Claim Missing Document
Check
Articles

Usulan Perbaikan Lintasan Produksi Dengan Menggunakan Metode Theory Of Constraint Dan Metode Moddie Young Mifthahul Ahyan; Eddy Kotto; Uun Novalia Harahap
Jurnal VORTEKS Vol. 2 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/vorteks.v2i1.36

Abstract

PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang vulkanisir ban di Sumatera Utara. Pada kondisi aktual, terjadi antrean pada lantai produksi dikarenakan penumpukan barang yang diproses pada beberapa stasiun kerja atau sering disebut bottleneck. Hal ini dinilai mengakibatkan throughput pada perusahaan dalam proses yang tidak optimal. Oleh karena itu penulis merancang usulan perbaikan dengan menggunakan penjadwalan stasiun kerja berdasarkan stasiun kerja dengan upaya untuk mengeliminasi stasiun kerja bottleneck dan mendapatkan keseimbangan lintasan pada lantai produksi. Penjadwalan tersebut hanya dapat mengurangi jumlah stasiun kerja bottleneck sehingga dilakukan penyusunan stasiun kerja berdasarkan kriteria line balancing. Dalam penelitian ini, metode yang dipakai adalah Theory of Constraint (TOC) dan metode Moodie Young yang dapat menyelesaikan masalah yang ada sehingga waktu produksi lebih efisien. Perbaikan dilakukan adalah penjadwalan stasiun kerja dengan bottleneck yang menjadi kendala yaitu pada stasiun kerja skiving, cementing, repairing, envolving dan finishing, sehingga diperoleh 7 stasiun kerja dengan nilai smoothing index 709,43 dan efisiensi lintasan 75,44%. Perbaikan dengan metode Moodie Young terdiri dari dua fase yaitu membuat pengelompokan stasiun kerja dan melakukan redistribusi elemen kerja ke setiap stasiun kerja hasil dari fase satu. Hasil penyeimbangan dengan menggunakan metode Moodie Young diperoleh 8 stasiun kerja dengan nilai smoothing index 917,40 dan efisiensi lintasan 74,70%.
Perbaikan dan Pengembangan Produk Baby Chair menggunakan metode QFD (Quality Function Deployment) Studi Kasus; PT. Casa Woodworking Industry Eva Vivi Aniceta Situmorang; Zufri Hasrudy Siregar; Uun Novalia Harahap
Jurnal VORTEKS Vol. 2 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/vorteks.v2i2.86

Abstract

Quality Function Deployment (QFD) merupakan metodologi yang bertujuan menerjemahkan kebutuhan serta keinginan konsumen pada suatu rancangan produk yang mempunyai syarat teknik serta ciri pada kualitas produk. PT. Casa Woodworking Industry Medan merupakan perusahaan yang memproduksi baby chair, dimana tahun 2019-2020 terjadi penurunan penjualan yang dikarenakan banyaknya perusahaan lain yang mengeluarkan produk yang sama dengan spesifikasi yang berbeda. Dari hal itu peneilitan ini difokuskan pada perbaikan dan pengembagan produk tersebut, dimana di dapat bahwa karakteristik teknis produk baby chair yaitu menekan Biaya Produksi, Design, Bahan Berkualitas dan Aman, Multifungsi, Fitur Tambahan dan berdasrkan rangking priority didapat yaitu : Ukuran dapat disesuaikan 0,78, Hemat tempat 0.74 dan tidak ada sisi yang tajam 0.74
Analisis peningkatan produktivitas kerja mesin dengan menggunakan metode Total Productive Maintenance (TPM) di PT. Casa Woodworking Industry Uun Novalia Harahap; eddy eddy; Chairunnisa Nasution
Jurnal VORTEKS Vol. 2 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/vorteks.v2i2.88

Abstract

TPM merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi perusahaan dengan menggunakan mesin/peralatan secara efektif. TPM juga bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dengan cara meningkatkan fungsi dan kinerja mesin/peralatan yang digunakan dan mengeliminasi six big losses yang terdapat pada mesin/peralatan. Objek penelitian adalah mesin Moulding. Data yang digunakan data satu tahun terakhir yaitu bulan Juli 2019 - Juni 2020, diperoleh nilai overall equipment effectiveness (OEE) yang berkisar antara 45,49 % - 74,35 %. Nilai OEE terendah pada bulan Desember 2019 yakni sebesar 45,49 % yang mana pencapaian ini sangat jauh merosot dari bulan-bulan sebelumnya dan masih sangat kecil dibandingkan dengan nilai OEE target perusahaan sebesar 85% dimanah menurunnya nilai OEE dipengaruhi oleh faktor yang paling dalam six big losses adalah Idling dan minor stoppages berkisar dari 24,68% - 61,07 % , Reduced speed sebesar 9,09 % - 15,68 % dan Breakdown Loss sebesar 2,21% - 17,48. Sementara empat faktor lain berpengaruh kecil yaitu masih di bawah 10%.. Solusi untuk melakukan perbaikan dengan konsep Total Productive Maintenance (TPM) yang didalamnya meliputi autonomous maintenance.
Penerapan metode Six Sigma pada pengendalian kualitas minyak goreng di PT. INNO-Wangsa Oil & Fat Rizky Ramadhan; Uun Novalia Harahap; Rini Halilla Nasution
Jurnal VORTEKS Vol. 3 No. 1 (2022): Sustainable Energy and IoT
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/vorteks.v3i1.137

Abstract

Pada output proses produksi minyak goreng terdapat produk outspect yang dapat mempengaruhi kepuasan konsumen. Output proses produksi minyak goreng yang outspect harus dilakukan rework sehingga mengeluarkan biaya produksi tambahan yang harus dikeluarkan perusahaan. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengurangi produk outspect pada output proses produksi minyak goreng Mirna dengan menggunakan metode DMAIC Six Sigma. Kapabilitas sigma pada proses produksi minyak goreng pada Nopember 2020 didapat hasil tingkat cacat (proporsi) sebesar 0,115, DPO (defect per oppurtunity) sebesar 0,0287 dan DPMO (defect per million opportunities) sebesar 28.700 yang kemudian di konversikan melalui tabel maka didapatkanlah level sigma sebesar 3,40 sigma dan Dari nilai Cpk diatas yaitu sebesar 0,6332 dapat disimpulkan bahwa kemampuan proses produksi minyak goreng Mirna kurang mampu karena Cpk < 1.5, maka perlu upaya-upaya giat untuk peningkatan kualitas menuju target yang diinginkan. Tingkat 3,40 sigma masih dikategorikan sebagai rata-rata industri di Indonesia.
Penerapan model HOR (HOUSE OF RISK) untuk mitigasi resiko pada produksi kusen di UD. Subur Jaya Suriandi; Uun Novalia Harahap; Rini Halilla Nasution
Jurnal VORTEKS Vol. 3 No. 1 (2022): Sustainable Energy and IoT
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/vorteks.v3i1.138

Abstract

Semakin ketatnya persaingan terutama dalam sektor industri, perusahaan dituntut untuk berkompetisi menjadi perusahaan yang lebih unggul. Supply ChainManagement (SCM) merupakan suatu hal dalam perusahaan yang sangat penting untuk diperhatikan karena melibatkan semua elemen yang berpartisipasi dalam pergerakan usaha, mulai dari pemasok (supplier), perusahaan manufaktur, hingga customer. Secara umum semua kegiatan yang terkait dengan aliran material, aliran informasi, dan aliran finansial di sepanjang supply chain adalah kegiatan-kegiatan dalam cakupan SCM. Pendekatan HOR bertujuan untuk mengidentifikasi risiko dan merancang strategi penanganan untuk mengurangi probabilitas kemunculan dari penyebab resiko risiko dengan memberikan tindakan pencegahan pada penyebab resiko risiko. Penyebab resiko risiko atau penyebab risiko merupakan faktor penyebab yang mendorong timbulnya risiko. Masalah yang ada di UD. Subur Jaya adalah seringnya terjadi keterlambatan barang masuk,namun orderan konsumen menunmpuk. Terkadang hal tersebut menyebabkan masalah yang berdampak kepada kurangnya kepercayaan konsumen kepada perusahaan serta keterlambatan pesanan kepada konsumen. Oleh karena itu dengan mengurangi penyebab resiko risiko berarti dapat mengurangi timbulnya beberapa kejadian risiko. Setelah dilakukannya pengolahan data pada bab sebelumnya dengan menggunakan metode House of Risk (HOR) untuk penanganan resiko yang terdiri dari 2 fase yaitu fase pertama mengidentifikasi resiko yang diminta dimana kejadian risiko da agent risiko diidentifikasi dan dilakukan perhitungan nilai Aggregate Risk Potential (ARP). Fase kedua merupakan penanganan risiko. Setelah dilakukan penelitian diperoleh hasil bahwa apat diketahui resiko rantai pasok pada UD. Sumber Jaya yaitu terdapat 32 kejadian agen risiko, kemudian dilakukan pembuatan diagram pareto sehingga didapatkan sebanyak 18 agen risiko. Penanganan risikoyang diterapkan dimulai dari melakukan koordinasi anatara pihak user dan pembuat PR. pihak Gudang, Produksi,danMarketing melakukankoordiasi Setiaphari kerja, melakukan penyesuaian data antara pada system dengan actual dilapangan
Perencanaan kapasitas dan waktu produksi menggunakan metode Capacity Requirement Planning (CRP) pada industri tahu tempe Aziz Ahmadi Syam; Zufri Hasrudy Siregar; Uun Novalia Harahap
Jurnal VORTEKS Vol. 3 No. 1 (2022): Sustainable Energy and IoT
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/vorteks.v3i1.152

Abstract

CRP yaitu kemampuan untuk menentukan, mengukur, dan menyesuaikan tingkat kapasitas atau proses untuk menentukan jumlah usaha dan sumber daya mesin yang diperlukan untuk menjalankan. Manufaktur. CRP merupakan teknik perhitungan kapasitas rinci yang dibutuhkan oleh MRP. Bila bahan-baku yang dimiliki Home Industry melebihi dari kebutuhan yang direncanakan untuk kebutuhan proses produksi, maka Home Industry menanggung risiko biaya yang cukup besar, baik itu akibat biaya penyimpanan bahan-baku maupun risiko biaya akibat kerusakan bahan. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk merencanakan kapasitas produksi yang optimal yang berguna untuk efisiensi dan efektivitas produksi perusahaan tersebut. Untuk hasil penelitian tersebut didapat kapasitas sebesar 3,642 kg, dengan waktu kerja sebesar 168 jam / bulan. Dengan menggunakan jam kerja aktual 7 jam / hari menjadi 2 shift dalam 1 hari dengan 5 jam kerja ternyata perusahaan memiliki kelebihan kapasitas waktu dan produksi sebesar 10,076 menit/bulan dan diusulkan menjadi 8,220 menit/bulan
Pengendalian kualitas produk pulp dengan menggunakan metode Kaizen di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk Thony Herman Napitu; Uun Novalia Harahap; Jumadi Suratman
Jurnal VORTEKS Vol. 3 No. 1 (2022): Sustainable Energy and IoT
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/vorteks.v3i1.155

Abstract

Peningkatan kualitas produksi perusahaan keseluruhan dapat dilakukan dengan penurunan jumlah produk yang mengalami kerusakan atau off grade produk serta menghilangkan pemborosan berupa pengerjaan ulang akibat kerusakan produk secara terus menerus.tujuan penelitian ini dilakukan yaitu menganalisis kualitas produk di PT.Toba Pulp Lestari, Tbk dimana data hasil produksi 3 tahun terakhir diperoleh rata-rata off grade 2,68 %/ tahun sehingga dilakukan pendekatan dengan metode Kaizen yang menghasilkan kecacatan tertinggi yaitu jenis pulp low brightness sebesar 53,29 % dan nilai silica acid yang out spect sebesar 26,81% yang dilihat pada diagram pareto. Off grade yang berada diluar batas control menunjukkan bahwa proses yang terjadi dalam keadaan tidak stabil dikarenakan mengalami kenaikan dan penurunan.
Analisis Pengaruh Ukuran Batubara Terhadap Performa PLTU dengan Jenis Boiler Tipe Chain Grate Muhammad Idris; Anggih Prasetyo Wibisono; Indra Hermawan; Iswandi Iswandi; Uun Novalia Harahap
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 6, No 1 (2022): EDISI JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v6i1.5985

Abstract

Based on ASME standard section VII, Part. 13, the recommended coal sizing for boiler stoker is 32 mm with a maximum mixture of 25% in 6 mm. PLTU Tanjung Balai Karimun (2x7 MW) which has a chain grate type of stoker boiler, for its operation using mostly in fine particle coal size with 58% in 31,5 mm – 2,38 mm and 17% in < 2,38 mm.  Regarding the use of non-standard ASME coal size on boiler stoker, the aim of this research is to know the effect of that coal to the performance of the power plant in the term of specific fuel consumption (SFC), turbine heat rate (THR), gross plant heat rate (GPHR), net plant heat rate (NPHR) and thermal efficiency of the cycle. After analyzing and calculating the operation data of the power plant, it is known that to produce 1 kWh of power, the power plant that uses fine particle coal size has a 26,80% higher on SFCgross and GPHR value, 25,87% higher on SFCnetto and NPHR value, and also 0,47% higher on THR value, but the thermal efficiency value is 4,43% smaller than when the power plant operates using standard ASME coal size. So it can be concluded that to produce 1 kWh the power plant when operating using non-standard ASME coal size requires more both energy and coal than when the power plant operates using standard ASME coal size
Analisis Perpindahan Panas pada Kondensor dengan Metode Lmtd pada Proses Pirolisis Ampas Kelapa Denny Fachri Mariadi; Muhammad Idris; Iswandi Iswandi; Syafruddin Ritonga; Uun Novalia Harahap
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 6, No 1 (2022): EDISI JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v6i1.5984

Abstract

 Pirolisis merupakan proses dekomposisi kimia bahan organic melalui proses pemanasan tanpa atau sedikit oksigen  atau regen lainnya, dimana material mentah akan mengalami pemecahan struktur kimia menjadi fase gas. Pirolisis dilakukan di sebuah reactor dengan pengurangan atmosfer (hampa udara) pada temperatur hingga 8000 C.  Konversi biomasa menjadi bahan bakar terdiri dari 2 cara Biochemical dan Thermochemical. Pada penelitian ini penulis akan mengkonversi biomasa ( ampas kelapa )  dengan cara pirolisis. Tujuan penelitian ini di lakukan untuk menganalisis laju perpindahan panas pada kondensor dengan mengunakan metode LMTD log mean temperature difrent. Bahan yang di uji pada penelitian ini adalah sisa ampas kelapa dari industri pmerasan santan kelapa yang banyak terbuang sia-sia. Bahan yang telah di dapatkan kemudian di pirolisis di reactor pirolisis. Dari hasil pengujian dapat di ketahui bawah analisis perpindahan panas dengan metode log mean temperature different aliran berlawanan arah lebih efektif di gunakan dibandingkan dengan aliran searah, efektifitas kondensor sebesar 97,9%  pada aliran berlawanan aran dan pada aliran searah sebesas 88.8%. Nilai kondensasi filem di dapat sebesar 9.8% Pada aliran berlawanan arah dan 3.2% pada aliran searah yang merupakan hasil luaran biooil.
Pembuatan Alat Penjernihan Air Dengan Filter Bertekanan Rendah Untuk Masyarakat Desa Laut Dendang Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deliserdang Diana Suita; Marina Elsera; Liza Fitriana; Uun Novalia Harahap
Jurnal TUNAS Vol 3, No 1 (2021): Edisi November
Publisher : LPPM STIKOM Tunas Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30645/jtunas.v3i1.39

Abstract

Clean water is water that is fit for consumption. Clean water is not only clear, odorless, and tasteless, but also must meet health requirements. These health requirements, among others, do not contain toxic chemicals or bacterial germs that can interfere with health. Dirty water contains solid or liquid substances resulting from waste disposal such as garbage, carcasses, used washing water, household waste and others. Polluted water will have an impact on human health. One of the waters that has been polluted with heavy metals is in the sea village of Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency. For this reason, it is necessary to treat well water in the village of Laut Dendang. There are various simple ways that can be used to get clean water, and the most common way is to make a water filter and perhaps the most appropriate is to make a water purifier or a simple water filter. It is undeniable, that simple water filtration cannot eliminate completely as water with conditions, because processing dirty water into clean water must be done carefully so that the germs in the water are completely gone. Based on the description above, socialization and manufacture of water purification equipment with low pressure filters were undertaken for the people of Laut Village, Dendang village 6 (XI), village 8 (XIII), and village 9 (IX) Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency. Several other things become obstacles in making water purification equipment with low pressure filters for the field community. For this reason, an innovation is needed to manufacture water purification equipment with low pressure filters for the community and overcome obstacles or solutions for making water purification equipment with low pressure filters. The Harapan University Service Team Medanundertaken socialization activities and direct field practice on the manufacture of water purification equipment with low pressure filters for the people of Laut Village, Dendang village 6 (XI), village 8 (XIII), and village 9 (IX) Percut Sei Tuan District, Deli Regency Serdang.