Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Self Organizing Maps untuk Pengelompokan Kabupaten/Kota Berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia Midyanti, Dwi Marisa; Bahri, Syamsul
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 10 No 6: Desember 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2023107647

Abstract

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator untuk mengukur keberhasilan dalam membangun kualitas hidup manusia. Di tahun 2022, empat indikator IPM berubah menjadi Umur Harapan Hidup Saat Lahir (UHH), Harapan Lama Sekolah (HLS), Rata-rata Lama Sekolah (RLS), dan Pengeluaran Kapita Pertahun. Namun empat indikator tersebut dianggap sebagian pihak kurang mewakili pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengelompokan IPM Kalimantan Barat dengan adanya penambahan variabel kepadatan penduduk, jumlah guru dan murid, dan jumlah pengangguran menggunakan Self Organizing Maps (SOM). Metode SOM dipilih karena memiliki kelebihan untuk memetakan data berdimensi tinggi kedalam bentuk peta berdimensi rendah. Selain itu digunakan normalisasi Min-Max normalization Benefit dan cost agar normalisasi sesuai dengan kriteria setiap variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, dengan menggunakan learning rate 0.001, maksimum iterasi 1100, dihasilkan sejumlah 4 cluster dengan nilai Silhouette Coefficients sebesar 0.331611 untuk penambahan variabel kepadatan penduduk, 0.290092 untuk penambahan variabel jumlah guru dan murid, 0.298582 untuk penambahan variabel jumlah pengangguran , dan 0.273734 untuk adanya penambahan variabel kepadatan penduduk, jumlah guru dan murid, dan jumlah pengangguran. Profiling cluster menghasilkan karakteristik dan anggota cluster yang berbeda di setiap penambahan variabel.   Abstract The Human Development Index (IPM) is an indicator to measure success in building the quality of human life. In 2022, the four HDI indicators changed to Life Expectancy at Birth (UHH), Years of School Expectation (HLS), Average Years of Schooling (RLS), and Annual Capita Spending. However, some consider the four indicators to be less representative of development. This study aims to carry out the West Kalimantan IPM cluster by adding population density variables, the number of teachers and students, and the number of unemployed using Self Organizing Maps (SOM). The SOM method was chosen because it has the advantage of mapping high-dimensional data into low-dimensional maps. Besides that, Min-Max normalization Benefit and cost normalization are used so that normalization is in accordance with the criteria for each variable. The results of this study indicate that using a learning rate of 0.001, maximum iteration of 1100, a total of 4 clusters are produced with Silhouette Coefficients values of 0.331611 for the addition of the population density variable, 0.290092 for the addition of the number of teachers and students variable, 0.298582 for the addition of the number of unemployed variables, and 0.273734 for the addition of the variable population density, number of teachers and students, and number of unemployed. Cluster profiling produces different characteristics and cluster members in each variable addition.
Otomatisasi Pengontrolan Kualitas Air Pada Akuarium Ikan Arwana Berbasis IOT Menggunakan Logika Fuzzy Tsukamoto Nurhadi, Ade Muhamad; Midyanti, Dwi Marisa; Suhardi, Suhardi
Jurnal Sistem Komputer dan Informatika (JSON) Vol. 5 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30865/json.v5i2.6947

Abstract

Arowana fish is an ornamental fish that has a beautiful body shape and color that makes it have a high price, and requires excellent care. The quality of the water in the aquarium must be maintained so that the Arowana fish are not stressed, sick, or die. However, many Arowana owners do not monitor water conditions closely. Therefore, a system is needed that can monitor the state of the aquarium environment, including automatic and manual water changes from the website. In this study using Arduino uno as a microcontroller connected to a pH and turbidity sensor, then NodeMCU ESP32 was used to send data to the internet and to perform the calculation process of Tsukamoto's fuzzy logic. The test results obtained an average accuracy on pH sensors of 96.62%, on turbidity sensors an average accuracy of 92.84%, on ultrasonic sensors an average accuracy of 99.62%. The system also tested Tsukamoto's fuzzy logic where the results were fuzzy with an accuracy of 83%. Testing of the system as a whole was carried out for 4 days. From the tests carried out, the average water pH per day results are 7.1 and turbidity of 18 NTU and all water quality conditions can be met according to the desired output using 9 rule bases.
Penerapan Algoritma Pruned Exact Linear Time (PELT) Dalam Deduplikasi Data Sensor Pada Sistem Pemantauan Tanaman Anggur Valentino, Viktorius; Ristian, Uray; Midyanti, Dwi Marisa
Coding: Jurnal Komputer dan Aplikasi Vol 13, No 2 (2025): Edisi September 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/coding.v13i2.91551

Abstract

Penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dalam sistem pemantauan tanaman anggur menghasilkan volume data sensor yang besar, dengan banyak data yang memiliki nilai serupa secara berurutan. Hal ini menyebabkan peningkatan signifikan dalam kebutuhan penyimpanan di cloud server. Penelitian ini mengimplementasikan algoritma Pruned Exact Linear Time (PELT) untuk mendeteksi titik perubahan (changepoint) dalam data guna mengurangi duplikasi dan mengoptimalkan penggunaan penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deduplikasi dengan PELT menggunakan penalty Akaike Information Criterion (AIC) berhasil menurunkan jumlah data dari 2.203.730 menjadi 249.730 baris, sementara dengan Bayesian Information Criterion (BIC), jumlahnya berkurang lebih drastis menjadi 115.939 baris. Selain itu, ukuran data yang awalnya 206,476 MB berkurang menjadi 23,382 MB dengan AIC dan 10,86 MB dengan BIC. Berdasarkan hasil pengurangan tersebut, efisiensi kompresi yang diperoleh dengan penalty AIC mencapai efisiensi sebesar 88,68% dan penalty BIC mencapai 94,7%. Hasil ini membuktikan bahwa algoritma PELT efektif dalam mendeteksi titik perubahan untuk deduplikasi data sensor, sehingga secara signifikan mengurangi kebutuhan penyimpanan di cloud server. Kata kunci: Internet of Things (IoT), Deduplikasi Data, Algoritma PELT, efisiensi penyimpanan
Pengembangan dan Sosialisasi Website Sistem Informasi Desa Punggur Kecil Sebagai Media Informasi Desa Suhardi Suhardi; Hirzen Hasfani; Ikhwan Ruslianto; Rahmi Hidayati; Cucu Suhery; Tedy Rismawan; Dwi Marisa Midyanti; Syamsul Bahri; Irma Nirmala; Uray Ristian; Kasliono Kasliono; Karika Sari; Hafiz Muhardi
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i3.1279

Abstract

Pengembangan dan sosialisasi website Sistem Informasi Desa Punggur Kecil bertujuan untuk menyediakan media informasi yang efektif bagi masyarakat Desa Punggur Kecil, Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan ini merupakan bagian dari Pengabdian Pada Masyarakat dengan berfokus pada pembangunan website yang berfungsi sebagai pusat informasi desa, mencakup berbagai aspek antar lain profile desa, informasi public, informasi kegiatan, dan transparansi dana desa. Kegiatan dimulai dengan pertemuan dengan kepala desa untuk membahas rencana pembuatan sistem informasi dan pelaksanaan sosialisasi. Setelah didapatkan kebutuhan menu website yang dibutuhkan, dibangun website sistem informasi Desa Punggur Kecil. Setelah itu, dilaksanakan sosialisasi penggunaan website di lingkungan desa Punggur Kecil. Sosialisasi yang dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2024 di Aula Kantor Desa Punggur Kecil dari jam 13.00 WIB. Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk memperkenalkan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai penggunaan dan manfaat website. Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 23 peserta, diantaranya pegawai kantor desa, ketua RT, BPD, dan masyarakat. Hasil dari kegiatan sosialisasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta dapat memahami fungsi dan cara mengakses website dengan baik. Kegiatan PKM ini telah berhasil memperkenalkan teknologi informasi yang berguna untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan desa.