Claim Missing Document
Check
Articles

Rancangan Atribut Data Pada Informasi Spasial Satuan Kerja Perangkat Daerah (Pendidikan) Untuk SIGDa Kabupaten Lombok Barat Agus Pribadi
MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer Vol. 15 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/matrik.v15i2.37

Abstract

Education management is an important part of human resources management in the governmental region. Local government is using spatial information in the SIGDa to support composing of development program planning. A part of SIGDa is spatial information of education feld in which authorizes by agency of education youth and sport of government of West Lombok Regency. Spatial information of education feld is able to support governmental decision making and development program planning for education feld. Basically, web-SIGDa Lombok Barat can be equipped with spatial data information based on governmental agency. Spatial information for development program planning of government needs comprehensive attributes. The comprehensive attributes are needed to build good spatial information what used for composing of development program planning. Requirement of spatial information attributes can be used for reference in the sub system development of SIGDa Lombok Barat. The sub system of SIGDa Lombok Barat development constitutes spatial information for governmental agencies on the government of West Lombok Regency.
Model Struktural Determinan Kebugaran Jasmani Atlet Hoki: Peran Beban Latihan dan Status Pemulihan terhadap Performa Kompetitif Pribadi, Agus; Kustiawan, Andri Arif; Alexander, Bimo; Ramadhana, Rickadesti
VENUE : Jurnal Olahraga Vol. 2 No. 2 (2025): VENUE: Jurnal Olahraga
Publisher : Java Mutiara Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71264/venue.v2i2.92

Abstract

Penelitian ini menunjukkan bahwa beban latihan dan status pemulihan merupakan determinan penting dalam pembentukan kebugaran jasmani atlet hoki lapangan sepanjang musim kompetisi. Beban latihan yang terkelola secara sistematis berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kapasitas fisik atlet, sementara kualitas pemulihan memperkuat proses adaptasi fisiologis yang terjadi setelah paparan latihan intensif. Kebugaran jasmani terbukti memiliki peran sentral dalam menjembatani pengaruh kedua faktor tersebut terhadap performa kompetitif, sehingga sebagian besar dampak beban latihan dan pemulihan terhadap kualitas penampilan atlet di pertandingan berlangsung secara tidak langsung melalui peningkatan kondisi fisik. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan pelatihan yang terintegrasi antara perencanaan beban latihan dan strategi pemulihan berbasis data objektif dan subjektif. Secara praktis, hasil penelitian memberikan implikasi bahwa pelatih dan praktisi olahraga perlu memonitor respons atlet secara berkelanjutan serta menyesuaikan intensitas latihan dan intervensi pemulihan untuk memaksimalkan performa sekaligus meminimalkan risiko kelelahan berlebih selama musim kompetisi. Dari sisi ilmiah, pengembangan model struktural dalam penelitian ini memperkaya kajian kebugaran jasmani olahraga hoki dengan menghadirkan kerangka analitik yang komprehensif dan dapat dijadikan dasar bagi penelitian lanjutan dengan desain eksperimental atau cakupan populasi yang lebih luas.
PENENTUAN KEKUATAN SINYAL WIFI UNTUK LAYANAN AKSES INTERNET BAGI KONSUMEN KAFE DI MATARAM Pribadi, Agus; Suriyati, Suriyati; Triwijoyo, Bambang Krismono; Adil, Ahmat
JEIS: Jurnal Elektro dan Informatika Swadharma Vol 6, No 1 (2026): JEIS EDISI JANUARI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/jeis.vol6no1.1056

Abstract

Initial survey results showed that 86% of respondents stated that cafes are places to access the internet, interact, and fulfill social media needs. Internet access services in cafes require a smooth connection and coverage limited to cafe customers, with no interference from other illegal connections. The challenge is that cafe managers and owners require only devices provided by the cafe. This study aims to offer a solution by adjusting the WiFi signal strength of wireless access points. The research and design method used for WiFi signal strength management included initial identification, signal analysis, planning, and testing. The study resulted in a WiFi signal strength setting of 67%, which met the needs and limited signal coverage. RSSI values of -45 dBm to -69 dBm were sufficient to provide internet access only to cafe customers. Outside the permitted area, the WiFi signal was not received, and therefore, internet access was not possible.Hasil survey awal menunjukan bahwa 86% responden menyatakan bahwa kafe adalah tempat untuk mengakses internet, berinteraksi dan memenuhi kebutuhan bersosial media. Layanan akses internet di kafe yang dibutuhkan adalah kelancaran sambungan dan akses, jangkauan sinyal terbatas hanya untuk pelanggan kafe dan tidak ada gangguan dari penyambung tidak diijinkan. Problematika pemenuhannya adalah pihak pengelola dan pemilik kafe mengharuskan hanya menggunakan perangkat yang sudah disediakan oleh pihak kafe. Penelitian ini bertujuan menawarkan solusi penyelesaian dengan melakukan pengaturan kekuatan sinyal WiFi perangkat wireless access point. Metode yang digunakan untuk riset dan perancangan pengaturan kekuatan sinyal WiFi dengan tahapan identifikasi awal, analisa sinyal, perencanaan pengaturan dan pengujian. Hasil penelitian menghasilkan pengaturan kekuatan pancar sinyal WiFi sebesar 67% yang memenuhi kebutuhan dan membatasi jangkauan sinyal. Nilai RSSI -45 dBm sampai dengan -69 dBm cukup memberikan layanan akses internet hanya untuk konsumen kafe. Di luar area yang diijinkan terbukti tidak mendapatkan sinyal WiFi sehingga tidak mendapatkan akses layanan internet