Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENDAMPINGAN PERBAIKAN PROSES PENGERINGAN PRODUK KERUPUK PADA UKM KARYA LESTARI DUSUN GUMAWANG PATUK KABUPATEN GUNUNGKIDUL Okka Adiyanto; Muhammad Faishal
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v2i3.459

Abstract

Kerupuk merupakan salah satu makanan ringan yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia dan sering dijadikan sebagai pelengkap berbagai sajian makanan atau sebagai lauk pauk. Sehingga dapat dikatakan kerupuk merupakan makanan ringan yang tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat. Dusun Gumawang merupakan salah satu dusun yang terletak di Kabupaten Gunung Kidul. Dusun Gumawang memilik beberapa produk unggulan yang dapat dikembangkan salah satunya adalah kerupuk. Kerupuk yang diproduksi oleh Usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera (UPPKS) Karya Lestari yaitu kerupuk legendar, kerupuk melinjo, dan sejenisnya. Dalam pengabdian di Dusun Gumawang ini tim menggunakan metode pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan kepada masyarakat dan praktek langsung. Dalam pengabdian ini, salah satu kegiatan tim adalah memberikan alat bantu pengering yang membantu mempercepat proses pengeringan serta menjaga kualitas produk dari kontaminasi benda asing saat pengeringan di luar pada produk krupuk dari UPKKS Karya Lestari. Hasil pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan kualitas produk kerupuk
Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Produksi UKM Eko Bubut dengan Kolaborasi Pendekatan Konvensional 5 S dan Systematic Layout Planning (SLP) Alfian Rahmawan; Okka Adiyanto
Jurnal Humaniora Teknologi Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Humaniora Teknologi
Publisher : P3M Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jht.v6i1.72

Abstract

Pengaturan tata letak (layout) pabrik merupakan salah satu masalah yang sering dijumpai bahkan tidak dapat dihindari dalam dunia industi kecil maupun besar. UKM Eko Bubut merupakan UKM yang bergerak di bidang kerajinan kayu, UKM Eko Bubut ini memproduksi perlengkapan alat makan dari kayu berupa mangkok, piring, nampan, sendok, dan lain-lain Permasalahan yang dihadapi UKM Eko Bubut adalah pada tata letak lantai produksi yang tidak tertata rapi, dan tidak mempertimbangkan urutan proses pembuatan produk. Terdapat banyak departemen yang tidak tertata dengan baik, alat bantu / tools tidak ditata tetapi dibiarkan berserakan di area kerja. Bahan baku dan produk setengah jadi tidak tertata secara rapi dan banyak berserakan di area kerja. Kondisi ini mengakibatkan terganggunya aliran material masuk dan keluar pada setiap departemen sehingga jarak material handling menjadi lebih besar selain itu juga terdapat back tracking pada proses pembuatan mangkok kayu. Pendekatan yang dilakukan dalam mengatasi permasalahan pada UKM Eko Bubut yaitu dengan menerapkan pendekatan 5S dan metode Systematic Layout Planning (SLP). Pendekatan 5S digunakan untuk melakukan perencanaan layout supaya tertata rapi, ringkas, serta menciptakan kondisi kerja yang baik untuk pekerja. Metode Systematic Layout Planning (SLP) dipilih karena digunakan untuk merancang ulang layout lantai produksi dengan tujuan dapat meminimalkan material handling dengan mempertimbangkan aliran material. Setelah dilakukan pengolahan data menggunakan perancangan tata letak dengan dan metode Systematic Layout Planning (SLP), maka didapatkan 5 alternatif layout dengan jarak perpindahan material dan nilai OMH yang berbeda-beda. Layout alternatif yang dipilih berdasarkan nilai jarak perpindahan dan OMH terkecil yaitu layout alternatif 5 dengan total jarak perpindahan sebesar 71,4 meter dan OMH sebesar Rp. 31.338,-
Pendampingan Pengelolaan Sampah Menuju Desa Peduli Sampah di Desa Semanu Kabupaten Gunung Kidul Alia Ariesta; Okka Adiyanto; Utaminingsih Linarti; Isana Arum Primasari; Endah Utami; Gita Indah Budiarti; Ika Dyah Kumalasari; Titisari Juwitaningtyas
Empower: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/empower.v6i1.9971

Abstract

Waste management is an important thing that needs to be resolved. The accumulation of garbage and the not yet managed urban and rural waste are one of the driving factors for this community service. Desa Semanu is one of the villages that already has a TPS-3R in Gunung Kidul Regency but the TPS-3R has not been utilized optimally. This study uses a qualitative method with community empowerment program. Aims for this research is to know the implementation of community empowerment programs. Furthermore, the purpose community service is to make Desa Semanu into a village that cares about waste by taking advantage of the integration of TPS 3R and a waste bank. One of the activities that have been carried out to support a village that cares about waste is by providing counseling about the dangers of burning waste to the environment and health. In addition, there was also counseling on the assistance of the Ahmad Dahlan University Center of Energy and Environmental Studies to make Desa Semanu can make a Waste Care Village. Based on the evaluation that has been carried out, most of the extension participants have increased their knowledge of solid waste knowledge.
ANALISA KAPASITAS PRODUKSI DI STASIUN PERAKITAN DENGAN METODE PENJADWALAN DETERMINISTIK Wahyu Andy Prastyabudi (Institut Teknologi TELKOM - Indonesia); Okka Adiyanto (Universitas Ahmad Dahlan - Indonesia); Luthfi Bagus Adityo (Universitas Ahmad Dahlan - Indonesia)
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik (JMIL) Vol 3, No 2 (2019): page 94 - 173
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.138 KB) | DOI: 10.30988/jmil.v3i2.170

Abstract

Abstract A manufacturing company which its production based on customer's customization order commonly employs Make-To-Order system. The classical problem of this system is that uncertainty of the order receipt schedule and the various degree of customization. Thus, it leads to an improper production schedule or under-optimal. This study aims to analyze the maximum production capacity of the company so that it can provide a recommendation for scheduling improvement. In this paper, the study case is carried out to a company which produces the various tools for military needs, such as weapons, ammunition, and combat vehicle. By means of the deterministic scheduling method, the optimal sequence of a military vehicle can be determined. Then, to represent the job priority order as well as to estimate the job completion duration, the network diagram is used. The result is then used as a reference to construct the production schedule simulation sequentially. It is intended to observe the interval time among production schedule. The experimental results of maximum production capacity calculation show that the company is able to produce at maximum 150 unit vehicles per year.Keywords: scheduling; production; deterministic method; Abstrak Perusahaan manufaktur yang memproduksi berdasarkan kustomisasi permintaan pelanggan biasa menerapkan sistem Make-To-Order. Masalah klasik yang sering dihadapai dari sistem tersebut adalah ketidaktepatan jadwal penerimaan pesanan dan tingkat kustomisasi yang berbeda-beda. Hal tersebut menyebabkan penjadwalan produksi yang tidak tepat atau tidak optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisa kapasitas produksi perusahaan, sehingga dengan mengetahui kapasitas maksimalnya dapat memberikan rekomendasi perbaikan penjadwalan. Dalam penelitian ini, studi kasus dilakukan pada perusahan yang memproduksi berbagai macam peralatan untuk kebutuhan militer seperti persenjataan, amunisi, dan kendaraan tempur. Dengan menggunakan metode penjadwalan deterministik, urutan perakitan optimal pada kendaraan militer dapat ditentukan. Kemudian untuk menggambarkan urutan prioritas pekerjaan sekaligus untuk memperhitungkan durasi penyelesaian pekerjaan digunakan bantuan network diagram. Hasilnya digunakan sebagai dasar untuk menyusun simulasi penjadwalan produksi secara berurutan. Tujuannya adalah untuk mengetahui selisih waktu produksi antar jadwal. Hasil perhitungan jumlah kapasitas produksi maksimal perusahaan didapatkan bahwa perusahaan ini dapat memproduksi sebanyak 150 unit kendaraan per tahun. Kata kunci: penjadwalan; produksi; metode deterministik;
Analisa Biomekanika Pada Aktivitas Penyetrikaan Studi Kasus Nafri Laundry Yogyakarta Farid Ma'ruf; Okka Adiyanto; Hana Fitri Triesnaningrum
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 5, No 1 (2020): MARET 2020
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.471 KB)

Abstract

Kota Yogyakarta sebagai kota pelajar yang berasal dari hampir seluruh kota yang ada di Indonesia memberikan dampak positif bagi warga Yogyakarta sendiri. Salah satunya adalah semakin berkembanganya unit-unit usaha yang beradadi kota Yogyakarta, seperti rumah makan, rumah kos, laundry, dan lain-lain. Pada saat ini, Laundry merupakan salah satu unit usaha yang berkembang pesat di kota Yogyakarta. Salah satu pekerjaan pada usaha laundry adalah menyeterika. Menyeterika pada usaha laundry merupakan kegiatan pokok yang harus ada dan tidak memerlukan mobilitas tinggi. Pada Laundry Nafiri, kegiatan menyerterika dilakukan dengan posisi kerja yang tidak nyaman karena tinggi kursi dan meja tidak sesuai dengan postur tubuh operator seterika. Adanya kondisi tersebut, diperlukanlah perbaikan posisi kerja untuk mengurangi resiko cidera yang akan muncul dan dialami oleh operator. Analisis posisi kerja ini dilaksanakan menggunakan pendekatan dengan metode perancangan kerja dan biomekanika. Kedua metode tersebut merupakan metode yang saling berkaitan satu dengan yang lain karena analisis perancangan kerja dapat dilakukan setelah dilakukan analisis biomekanika yag diambil dari posisi kerja operator. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa tata letak dan posisi dalam bekerja dapat mempengaruhi performansi operator serta perlu perbaikan sehingga dapat mengurangi resiko cidera yang dialami operator pada saat bekerja.
Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Produksi UKM Eko Bubut dengan Kolaborasi Pendekatan Konvensional 5 S dan Systematic Layout Planning (SLP) Alfian Rahmawan; Okka Adiyanto
Jurnal Humaniora Teknologi Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Humaniora Teknologi
Publisher : P3M Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jht.v6i1.72

Abstract

Pengaturan tata letak (layout) pabrik merupakan salah satu masalah yang sering dijumpai bahkan tidak dapat dihindari dalam dunia industi kecil maupun besar. UKM Eko Bubut merupakan UKM yang bergerak di bidang kerajinan kayu, UKM Eko Bubut ini memproduksi perlengkapan alat makan dari kayu berupa mangkok, piring, nampan, sendok, dan lain-lain Permasalahan yang dihadapi UKM Eko Bubut adalah pada tata letak lantai produksi yang tidak tertata rapi, dan tidak mempertimbangkan urutan proses pembuatan produk. Terdapat banyak departemen yang tidak tertata dengan baik, alat bantu / tools tidak ditata tetapi dibiarkan berserakan di area kerja. Bahan baku dan produk setengah jadi tidak tertata secara rapi dan banyak berserakan di area kerja. Kondisi ini mengakibatkan terganggunya aliran material masuk dan keluar pada setiap departemen sehingga jarak material handling menjadi lebih besar selain itu juga terdapat back tracking pada proses pembuatan mangkok kayu. Pendekatan yang dilakukan dalam mengatasi permasalahan pada UKM Eko Bubut yaitu dengan menerapkan pendekatan 5S dan metode Systematic Layout Planning (SLP). Pendekatan 5S digunakan untuk melakukan perencanaan layout supaya tertata rapi, ringkas, serta menciptakan kondisi kerja yang baik untuk pekerja. Metode Systematic Layout Planning (SLP) dipilih karena digunakan untuk merancang ulang layout lantai produksi dengan tujuan dapat meminimalkan material handling dengan mempertimbangkan aliran material. Setelah dilakukan pengolahan data menggunakan perancangan tata letak dengan dan metode Systematic Layout Planning (SLP), maka didapatkan 5 alternatif layout dengan jarak perpindahan material dan nilai OMH yang berbeda-beda. Layout alternatif yang dipilih berdasarkan nilai jarak perpindahan dan OMH terkecil yaitu layout alternatif 5 dengan total jarak perpindahan sebesar 71,4 meter dan OMH sebesar Rp. 31.338,-
Designing of Work Facility for Ecobrick Material Using Ergonomic Intervention to Reduce Muscoloskeletal Disorder Tri Budiyanto; Hayati Mukti Asih; Okka Adiyanto; Irvan Kristanto
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol. 21 No. 3 (2021): November
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1793.762 KB) | DOI: 10.31940/logic.v21i3.232-239

Abstract

Kamulyan waste bank is a place to collect the waste from the household around Lowanu Village, Brontokusuman, Mergangsan, Yogyakarta. This waste is distributed to garbage collectors and sorted. Plastic waste that cannot be recycled is used as material for making ecobricks. Ecobricks are materials made from used plastic bottles filled with plastic sachets, plastic bags, and similar materials that are compressed. In making ecobricks, workers perform activities in a sitting position on the floor with both legs folded in and a slightly bent posture. This work attitude causes muscle complaints in the upper and lower neck, upper arm, right elbow, left wrist, and left hand. The purpose of the study was to improve work attitudes to reduce muscle complaints in body parts by designing ergonomic work facilities. This research was conducted with ergonomics intervention on the design of ecobrick plastic compaction work facilities with the Nordic Body Map-VAS Modified Questionnaire. The muscle complaints of the workers' body parts were determined using the Nordic Body Map questionnaire. The results of the study provide a design for compaction of ecobrick plastic materials with dimensions of table length 134.44 cm, table width 66.39 cm, table height 71.63 cm, length of seat mat 41.41 cm, width of seat mat 43.49 cm, height seat 44.51 cm, backrest height 55.5 cm, and backrest width 45.88 cm. Based on the NBM-VAS questionnaire, it shows that the initial condition of pain or pain in the upper neck and lower neck with a moderate pain value is aimed at a scale of 6.5 cm and 7.3 cm to mild pain with a scale of 4.2 cm and 4.3 cm. . Moderate pain in the left wrist and left hand with a scale of 6.1 cm, respectively, to no pain on a scale of 3.1 cm and 3 cm.
A Design of Plastic Melting Equipment Waste Bank Scale Using Quality Function Deployment Method: Studi kasus di bank sampah Gurami Semanu Isana Arum Primasari; Endah Utami; Gita Indah Budiarti; Okka Adiyanto
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol. 23 No. 2 (2023): July
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/logic.v23i2.111-120

Abstract

The COVID-19 pandemic has triggered the rise of online purchases, resulting in the accumulation of plastic packaging waste. Plastic is most widely used because it is lightweight, flexible, cheap and easy to obtain, but its waste is difficult to decompose, which has an impact on the environment. Eco-bricking is one way that waste banks often reduce the amount of plastic waste. The obstacle in making eco-bricks is sore hands and calluses because it takes a lot of energy to compact the plastic. On the other hand, there is a lot of concentrated cooking oil waste that is still untreated, causing difficulties when disposing of it. Through this research, the design of a waste bank scale plastic melting machine is carried out with the raw materials of plastic bags and concentrated cooking oil into new materials that are more useful. The Quality Function Deployment (QFD) method with an Ergonomics approach is the basis for the stages of making product design from collecting consumer voices to making detailed tool designs. The operation of the tool uses simple technology so that it is easy to use by members of the Gurami Semanu waste bank. A total of 34 respondents will be the basis for determining product design. The results of the design of a bank-scale plastic melting tool in the form of a lidded stainless steel pot with a stirrer. The heater used for melting uses LPG gas with automatic operation using a button.
Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Produksi UKM Eko Bubut dengan Kolaborasi Pendekatan Konvensional 5 S dan Systematic Layout Planning (SLP) Rahmawan, Alfian; Adiyanto, Okka
Jurnal Humaniora Teknologi Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Humaniora Teknologi
Publisher : P3M Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jht.v6i1.72

Abstract

Pengaturan tata letak (layout) pabrik merupakan salah satu masalah yang sering dijumpai bahkan tidak dapat dihindari dalam dunia industi kecil maupun besar. UKM Eko Bubut merupakan UKM yang bergerak di bidang kerajinan kayu, UKM Eko Bubut ini memproduksi perlengkapan alat makan dari kayu berupa mangkok, piring, nampan, sendok, dan lain-lain Permasalahan yang dihadapi UKM Eko Bubut adalah pada tata letak lantai produksi yang tidak tertata rapi, dan tidak mempertimbangkan urutan proses pembuatan produk. Terdapat banyak departemen yang tidak tertata dengan baik, alat bantu / tools tidak ditata tetapi dibiarkan berserakan di area kerja. Bahan baku dan produk setengah jadi tidak tertata secara rapi dan banyak berserakan di area kerja. Kondisi ini mengakibatkan terganggunya aliran material masuk dan keluar pada setiap departemen sehingga jarak material handling menjadi lebih besar selain itu juga terdapat back tracking pada proses pembuatan mangkok kayu. Pendekatan yang dilakukan dalam mengatasi permasalahan pada UKM Eko Bubut yaitu dengan menerapkan pendekatan 5S dan metode Systematic Layout Planning (SLP). Pendekatan 5S digunakan untuk melakukan perencanaan layout supaya tertata rapi, ringkas, serta menciptakan kondisi kerja yang baik untuk pekerja. Metode Systematic Layout Planning (SLP) dipilih karena digunakan untuk merancang ulang layout lantai produksi dengan tujuan dapat meminimalkan material handling dengan mempertimbangkan aliran material. Setelah dilakukan pengolahan data menggunakan perancangan tata letak dengan dan metode Systematic Layout Planning (SLP), maka didapatkan 5 alternatif layout dengan jarak perpindahan material dan nilai OMH yang berbeda-beda. Layout alternatif yang dipilih berdasarkan nilai jarak perpindahan dan OMH terkecil yaitu layout alternatif 5 dengan total jarak perpindahan sebesar 71,4 meter dan OMH sebesar Rp. 31.338,-
Sosialisasi Pencegahan Cidera Ergonomi untuk Meningkatkan Kesehatan dan Produktivitas Pemuda Busan Korea Selatan Adiyanto, Okka; Maruf, Farid; Riduwan, Riduwan
Journal of Appropriate Technology for Community Services Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jattec.vol6.iss2.art7

Abstract

South Korea's Busan region is the second largest port area in South Korea, has a dynamic economic ecosystem with many industrial sectors that attract local and foreign youth. However, adapting to the work environment in Busan is a challenge, especially for young people who are new to this environment. The competitive and highly disciplined work culture in South Korea is often difficult for young people in the Busan area to adapt to. Ergonomic injuries are a common problem in the productive age group. Activities in the industrial, education, and technology sectors increase the risk of injury due to inappropriate work postures. Frequently repetitive work by productive workers can cause musculoskeletal disorders such as back, neck, and wrist pain, which have an impact on work productivity. Unfortunately, youth awareness of the importance of ergonomics is still low. Therefore, socialization regarding ergonomic injuries is needed to increase youth awareness and understanding of the risks and how to prevent them. This activity includes education on correct work postures, adjustments to the workplace, and stretching practices after work to reduce muscle tension. The results of the implementation showed an increase in participants' understanding and their interest in applying ergonomic principles in everyday life. This activity succeeded in increasing understanding from 30% to 100% of participants meeting the criteria for basic understanding of ergonomics.