Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Traditional Medicine of the Biak Tribe in Opuri Village, Biak Regency Papua Womsiwor, Priskila Septina; Flassy, Marlina; Idris, Usman; K. Frank, Simon Abdi
Science Midwifery Vol 12 No 2 (2024): June: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i2.1562

Abstract

This article aims to describe and analyze the mechanism of traditional medicine practiced by the Biak people in Opuri Village, and the factors that determine why people still often use traditional medicine methods as an alternative to efforts to cure diseases suffered by them. The theoretical approach used is the perspective of medicine anthropology to examine the treatment of diseases that are naturalistic and personalistic in nature traditionally based on the ethnoscience of local communities. The research method used is descriptive qualitative, with an ethnographic approach. Selection of informants was done by purposive sampling. The data collection techniques used were interviews and field observations as well as literature review. The research instrument used is a sound and image recorder to help facilitate the process of processing field data. The stages of data analysis include data reduction, data presentation, conclusion drawing and verification. The results showed that the use of traditional medicine methods is still carried out by the Biak people in Opuri Village because it aims to treat personalistic diseases, so that not only physical treatment is needed, but also metaphysical. Although there are also those related to naturalistic diseases. Meanwhile, the factors behind the use of traditional medicine methods are social, economic, cultural, and comfort factors
Sosialisasi Kebijakan Perlindungan dan Afirmasi Berbasis Komoditas Lokal Di Kota Jayapura Usman Idris; Ilham; Simon Abdi K. Frank; Akhmad Kadir; Ibrahim Kristofol Kendi; Dorthea Renyaan
ADM : Jurnal Abdi Dosen dan Mahasiswa Vol. 1 No. 3 (2023): ADM : Jurnal Abdi Dosen dan Mahasiswa
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV.Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jurnaladm.v1i3.410

Abstract

Kegiatan Ini Bertemakan “Sosialisasi Kebijakan Perlindungan dan Afirmasi Bagi Orang Asli Papua Dalam Memaksimalkan Penjualan Komoditas Lokal Di Kota Jayapura”. Kegiatan yang yang bertajuk Sosialisasi Kebijakan Perlindungan dan Afirmasi Dalam Memaksimalkan Penjualan Komoditas Lokal Bagi Orang Asli Papua Di Kota Jayapura memanfaatkan metode observasi dan penyuluhan door to door yang dilakukan kepada pedagang yang ada di pasar. Adapun tujuan kegiatan pengabdian ini guna membantu pemerintah dalam mensosialisasikan kebijakan kaitannya dengan regulasi perlindungan dan afirmasi guna memaksimalkan penjualan komoditas lokal bagi orang asli papua, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat baik kepada non orang asli papua, begitu juga dengan orang asli papua mengenai tujuan lahirnya kebijakan perlindungan dan afirmasi bagi pedagan orang asli papua. Hasil pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan bahwa dengan adanya sosialisasi yang telah dilakukan, masyarakat menjadi mengetahui mengenai kebijakan tersebut dan menjadikan masyarakat lokal telah diakomodir hal-hal yang menjadi aspirasi dari mereka. Karena regulasi ini merupakan cerminan keberpihakan untuk pemberdayaan masyarakat lokal untuk dapat mengelola, mendistribusikan dan menjadikan komoditas lokal sebagai produk pengembangan yang terpusat pada mereka. Hal ini untuk mendukung laju percepatan dan pengembangan sumberdaya manusia pada tingkat lokal.
Program Inlistlite dalam Mendukung Pengembangan Bahan Pustaka pada Dinas Arsip dan Perpustakaan Provinsi Papua Anwar, Rostini; Ermawanti, Ofvi; Frank, Simon Abdi; Sriyono, Sriyono
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.11890

Abstract

Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan dan masih rendahnya mutu pengembangan bahan pustaka maka diperlukan suatu program teknologi informasi komunikasi tepat guna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana program Inlislite mendukung pengembangan bahan pustaka di Dinas Arsip dan Perpustakaan Provinsi Papua, mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam penerapannya, serta menganalisis dampak penggunaannya terhadap kualitas layanan perpustakaan. Penelitian menggunakan pendekatan deskribtive kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Inlislite sangat membantu pustakawan dalam pengelolaan koleksi, penginputan data, klasifikasi, dansirkulasi secara lebih efisien dan sistematis. Selain itu, pemustaka juga merasakan kemudahan dalam menelusuri informasi koleksi secara mandiri melalui system OPAC. Kendala yang dihadapi dalam implementasi program ini antara lain keterbatasan akses internet yang belum stabil, kurangnya sumber daya manusia yang menguasai teknologi, serta minimnya dukungan anggaran untuk pengembangan dan pelatihan teknis. Secara keseluruhan, penggunaan Inlislite memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan perpustakaan. Aplikasi ini mendukung terciptanya sistem layanan yang lebih modern, cepat, dan berbasis teknologi, serta mendorong pengelolaan informasi yang lebih efektif dan efisien di lingkungan Dinas Arsip dan Perpustakaan Provinsi Papua.  
The Role of Ondofolo as a Justice Authority in Protecting Fair Legal Process Based on Mang Mam Mam Simon Abdi K. Frank; Usman Idris
ARRUS Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/soshum4877

Abstract

The leadership and social structure of the Sentani people in Ayapo Village, Jayapura Regency, revolve around the central authority of the Ondofolo to maintain community equilibrium. This study aims to investigate the role and automatic justice authority of the Ondofolo in protecting a fair legal process based on the customary principle of Mang Mam Mam. Employing a qualitative descriptive approach, data were gathered through participant observation, in-depth interviews with traditional figures, and literature documentation, which were subsequently analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The results reveal that the Ondofolo possesses extensive automatic authority encompassing religious, economic, social, security, and judicial domains within the Yo (village). In executing his judicial functions, the Ondofolo applies a restorative justice approach that prioritizes deliberation, collective moral order, and the restoration of communal harmony over formal punitive sanctions. This process is structurally supported by a hereditary functional hierarchy consisting of Aphu Affa, Kottelo, Akhona, and Uffoi. This study concludes that the Mang Mam Mam-based customary justice system administered by the Ondofolo provides a highly resilient, adaptive, and substantively fair legal mechanism deeply rooted in local cultural values, offering a vital model for legal pluralism in Indonesia.