Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Penguatan Kearifan Lokal (Local Wisdom) dan Watak Kewarganegaraan (Civic Disposition) Melalui Sabtu Budaya di SMP Negeri Se-Kota Mataram Sawaludin Sawaludin; Muh. Zubair; I Nengah Agus Tripayana; Basariah Basariah; Fitriah Artina; Sirrul Auvia; Khairil Khanim
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.4099

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Sabtu Budaya dalam memperkuat kearifan lokal (local wisdom) dan membentuk watak kewarganegaraan (civic disposition) siswa SMP Negeri di Kota Mataram. Urgensi penelitian ini berangkat dari kebutuhan pendidikan di Indonesia untuk mengembangkan pembelajaran yang kontekstual, holistik, dan berakar pada nilai budaya lokal, sekaligus memperkuat karakter kebangsaan di tengah arus globalisasi dan perubahan sosial yang cepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus (case study design). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru, siswa, dan kepala sekolah, serta dokumentasi kegiatan Sabtu Budaya di beberapa sekolah negeri di Kota Mataram. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles & Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sabtu Budaya berfungsi sebagai media pembelajaran kontekstual dan berbasis pengalaman (experiential learning) yang efektif dalam mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Sasambo ke dalam pendidikan karakter dan kewarganegaraan. Kegiatan seperti begibung, pertunjukan seni, dan permainan tradisional menumbuhkan rasa kebanggaan budaya, kedisiplinan, tanggung jawab sosial, gotong royong, serta toleransi di kalangan siswa. Lebih jauh, praktik ini memperkuat civic disposition melalui keterlibatan aktif dan refleksi sosial budaya yang menumbuhkan sikap partisipatif, empati, dan kesadaran demokratis. Implementasi Sabtu Budaya juga memperlihatkan keterpaduan antara nilai lokal dan visi Global Citizenship Education, di mana siswa belajar menjadi warga global tanpa kehilangan akar budaya lokalnya. Meskipun dihadapkan pada keterbatasan fasilitas dan variasi dukungan kebijakan, kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan komunitas budaya mampu menjaga keberlanjutan program. Dengan demikian, Sabtu Budaya menjadi model pembelajaran transformatif yang tidak hanya melestarikan tradisi Sasambo, tetapi juga membentuk generasi muda yang kritis, kreatif, toleran, dan berkarakter Pancasila.
Local Wisdom Masyarakat Adat Sebagai Upaya Pengembangan Pendidikan Civic Tolerance (Studi Pada Masyarakat Adat Desa Lingsar Lombok Barat) Muhammad Zubair; Rispawati Rispawati; Bagdawansyah Alqadri; Basariah Basariah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.4124

Abstract

Local wisdom atau yang dikenal dengan kearifan lokal merupakan sekumpulan pandangan dan pengetahuan hidup masyarakat lokal yang mengandung nilai kebijaksanaan dan diwariskan secara turun temurun. Local wisdom yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sangat beragaman hal ini tentunya dipengaruhi oleh beragamnya agama, ras, suku, budaya dan adat istiadat masyarakat Indonesia. Kearifan lokal ini akan menjadi pemersatu bangsa apabila dapat dijadikan sebagai upaya dalam mengembangkan pendidikan civic tolerance salah satunya bagi masyarakat adat Desa Lingsar Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif desktiptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi serta dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa civic tolerance pada masyarakat Desa Lingsar terimplentasikan pada berbagai kearifan lokal yang terdiri dari Pura Lingsar, Upacara Perang Topat, Nilai Gotong Royong, Harmoni Sosial, serta Pendidikan dan Pemahaman Toleransi. Kearifan lokal tersebut dapat dikembangkan menjadi sumber belajar dalam pendidikan civic tolerance dalam beberapa langkah yaitu 1) pengembangan kurikulum pendidikan civic tolerance berbasis kearifan lokal, 2) penentuan kompetensi dasar dan capaian pembelajaran, 3) identifikasi materi pembelajaran, 4) menentukan sumber belajar, dan 5) menentukan jenis penilaian.
Student Activity Learning sebagai Model Pembelajaran Berbasis Aktivitas untuk Penguatan Literasi Kewarganegaraan Mohammad Ismail; Basariah Basariah; Nurlatifa Nurlatifa
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4400

Abstract

Literasi kewarganegaraan merupakan kompetensi penting yang perlu diperkuat melalui pembelajaran berbasis aktivitas siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model Student Activity Learning (SAL) sebagai model pembelajaran berbasis aktivitas dalam penguatan literasi kewarganegaraan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kuasi-eksperimen melalui desain pretest–posttest pada dua kelas eksperimen yang masing-masing berjumlah 42 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes literasi kewarganegaraan yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Uji validitas data meliputi uji validitas isi dan uji reliabilitas instrumen, sedangkan uji prasyarat analisis dilakukan melalui uji normalitas dan uji homogenitas. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji paired samples t-test, dan uji independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor literasi kewarganegaraan siswa pada kelas eksperimen 1 meningkat dari 70,3 menjadi 83,2 dan pada kelas eksperimen 2 meningkat dari 69,9 menjadi 82,5. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek keterampilan kewarganegaraan dengan selisih skor masing-masing sebesar 16,3 dan 15,8 poin, diikuti aspek pengetahuan sebesar 14,3 dan 14,1 poin, serta aspek sikap sebesar 8,2 dan 7,8 poin. Hasil uji paired samples t-test menunjukkan peningkatan yang signifikan pada seluruh aspek (p < 0,05), sedangkan uji independent samples t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelas eksperimen pada skor posttest (p > 0,05), yang mengindikasikan bahwa model SAL memberikan pengaruh yang konsisten dalam penguatan literasi kewarganegaraan siswa.
Hubungan Keharmonisan Keluarga terhadap Sikap Disiplin Belajar (Studi Korelasi pada Peserta Didik Kelas XII SMAN 1 Gunungsari) Ni Putu Meindri Luna Widari; Basariah Basariah; M. Ismail
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4917

Abstract

Sikap disiplin belajar peserta didik dapat dipengaruhi oleh berbagai hal salah satu faktor yang memiliki andil besar terhadap sikap disiplin belajar peserta didik adalah keharmonisan keluarga. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara keharmonisan keluarga dengan sikap disiplin belajar pada peserta didik kelas XII di SMAN 1 Gunungsari. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasi bivariat positif (hubungan searah). Sampel penelitian berjumlah 197 peserta didik yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dari total populasi 387 orang. Data dikumpulkan melalui angket kuesioner yang disusun berdasarkan indikator keharmonisan keluarga dari Kavinkodala dan indikator disiplin belajar dari Wibowo. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan uji hipotesis menggunakan Rank Spearman, diperoleh hubungan yang signifikan antara keharmonisan keluarga dan sikap disiplin belajar dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,371, yang termasuk dalam kategori tingkat hubungan yang cukup. Temuan ini memperkuat teori ekologi sistem bahwa keluarga sebagai mikrosistem memiliki andil besar dalam membentuk perilaku disiplin anak di sekolah. Sehingga memang benar terdapat hubungan antara keharmonisan keluarga terhadap sikap disiplin belajar peserta didik.
Edukasi Nilai-Nilai Karakter bagi Anak Usia 8–12 Tahun melalui Pendekatan Experiential Learning di Gomong Lama Maria Grace Putri Edi; Karoluslina Karoluslina; Samsul Hadi; Basariah Basariah; Jumrawati Jumrawati; Zulva Amelia
Jurnal Dedikasi Madani Vol. 5 No. 1 (2026): EDISI JUNI 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jdm.v5i1.20826

Abstract

This community service activity aimed to strengthen character values among children aged 8–12 years in Gomong Lama through an experiential learning approach. The activities were conducted using educational games, simulations, group discussions, storytelling, and reflective learning. The methods applied included socialization, character education activities, mentoring, and evaluation. The results showed that children demonstrated improvements in discipline, honesty, empathy, responsibility, and cooperation in daily interactions. The experiential learning approach encouraged children to actively participate and internalize character values through direct experience. This activity also increased community awareness regarding the importance of character education outside formal school environments. Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Experiential Learning, Anak-Anak, Pendidikan Masyarakat
Pengaruh intensitas penggunaan platform artificial intelligence terhadap motivasi belajar mahasiswa Nurul Atiba; Edy Herianto; Basariah Basariah
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 6 No. 1 (2026): Fifteenth Edition
Publisher : Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v6i1.965

Abstract

This study aims to investigate the influence of the intensity of using Artificial Intelligence (AI) platforms on the learning motivation of students in the Pancasila and Citizenship Education (PPKn) Study Program at the University of Mataram. Along with the rapid digital transformation in higher education, AI has become a cognitive support instrument that affects the psychological dynamics of students in learning. This study used a quantitative approach with the ex post facto method. The research population consisted of PPKn students from the class of 2022, with a sample size of 66 respondents determined through stratified proportional random sampling technique. Data were collected using a Likert scale questionnaire that had been tested for validity and reliability (Cronbach's Alpha for variable X = 0.896 and Y = 0.996). Data analysis techniques included simple linear regression and One-Way ANOVA. The results showed that the intensity of AI use had a positive and significant effect on student learning motivation (Sig. 0.000 < 0.05) with a regression coefficient of 0.296. The results of the One-Way ANOVA also showed significant differences in learning motivation between intensity groups (F = 5.603; Sig = 0.006). Post Hoc Tukey further testing revealed that a significant surge in motivation occurred when students moved from low to moderate use levels, but tended to stabilize from moderate to high levels. This study concludes that AI acts as a motivational catalyst through the ease of access to information and the enhancement of students' academic confidence in mastering complex materials.
Strategi Guru Penggerak Dalam Mengembangkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Di SMPN 2 Kota Bima Oktavia Putri Aulia; Mohammad Mustari; Basariah Basariah; Edy Kurniawansyah
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v13i2.31623

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi guru penggerak, implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila serta faktor pendukung dan penghambat guru penggerak dalam mengembangkan proyek penguatan profil pelajar pancasila di SMPN 2 Kota Bima. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu dengan teknik analisis data Model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi guru penggerak dalam mengembangkan projek penguatan profil pelajar pancasila di SMPN 2 Kota Bima dilakukan melalui beberapa perencanaan yaitu; 1) perencanaan projek, 2) fasilitator, 3) pembimbing, dengan menggunakan metode kolaboratif dan partisipasif. Hal ini mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dalam setiap tahapan projek, memperkuat karakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, serta mendorong terciptanya budaya belajar yang reflektif, inklusif, dan kontekstual di lingkungan sekolah. Kemudian faktor pendukung guru penggerak dalam mengembangkan P5 di SMPN 2 Kota Bima adalah dukungan teman sejawat, adanya buku panduan P5, dukungan dari sarana dan prasarana sekolah. Sedangkan faktor penghambat guru peggerak dalam mengambangkan P5 di SMPN 2 Kota Bima adalah karakter siswa yang berbed-beda dan kurangnya dukungan orang tua.The aim of this research is to find out the strategies of driving teachers, the implementation of the Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students as well as the supporting and inhibiting factors for teachers in developing the project for strengthening the profile of Pancasila students at SMPN 2 Kota Bima. This research uses a qualitative approach with a case study type of research. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation techniques. The data analysis technique used is the Miles and Huberman Model data analysis technique, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this research show that the driving teacher strategy in developing a project to strengthen the profile of Pancasila students at SMPN 2 Kota Bima was carried out through several plans, namely; 1) project planning, 2) facilitator, 3) supervisor, using collaborative and participatory methods. This is able to increase active student involvement in every stage of the project, strengthen character in accordance with Pancasila values, and encourage the creation of a reflective, inclusive and contextual learning culture in the school environment. Then the supporting factors for driving teachers in developing P5 at SMPN 2 Bima City are the support of colleagues, the existence of a P5 guidebook, support from school facilities and infrastructure. Meanwhile, the inhibiting factors for driving teachers in developing P5 at SMPN 2 Kota Bima are the different characters of students and the lack of parental support.
PENANAMAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA PADA SISWA DI MTs. NAHDLATUS SHAUFIAH WANASABA LOMBOK TIMUR TAHUN AJARAN 2025/2026 Nurul Hidayati; Rispawati Rispawati; Basariah Basariah
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 13 No. 1 (2026): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v13i1.540

Abstract

Penanaman karakter tanggung jawab pada siswa memiliki berbagai pernanan penting dalam membentuk keperibadian dan kemampuan siswa. Karakter tanggung jawab membentuk siswa memiliki sikap disipin, sehingga dapat mengatur waktu, menyelesaikan tugas tepat waktu dan mematuhi aturan yang berlaku, mampu meningkatkan rasa percaya diri siswa karena menyadari kemampuannya untuk menanggung tugas dan akibat tindakan sendiri serta berani mengambil keputusan yang tepat. Tujuan Penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui penanaman karakter tanggung jawab melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dan mengetahui factor pendukung dan tantangan dalam penanaman karakter tanggung jawab di MTs Nahdlatus Shaufiah Wanasaba Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis Fenomenologi dengan Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara semi tersetruktur, obervasi dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan Penanaman karakter tanggung jawab melalui pembelajaran pendidikan pancasila di MTs Nahdlatus Shaufiah Wanasaba yang dilakukan oleh guru yaitu dengan cara mengintegrasikan nilai-nilai karakter khususnya karakter tanggung jawab ke dalam materi yang sedang diajarkan. Adapun Faktor pendukung penanaman karakter tanggung jawab antara lain ialah a) guru dijadikan sebagai teladan bagi peserta didik di dalam lingkungan Madrasah, b) seluruh pegawai yang ada di Madrasah ikut berpartisipasi dengan cara menertibkan peserta didik c) adanya Tata tertib dan SOP yang harus dipatuhi, jika tidak akan diberi sanksi yaitu dengan pengurangan point pelanggaran.  Sedangkan Tantangan dalam penanaman karakter tanggung jawab yaitu, a) tidak adanya buku penghubung antara Madrasah dengan Orang tua murid yang dijadikan sebagai fasilitator dalam perkembangan anak di lingkungan Madrasah. Kata Kunci : Penanaman Karakter; Tanggung jawab; Pendidikan Pancasila
TANTANGAN PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN BAGI MASYARAKAT LOKAL DI KAWASAN TIGA GILI LOMBOK UTARA yuliatin; Basariah Basariah; sawaludin sawaludin
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 13 No. 1 (2026): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v13i1.543

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan pemenuhan hak pendidikan bagi masyarakat lokal di kawasan Tiga Gili, Kabupaten Lombok Utara, yang berada di tengah perkembangan pesat industri pariwisata. Meskipun sektor pariwisata memberikan peluang ekonomi yang signifikan, berbagai kelompok masyarakat lokal masih menghadapi hambatan dalam memperoleh akses, partisipasi, dan keberlanjutan pendidikan yang berkualitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan masyarakat, orang tua, pendidik, dan pemangku kepentingan terkait, observasi lapangan, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama pemenuhan hak pendidikan meliputi keterbatasan akses pendidikan pada jenjang Sekolah Menegah Atas dan Pendidikan Tinggi, orientasi kerja jangka pendek di sektor wisata, serta belum optimalnya sinergi antara pemerintah, sekolah, dan pelaku industri pariwisata. Temuan ini sejalan dengan berbagai studi yang menegaskan bahwa kawasan pariwisata sering menghadapi paradoks antara pertumbuhan ekonomi dan investasi pendidikan jangka panjang. Selain itu, kesenjangan infrastruktur pendidikan dan terbatasnya program pendidikan berbasis kebutuhan lokal turut mepengaruhi tingkat partisipasi pendidikan masyarakat. Penelitian menyimpulkan bahwa pemenuhan hak pendidikan di kawasan Tiga Gili memerlukan pendekatan kolaboratif yang mengintegrasikan kebijakan pendidikan, perlindungan sosial, dan tanggung jawab sektor pariwisata. Direkomendasikan penguatan program beasiswa, pendidikan vokasional yang relevan dengan kebutuhan lokal, serta kemitraan berkelanjutan antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan pelaku usaha pariwisata guna menjamin pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat lokal.
PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI BERBASIS TPACK: STRATEGI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA PENDIDIKAN PANCASILA Mohammad Ismail; Sawaludin Sawaludin; Basariah Basariah
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 13 No. 1 (2026): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v13i1.559

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut guru mampu merancang pembelajaran yang berpusat pada peserta didik melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan pemanfaatan teknologi secara optimal. Namun, implementasi kedua aspek tersebut dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam mengakomodasi keragaman karakteristik belajar peserta didik dan mengintegrasikan teknologi secara pedagogis. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis TPACK sebagai strategi implementasi Kurikulum Merdeka pada Pendidikan Pancasila serta mendeskripsikan dampaknya terhadap proses dan hasil belajar peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Subjek penelitian terdiri atas 76 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Mataram yang terbagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data kuantitatif dikumpulkan melalui tes pretest dan posttest, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data kuantitatif menggunakan independent sample t-test, sementara data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis TPACK berhasil mengakomodasi perbedaan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar peserta didik melalui asesmen diagnostik, diferensiasi konten, proses, dan produk, serta pemanfaatan berbagai media digital. Implementasi tersebut meningkatkan keterlibatan peserta didik selama proses pembelajaran dan berdampak positif terhadap capaian belajar. Rata-rata skor pengetahuan pada kelas eksperimen meningkat dari 68,1 menjadi 82,4, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 67,5 menjadi 71,2. Pada aspek sikap terjadi peningkatan dari 72,3 menjadi 80,5 pada kelas eksperimen dan 71,8 menjadi 74,0 pada kelas kontrol. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek keterampilan, yaitu dari 70,4 menjadi 86,7 pada kelas eksperimen, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 69,2 menjadi 72,1. Hasil independent samples t-test menunjukkan bahwa perbedaan kedua kelompok signifikan pada aspek pengetahuan (t=5,82; p<0,001), sikap (t=3,26; p<0,01), dan keterampilan (t=7,14; p<0,001). Kata kunci: Pembelajaran berdiferensiasi; TPACK; Kurikulum Merdeka; Pendidikan Pancasila; pembelajaran abad ke-21.