Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN VITAMIN A DAN E DALAM RANSUM TERHADAP BOBOT TELUR DAN MORTALITAS EMBRIO AYAM KEDU HITAM Kusumasari, Dianinta Pawestri; Mangisah, Istna; Estiningdriati, Ismari
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.732 KB)

Abstract

ABSTRACT The aim of research was to know the effect of addition vitamin A and vitamin E in diet on egg weight and embryo mortality in Kedu black hens. The experiment was arranged in a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications (5 hens and 1 cock). The materials used were 100 hens and 20 cock black Kedu at 1 year old, yellow corn, rice bran, soybean meal, fish meal, oyster shell powder, CaCO3. Dietary treatments consist of T0 = basal diet (without supplements of vitamin A and vitamin E), T1 = diet with supplementation 20 IU/100g of vitamin E, T2 = diet with supplementation 2000 IU/100g vitamin A, T3 = diet with supplements of 2000 IU/100g vitamin A and 20 IU/100g vitamin E. Parameters observed were feed consumption, nutrient consumption, weight of egg, embryo mortality and hen day production (HDP). Data were analyzed by analysis of variance according to CRD and it continued with Duncan multiple range test. The data were not normal analysed by Kruskal-Wallis non-parametric test. The result showed that supplements of vitamin A, vitamin E and combination of both did not affect to feed consumption, nutrient consumption, weight of egg and HDP, but significantly affect to consumption of vitamin A and vitamin E and embryo mortality. Conclusion of this research explain that addition of vitamin A, vitamin E and combination of both as 2000 IU/100g and 20 IU/100g produced the same of feed consumption, nutrient consumption, weight of egg and HDP but it can be increased vitamin A and vitamin E consumption and decreased embryo mortality of black Kedu.Key word : Black kedu, vitamin A, vitamin E, egg weight, embryo mortalityABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan vitamin A dan E dalam ransum terhadap bobot telur dan mortalitas embrio pada ayam kedu hitam. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2011 sampai Februari 2012 di Kelompok Tani Ternak (KTT) Makukuhan Mandiri Kedu, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung. Penelitian menggunakan 100 ekor ayam kedu hitam betina, dan 20 ekor ayam kedu hitam jantan umur 1 tahun. Penelitian disusun dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan (5 betina dan 1 jantan). Perlakuan yang diterapkan adalah T0 = ransum basal, T1 = ransum + vitamin E 20 IU/100g, T2 = ransum + Vitamin A 2000 IU/100g dan T3 = ransum + vitamin A 2000 IU/100g + vitamin E 20 IU/100g. Ransum tersusun dari jagung kuning, dedak padi, bungkil kedelai, tepung ikan, tepung kerang, dan CaCO3. Parameter utama yang diamati meliputi bobot telur dan mortalitas embrio yang didukung dengan parameter konsumsi ransum, konsumsi nutrien, dan produksi telur harian. Data dianalisis ragam dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Data yang tidak normal menggunakan uji non parametrik Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan vitamin A sebesar 2000 IU/100g dan vitamin E sebesar 20 IU/100g serta kombinasi keduanya dalam ransum dapat meningkatkan konsumsi vitamin A dan E dan menurunkan mortalitas embrio. Simpulan dari penelitian ini adalah penambahan vitamin A, vitamin E serta kombinasi keduanya sebanyak 2000 IU/100g dan 20 IU/100g dalam ransum menghasilkan konsumsi ransum, konsumsi nutrien (EM, PK, LK, Ca, P), bobot telur dan HDP yang sama pada masing-masing perlakuan, tetapi dapat meningkatkan konsumsi vitamin A dan E dan menurunkan mortalitas embrio ayam kedu hitam.Kata kunci : Ayam kedu hitam, vitamin A, vitamin E, bobot telur, mortalitas embrio
BOBOT RELATIF ORGAN PENCERNAAN AYAM KEDU PETELUR DIBERI RANSUM DENGAN BERBAGAI LEVEL PROTEIN Naufa, Ahmad Maulin; Wahyuni, Hanny Indrat; mangisah, istna
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 4 (2013): Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menentukan level protein yang paling efisien dalam ransum untuk meningkatkan bobot relatif organ pencernaan ayam Kedu periode bertelur. Materi yang digunakan 75 ekor ayam Kedu hitam betina dengan rerata bobot badan 1.457,79 ± 239,07 g. Parameter yang diamati meliputi bobot relatif organ pencernaan yaitu esophagus, proventikulus, gizzard, usus halus, sekum, kolon dan pertambahan bobot badan harian (PBBH). Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan level protein dan 5 kelompok bobot badan. Perlakuan yang diterapkan adalah protein 12, 14 dan 16%. Data yang diperoleh diolah dengan analisis ragam, jika berpengaruh nyata (P<0,05) dilanjutkan uji Duncan taraf 5% untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan rerata bobot relatif organ pencernaan dipengaruhi oleh level protein yaitu pada esophagus, proventikulus, usus halus, sekum dan kolon, pada protein 16% berat relatif paling tinggi masing-masing yaitu 0,33, 0,31, 4,93, 0,17 dan 0,33%. Pada gizzard dan PBBH tidak dipengaruhi oleh level protein ransum. Simpulan penelitian yaitu peningkatan level protein ransum ayam Kedu dari 12 sampai 16% meningkatkan bobot relatif esophagus, proventikulus, usus halus, sekum dan kolon. Hal ini sejalan dengan peningkatan fungsi usus halus untuk menyerap nutrisi dan lebih digunakan untuk peningkatan produktivitas telur dari pada PBBH.
Pemberian Lactobacillus sp. Dan Inulin Umbi Dahlia Pada Ransum Berbeda Kualitas Terhadap Ketersediaan Energi Metabolis Dan Produksi Telur Ayam Kedu Istna Mangisah, Nyoman Suthama, Meriana Prasetyo,
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Vulume 35 No.2 September 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi Lactobacillus sp.  dan inulin tepung umbi dahlia terhadap kecernaan serat kasar, energi metabolis dan produksi telur ayam Kedu. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu T1 = ransum peternak, T2 = ransum perbaikan, T3 = T1 + 1,2 mL Lactobacillus sp. dan 1,2% tepung umbi dahlia, T4 =  T2 + 1,2 mL Lactobacillus sp. dan 1,2% tepung umbi dahlia. Ternak yang digunakan adalah 80 ekor ayam Kedu betina fase layer berumur 7 bulan. Parameter yang diamati yaitu kecernaan serat kasar, ketersediaan energi metabolis dan produksi telur ayam Kedu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Lactobacillus sp. dan inulin tepung umbi dahlia berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap semua parameter yang diamati. Kesimpulan penelitian adalah pemberian Lactobacillus sp. 1,2 mL dan inulin dari tepung umbi dahlia 1,2% sebagai imbuhan pada ransum peternak dapat meningkatkan kecernaan serat kasar dan produksi telur tetapi tidak pada ransum perbaikan. Ketersediaan energi metabolis meningkat baik pada ransum peternak maupun perbaikan akibat penambahan probiotik dan prebiotik.           Kata kunci: tepung umbi dahlia, Lactobacillus sp., ketersediaan energi metabolis, produksi telur, ayam Kedu 
Pengaruh Pemberian Jerami Daun Bawang Merah Sebagai Pakan Alternatif Terhadap Konsumsi Ransum dan Pertamba-han Bobot Badan Harian (PBBH) Pada Itik Jantan Magelang Nissa, Khoirun; Nugraha, Yonas Aditya; Syiva Tyas Mumpuni, Wening; Rifhana Hanifa, Izza; Solakhuddin, Anwar; Mangisah, Istna
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 27, No 3 (2017): Desember
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiip.2017.027.03.09

Abstract

Bawang merah memiliki senyawa aktif seperti allisin, allin, flavonoid, alilpropil disulfide, fitosterol, flavonol, triproponal sulfoksida, pektin dan saponin. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian jerami daun bawang merah sebagai pakan alternatif terhadap konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan harian pada itik Magelang. Penelitian ini menggunakan perlakuan ransum sebagai berikut: T0: 100% campuran bahan pakan + 0 % tepung DBM, T1: 97% campuran bahan pakan + 3 % tepung DBM, T2: 94% campuran bahan pakan + 6 % tepung DBM, T3: 91% campuran bahan pakan + 9 % tepung DBM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan penambahan tepung daun bawang merah pada ransum itik jantan Magelang tidak menunjuukan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan harian.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung daun bawang merah tidak berpengaruh terhadap konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan harian pada itik selama proses pemeliharaan.
Profil Lemak Darah Pada Ayam Broiler Akibat Ransum Ditambahkan Ekstrak Buah Noni (Morinda citrifolia) Krismiyanto, Lilik; Suthama, Nyoman; Sukamto, Bambang; Yunianto, Vitus Dwi; Wahyono, Fajar; Mangisah, Istna
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Vete
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v11i2.129

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan ekstrak buah Noni (Morinda citrifolia) dalam ransum terhadap profil lemak pada ayam broiler. Sejumlah 200 ekor ayam broiler dengan bobot badan 245,67 ± 10,27 g, eksktrak buah Noni (EBN), ethanol absolute, kertas saring, spuit, vacum tainer, alkohol dan alat tulis digunakan pada penelitian ini. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan (masing-masing diisi 10 ekor). Perlakuan yang diterapkan meliputi Kontrol (+) = Ransum control/RK, Kontrol (-) = RK+Bacitracin 0,04%, T1= RK+EBN 0,04%, T2= RK+EBN 0,08%, dan T3= RK+EBN 0,12%. Parameter yang diukur meliputi kolesterol, trigliserida, high density lipoprotein dan low density lipoprotein darah. Data dilakukan uji Anova dan beda nyata Duncan pada taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian bahwa penambahan EBN berpengaruh (p<0,05) terhadap kolesterol darah, trigliserida, high density lipoprotein dan low density lipoprotein. Penambahan EBN pada level 0,12% (T3) mampu menurunkan kadar kolesterol, trigliserida dan low density lipoprotein darah serta meningkatkan high density lipoprotein darah dibandingkan perlakuan lainnya. Simpulan adalah profil lemak darah yang ditambahkan EBN sampai level 0,12% (T3) mampu menjaga kesehatan tubuh.
Pengaruh pemberian aditif cair buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) terhadap kecernaan proein, energi metabolis dan produksi telur burung puyuh Astuti, Rika Dwi; Wahyono, Fajar; Mangisah, Istna
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 25, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiip.2015.025.03.10

Abstract

The study was aimed to evaluate the effect of liquid additive red dragon fruit as the addition of drinking water on the digestibility of protein, metabolizable energy and the production of quail eggs. Experimental animals used in the research were 200 female quails, 7 day old with average body weight of 13.61 ± 0.49 g. The experiment used a completely randomized design with 4 treatments and 5 replications : T0 (control), T1 (addition of a liquid additive red dragon fruit about 5 ml twice a day), T2 (once a day) and T3 (two days on time). The parameters measured were feed intake, digestibility of protein, metabolizable energy and production of quail eggs. Data were analyzed using a variety of F test at the level 5%, followed by Duncan’s Multiple Range test when there are significant effects on the treatment. The results showed that liquid additives red dragon fruit was not significant (P>0.05) on the digestibility of protein, metabolizable energy and the production of quail eggs. In conclusion, the adition of liquid additives reddragon fruit did not increase digestibility of protein, metabolizable energy and the production of quail eggs. Keywords: digestibility of crude protein, quail, quail egg production, red dragon fruit
Nutrient Digestibility and Performance of Male Pelung Chicken Fed Rice Bran-Based Ration Supplemented with Lime (Citrus aurantifolia) Juice Istna Mangisah; B Sukamto; H. I. Wahyuni; I. Estiningdriati; W. Saputro; L. Krismiyanto
Media Peternakan Vol. 39 No. 2 (2016): Media Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.749 KB) | DOI: 10.5398/medpet.2016.39.2.119

Abstract

Rearing Pelung chicken in Indonesia, in general, uses a ration with a high proportion of rice bran, even up to 60%. Considering the high contents of fiber, lignin, and phytic acid, feeding a high portion of rice bran will decrease nutrient digestibility. This study was aimed to evaluate the effect of lime juice supplementation of a rice bran-based ration on the utilization of nutrients in male Pelung chicken. Sixty four of 12 weeks old male Pelung chickens were used in the present experiment and assigned into a completely randomized block design. The treatments were supplementation of the ration with lime juice at the levels of 0, 1, 2, and 3 mL/100 g. Parameters measured were feed and nutrients consumption, protein, fat, and fiber digestibilities, apparent metabolizable energy (AME), rate of passage, feed conversion ratio (FCR), and daily body weight gain. The results showed that  the supplementation of lime juice in the ration did not affect feed and nutrient consumption, but significantly (P<0.05) increased the digestibilities of protein, fat and fiber, AME, rate of passage, FCR and daily body weight gain. However, supplementation  of 2 or 3 mL lime juice in the ration resulted in similar values of AME, and protein, fat and fiber digestibilities, and both levels of supplementation produced better protein and fat digestibilities, and AME when compared to the other treatments. It could be concluded that supplementation of 3 mL lime juice in the ration increased the digestion processes in the gastrointestinal and increased daily weight gain of male Pelung chicken.
Penggunaan Bakteri Asam Laktat dan Inulin terhadap Ketahanan Tubuh, Kecernaan Nutrien dan Performan Itik Tegal Jantan Periode Starter Lilik Krismiyanto; Istna Mangisah; Nyoman Suthama; Hanny Indrat Wahyuni
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jy.v11i1.69

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bakteri asam laktat (BAL) dan inulin bersumber dari umbi dahlia (Dahlia variabilis) terhadap ketahanan tubuh, kecernaan nutrien dan performan itik tegal jantan periode starter. Itik tegal jantan berjumlah 96 ekor umur 8 hari, starter BAL bentuk cair dan inulin dari tepung umbi dahlia digunakan pada penelitian ini. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 6 ekor itik. Perlakuan penelitian terdiri dari T0 (ransum basal/RB), T1 (RB + 2 mL starter BAL), T2 (RB + 0,8% tepung umbi dahlia), dan T3 (RB + 2 mL starter BAL dan 0,8% tepung umbi dahlia). Parameter yang diukur meliputi konsumsi ransum, kecernaan protein kasar, serat kasar, lemak kasar, asupan protein, rasio heterofil/limfosit (H/L), konversi ransum dan pertambahan bobot badan. Data dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi starter BAL dan tepung umbi dahlia nyata (P<0,05) meningkatkan kecernaan protein kasar, serat kasar, lemak kasar, asupan protein, rasio H/L, konversi ransum dan pertambahan bobot badan, tetapi menurunkan konsumsi ransum. Kesimpulan penelitian adalah kombinasi starter BAL 2 mL dan tepung umbi dahlia 0,8% (T3) menghasilkan ketahanan tubuh, kecernaan nutrien dan performan lebih baik.  
PEMANFAATAN KUNYIT (Curcuma domestica) DAN TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiras) SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN KADAR KOLESTEROL DAGING AYAM BROILER Istna Mangisah
JURNAL LITBANG PROVINSI JAWA TENGAH Vol 1 No 2 (2003): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36762/jurnaljateng.v1i2.32

Abstract

The aim of this research was to study the effect of the use of C. domestica and C. xanthorrhiza in broiler diet on meat cholesterol. Material in this research used 140 broiler and were grouped into 5 treatments and 7 replication. Each treatment used 7 broiler as replication. This research was designed following completely randomized design of one-way pattern. The treatments were TO = control diet, TI = 4% C. domestica, T2 = 6% C. xanthorrhira,T3 = 4% C. domestica+T 3% C. xanthorrhizaand T4 = 2%C. domestica+ 3% C. xanthorrhiza. Data were analyzed with analysis of variance and then it was continued by Duncan multiple range test. The result this research showed that blood cholesterol and meat cholesterol was not influenced by utilization of C. domestica and C. xanthorrhiza in the diet, but average of body weight was influenced. Finally, the conclusion of this research was that C. domestica and C. xanthorrhiza in broiler diet could not be decrease of meat cholesterol.
TINGKAT KECERNAAN PROTEIN DAN ENERGI METABOLIS BIJI DURIAN DENGAN METODE PEREBUSAN SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF Lilik Krismiyanto; Istna Mangisah; Nyoman Suthama
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v8i3.449

Abstract