Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENINGKATAN NILAI TAMBAH RUMPUT LAUT MENJADI PRODUK AGAR-AGAR UNTUK DIVERSIFIKASI EKONOMI MASYARAKAT Yuyun Yuniasih; Noneng Masitoh; Agi Rosyadi; Deny Hidayat; Dian Friantoro
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v2i4.542

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan melalui skema Program Pengabdian Berbasis Kewirausahaan (PPBK) di Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Tujuan utama program adalah memberdayakan masyarakat pesisir melalui peningkatan keterampilan dan pemanfaatan potensi lokal rumput laut. Permasalahan mitra meliputi keterbatasan pengetahuan dalam mengolah rumput laut menjadi produk bernilai tambah serta kurangnya kemampuan dalam melakukan pemasaran produk secara lebih luas. Untuk menjawab persoalan tersebut, tim pelaksana melaksanakan pelatihan pengolahan rumput laut menjadi produk diversifikasi berupa agar-agar, pendampingan pemasaran digital, serta penguatan kelembagaan lokal yang melibatkan aparat desa, Karang Taruna, dan kelompok PKK. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengolah rumput laut menjadi produk inovatif serta meningkatnya pemahaman mengenai strategi pemasaran digital. Selain itu, program ini mendorong terbentuknya kolaborasi antarkelompok masyarakat sehingga tercipta peluang pengembangan usaha yang lebih berkelanjutan. Implikasi kegiatan ini adalah terciptanya model pemberdayaan berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat pesisir dan memperkuat kemandirian ekonomi desa.
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Melalui Produksi Pupuk Organik Cair Dari Limbah Rumah Tangga dan Limbah Perikanan Di Desa Emplak Kabupaten Pangandaran: Empowering Coastal Communities Through the Production of Liquid Organic Fertilizer from Household Waste and Fishery Waste in Emplak Village, Pangandaran Regency Noneng Masitoh; Dedeh Sri Sudaryanti; Tine Badriatin; Deny Hidayat; Dita Amelia Putri; M. Rifal Rhamadhan; Hasna Nur Rahmi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1579

Abstract

Permasalahan sampah organik rumah tangga dan limbah perikanan di wilayah pesisir Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran berpotensi mencemari lingkungan dan menurunkan kualitas kesehatan jika tidak dikelola secara optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat skema Program Pengabdian Berbasis Masyarakat (PPBM) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan praktis masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi Pupuk Organik Cair (POC), serta mendorong terbentuknya kegiatan ekonomi produktif yang berkelanjutan. Metode pelaksanaan berbasis partisipatif interaktif meliputi lima tahapan: sosialisasi, pelatihan teknis, penerapan teknologi fermentasi galon bekas, pendampingan dan evaluasi unjuk kerja, serta penguatan keberlanjutan program. Evaluasi ketercapaian program diukur melalui lembar observasi praktik (unjuk kerja), presensi tingkat partisipasi, penilaian output fisik produk, dan angket kepuasan mitra. Hasil pengabdian menunjukkan tingkat partisipasi mitra mencapai 100% (30 peserta), serta 80% peserta terampil mempraktikkan tahapan perakitan reaktor dan pembuatan POC secara mandiri sesuai SOP. Penerapan 5 unit reaktor galon bekas bertumpuk terbukti efektif menghasilkan 8–12 liter POC per siklus fermentasi (14–21 hari) yang ramah lingkungan dan bernilai guna tinggi. Program ini berhasil mendukung ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya poin 12 (Responsible Consumption and Production) dan poin 13 (Climate Action) di kawasan pesisir.
Pemanfaatan Limbah Kulit Ikan Kakap Berbasis Ekonomi Sirkular untuk Peningkatan Nilai Tambah di Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran: Utilization of Snapper Fish Skin Waste Based on a Circular Economy to Increase Added Value in Emplak Village, Kalipucang District, Pangandaran Regency Deny Hidayat; Yuyun Yuniasih; Noneng Masitoh; Agi Rosyadi; Erna Haerani
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1580

Abstract

Limbah kulit ikan kakap dari kegiatan pengolahan hasil perikanan berpotensi menimbulkan masalah lingkungan dan bau tidak sedap jika tidak dikelola secara optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas kelompok mitra dalam mengolah limbah kulit ikan kakap menjadi produk pangan bernilai tambah tinggi berupa "Kerupuk Kulit Ikan Kakap Khas Emplak" berbasis pendekatan ekonomi sirkular. Metode pelaksanaan mengadopsi Participatory Action Research (PAR) yang mencakup empat tahapan: sosialisasi edukasi sanitasi, pelatihan teknis pengolahan higienis anti-amis, pendampingan kemasan dan branding, serta edukasi manajemen usaha dan pemasaran digital. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi langsung unjuk kerja, penilaian mutu fisik produk, serta tingkat kemandirian mitra. Hasil pengabdian menunjukkan mitra berhasil menguasai seluruh alur produksi, mulai dari pembersihan bahan baku, perendaman bumbu rempah, pengeringan higienis, penggorengan bertahap, hingga pengemasan menggunakan standing pouch berzipper bernilai estetika tinggi. Kegiatan ini terbukti mampu mengkonversi limbah perikanan menjadi produk camilan renyah berdaya saing sekaligus membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan.