Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGARUH DOSIS PUPUK K TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine Max) Almasprabowo Almasprabowo; Amarullah Amarullah; Aditya Murtilaksono
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i2.1508

Abstract

ABSTRACTSoy (Glycine max) has good prospects for cultivation, as soy can be marketed domestically and abroad. Soybean production in Indonesia from year to year continues to decline. The decline in production was due to still lack of soybean cultivation technique. The purpose of this research is to know the influence of potassium fertilizer dose and soy varieties, as well as know the interaction between varieties and doses of fertilizers on the growth and yield of soybean crop (Glycine Max) in the city of Tarakan. This study was held in November 2018 until February 2019, at the Research Garden of Faculty of Agriculture University of Borneo Tarakan. The study was compiled using the group's random Design (RAK) factorial combination with 8 repeated treatment 4 times. The factors examined are the doses of fertilizer dose (P0) 0 g, (P1) 0.81 G, (P2) 1.62 g, (P3) 3.24 g with varieties of Devon 1 and Dena 1. Observation parameters; High crop, number of leaves, number of pods, weight pods, length of pods, diameter pods, number of seeds, weight of seeds, diameter of seed, number of roots and volume of roots. Various analyses used Anova's variability with a trust rate of 95% and if different were in real continue with Duncan's advanced tests. The results showed that there was an influence of fertilizer dose on the parameters of seed diameter at P2 treatment with a value of 0.42. The treatment of Dena 1 varieties gives a noticeable effect on the height of the plant at the age of 2, 3, 4 and 5 MST. And the number of leaves at age 2 MST. In addition, the use of the varieties of Dena 1 also has a noticeable effect on the yield parameters of soy plants including the length of pods, diameter pods and diameter of seeds. Keywords: fertilizer, potassium, soybeans (Glycine max) ABSTRAK Kedelai (Glycine max) mempunyai prospek yang baik untuk dibudidayakan, karena kedelai dapat dipasarkan di dalam negeri dan di luar negeri. Produksi kedelai di indonesia dari tahun ke ketahun terus mengalami penurunan. Penurunan produksi ini disebabkan masih kurangnya teknik budidaya kedelai yang dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk Kalium dan varietas kedelai, serta mengetahui interaksi antara varietas dan dosis pupuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine Max) di kota tarakan. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun penelitian Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial Kombinasi dengan 8 perlakuan diulang 4 kali. Faktor yang diteliti yaitu dosis pupuk dengan dosis (P0) 0 g, (P1) 0,81 g, (P2) 1,62 g, (P3) 3,24 g dengan varietas Devon 1 dan Dena 1. Parameter pengamatan; tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah polong, berat polong, panjang polong, diameter polong, jumlah biji, berat biji, diameter biji, jumlah akar dan volume akar. Analisis ragam menggunakan sidik ragam Anova dengan tingkat kepercayaan 95% dan apabila berbeda nyata dilanjut dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi pengaruh dosis pupuk pada parameter diameter biji pada perlakuan P2 dengan nilai 0,42. Perlakuan varietas Dena 1 memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 2, 3, 4 dan 5 MST, serta jumlah daun pada umur 2 MST. Selain itu, penggunaan varietas Dena 1 juga berpengaruh nyata terhadap parameter hasil tanaman kedelai diantaranya panjang polong, diameter polong dan diameter biji. Interaksi varietas dengan dosis pupuk pada parameter jumlah daun pada umur 5 MST dengan perlakuan terbaik pada dosis pupuk P1 varietas Dena 1, dan untuk interaksi jumlah biji pada perlakuan dosis pupuk P1 varietas Dena 1. Kata Kunci: Pupuk, Kalium, Kedelai (Glycine max )
IDENTIFIKASI GULMA DI LAHAN PERTANIAN HORTIKULTURA KECAMATAN TARAKAN UTARA KALIMANTAN UTARA Aditya Murtilaksono; Muhammad Adiwena; Nurjanah Nurjanah; Abdul Rahim; Muhammad Syahil
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v4i1.1919

Abstract

AbstractTarakan is a city located in North Kalimantan Province. Tarakan City Has four Districts, namely East Tarakan District, West Tarakan District, East Tarakan District, and North Tarakan. District Residents of North Tarakan District with various kinds of occupations. One of the fields of work in North Tarakan District is Farmers. Every sub-district in North Tarakan District has a farmer group leader. One of the problems of farmers in North Tarakan District is their lack of knowledge about pests, disease and weeds. Pests, disease and weeds, assuming we do not control, will reduce agricultural yields of farmers. Weeds are plants that live on agricultural land and are detrimental to farmers because they have the ability to compete in agricultural land that does not have nutrients, sunlight and air on agricultural land. Therefore it is necessary to carry out weed investigations on farmers' land in Tarakan City so that it can support food security in North Tarakan District. Based on the results of weed investigations in North Tarakan District, it can be concluded that the highest weed found in North Tarakan District with an SDR value of 18.92% was Elusine indica and the lowest was found in North Tarakan District with an SDR value of 0.16% was Mikania micrantha weed, the total number Weeds identified were 29 weed species.Key words: identification,  vegetables, vegetation, weed Abstrak Tarakan merupakan Kota yang terletak di Provinsi Kalimantan Utara. Kota Tarakan Memiliki empat Kecamatan yaitu Kecamatan Tarakan Timur, Kecamatan Tarakan Barat, Kecamatan Tarakan Timur, dan Kecamatan Tarakan Utara Penduduk Kecamatan Tarakan Utara dengan berbagai macam bidang pekerjaan. Salah satu bidang pekerjaan yang terdapat di Kecamatan Tarakan Utara adalah Petani. Setiap kelurahan  di Kecamatan Tarakan Utara Memiliki Ketua Kelompok Tani. Salah satu permasalan petani yang terdapat di Kecamatan Tarakan Utara adalah kurangnya ilmu pengetahuan tentang hama, penyakit dan gulma. Hama, penyakit dan gulma apabila kita tidak dikendalikan akan menurunkan hasil pertanian petani. Gulma adalah tumbuhan yang hidup di lahan pertanian dan bersifat merugikan bagi petani karena memiliki kemampuan untuk bersaing dalam perebutan unsur hara, cahaya matahari dan air di lahan pertanian. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian identifikasi gulma pada lahan petani di Kota Tarakan sehingga dapat mendukung ketahanan pangan di Kecamatan Tarakan Utara. Berdasarkan hasil penelitian identifikasi gulma di Kecamatan Tarakan Utara dapat disimpulkan gulma yang paling tinggi didapatkan di Kecamatan Tarakan Utara dengan Nilai SDR 18.92% adalah gulma Elusine indica dan gulma yang paling  rendah didapatkan di Kecamatan Tarakan Utara dengan Nilai SDR 0.16% adalah gulma Mikania micrantha, jumlah total gulma yang teridentifikasi adalah 29 spesies gulma.
TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN TOMAT CHERRY (Lycopersicum Cerasiformae Mill ) DI GAPOKTAN LEMBANG JAWA BARAT Nurnita Sari; Aditya Murtilaksono
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i1.1501

Abstract

ABSTRACTTomato is a type of vegetable that has several varieties, one of which is a type of tomato cerasiforme (Dun.) Alef. Known as cherry tomatoes which have the characteristics of small and round fruit. Lower tomato production in Indonesia instead of varieties that are not planted are suitable, technical culture is not good, and the conversion of agricultural functions that use agricultural land is increasingly limited. To approve the results of production and community needs for a good tomato plant then began to be asked to cherry tomato planting techniques in Gapoktan Lembang Agri. The research method began with processing, planting, maintenance, harvesting to post-harvest. The results of the Gapoktan Lembang Agri West Java research application of cultivation techniques of cherry tomato plants that produce quality cherry tomatoes are marketed overseas such as SingaporeKeywords : Tomato, West Java, Harvest, Post Harvest ABSTRAKTomat merupakan jenis sayuran buah yang memiliki beberapa jenis varietas salah satunya yaitu jenis varietas tomat  cerasiforme (Dun.) Alef.  Dikenal dengan tomat cherry yang memiliki ciri khas berbuah kecil dan bulat. Rendahnya produksi tomat di Indonesia diduga disebabkan varietas yang ditanam tidak cocok, kultur teknis yang kurang baik, serta alih fungsi lahan pertanian yang menyebabkan lahan pertanian semakin sempit. Untuk memenuhi hasil produksi dan kebutuhan masyarakat akan tanaman tomat yang baik maka mulai  dilakukannya penerapan teknik budidaya tomat cherry di Gapoktan Lembang Agri Jawa Barat. Metode penelitian yaitu mulai dengan melakukan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharan, panen hingga pasca panen. Hasil penelitian Gapoktan Lembang Agri penerapan teknik budidaya tanaman tomat cherry yang baik menghasilkan tomat cherry yang berkualitas yang dipasarkan hingga ke luar negeri seperti SingapuraKata Kunci : Tomat, Jawa Barat, Panen, Pasca panen
Pengaruh Dosis Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) di Tanah Marginal Nurul Chairiyah; Aditya Murtilaksono; Muh. Adiwena; Risman Fratama
JURNAL PERTANIAN Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v13i1.2197

Abstract

Cayenne pepper is known as one of main commodities which is often used as food seasoning in Indonesia. The growth of cayenne pepper plant is strongly influenced by fertilizer application. It is because the addition of fertilizer will increase the productivity of cayenne pepper. This research  had aim to determine the effect of NPK fertilizer dosage on cayenne pepper vegetative growth at marginal field. This study used a non-factorial randomized block design (RAK) with 5 replications. The treatments were conducted i.e. P0 = Control, P1 = 2.5 grams of NPK, P2 = 5 grams of NPK, P3 = 7.5 grams of NPK, and P4 = 10 grams of NPK. Parameters were observed i.e. plant height, stem diameter, number of leaves, leaf width, leaf length and number of flowers. The data were analyzed using ANOVA, then it were  continued with  DMRT test. The results showed that the dose of NPK fertilizer had a significant effect in line with the increase in the dose of NPK on the vegetative growth of cayenne pepper plants. The Application of NPK fertilizer 10 grams on plant height was 29.37% higher than without treatment. The Application of NPK fertilizer 10 grams on plant stem diameters was 25.86% wider than it was without treatment. The Application of NPK fertilizer 10 grams on the number of leaves was 36.89% more than it was without treatment. The Application of NPK fertilizer 10 grams on leaf width was 16.25% wider than it was without treatment. The Application of NPK fertilizer 10 grams on leaf length was 23.97% longer than it was without treatment. The Application of NPK fertilizer 10 grams on the number of flowers was 90.93% more than it was without treatment. The P4 treatment, i.e. the application of NPK fertilizer 10 grams, was the best treatment for all vegetative growth parameters of cayenne pepper plants.
Penerapan Pertanian Terpadu Budidaya Tanaman Hidroponik Dan Ikan Lele Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Kawasan Perbatasan Kalimantan Utara Dwi Santoso; Siti Fatima; Nurhaya Kusmiah; Ince Siti Wardatullatifah; Anugerah Fitri Amalia; Muh. Kusmali; Muh. Adiwena; Nurul Chairiyah; Aditya Murtilaksono; Nurlela Machmuddin; Saat Egra; Deny Murdianto; Khaerunnisa Khaerunnisa; Rayhana Jafar; Banyuriatiga Banyuriatiga; Nove Kurniati Sari; Nurmaisah Nurmaisah; Erwan kusnadi; Berly Yasmon; Ovistevi Munthe; Nurjannah Nurjannah; Hendris Hendris; Zulhafandi Zulhafandi; Moh. Wahyu Agang; Muhammad Arbain; Kartina Kartina
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Mandala pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.481 KB) | DOI: 10.35311/jmpm.v3i2.108

Abstract

Kalimantan Utara merupakan salah satu provinsi yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia perlu didukung untuk dapat berkembang sehingga masyarakatnya tidak tergantung dengan produk-produk pertanian dari daerah Negara lain. Salah satu hal yang bisa dilakukan guna mendukung hal tersebut adalah dengan menerapkan program pertanian terpadu. Desa batu kajang merupakan salah satu desa terluar di wilayah Kalimantan Utara dan sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani tanaman hortikultura, permasalahan yang ada di desa Batu Kajang yaitu masyarakatnya belum banyak yang memiliki usaha sampingan lain untuk menunjang ekonomi keluarga sehingga masyarakat disana hanya bergantung pada pendapatan hasil panen yang dijual kepasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Batu Kajang Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara. Mekanisme kegiatan dibagi kedalam beberapa tahapan yaitu survei, sosialisasi, pelatihan dan evaluasi kegiatan. Kegiatan pelatihan merupakan kegiatan puncak dari PKM yaitu bimbingan teknis kepada masyarakat mengenai pembuatan instalasi hidroponik dan pembuatan kolam terpal untuk ikan lele. Tahapan pelatihan terdiri dari beberapa tahapan diantaranya pembuatan instalasi hidroponik, Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan dengan baik ditunjukkan dengan antuasisme masyarakat desa batu kajang yang sangat besar dalam mengikuti pelatihan tersebut. Budidaya tanaman secara hidroponik dan ternak lele merupakan salah satu solusi terbaik sebagai usaha sampingan dalam meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga.
Efikasi Trichoderma Komersil Sebagai Pengendali Penyakit Layu pada Tomat Akibat Infeksi Fusarium oxysporum Muhammad Adiwena; Aditya Murtilaksono; Saat Egra; Jessie Erfrosina
SIMBIOSA Vol 11, No 2 (2022): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v11i2.4608

Abstract

Tomat memiliki prospek pasar yang baik dan banyak ditanam oleh petani. Kehilangan produksi tomat dapat disebabkan oleh infestasi patogen. Fusarium oxysporum adalah patogen dari golongan cendawan yang menyerang tanaman tomat. Teknik pengendalian yang dapat diterapkan bagi penyakit ini adalah pengendalian hayati yang memanfaatkan mikroorganisme seperti Trichoderma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis optimal biopestisida berbahan aktif Trichoderma dalam mengendalikan penyakit layu F. oxysporum pada tanaman tomat. Penelitian ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini terdiri atas 5 perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali dengan jumlah sampel sebanyak 3 tanaman per ulangan. Perlakuannya terdiri atas B0: Kontrol, B1: 2,5 gram biopestisida merek A per tanaman, B2: 5 gram biopestisida merek A per tanaman, B3: 2,5 gram biopestisida merek B per tanaman, dan B4: 5 gram biopestisida merek B per tanaman. Data pengamatan dianalisis sidik ragam dan diuji lanjut menggunakan uji beda nyata terkecil taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan biopestisida mampu menekan intensitas penyakit layu F. oxysporum hingga 62,4% (B1) dan mampu menjaga kerusakan tanaman ± 50% lebih baik dibandingkan kontrol sehingga tanaman mampu memproduksi rata – rata 6.20 jumlah total buah dengan berat buah rata – rata 50,69 gram.
Pengaruh Gulma Ludwigia parviflora dan Portulaca oleracea dalam Mengendalikan Gulma Eleusine indica pada Pertumbuhan Vegetatif Cabai Aditya Murtilaksono; Nurul Chairiyah; Muh. Adiwena; Mustika Mustika; Siti Sofiah
SIMBIOSA Vol 11, No 2 (2022): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v11i2.4614

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh efektivitas gulma Ludwigia parviflora dan Portulaca oleracea dalam mengendalikan gulma Eleusine indica di lahan budidaya cabai. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu P0 = kontrol, P1 = L. parviflora 25%, P2 = P. oleracea 25%, P3 = L. parviflora 50%, P4 = P. oleracea 50%, P5 = L. parviflora 75%, P6 = P. oleracea 75%, P7 = L. parviflora 100%, dan P8 = Portulaca oleracea 100%. Parameter pengamatan yaitu mortalitas gulma, tinggi gulma, jumlah daun gulma, berat basah pupus gulma, berat kering pupus gulma, berat basah akar gulma, berat kering akar gulma, tinggi cabai dan jumlah daun cabai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pengamatan P8 pada parameter pengamatan mortalitas gulma 4 MSPT, 6 MSPT perlakuan tinggi gulma 2 MSPT, dan 4 MSPT  berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Perlakuan pengamatan jumlah daun gulma 2 MSPT, 4 MSPT dan 6 MSPT, tinggi tanaman cabai 2 MSPT, 4 MSPT dan 6 MSPT dan jumlah daun cabai 2 MSPT, 4 MSPT, dan 6 MSPT tinggi gulma 6 MSPT, berat basah pupus gulma, berat kering pupus gulma, berat basah akar gulma dan berat kering akar tidak berbeda nyata terhadap perlakuan lainnya.  
Pengaruh Ekstrak Gulma Elusine indica dan Cyperus compressus dalam Mengendalikan Gulma Eleusine Indica pada Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Cabai Siti Sofiah; Nurfatma Nurfatma; Nursakilah Binti Kamaruddin; Eufratia Fandira; Embun Sekar Langit; Aditya Murtilaksono
JURNAL PERTANIAN Vol 13, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v13i2.2429

Abstract

Cabai merupakan tanaman hortikultura yang banyak ditanam oleh petani di Kota Tarakan karena cabai memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan kendala budidaya tanaman cabai yaitu kehadiran gulma. Kehadiran gulma pada lahan budidaya tanaman cabai berdampak kepada berkurangnya hasil produksi tanaman cabai. Gulma yang sering dijumpai lahan budidaya cabai petani di Kota Tarakan yaitu gulma Eleusine indica Salah satu cara untuk mengendalikan gulma Eleusine indica di lahan budidaya cabai yaitu pemberian herbisida alami. Herbisida alami yang digunakan dalam penelitian ini adalah gulma Cyperus compressus dan Eleusine indica. Tujuan penggunaan herbisida alami yaitu dapat menekan pertumbuhan pertumbuhan gulma Eleusine indica di lahan budidaya cabai. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan 1 faktor dengan 9 perlakuan dan diulang 3x, Perlakuan yaitu P0 (Kontrol), P1 (25% Cyperus compressus), P2 (25% Eleusine indica), P3 (50% Cyperus compressus), P4 (50% Eleusine indica), P5 (75% Cyperus compressus), P6 (75% Eleusine indica), P7 (100% Cyperus compressus), dan P8 (100% Eleusine indica). Parameter pengamatan yaitu mortalitas gulma, tinggi cabai, jumlah daun cabai, tinggi gulma, jumlah daun gulma, berat basah pupus gulma, berat kering pupus gulma, berat basah akar gulma, dan berat kering gulma. Data dianalisis menggunakan ANOVA, apabila terdapat data berbeda nyata maka dilanjut dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua parameter pengamatan vegetatif tanaman cabai dan gulma tidak berbeda nyata. Perlakuan P5 (75% Cyperus compressus) memiliki kemampuan menekan pertumbuhan gulma terbaik pada pengamatan tinggi gulma jumlah daun cabai, berat basah pupus cabai, berat kering pupus cabai, berat basah akar cabai dan berat kering akar cabai, Perlakuan P7 (100% Cyperus compressus) memiliki perlakuan terbaik pada tinggi tanaman cabai dan jumlah daun cabai.Kata kunci: Cabai, Cyperus compressus, Eleusine indica, Gulma
PENERAPAN TEKNOLOGI FORMULASI NUTRISI ESENSIAL HIDROPONIK DI KELOMPOK PETANI HIDROPONIK SMART HIDROPONIK UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI KOTA TARAKAN Aditya Murtilaksono; Dwi Santoso; Rasni Rasni; Annisa B.; Rayhana Jafar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.12426

Abstract

ABSTRAKPermasalahan yang dihadapi oleh kelompok Petani Smart Hidroponik yaitu mahalnya biaya produksi, analisis usaha tani dan pemasaran hasil panen. Biaya produksi yang mahal disebabkan oleh mahalnya harga nutrisi yang tersedia Kota Tarakan dan membutuhkan waktu yang lama hingga panen sehingga penggunaan listrik cukup tinggi. Pengabdian ini bertujuan untuk menerapkan teknologi formulasi nutrisi esensial hidroponik untuk mengurangi biaya produksi hidroponik dan membantu dalam perhitungan keuntungan serta mempercepat penjualan hasil panen. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Kelompok Petani Smart Hidroponik Kelurahan Kampung 1. Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Kegiatan PKM terbagi menjadi beberapa tahapan yaitu survey, sosialisasi, pelatihan pembuatan nutrisi esensial hidroponik, pelatihan analisis usaha tani, pendampingan pemasaran hasil panen, serta evaluasi pelaksanaan dan keberlanjutan program oleh kelompok tani. Hasil kegiatan PKM yaitu kelompok tani mampu membuat nutrisi esensial hidroponik sendiri, meningkatnya proses pemasaran dan meningkatnya keuntungan hasil panen sayuran hidroponik. Kata kunci: hidroponik; hortikultura; nutrisi ABSTRACTThe problems faced by the Smart Hydroponic Farmer group are the high cost of production, analysis of farming, and marketing of crops. The high cost of production is caused by the nutrients available in Tarakan City, which are expensive and take a long time to harvest, so the use of electricity is quite high. This service aims to apply hydroponic essential nutrient formulation technology to reduce hydroponic production costs and assist in calculating profit, and accelerating crop sales. This PKM activity was carried out in the Smart Hydroponic Farmers Group, Kampung 1 Village, Central Tarakan District, Tarakan City, North Kalimantan. PKM activities are divided into several stages, namely surveys, socialization, training on making hydroponic essential nutrients, training on farming analysis, marketing assistance for crops, and evaluating the program's implementation and sustainability by farmer groups. The result of PKM activities is that this farmer group is able to make their own hydroponic essential nutrients, improve the marketing process and increase profits from hydroponic vegetable plants. Keywords: hydroponic; horticulture; nutrition
Pengaruh Kehadiran Gulma pada Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap sebelum dan setelah Pemberian Pupuk Limbah Udang Aditya Murtilaksono; Ratna Presanthi; Sri Andini Lestari; Muh. Adiwena
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 1 (2023): MARCH
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v7i1.487

Abstract

Keberadaan gulma dipengaruhi oleh jenis pupuk yang diberikan pada tanaman budidaya. Setiap jenis pupuk memiliki kandungan yang berbeda sehingga berpengaruh terhadap spesies gulma yang tumbuh. Agar dapat mengetahui spesies gulma yang tumbuh perlu dilakukan identifikasi pada lahan budidaya. Penelitian dilakukan bulan Juni – Agustus 2021 di Kebun pertanian Kelompok Tani Sinar Harapan, Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Metode penelitian yaitu metode sampling acak. Parameter digunakan yaitu nama gulma dan jumlah gulma. Hasil analisis vegetasi gulma di lahan sawi kemudian diolah untuk menghitung kerapatan, frekuensi, INP dan SDR. Dalam membandingkan keragaman gulma sebelum dan setelah diberikan pupuk limbah udang maka dihitung Indeks Kemerataan Evenness Indeks kekayaan Margalef, Indeks Keanekaragaman Shanon-Wiener, dan Indeks Kekayaan jenis Sorensen. Hasil penelitian menunjukan bahwa gulma yang terdapat sebelum diberikan pupuk limbah udang di tanaman sawi yang mendominasi yaitu spesies Cyperus iria nilai SDR sebesar 30,33%. Gulma ditemukan di tanaman sawi setelah diberikan pupuk limbah udang yang mendominasi yaitu gulma Cyperus iria nilai SDR sebesar 21,71%. Indeks Kekayaan Jenis Margalef sebelum dan sesudah diberikan pupuk limbah udang termasuk kategori sedang. Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener sebelum dan sesudah diberikan pupuk limbah udang kategori sedang. Indeks Kesamaan Jenis Sorensen dengan nilai 81,82%. Indeks Kemerataan Evennes sebelum diberikan pupuk limbah udang yaitu 0.62 dan setelah diberikan pupuk limbah udang yaitu 0.64.