Claim Missing Document
Check
Articles

KOMPONEN KIMIA ORGANIK LIMA JENIS ASAP CAIR Nur Adi Saputra; Sri Komarayati; Gusmailina Gusmailina
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2021.39.1.39-54

Abstract

Beberapa tanaman seperti kakao (Theobroma cacao), alpukat (Persea americana), puspa (Schima wallichii), sengon (Falcataria mollucana) dan tarik angin (Usnea sp.) banyak ditanam di masyarakat untuk kebutuhan buah-buahan atau kayu. Secara periodik, masyarakat memanen jenis-jenis tersebut untuk dimanfaatkan kayunya  atau  peremajaan  tanaman.  Pada  umumnya,  sortimen  kayu  digunakan  untuk  konstruksi sederhana, atau dibakar. Selain teknik pembakaran konvensional untuk menghasilkan arang, ada produk lain  yang  dapat  dihasilkan  yaitu  asap  cair  menggunakan  teknik  pembakaran  dengan  menambahkan kondensor untuk menghasilkan asap cair. Asap cair memiliki kandungan kimia organik dengan beragam manfaat.  Studi  ini  bertujuan  untuk  menganalisis  kandungan  kimia  organik  jenis  asap  cair  dari  jenis kayu kakao, kayu alpukat, kayu puspa, kayu sengon dan kayu tarik angin. Kelima jenis material studi dikarbonisasi menggunakan reaktor pirolisis pada suhu 400°C. Asap cair didapat dengan cara kondensasi uap  karbonisasi  kelima  jenis  tersebut.  Analisis  kandungan  kimia  organik  asap  cair menggunakan kromatografi  gas-spektrometer  massa  (Gas Chromatography Mass Spektophotometry, GCMS)  Pirolisys  Type QP2010 dan High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Analisis GCMS menunjukkan bahwa asap cair  kayu  kakao  memiliki  konsentrasi  kelompok  asam  tertinggi,  yaitu  45,53%,  sementara  konsentrasi asam asetatnya adalah 31,81%. Kehadiran kelompok fenol tertinggi terdapat pada asap cair kayu alpukat sebanyak  56,86%,  di  mana  konsentrasi  senyawa  fenol  mencapai  41,92%.  Kelompok  asam  dan  fenol merupakan jenis senyawa yang terkandung pada asap cair dan memiliki manfaat yang luas. 
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DARI LIMBAH PADAT INDUSTRI KERTAS Sri Komarayati; Ridwan A Pasaribu
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2005.23.1.35-41

Abstract

Dalam tulisan ini disajikan hasil penelitian pembuatan pupuk organik dari limbah padat industri kertas. Untuk pemacu proses digunakan penggiat (aktivator) hayati. Penelitian ini berlangsung selama satu bulan.Dari penelitian yang dilakukan diperoleh pupuk organik dengan kandungan unsur hara sebagai berikut: Kadar air 29,5%; pH 6,70; KTK 31,74 meq/gr; nisbah C/N 32,00; kandungan C 23,6%; N 0,9%; P 0,4%; K 0,5%; Mg 0,6% dan Ca 1,9%. Tekstur berupa pasir 0,1%; debu 59,6% dan liat 40,2%.Ditinjau dari hasil analisis kimia, ternyata pupuk yang dihasilkan belum dapat digolongkan pupuk organik, tetapi masih sebagai pembangun kesuburan tanah (soil conditioner).
ANALISIS KIMIA KAYU NANGKA (Artocarpus heterophyllus lamk) DARI JAWA BARAT (chemical analysis of jackfruit wood from west java) Sri Komarayati; Poedji Hastoeti
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 8 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1993.11.8.326-328

Abstract

Jackfruit plant (artocarpus heterophyllus lamk) is know as multipurpose tree. A chemical analysis of jackfruit wood from west java has been conducted to determine the contents of cellulose, lignin, pentosan,ash,silica and solubility in cold water, hot water, one percent sodium hydroxide and alcohol-benzene (1:2).The results showed that cellulose content 56,47 percent, lignin 28,76 percent, pentosan 18,64 percent, ash 0,78 percent, and silica 0,37 percent. Thesolubility in cold water 12.29 percent, hot water 14,41 percent, one percent sodium hydroxide 24,70 percent, and solubility in alcohol-benzene (1:2) 10,78 percent.
PENGARUH ARANG DAN ASAP CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN ANAKAN Gyrinops sp. Gusmailina Gusmailina; Sri Komarayati; Heru Satrio Wibisono
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2018.36.1.23-31

Abstract

Gyrinops merupakan salah satu genus tanaman penghasil gaharu yang penting di Indonesia, namun pertumbuhannya lambat. Penambahan stimulan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produksi gaharu melalui peningkatan aktivitas fisiologi tanaman. Tujuan penelitian ini mempelajari pengaruh penambahan arang dan asap cair terhadap pertumbuhan anakan Gyrinops sp. Arang kayu dengan beberapa konsentrasi 10%, 20%, dan 30%, dan asap cair dengan konsentrasi 1%, 2%, 3%, dan 4% ditambahkan secara terpisah pada media tanam. Arang kayu dan asap cair dibuat dari campuran limbah kayu sengon (Falcataria moluccana) dan kayu karet (Hevea brasiliensis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya arang kayu dan asap cair mampu meningkatkan pertumbuhan anakan Gyrinops. Penambahan 4% asap cair meningkatkan pertumbuhan anakan Gyrinops melalui pertumbuhan tinggi dan diameter anakan secara nyata. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa arang kayu dan asap cair merupakan dua bahan organik yang potensial untuk meningkatkan pertumbuhan anakan tanaman.
STUDI BIODELIGNIFIKASI CAMPURAN LIMBAH KAYU PEMBALAKAN SEBAGAI BAHAN BAKU PULP Ridwan A Pasaribu; Sri Komarayati; Sihati Suprapti
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 7 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1998.15.7.433-447

Abstract

Dalam upaya meningkatkan pemanfaatan dan efisiensi pengolahan limbah kayu untuk pulp, telah dilakukan studi biodelignifikasi limbah kayu oleh jamur pelapuk putih. Penelitian meliputi perbanyakan isolat, inokulasi  dan inkubasi jamur pelapuk putih pada campuran limbah kayu pembalakan, sedangkan di lapangan dilakukan koleksi, isolasi dan seleksi jamur pelapuk lignin dari Kalimantan Timur.Pada penelitian  ini digunakan empat jenis jamur pelapuk putih yaitu isolat Acasia. Isolat Mahang, isolat Super-fungi dan isolat Phanaerochaete chrysosporium. Ke empat jenis jamur ini diinokulasikan kepada dua belas  jenis limbah kayu pembalakan, antara lain  :  nyatoh (Palaquium sp), bengkal (Albizia procera Benth), macaranga (Macaranga sp), simpur (Dillenia sp), Bangkirai (Shorea laevifolia Endert), medang (Litsea firma Hook), meranti merah (Shore selanica BL), kayu arang (Diospyros pilosanthera Blanco). kayu bawang (Scorodocarpus bomeensis Becc), pare-pare (Glochidion sp), meranti putih (Shorea sp) dan maringkau (Xylopia sp).Tujuan penelitian adalah  untuk menentukan isolat jamur yang efektif mendelignifikasi    kayu, serta mengetahui pengaruh waktu inkubasi dan jumlah inokulum terhadap kandungan komponen kimia  kayu.Hasil  penelitian menunjukkan bahwa aplikasi  jamur pelapuk putih terutama isolat  Acasia sangat efektif menurunkan kadar lignin. lsolat  Acasia merupakan jamur terbaik dari empat jenis  jamur yang diseleksi, karena mampu mendegradasi lignin dan komponen kimia lainnya seperti  holoselulosa dan kadar sari.Perlakuan pendahuluan delignifikasi campuran limbah kayu  pembalakan dengan  waktu inkubasi 30 hari dan jumlah isolat  5%, efektif menurunkan lignin. lsolat jamur  hasil isolasi dari Kalimantan Timur sebagian besar merupakan jamur pelapuk lignin.
KARAKTERISTIK DAN POTENSI PEMANFAATAN ASAP CAIR KAYU TREMA, NANI, MERBAU, MATOA, DAN KAYU MALAS Sri Komarayati; Gusmailina Gusmailina; Lisna Efiyanti
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2018.36.3.219-238

Abstract

Kayu merupakan biomassa potensial dengan berbagai manfaat, salah satunya adalah sebagai bahan baku asap cair. Penelitian mengenai asap cair yang dihasilkan dari pirolisis kayu perlu dilakukan secara intensif untuk mendapatkan informasi kandungan dan manfaat komponen asap cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan potensi manfaat asap cair lima jenis kayu, yaitu kayu trema, nani, merbau, matoa, dan malas. Penelitian dilakukan dengan proses pirolisis pada suhu 500°C selama 5 jam, dan asap cair yang dihasilkan ditampung dalam wadah untuk dianalisis karakteristiknya. Karakteristik asap cair yang dipelajari meliputi pH, berat jenis, kadar asam asetat, kadar fenol, dan kandungan komponen kimia lainnya, menggunakan py-GCMS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH asap cair kelima jenis kayu berkisar antara 2,68 –4,34, berat jenis 0,83–1,04, kadar asetat 0,65– 13,09% dan kadar fenol 0,19–2,50%. Sementara itu, hasil analisis py-GCMS menunjukkan keragaman komponen kimia yang terkandung dalam asap cair masing-masing jenis kayu dengan komponen utama sebagai penciri asap cair pada kelima jenis kayu adalah senyawa asam asetat (acetic acid, ethylic acid), fenol (phenol, 2,6-dimethoxy (CAS) 2,6-dimethoxyphenol), dan asam karbamat. Komponen kimia asap cair diharapkan dapat diaplikasikan dalam berbagai variasi produk yang lebih luas sesuai cara pandang, tujuan, dan target produk yang ingin dicapai.
PROSPEK PENGEMBANGAN TANAMAN SUKUN DITINJAU DARI KANDUNGAN KIMIA DAN ASPEK LAINNYA Gusmailina Gusmailina; Sri Komarayati
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 3 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1994.12.3.77-83

Abstract

Breadfruit  (Artocarpus artilis  Forsberg) is  a multipurpose tree species  which  is suitable  to be extensified.  The report  deals with. chemical analysis  of  breadfruit wood. The  results indicated  that  cellulose contenl  53.58 %;  lignin cotuet 28.09%;  pentosan    content 14.00%;  solubitity in cold  water 3.13  % ;  in hot waler  4. 14 %;  alcohol-benzena 3. 40% and in NaOH 1 %  20. 03 % ,  moisture content 10.14 %; ash comesu 3. 60%; silica content  3. 10% and calorific value 4368.82  kcal/gr. Baseak on the components,  breadfruit  wood  can  be utilized  as sources of raw material for pulp  and paper  or rayon.  Besides it is also an alternative for food source and source of income for rural people.
PROSPEK PENGEMBANGAN TANANAMAN LANGKA DITINJAU DARI SIFAT ARANG DAN ASPEK LAINNYA Sri Komarayati
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 2 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1995.13.2.45-51

Abstract

Jackfruit (Artocarpus heterophyllus Lamk) is a multi purpose tree species. An analysis showed that Jackfruit wood contains cellulose content 56. 74%, lignin content 28.76%, pentosan content 18.64%, yield of charcoal 38.74 %, calorific value of charcoal 7108.37 cal/g and charcoal briquette has moisture content 5.10%, ash content 3.06%, volatile matter 25.51%, fixed carbon 71.23%, density 0.63 g/cm3, compression strength 350 kg/cm2 and calorific value 6487. 28 cal/g.Further study showed that Jackfruit leaf has moisture content 14.50%, ash content 5.24%, silica 3.60% , cellulose 38.83%, lignin 24.18% and pentosan 4.56%. This leaves is suitables for cattle fodder.Based on the analysis, Jackfruit wood is suitable for energy sources. Besides that Jackfruit plant can be used for export comodity, source of income and as intercropping plant which caused increasing of growth percentage of main plant upper than 85% and can increase 15 -20% of income of forest farmer (tumpang sari participant).