Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Algoritma Pruned Exact Linear Time (PELT) Dalam Deduplikasi Data Sensor Pada Sistem Pemantauan Tanaman Anggur Valentino, Viktorius; Ristian, Uray; Midyanti, Dwi Marisa
Coding: Jurnal Komputer dan Aplikasi Vol 13, No 2 (2025): Edisi September 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/coding.v13i2.91551

Abstract

Penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dalam sistem pemantauan tanaman anggur menghasilkan volume data sensor yang besar, dengan banyak data yang memiliki nilai serupa secara berurutan. Hal ini menyebabkan peningkatan signifikan dalam kebutuhan penyimpanan di cloud server. Penelitian ini mengimplementasikan algoritma Pruned Exact Linear Time (PELT) untuk mendeteksi titik perubahan (changepoint) dalam data guna mengurangi duplikasi dan mengoptimalkan penggunaan penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deduplikasi dengan PELT menggunakan penalty Akaike Information Criterion (AIC) berhasil menurunkan jumlah data dari 2.203.730 menjadi 249.730 baris, sementara dengan Bayesian Information Criterion (BIC), jumlahnya berkurang lebih drastis menjadi 115.939 baris. Selain itu, ukuran data yang awalnya 206,476 MB berkurang menjadi 23,382 MB dengan AIC dan 10,86 MB dengan BIC. Berdasarkan hasil pengurangan tersebut, efisiensi kompresi yang diperoleh dengan penalty AIC mencapai efisiensi sebesar 88,68% dan penalty BIC mencapai 94,7%. Hasil ini membuktikan bahwa algoritma PELT efektif dalam mendeteksi titik perubahan untuk deduplikasi data sensor, sehingga secara signifikan mengurangi kebutuhan penyimpanan di cloud server. Kata kunci: Internet of Things (IoT), Deduplikasi Data, Algoritma PELT, efisiensi penyimpanan
Pengembangan dan Sosialisasi Website Sistem Informasi Desa Punggur Kecil Sebagai Media Informasi Desa Suhardi Suhardi; Hirzen Hasfani; Ikhwan Ruslianto; Rahmi Hidayati; Cucu Suhery; Tedy Rismawan; Dwi Marisa Midyanti; Syamsul Bahri; Irma Nirmala; Uray Ristian; Kasliono Kasliono; Karika Sari; Hafiz Muhardi
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i3.1279

Abstract

Pengembangan dan sosialisasi website Sistem Informasi Desa Punggur Kecil bertujuan untuk menyediakan media informasi yang efektif bagi masyarakat Desa Punggur Kecil, Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan ini merupakan bagian dari Pengabdian Pada Masyarakat dengan berfokus pada pembangunan website yang berfungsi sebagai pusat informasi desa, mencakup berbagai aspek antar lain profile desa, informasi public, informasi kegiatan, dan transparansi dana desa. Kegiatan dimulai dengan pertemuan dengan kepala desa untuk membahas rencana pembuatan sistem informasi dan pelaksanaan sosialisasi. Setelah didapatkan kebutuhan menu website yang dibutuhkan, dibangun website sistem informasi Desa Punggur Kecil. Setelah itu, dilaksanakan sosialisasi penggunaan website di lingkungan desa Punggur Kecil. Sosialisasi yang dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2024 di Aula Kantor Desa Punggur Kecil dari jam 13.00 WIB. Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk memperkenalkan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai penggunaan dan manfaat website. Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 23 peserta, diantaranya pegawai kantor desa, ketua RT, BPD, dan masyarakat. Hasil dari kegiatan sosialisasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta dapat memahami fungsi dan cara mengakses website dengan baik. Kegiatan PKM ini telah berhasil memperkenalkan teknologi informasi yang berguna untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan desa.
Single hidden layer feedforward neural networks for indoor air quality prediction Midyanti, Dwi Marisa; Bahri, Syamsul; Ilhamsyah, Ilhamsyah; Khairunnisa, Zalikhah; Midyanti, Hafizhah Insani
IAES International Journal of Artificial Intelligence (IJ-AI) Vol 15, No 1: February 2026
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijai.v15.i1.pp322-328

Abstract

Indoor air quality (IAQ) has become a problem because it affects human health, comfort, and productivity. Predicting air quality is a complex task due to the dynamic nature of IAQ variable values simultaneously. In this study, the single hidden layer feedforward neural networks model is used, namely radial basis function (RBF), self-organizing maps (SOM)-RBF, and extreme learning machine (ELM) to classify IAQ. This study also observed the effect of the number of neurons in the hidden layer on the model accuracy and overfitting of each network. The experimental results show that the number of neurons in the hidden layer can affect the accuracy of the RBF and SOM-RBF models. Among the three models used, RBF produces very good training data accuracy but also the most significant overfitting value. The largest overall accuracy was obtained using SOM-RBF, with a value of 86.37%.
Otomatisasi Pengontrolan Kualitas Air Pada Akuarium Ikan Arwana Berbasis IOT Menggunakan Logika Fuzzy Tsukamoto Ade Muhamad Nurhadi; Dwi Marisa Midyanti; Suhardi Suhardi
Jurnal Sistem Komputer dan Informatika (JSON) Vol. 5 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30865/json.v5i2.6947

Abstract

Arowana fish is an ornamental fish that has a beautiful body shape and color that makes it have a high price, and requires excellent care. The quality of the water in the aquarium must be maintained so that the Arowana fish are not stressed, sick, or die. However, many Arowana owners do not monitor water conditions closely. Therefore, a system is needed that can monitor the state of the aquarium environment, including automatic and manual water changes from the website. In this study using Arduino uno as a microcontroller connected to a pH and turbidity sensor, then NodeMCU ESP32 was used to send data to the internet and to perform the calculation process of Tsukamoto's fuzzy logic. The test results obtained an average accuracy on pH sensors of 96.62%, on turbidity sensors an average accuracy of 92.84%, on ultrasonic sensors an average accuracy of 99.62%. The system also tested Tsukamoto's fuzzy logic where the results were fuzzy with an accuracy of 83%. Testing of the system as a whole was carried out for 4 days. From the tests carried out, the average water pH per day results are 7.1 and turbidity of 18 NTU and all water quality conditions can be met according to the desired output using 9 rule bases.
Penentuan Pencemaran Air Menggunakan Metode Self Organizing Maps (SOM) Deni; Midyanti, Dwi Marisa; Hidayati, Rahmi
The Indonesian Journal of Computer Science Vol. 11 No. 1 (2022): The Indonesian Journal of Computer Science
Publisher : AI Society & STMIK Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33022/ijcs.v11i1.3036

Abstract

Water pollution is the entry of a component or substance into water, which causes water quality to decrease. The decrease in water quality causes the water to be unfit and affects the community's health. Therefore, an application for determining the water quality level building using the SOM algorithm with several data input parameters: Fluoride, Hardness, and Nitrite. These parameters use for data clustering in determining clean and polluted water. The SOM algorithm arranges SOM neurons based on the data input values ​​in a SOM cluster. For testing the SOM method on 114 data, the Silhouette Coefficient value was used to find the best number of clusters. Silhouette Coefficient will evaluate clustering the proximity of the distance between data. The test was carried out 27 times with variations of the experiment with the learning rate starting from 0.1 to 0.9 and the number of clusters from 2 to 4 to get the best Silhouette Coefficient value. The result of clustering the best silhouette coefficient value obtained is 0.7276473444141 with 3 clusters and the learning rate of 0.2.
Implementasi LoRa pada Monitoring Tempat Pembakaran Sampah berbasis Website: Implementation of LoRa in a Website – Based Waste Incinerator site Monitoring System Muhammad Raehan Maulana; Hafiz Muhardi; Midyanti, Dwi Marisa
Computer Science and Information Technology Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Computer Science and Information Technology (CoSciTech)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/coscitech.v7i1.11276

Abstract

Waste accumulation is a common problem caused by low public awareness of waste management and suboptimal waste handling by sanitation workers. Waste incineration can serve as a solution, but it has the potential to cause undesirable consequences if not properly supervised; therefore, a monitoring system capable of tracking the waste incineration process in real-time is necessary. With the rapid advancement of technology, wireless technology can be utilized to address this issue. However, most wireless technologies still rely on internet networks, making them less effective in areas with limited internet connectivity. Therefore, this study proposes the use of LoRa technology as a solution for data transmission without reliance on an internet network. The developed system can monitor waste incineration sites using MQ-2 sensors and flame sensors in real-time via a website, utilizing the LoRa SX1278 data transmission system. Implementation results show that the monitoring system can detect residual smoke and fire from waste incineration sites and monitor them up to a distance of 150 meters. Signal quality in LoRa SX1278 transmission is expressed in RSSI (Received Signal Strength Indicator) units, with an “excellent” signal category achieved up to a distance of 40 meters in the tests conducted.
Peningkatan Keamanan Kunci Vigenère Menggunakan Steganografi Least Significant Bit (LSB) pada Sistem IoT Smart Door QR Code Kasliono Kasliono; Syamsul Bahri; Dwi Marisa Midyanti; Muhammad Dito Asrofa; Riski Arasyid
Journal of Information System Research (JOSH) Vol 7 No 4 (2026): July 2026
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/josh.v7i4.9205

Abstract

In an increasingly connected digital era, the Internet of Things (IoT) enables seamless real-time data exchange across devices but also introduces critical challenges in data security. Although symmetric cryptography is widely adopted for its computational efficiency, key distribution and protection remain major vulnerabilities. This study aims to enhance IoT network security by integrating the Vigenère Cipher with Least Significant Bit (LSB) steganography. The LSB method is employed to conceal cryptographic keys within digital media, reducing the risk of unauthorized key interception. The proposed system is evaluated across three communication channels: the server, the user web interface, and ESP32/ESP32-CAM devices. Sniffing attack tests confirm that all transmitted data appears only as ciphertext, indicating successful protection of plaintext and secure key exchange. Performance measurements also demonstrate that the combined methods operate efficiently. On the server, encryption and encode require an average of 0.14 ms, while decode and decryption on the user web interface require 0.13 ms. On the ESP32-CAM, encryption and encode average 2.22 ms, with decode and decryption on the server requiring 0.10 ms. For the ESP32, server-side encryption and encode take 0.10 ms, while device-side decode and decryption take 1.46 ms. Overall, the integration of Vigenère Cipher and LSB steganography effectively improves data security in IoT communication without significantly impacting system performance.
Sistem Cerdas Kendali Titik Lampu Pertanian Buah Naga Menggunakan Protokol MQTT Septiana, Siaudila Anisa Dewi; Midyanti, Dwi Marisa; Hasfani, Hirzen
Coding: Jurnal Komputer dan Aplikasi Vol. 14 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/coding.v14i1.98657

Abstract

Tanaman buah naga memerlukan sinar matahari yang panjang untuk tumbuh dengan baik. Ketika cahaya alami terbatas, penggunaan lampu tambahan menjadi solusi. Namun, pengaturan lampu secara manual kurang efisien. Selain itu, penerapan sistem otomatis berbasis Internet of Things sering menghadapi kendala, terutama karena tingginya lalu lintas data yang membebani jaringan, sehingga menyebabkan koneksi menjadi tidak stabil. Sistem ini menggunakan protokol MQTT (Message Queuing Telemetry Transport) dalam pengiriman dikondisi jaringan terbatas. Komunikasi antara Master Node dan Slave Node di kedua kebun menggunakan protokol ESP-NOW. Master Node bertindak sebagai publisher yang mengirimkan nilai intensitas cahaya dan status lampu melalui MQTT ke broker HiveMQ, kemudian diteruskan ke website sebagai subscriber. Pengujian dilakukan selama dua hari menunjukkan bahwa pada hari pertama, 6276 data berhasil diterima oleh subscriber dengan rata-rata delay sebesar 593,901 ms. Pada hari kedua, jumlah data yang diterima meningkat menjadi 9146 data dengan rata-rata delay 903,217 ms. Pengujian packet loss di kedua hari yang menunjukkan bahwa seluruh data berhasil diterima dengan utuh oleh subscriber. Menurut standar TIPHON, yang menunjukkan bahwa pengujian delay termasuk dalam kategori jelek, serta tingkat packet loss dalam kategori sangat bagus. Kata kunci— dragon fruit, MQTT, delay, packet loss, ESP-NOW
Pemanfaatan Protokol Komunikasi MQTT Dalam Sistem Sortir Buah Jeruk Berdasarkan Warna Kulit Buah Dewa, Vitus Sandy Syahputra; Ruslianto, Ikhwan; Midyanti, Dwi Marisa
Coding: Jurnal Komputer dan Aplikasi Vol. 14 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/coding.v14i1.98663

Abstract

Bisnis Jeruk dalam proses penyortiran buah jeruk masih dilakukan secara manual oleh petani. Cara ini menghasilkan data yang harus segera diproses, namun keterlambatan komunikasi data yang menyebabkan response time yang tinggi. Hal ini berdampak pada lambatnya respons sistem otomatisasi dam penyortiran. Penelitian dalam pemanfaatan protokol MQTT dalam sistem sortir buah jeruk berdasarkan warna kulit buah untuk meningkatkan efisiensi dalam pengiriman data dan ringan secara real-time dengan response time yang rendah. Sistem dirancang menggunakan sensor TCS3200 untuk mendeteksi tingkat kematangan buah dengan kategori: mentah, setengah matang, matang, dan tidak sesuai. Sensor inframerah untuk menghitung jumlah buah yang telah disortir. Data dikirim melalui NodeMCU ESP32 sebagai publisher ke broker HiveMQ, lalu diproses dan ditampilkan pada antarmuka website sebagai subscriber. Hasil menunjukkan nilai response time rata – rata 491,81 ms. Nilai ini menunjukkan waktu yang layak dalam melakukan penyortiran antara pengiriman dan penerimaan data pada sistem sortir buah jeruk. Sensor TCS3200 mencapai akurasi keberhasilan sensor sebesar 76,7% dan error relatif sebesar 23,3% untuk tingkat kematangan buah. Sistem sortir buah jeruk dengan protokol MQTT berpotensi mendukung otomatisasi melalui komunikasi data real-time yang lebih efektif. Kata kunci: Sistem Sortir Buah, Warna Jeruk, MQTT, Waktu Respon.
Implementasi Edge Computing pada Mekanisme Antrian Pemesanan Mocktail Menggunakan Protokol HTTP Nur Ath Thariq, Muhammad Arifaldi; Muhardi, Hafiz; Midyanti, Dwi Marisa
Coding: Jurnal Komputer dan Aplikasi Vol. 14 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/coding.v14i1.100038

Abstract

Proses pemesanan dan pembuatan mocktail secara manual seringkali tidak efisien, terutama pada kawasan dengan banyak pengunjung, yang dapat menyebabkan penumpukan antrian dan mengakibatkan waktu tunggu proses pesanan yang lama. Penerapan teknologi pembuat mocktail dapat diterapkan, namun apabila menggunakan komputasi tradisional seperti cloud yang umumnya memiliki masalah latensi tinggi, dapat mengakibatkan layanan pemesanan mocktail kepada konsumen semakin tidak efisien. Untuk mengatasi masalah ini, diterapkan inovasi berupa sistem pemesanan dengan konsep reservasi dan self-service pada perangkat mocktail maker berbasis IoT, serta pemanfaatan konsep edge computing sebagai komputasi utama pada layanan sistem. Konsep ini memungkinkan pelanggan melakukan pemesanan dan pengambilan pesanan secara mandiri dari mocktail maker berbasis IoT dengan response time yang singkat. Penelitian yang dibangun berhasil menerapkan pemesanan secara reservasi dan pengambilan pesanan secara self-service dengan model antrian FIFO, serta menunjukkan rata-rata response time pengambilan data pesanan untuk edge computing dengan waktu sekitar 1414 milliseconds, sedangkan cloud computing memiliki response time sekitar 3300 milliseconds. Waktu response time yang didapatkan juga konsisten pada setiap komputasi yang digunakan dan tidak terpengaruh oleh jumlah antrian atau pesanan yang terdapat pada sistem, karena jumlah antrian difokuskan pada bagian server, sementara pesanan difokuskan pada bagian kendali alat. Kata kunci—Edge Computing, Sistem Pemesanan, Reservasi, Mocktail, Internet of Things