Claim Missing Document
Check
Articles

Penentuan Jumlah Tenaga Kerja Yang Optimal Berdasarkan Waktu Standar Dengan Metode Work Sampling Di Bagian Penggulungan Di PT. PTPN IV Uun Novalia Harahap; Zaharuddin Zaharuddin; Abdul Azis Syarif; Bagas Sriwanto; Muhammad Rizki Permana
Jurnal Simetri Rekayasa Vol 4 No 1 (2022): Edisi April 2022
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PTPN IV is a State-Owned Enterprise (BUMN) engaged in the agro-industry business which manages tea commodities covering 4% of the entire plantation business at PT. PTPN IV needs to determine the optimal number of workers at the rolling station, because there is an imbalance between working time and labor so that there are additions or reductions. The purpose of this study is to determine the amount of standard time, productivity and determine the number of workers to be employed at the rolling station based on standard time. Through this research, the company can determine the number of employees needed by the company to complete its work. This research was conducted from 07.00 WIB to 16.00 WIB for operators working in the rolling section to limit the problems in the research. The research took place in several stages, namely preliminary observation and then continued with determining the number of observations, work sampling observations, data collection, data processing, analysis of results, and conclusions from research results. This research was conducted using the work sampling method. This is done by observing the actions of workers while working, which is then used to measure their work productivity. By knowing the productivity of the operator, we get the standard work time and the number of productive hours to complete the job, then use it to calculate the total work time with the total processing of the enumeration from observations and calculations so that the number of workers who should be employed is known.
AN EVALUATION OF TURBINE AND GENERATOR PERFORMANCE AT PT INALUM POWER PLANT USING GADS, EXPONENTIAL DISTRIBUTION FMEA ANALYSIS Uun Novalia Harahap; Nurul Atikah
INFOKUM Vol. 10 No. 5 (2022): December, Computer and Communication
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT INALUM Power Plant is a company that operates a hydropower plant consisting of the Siguragura (SGP) and Tangga (TNP) power stations. So that requires it to continue to optimize its maintenance policy. Even though maintenance activities have been carried out, the frequency of damage to each unit still occurs frequently. As a result, the unit trips (experiencing termination), namely forced outage, which affects the amount of downtime. To overcome this problem, in this study the method used to determine the performance of the power plant is the Generating Availability Data System (GADS), then to determine the reliability and rate of failure using an exponential distribution. Meanwhile, to repair damage to turbines & generators using FMEA analysis. MTR bushings were repaired routinely for 51.306 hours (±2 days) or 102.612 hours (±4 days). 46% and in the Ladder Hydroelectric Power Plant it occurred in the T/Ge3 unit of 2.80%. The appropriate evaluation action is to carry out maintenance with the type of periodic maintenance and preventive maintenance. Particularly T/Ge1 PLTA Siguragura on the air cooler & metal cooling tube component and T/Ge3 PLTA Tangga on the MTR Bushing component. The right maintenance strategy to minimize forced outage is to review planned maintenance on the air cooler & metal cooling tube for routine flushing for 35,287 hours (±1 day) or 70,574 hours (±3 days).
Usulan Perbaikan Lintasan Produksi Dengan Menggunakan Metode Theory Of Constraint Dan Metode Moddie Young Mifthahul Ahyan; Eddy Kotto; Uun Novalia Harahap
Jurnal VORTEKS Vol. 2 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/vorteks.v2i1.36

Abstract

PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang vulkanisir ban di Sumatera Utara. Pada kondisi aktual, terjadi antrean pada lantai produksi dikarenakan penumpukan barang yang diproses pada beberapa stasiun kerja atau sering disebut bottleneck. Hal ini dinilai mengakibatkan throughput pada perusahaan dalam proses yang tidak optimal. Oleh karena itu penulis merancang usulan perbaikan dengan menggunakan penjadwalan stasiun kerja berdasarkan stasiun kerja dengan upaya untuk mengeliminasi stasiun kerja bottleneck dan mendapatkan keseimbangan lintasan pada lantai produksi. Penjadwalan tersebut hanya dapat mengurangi jumlah stasiun kerja bottleneck sehingga dilakukan penyusunan stasiun kerja berdasarkan kriteria line balancing. Dalam penelitian ini, metode yang dipakai adalah Theory of Constraint (TOC) dan metode Moodie Young yang dapat menyelesaikan masalah yang ada sehingga waktu produksi lebih efisien. Perbaikan dilakukan adalah penjadwalan stasiun kerja dengan bottleneck yang menjadi kendala yaitu pada stasiun kerja skiving, cementing, repairing, envolving dan finishing, sehingga diperoleh 7 stasiun kerja dengan nilai smoothing index 709,43 dan efisiensi lintasan 75,44%. Perbaikan dengan metode Moodie Young terdiri dari dua fase yaitu membuat pengelompokan stasiun kerja dan melakukan redistribusi elemen kerja ke setiap stasiun kerja hasil dari fase satu. Hasil penyeimbangan dengan menggunakan metode Moodie Young diperoleh 8 stasiun kerja dengan nilai smoothing index 917,40 dan efisiensi lintasan 74,70%.
Penerapan metode Six Sigma pada pengendalian kualitas minyak goreng di PT. INNO-Wangsa Oil & Fat Rizky Ramadhan; Uun Novalia Harahap; Rini Halilla Nasution
Jurnal VORTEKS Vol. 3 No. 1 (2022): Sustainable Energy and IoT
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/vorteks.v3i1.137

Abstract

Pada output proses produksi minyak goreng terdapat produk outspect yang dapat mempengaruhi kepuasan konsumen. Output proses produksi minyak goreng yang outspect harus dilakukan rework sehingga mengeluarkan biaya produksi tambahan yang harus dikeluarkan perusahaan. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengurangi produk outspect pada output proses produksi minyak goreng Mirna dengan menggunakan metode DMAIC Six Sigma. Kapabilitas sigma pada proses produksi minyak goreng pada Nopember 2020 didapat hasil tingkat cacat (proporsi) sebesar 0,115, DPO (defect per oppurtunity) sebesar 0,0287 dan DPMO (defect per million opportunities) sebesar 28.700 yang kemudian di konversikan melalui tabel maka didapatkanlah level sigma sebesar 3,40 sigma dan Dari nilai Cpk diatas yaitu sebesar 0,6332 dapat disimpulkan bahwa kemampuan proses produksi minyak goreng Mirna kurang mampu karena Cpk < 1.5, maka perlu upaya-upaya giat untuk peningkatan kualitas menuju target yang diinginkan. Tingkat 3,40 sigma masih dikategorikan sebagai rata-rata industri di Indonesia.
Penerapan model HOR (HOUSE OF RISK) untuk mitigasi resiko pada produksi kusen di UD. Subur Jaya Suriandi; Uun Novalia Harahap; Rini Halilla Nasution
Jurnal VORTEKS Vol. 3 No. 1 (2022): Sustainable Energy and IoT
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/vorteks.v3i1.138

Abstract

Semakin ketatnya persaingan terutama dalam sektor industri, perusahaan dituntut untuk berkompetisi menjadi perusahaan yang lebih unggul. Supply ChainManagement (SCM) merupakan suatu hal dalam perusahaan yang sangat penting untuk diperhatikan karena melibatkan semua elemen yang berpartisipasi dalam pergerakan usaha, mulai dari pemasok (supplier), perusahaan manufaktur, hingga customer. Secara umum semua kegiatan yang terkait dengan aliran material, aliran informasi, dan aliran finansial di sepanjang supply chain adalah kegiatan-kegiatan dalam cakupan SCM. Pendekatan HOR bertujuan untuk mengidentifikasi risiko dan merancang strategi penanganan untuk mengurangi probabilitas kemunculan dari penyebab resiko risiko dengan memberikan tindakan pencegahan pada penyebab resiko risiko. Penyebab resiko risiko atau penyebab risiko merupakan faktor penyebab yang mendorong timbulnya risiko. Masalah yang ada di UD. Subur Jaya adalah seringnya terjadi keterlambatan barang masuk,namun orderan konsumen menunmpuk. Terkadang hal tersebut menyebabkan masalah yang berdampak kepada kurangnya kepercayaan konsumen kepada perusahaan serta keterlambatan pesanan kepada konsumen. Oleh karena itu dengan mengurangi penyebab resiko risiko berarti dapat mengurangi timbulnya beberapa kejadian risiko. Setelah dilakukannya pengolahan data pada bab sebelumnya dengan menggunakan metode House of Risk (HOR) untuk penanganan resiko yang terdiri dari 2 fase yaitu fase pertama mengidentifikasi resiko yang diminta dimana kejadian risiko da agent risiko diidentifikasi dan dilakukan perhitungan nilai Aggregate Risk Potential (ARP). Fase kedua merupakan penanganan risiko. Setelah dilakukan penelitian diperoleh hasil bahwa apat diketahui resiko rantai pasok pada UD. Sumber Jaya yaitu terdapat 32 kejadian agen risiko, kemudian dilakukan pembuatan diagram pareto sehingga didapatkan sebanyak 18 agen risiko. Penanganan risikoyang diterapkan dimulai dari melakukan koordinasi anatara pihak user dan pembuat PR. pihak Gudang, Produksi,danMarketing melakukankoordiasi Setiaphari kerja, melakukan penyesuaian data antara pada system dengan actual dilapangan
Perencanaan kapasitas dan waktu produksi menggunakan metode Capacity Requirement Planning (CRP) pada industri tahu tempe Aziz Ahmadi Syam; Zufri Hasrudy Siregar; Uun Novalia Harahap
Jurnal VORTEKS Vol. 3 No. 1 (2022): Sustainable Energy and IoT
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/vorteks.v3i1.152

Abstract

CRP yaitu kemampuan untuk menentukan, mengukur, dan menyesuaikan tingkat kapasitas atau proses untuk menentukan jumlah usaha dan sumber daya mesin yang diperlukan untuk menjalankan. Manufaktur. CRP merupakan teknik perhitungan kapasitas rinci yang dibutuhkan oleh MRP. Bila bahan-baku yang dimiliki Home Industry melebihi dari kebutuhan yang direncanakan untuk kebutuhan proses produksi, maka Home Industry menanggung risiko biaya yang cukup besar, baik itu akibat biaya penyimpanan bahan-baku maupun risiko biaya akibat kerusakan bahan. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk merencanakan kapasitas produksi yang optimal yang berguna untuk efisiensi dan efektivitas produksi perusahaan tersebut. Untuk hasil penelitian tersebut didapat kapasitas sebesar 3,642 kg, dengan waktu kerja sebesar 168 jam / bulan. Dengan menggunakan jam kerja aktual 7 jam / hari menjadi 2 shift dalam 1 hari dengan 5 jam kerja ternyata perusahaan memiliki kelebihan kapasitas waktu dan produksi sebesar 10,076 menit/bulan dan diusulkan menjadi 8,220 menit/bulan
Pengendalian kualitas produk pulp dengan menggunakan metode Kaizen di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk Thony Herman Napitu; Uun Novalia Harahap; Jumadi Suratman
Jurnal VORTEKS Vol. 3 No. 1 (2022): Sustainable Energy and IoT
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/vorteks.v3i1.155

Abstract

Peningkatan kualitas produksi perusahaan keseluruhan dapat dilakukan dengan penurunan jumlah produk yang mengalami kerusakan atau off grade produk serta menghilangkan pemborosan berupa pengerjaan ulang akibat kerusakan produk secara terus menerus.tujuan penelitian ini dilakukan yaitu menganalisis kualitas produk di PT.Toba Pulp Lestari, Tbk dimana data hasil produksi 3 tahun terakhir diperoleh rata-rata off grade 2,68 %/ tahun sehingga dilakukan pendekatan dengan metode Kaizen yang menghasilkan kecacatan tertinggi yaitu jenis pulp low brightness sebesar 53,29 % dan nilai silica acid yang out spect sebesar 26,81% yang dilihat pada diagram pareto. Off grade yang berada diluar batas control menunjukkan bahwa proses yang terjadi dalam keadaan tidak stabil dikarenakan mengalami kenaikan dan penurunan.
Analisis Kinerja Supply Chain Manajement dengan Metode Supply Chain Operation Reference di PT. Sumber Jaya Indahnusa COY Jekson Priadi Pasaribu; Uun Novalia Harahap; Denny Wallady Utama
IRA Jurnal Teknik Mesin dan Aplikasinya (IRAJTMA) Vol 1 No 3 (2022): Desember
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajtma.v1i3.23

Abstract

PT. Sumber Jaya Indahnusa COY is one of the companies in Indonesia engaged in the processing of palm oil with regional and domestic product marketing. PT. Sumber Jaya Indahnusa COY has problems related to the company's supply chain, where until now, the supply chain performance measurement management system is still not optimal. The measurements are still functional-based, carried out in each division or section in PT. Sumber Jaya Indahnusa COY. The solution to this problem is sought by measuring and improving the performance of the company's supply chain. The research method used is action research. Problem-solving is done using a supply chain operations reference approach. The results of supply chain performance measurement are 28 key performance indicators (KPI), namely 6 for the plan perspective, 8 for the source perspective, 4 for the make perspective, 6 for the deliver perspective, and 4 for the return perspective. The average total index value is 7.42. Based on the traffic light system, the index value is in the yellow category, indicating PT's supply chain performance. Sumber Jaya Indahnusa COY has not achieved the expected performance despite the results being close to the set targets.
Analisis Defect pada Proses Produksi Mie Blok dengan Metode SPC dan RCA Pada PT. Lestari Alam Segar Mariras Sitepu; Abdul Aziz Syarif; Uun Novalia Harahap
IRA Jurnal Teknik Mesin dan Aplikasinya (IRAJTMA) Vol 2 No 1 (2023): April
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajtma.v2i1.42

Abstract

PT. Lestari Alam Segar is a food industry company that manufactures instant noodles on Jalan Pulau Pinang III Kav. 600-342 E Ex. Saentis Kec. Percut sei Tuan, Kab. Deli Serdang, North Sumatra. PT. Lestari Alam Segar produces around 45,000 boxes per day. The purpose of this problem is to control the quality of finished products and identify the causes of product quality deviations using statistical tools, namely seven tools (check sheet, histogram, Pareto diagram, cause and effect diagram, scatter diagram, process flow diagrams, and control charts) so that it can determine the factors that cause product defects and the prevention that will be carried out. The conclusion of this study is that of the seven quality control tools that have been analyzed; it can be seen that the cause of quality deviation at PT. Lestari Alam Segar of the many product defects that occur, the most defective products are burnt noodles caused by three factors, namely humans, methods, and machines and preventive measures that can be taken from the human factor are providing strict direction and supervision and conducting training for operators.
Identifikasi dan Analisis Faktor Internal dan Eksternal pada UMKM Konveksi Reihan Menggunakan Metode Analisa SWOT dan QSPM Lorenzo Andreas; Uun Novalia Harahap; Denny Walady Utama
IRA Jurnal Teknik Mesin dan Aplikasinya (IRAJTMA) Vol 2 No 2 (2023): Agustus
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajtma.v2i2.59

Abstract

Micro, small, and medium enterprises (MSMEs) Reihan Convection is a home industry company manufacturing bags. This company is still experiencing problems in increasing bag sales. This research aims to formulate a business development strategy so that companies can consider it to increase bag sales. This study uses the SWOT and QSPM methods. The SWOT method is used to determine strategy, while the QSPM method is used to specify alternative techniques used by the company at this time. The research results were obtained for SO strategy focused on product development, ST concentrating on maintaining and improving product and workforce quality, WO establishing solid partnerships with related parties, and WT concentrating on practical and targeted promotions. The alternative strategies obtained are Product Development (TAS = 6.350), Integration strategy (TAS = 6.290), and Intensive strategy (TAS = 5.761).