karena adanya kelainan pada sekresi insulin, kerja insulin, maupun keduanya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penurunan kadar gula darah tikus diabetes yang diberikan Ramuan Batra Kaliputih. Penelitian ini menggunakan tikus jantan galur SD dengan berat badan 200-300 gram. Tiga puluh ekor yang dibagi menjadi 6 kelompok yaitu : kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif, ramuan dosis 18 mL/KgBB, ramuan dosis 36 mL/KgBB dan Ramuan dosis 54 mL/KgBB. Ramuan Batra asli Kaliputihyang terdiri dari 11 macam jenis tanaman (simplisia kumis kucing, simplisia kejibeling, rimpang kunyit, rimpang kunir putih, rimpang temulawak, buah belimbing wuluh segar, kopi arabika mentah, bonggol tebu hitam, tunas bambu kuning, ganyong merah dan srintil hutan) menggunakan metode rebusan dengan menggunakan air. Induksi tikus diabetes menggunakan streptozotocin dengan dosis 40 mg/Kg BB. Pengukuran kadar gula darah dengan metode GOD-PAP. Tikus dengan kadar gula darah > 200mg/dl diikutkan dalam penelitian. Perlakuan diberikan selama 15 hari. Hasil Penelitian menunjukan bahwa perlakuan selama 15 hari tersebut pada dosis 36 dan 54 mg/KgBB dapat menurunkan kadar gula darah dari tikus secara signifikan (p<0,05) dibandingkan dengan kontrol negatif. Kesimpulan dari penelitian ini Ramuan Batra Kaliputih mampu menurunkan kadar gula darahpada ramuan dosis 36 dan 54 mL/KgBB.
Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Natrium Diklofenak pada Jamu Pegal Linu yang Beredar di Kecamatan Keruak Wahyuningsih, Dahriah Fitri; Yuliana, Tri Puspita; Azim, Muhlisun
Sinteza Vol. 1 No. 2 (2021): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v1i2.5268

Abstract

Jamu tidak boleh mengandung bahan Kimia Obat (BKO) sebab bila ditambahkan akan membahayakan konsumen karena dosis yang berlebih serta bisa mengakibatkan keracunan hingga kematian. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keberadaan bahan kimia obat (BKO) pada jamu untuk pegal linu yang beredar di kecamatan keruak perlu dilakukan penelitian. Pengambilan sampel di lakukan dengan cara random di kecamatan Keruak, Lombok Timur. Analisis natrium diklofenak pada jamu untuk pegal linu dilakukan dengan metode analisis kualitatif serta analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri Uv-Vis. Analisis Kromatografi Lapis Tipis menggunakan plat silica GF 254 menggunakan fase gerak untuk natrium diklofenak kombinasi antara etil asetat : n-heksane dengan perbandingan (7ml : 3ml) yaitu 7 ml etil asetat dan 3 ml nheksane. Hasil analisis kualitatif terdapat 3 sampel yang teridentifikasi positif mengandung natrium diklofenak karena menunjukkan kesamaan nilai Rf sampel jamu dengan standar yaitu 0,4. Hasil analisis kuantitatif menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis natrium diklofenak didapat panjang gelombang maksimum 275 nm dengan absorbansi yaitu 0,834. Kadar natrium diklofenak yang diperoleh pada sampel B 53,8% dan sampel C 49,2%. Persamaan linear nilai r = 0,982 yaitu y=0,0132x-0,1235 untuk natrium diklofenak. Hasil uji identifikasi menunjukkan dari 4 sampel 2 diantaranya mengandung natrium diklofenak.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Sabun Mandi Cair Ekstrak Kulit Buah Manggis (Gracinia mangostana L.) dan Uji Aktivitas terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Shakila, Shakila; Hariadi, Puspawan; Yuliana, Tri Puspita
Sinteza Vol. 1 No. 2 (2021): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v1i2.5269

Abstract

Infeksi merupakan salah satu jenis penyakit yang sering terjadi, terutama infeksi kulit. Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi yaitu bakteri staphylococcus aureus. Kulit manggis (Gracinia mangostana L.) memiliki kandungan senyawa kimia flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri.Tujuan umum dari penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antibakteri sabun cair ekstrak kulit buah manggis (Gracinia mangostana L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental laboratorik dengan menggunakan metode sumuran terhadap bakteri Staphylococcus aureus menggunakan tiga kelompok perlakuan. Kontrol positif sipofloxacin, kontrol negatif basis sabun, formulasi 1 (50%), formulasi 2 (60%), formulasi 3 (80%). Parameter yang diamati berupa uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji tinggi busa dan stabilitas busa dan viskositas. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sabun mandi cair ekstrak kulit buah manggis F1, F2 dan F3 memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Didapatkan kesimpulan bahwa F1, F2 dan F3 sabun mandi cair ekstrak kulit buah manggis dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan didapatkan uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji tinggi busa dan stabilitas busa dan viskositas memenuhi persyaratan sabun cair menurut SNI 06-4085-1996.
Pengaruh Infusa Buah Asam Londo (Pithecellobium dulce) terhadap Reaksi Antinyeri Mencit Diinduksi Asam Asetat Ula, Fatin Bariatul; Hariadi, Puspawan; Yuliana, Tri Puspita
Sinteza Vol. 2 No. 2 (2022): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.982 KB) | DOI: 10.29408/sinteza.v2i2.6874

Abstract

Nyeri merupakan suatu permasalahan yang sering terjadi dikalangan masyarakat, nyeri merupakan perasaan sensoris dan emosional yang tidak nyaman, berhubungan dengan adanya kerusakan jaringan, sehingga dapat melindungi tubuh dari keadaan berbahaya. Buah asam londo memiliki senyawa flavonoid yang mampu memberikan efek penurunan rasa nyeri (antinyeri). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian infusa buah asam londo (pithecellobium dulce) terhadap reaksi anti nyeri pada mencit (mus muscullus) yang diinduksikan asam asetat. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian eksperimen pre-pos test metode peneliian yang digunakan yakni uji geliat (writhing test). Penelitian ini terdiri dari kelompok kontrol negatif, kontrol positif, dan empat kelompok perlakuan infusa buah asam londo dengan konsentrasi (10%, 20%, 30%, 40%). Berdasarkan hasil uji analisis one-way ANOVA, menyatakan terdapat perbedaan bermakna antara kelompok kontrol negatif, perlakuan 10%dan 20% dengan kontrol positif dan sedangkan perlakuan 30% dan perlakuan 40% tdak berbeda bermakna dengan kelompok kontrol positif dengan nilai p<0,05. Kesimpulan dari penelitian ini pada kelompok kontrol positf (asetosal) dengan kelompok perlakuan memilki efek yang sama dalam mengurangi rasa nyeri pada mencit.