Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Strategi Optimalisasi Aset IDLE Dengan Menggunakan Algoritma K-MEAN Clustering Syarif Hidayatuloh; Yulinda Uswatun Kasanah
Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 02 (2022): Desember: Jurnal Informasi Sains dan Teknologi
Publisher : Politeknik Negeri FakFak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/isaintek.v5i02.56

Abstract

Aset yang dimiliki oleh pemerintah daerah dibagi menjadi dua, yaitu aset bergerak dan aset tidak bergerak. Aset tanah termasuk ke dalam kelompok aset tidak bergerak. Pemerintah Daerah Kabupaten Kebumen memiliki aset tanah yang masih belum dimanfaatkan dan belum ada keputusan tentang penggunaan aset tersebut. Aset tanah yang belum dimanfaatkan atau tersebar di wilayah yang berbeda dan dengan karakteristik geografi yang berbeda. K-means clustering model digunakan untuk mengelompokan aset tanah dengan variabel-variabel tertentu sebagai kriteria pengelompokan, lalu hasil pengelompokan akan menjadi masukan untuk strategi kebijakan pemanfaatan aset tanah. Berdasarkan metode tersebut diperoleh tiga cluster aset, yaitu aset dengan luas tanah rendah dengan value sedang dan tinggi, luas tanah rendah dan sedang dengan value sedang dan tinggi, dan luas tanah tinggi dengan value rendah. Masing-masing cluster memiliki rekomendasi yang berbeda, untuk cluster 1 rekomendasi yang diberikan lebih fokus untuk pembukaan/persewaan usaha, untuk cluster 2 rekomendasi yang diberikan berfokus pada persewaan dengan sistem bagi hasil, sedangkan cluster 3 dirokemendasikan untuk peningkatan value dengan cara merubah status aset menjadi aset yang lebih tangible.
Pengukuran Kinerja Gudang Bahan Baku Industri Semen Menggunakan Frazelle Model dan Best–Worst Method Lailatul Salva; Miftahol Arifin; Syarif Hidayatuloh
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1260

Abstract

Gudang bahan baku memiliki peran strategis dalam industri semen karena kinerjanya berpengaruh langsung terhadap kelancaran proses produksi. Berbeda dengan pendekatan evaluasi konvensional yang sering kali parsial, penelitian ini menawarkan kontribusi ilmiah melalui integrasi Frazelle Model untuk pemetaan proses end-to-end dan Best–Worst Method (BWM) untuk menghasilkan pembobotan prioritas yang lebih konsisten dan minim bias. Frazelle Model memetakan kinerja ke dalam lima proses utama (receiving, put-away, storage, order picking, shipping), sedangkan BWM menentukan bobot Key Performance Indicators (KPI). Hasil empiris menunjukkan ketimpangan kinerja yang signifikan antar proses: Order Picking mencatat kinerja tertinggi (skor 0,85), sedangkan Shipping teridentifikasi sebagai proses paling kritis dengan skor terendah (0,62) padahal memiliki bobot kepentingan tertinggi (0,35) dalam struktur prioritas. Temuan ini mengindikasikan bahwa aktivitas pengiriman adalah bottleneck utama yang sering terabaikan. Secara manajerial, penelitian ini merekomendasikan reorientasi strategi perbaikan yang tidak lagi menyebar rata, melainkan terfokus penuh pada standardisasi metode dan optimalisasi sumber daya di area pengiriman (shipping) untuk dampak peningkatan kinerja yang paling efektif.   Raw material warehouses play a strategic role in the cement industry, directly affecting production continuity and operational efficiency. Unlike conventional evaluations that are often partial, this study contributes to the literature by integrating the Frazelle Model for end-to-end process mapping with the Best–Worst Method (BWM) to ensure consistent and less biased priority weighting. The Frazelle Model structures performance into five main processes (receiving, put-away, storage, order picking, shipping), while BWM determines the relative weights of Key Performance Indicators (KPIs). Empirical results reveal significant performance disparities: Order Picking achieved the highest performance (score 0.85), whereas Shipping was identified as the most critical bottleneck with the lowest score (0.62) despite holding the highest importance weight (0.35). These findings indicate that shipping activities are the primary, often overlooked, critical constraint. Managerially, this study recommends shifting from generalized improvements to a targeted strategy focused on workflow standardization and resource optimization specifically within the shipping process for the most effective performance enhancement.  
Warehouse Re-Layout for a Third-Party Logistics Provider Based on Shipping Patterns Using the Apriori Algorithm Syarif Hidayatuloh; Jenni Br Tarigan; Nabila Noor Qisthani
Jurnal E-Komtek Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/e-komtek.v9i2.2899

Abstract

Warehouse operations face challenges that affect efficiency. PT ABC, a third-party logistics provider, has been experiencing these issues due to an unstructured warehouse layout. It leads to inefficient movement and delayed deliveries. This study aims to re-design the warehouse layout of PT ABC based on shipping patterns using the apriori algorithm. Shipment data from January to June 2024 was analyzed using the apriori algorithm with a minimum support of 30% and a confidence level of 50% to find frequently shipped item combinations. One of the strong associations found was between "Mechanical Components" and "Spare Parts," with a lift value of 1.68. Based on the results, a proposed layout was developed by considering both the FSN (Fast, Slow, Non-moving) classification and apriori findings. The effectiveness of the new layout was evaluated using rectilinear distance calculations, which showed a reduction in total item movement distance from 45,952 meters to 44,343 meters.