Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PERBANDINGAN VARIASI FONEM PADA DIALEK BANYUMASAN DI KABUPATEN BANYUMAS DAN KABUPATEN CILACAP Lutfi Wiwit Wicaksono; Eko Muharudin; Eko Suroso; Laily Nurlina
JURNAL SKRIPTA Vol 11 No 2 (2025): SKRIPTA NOVEMBER 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/skripta.v11i2.8329

Abstract

The Banyumasan dialect or better known as "Ngapak" is part of the Javanese dialect which has striking phonological characteristics when compared to the Mataraman dialect. This study aims to describe the form of phoneme variation in the Banyumasan dialect spoken in two regions, namely Banyumas Regency and Cilacap Regency. This research was conducted using a qualitative descriptive method through a dialectological approach, focusing on phoneme units as the smallest unit in the language sound system. The results of field observations and direct interaction with native speakers from Banyumas and Cilacap show that there are several forms of phonemic variation, including: (1) apokope, which is the elimination of vowel sounds at the end of words, such as in the word "koe" which becomes "ko" or "uwis" becomes "wis"; (2) the addition of phonemes, especially epenetic vowels that are added to refine articulation, such as in the word "arep" which becomes "arepan"; and (3) consonant substitution, e.g. simplification of the phoneme /ai/ which is reduced to /i/ in the word "wae" to "baen", or the change of the phoneme /n/ to /ɲ/ (ng) in the phrase "nang endi" which changes to "ngendi". This phonemic analysis shows that each change has a certain pattern that reflects systemic consistency in people's spoken language. This not only reflects linguistic adaptations to local communication needs, but also demonstrates the social function of language variation as part of community identity. In other words, the phonemic differences found are not just deviations from the standard form, but a reflection of the typical phonological structure that develops naturally in the Banyumasan language community. This research also strengthens the understanding of regional language dynamics and the importance of preserving local languages in the midst of globalization.
IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM FILM BILA ESOK IBU TIADA: KAJIAN PRAGMATIK GRICE Sofia Rahma; Eko Suroso; Laily Nurlina; Isnaeni Praptanti
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implikatur percakapan dalam film Bila Esok Ibu Tiada karya Nagiga Nur Ayati. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana bentuk implikatur yang muncul dalam dialog serta bagaimana makna tersirat tersebut dipahami berdasarkan konteks percakapan. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik dengan metode deskritif kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat terhadap dialog dalam film, kemudian dianalisis berdasarkan teori implikatur Grice. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai jenis implikatur yang digunakan oleh tokoh, baik implikatur khusus, umum dan prinsip kerja sama yang berfungsi untuk menyampaikan maksud secara tidak langsung, mengekspresikan emosi, serta menjaga kesantunan dalam berkomunikasi. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa pemahaman implikatur sangat penting dalam menafsirkan makna tuturan secara tepat. Dengan demikian penelitian ini menyimpulkan bahwa implikatur memiliki peran penting dalam memperkaya makna komunikasi dan memperdalam pemahaman terhadap isi dan pesan dalam film.
Alih Kode dan Campur Kode pada Percakapan dalam Podcast Close The Door Episode Denny Caknan dengan Bella Bonita: Code Switching and Code Mixing in Conversations in the Close The Door Podcast Episode Featuring Denny Caknan and Bella Bonita Amelia Rachma Nurhidayat; Sukirno; Eko Suroso; Eko Muharudin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2715

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk alih kode dan campur kode dalam podcast “Close The Door” episode yang menampilkan Denny Caknan dan Bella Bonita. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan yang berfokus pada sosiolinguistik. Data diperoleh melalui teknik simak, catat, dan transkripsi, lalu dianalisis menggunakan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung (BUL). Hasil penelitian mengungkapkan adanya 9 data, yang terdiri dari 4 data alih kode dan 5 data campur kode, campur kode sebagai fenomena yang lebih dominan muncul. Alih kode yang ditemukan adalah perubahan dari bahasa Indonesia ke bahasa Jawa dalam konteks situasi yang santai, humoris, dan bersifat pribadi. Bahasa Jawa digunakan sebagai penanda identitas lokal, membangun keakraban, serta menciptakan kedekatan emosional antarpembicara. Campur kode terjadi melalui penyisipan unsur bahasa Jawa dan bahasa Inggris dalam bentuk kata maupun frasa. Unsur-unsur bahasa Jawa menyampaikan suasana budaya dan ekspresi yang lebih natural, sedangkan bahasa Inggris digunakan dalam istilah media dan industri hiburan digital. Fenomena tersebut dipengaruhi oleh identitas penutur, humor, kebiasaan berbahasa, topik pembicaraan, dan kebutuhan leksikal.
Alih Kode dan Campur Kode Anak-Anak dalam Masyarakat Dwibahasa Sunda–Indonesia di Desa Bantarpanjang Cilacap: Code Switching and Code Mixing among Children in the Sundanese–Indonesian Bilingual Community in Bantarpanjang Village, Cilacap Yohana Dinda Putrika; Sukirno; Eko Suroso; Eko Muharudin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bentuk dan faktor penyebab munculnya fenomena alih kode dan campur kode pada anak-anak dalam masyarakat dwibahasa. Penelitian menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data terdiri dari tuturan anak-anak dengan sumber data berasal dari anak-anak di Desa Bantarpanjang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan teknik simak, catat, dan dokumentasi. Analisis data dilaksanakan melalui metode agih dengan teknik BUL, kemudian dilengkapi dengan analisis sosiolinguistik berbasis konteks tutur. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa alih kode anak-anak berlangsung antara bahasa Sunda dan bahasa Indonesia, sedangkan campur kode muncul melalui penyisipan unsur bahasa Indonesia, Sunda, dan Inggris. Bahasa Sunda cenderung digunakan dalam interaksi akrab dengan teman sebaya, bahasa Indonesia muncul dalam komunikasi dengan orang dewasa atau situasi yang lebih terarah, sedangkan bahasa Inggris hadir melalui istilah digital. Temuan ini menampilkan bahwa praktik alih kode dan campur kode pada anak-anak tidak terjadi secara acak, tetapi dipengaruhi oleh lingkungan dwibahasa, relasi sosial, serta perkembangan budaya digital.  
Alih Kode dan Campur Kode dalam Interaksi Pedagang dan Pembeli di Pasar Cikebrok: Studi Kualitatif pada Komunikasi Informal: Code Switching and Code Mixing in Interactions between Sellers and Buyers at Cikebrok Market: A Qualitative Study of Informal Communication Fairuz Primanda; Sukirno; Eko Suroso; Eko Muharudin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2718

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, faktor, dan peranan alih kode serta campur kode dalam interaksi pedagang dan pembeli di Pasar Cikebrok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan pendekatan sosiolinguistik untuk memahami penggunaan bahasa yang digunakan pedagang dan pembeli saat berinteraksi di pasar. Data diperoleh melalui teknik observasi partisipan, simak, rekam, catat, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode agih menggunakan teknik bagi unsur langsung untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk alih kode dan campur kode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peristiwa alih kode dan campur kode yang terjadi secara langsung dalam interaksi pedagang dan pembeli di Pasar Cikebrok Purwokerto, baik dalam bentuk peralihan bahasa maupun penyisipan atau percampuran kata, frasa, dan kalimat dalam satu tuturan.  
Tindak Tutur Perlokusi Warganet Terhadap Aksi Demonstrasi Tunjangan DPR Di Instagram Kompas.com Pada Agustus-September 2025 Fauziah Musfiroh -; Eko Muharudin; Eko Suroso; Isnaeni Praptanti
EDU-KATA Vol. 12 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Darul `Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/kata.v12i2.13582

Abstract

Perkembangan media sosial sebagai ruang komunikasi publik menyebabkan interaksi masyarakat tidak hanya terjadi secara langsung. Kolom komentar pada media sosial menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam menyampaikan tanggapan terhadap isu sosial dan politik yang berkembang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya respons warganet terhadap isu demonstrasi tunjangan DPR yang menunjukkan adanya penggunaan bahasa dengan maksud dan dampak tertentu bagi pembaca. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur perlokusi yang terdapat dalam komentar warganet serta menjelaskan efek yang ditimbulkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa tuturan pada komentar warganet di unggahan Instagram Kompas.com terkait aksi demonstrasi tunjangan DPR periode Agustus–September 2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dengan teknik lanjutan berupa catat dan pilah. Analisis data dilakukan menggunakan teori tindak tutur menurut Searle dengan mengidentifikasi bentuk tuturan dan efek perlokusi yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan warganet didominasi oleh tindak tutur ekspresif yang berisi ungkapan kemarahan, kekecewaan, dan kritik terhadap DPR. Selain itu, ditemukan pula bentuk representatif, direktif, komisif, dan deklaratif yang menunjukkan upaya warganet dalam membangun opini serta memengaruhi sikap pembaca. Penelitian ini menegaskan bahwa media sosial menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan membentuk respons publik melalui penggunaan bahasa. Kata Kunci: Tindak tutur perlokusi; Warganet; Instagram; Demonstrasi
GANGGUAN BAHASA PSIKOGENIK KING ALOY PADA CANAL YOUTUBE VINDES: KAJIAN PSIKOLINGUISTIK Salsabyla Nurul Khanifah; Eko Suroso
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.8338

Abstract

This study aims to identify and analyze the types of psychogenic disorders experienced by King Aloy in the YouTube video titled “Aloy Gak Mood Vincent Desta Hesti Enzy Sembah Aloy Supaya Mau Syuting” (Aloy is not in the mood, Vincent Desta Hesti Enzy begs Aloy to film). The method used was qualitative with data collection techniques of observation and note-taking, namely by observing King Aloy's conversations and body movements throughout the video. Based on the results of the analysis, five types of psychogenic tics were found, namely echolalia, echopraxia, coprolalia, autoecolalia, and automatic obedience. The symptom of echolalia was evident when King Aloy repeated words spoken by others, such as “best moment.” Echopraxia appeared when he imitated Desta's bowing gesture. Coprolalia was evident in his spontaneous exclamation of ‘goblok’ (stupid) when he was surprised. Autoecholalia was seen when he repeated his own words, such as “lah, lah” and “padel, padel.” Meanwhile, automatic obedience is seen when he raises his eyebrows or imitates the “Opa Gangnam Style” movement after being commanded or provoked verbally. The results of the study show that King Aloy's echolalia behavior often experiences psychogenic echolalia, namely autoecolalia. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis-jenis gangguan psikogenik latah yang dialami oleh King Aloy dalam tayangan YouTube Vindes berjudul “Aloy Gak Mood Vincent Desta Hesti Enzy Sembah Aloy Supaya Mau Syuting”. Metode yang digunakan ialah kualitatif dengan teknik pengumpulan data simak dan catat, yaitu dengan menyimak percakapan dan gerak tubuh King Aloy selama video berlangsung. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan lima jenis gangguan psikogenik latah, yaitu Ekolalia, Ekopraksia, koprolalia, autoEkolalia, dan automatic obedience. Gejala Ekolalia tampak ketika King Aloy mengulang kata yang diucapkan orang lain, seperti “best moment”. Ekopraksia muncul saat ia menirukan gerakan Desta yang membungkuk. Koprolalia tampak dari ucapan spontan “goblok” ketika terkejut. AutoEkolalia terlihat ketika ia mengulang kata-katanya sendiri seperti “lah, lah” dan “padel, padel”. Sedangkan automatic obedience terlihat ketika ia menaikkan alis atau menirukan gerakan “Opa Gangnam Style” setelah diperintah atau dipancing secara verbal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku latah King Aloy sering mengalami gangguan psikogenik lata yaitu autoEkolalia.