Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Formulasi Sediaan Gel Antiacne Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L.) Sebagai Alternatif Terapi Acne Vulgaris Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes Secara In Vitro Putri Atika Julianti; Titi Agni Hutahaen; Nawafila Februyani
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.512

Abstract

Betel (Piper betle L.) is one of the plants that has the potential to be developed as a traditional medicine where its existence in Indonesia is abundant, grows independent of the season and is easily found. Preliminary research on phytochemicals from betel leaf shows the content of flavonoid and phenolic compounds and their derivatives, terpenoids, steroids, saponins, tannins, alkaloids and essential oils that can work as antibacterials. The purpose of this study was to formulate betel leaf extract as a gel that meets the requirements in evaluating the physical stability of the preparation as well as knowing the antibacterial activity against Propionibacterium acnes. The research method is true experimental laboratory. The results showed that betel leaf extract concentration of 20% can be formulated into gel preparations with different concentrations of carbopol gel base (0.5%, 1% and 2%) that meet the requirements in the evaluation of physical quality stability of preparations for organoleptic test parameters, homogeneity test, pH test, adhesion test and dispersion test. However, in the adhesion test only F III (2%) meets the standard requirements. Betel leaf extract gel has antibacterial activity against Propionibacterium acnes. The best resistance is found in F I (0.5%) with an average of 10.0 mm, then F II (1%) with an average of 8.5 mm and F III (2%) with an average of 7.3 mm. Sirih (Piper betle L.) merupakan salah satu tanaman yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat tradisional yang dimana keberadaanya di Indonesia berlimpah, tumbuh tidak tergantung pada musim dan mudah dijumpai. Riset pendahuluan fitokimia dari daun sirih menunjukkan adanya kandungan senyawa flavonoid dan fenolik beserta turunannya, terpenoid, steroid, saponin, tanin, alkaloid dan minyak atsiri yang dapat bekerja sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasikan ekstrak daun sirih sebagai gel yang memenuhi persyaratan dalam evaluasi stabilitas fisik sediaan serta mengetahui aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Metode penelitian adalah true experimental laboratory. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun sirih konsentrasi 20 % dapat diformulasikan ke dalam sediaan gel dengan konsentrasi basis gel carbopol yang berbeda (0,5 %, 1 % dan 2 %) yang memenuhi persyaratan dalam evaluasi stabilitas mutu fisik sediaan untuk parameter uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat dan uji daya sebar. Namun, pada uji daya lekat hanya F III (2 %) yang memenuhi standar persyaratan. Gel ekstrak daun sirih memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Daya hambat terbaik terdapat pada F I (0,5 %) dengan rerata 10,0 mm, kemudian F II (1 %) dengan rerata 8,5 mm dan F III (2 %) dengan rerata 7,3 mm.
Formulasi Dan Uji Aktivitas Antibakteri Pada Sediaan Gel Serum Antijerawat Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Rosyida Kuayyisin Nafi; Nawafila Februyani; Akhmad Al-Bari
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.513

Abstract

One of the infectious diseases on the skin that is often experienced by the Indonesian population is acne. The main bacteria that cause acne is Propionibacterium acnes. Efforts to treat acne are by using cosmetics in the form of skincare and antibiotics, but long-term use of antibiotics can cause resistance. Papaya leaves have secondary metabolite compounds in the form of alkaloids, tannins, and flavonoids that have antibacterial activity. This study aims to determine the formulation of papaya leaf extract serum gel preparation that meets the requirements in the evaluation and to determine the antibacterial activity of papaya leaf extract serum gel preparation against P.acnes bacteria. This research is a true experimental research. Papaya leaves were extracted with 96% ethanol solvent. Serum gel preparations were made with different extract concentrations of 5%, 10%, and 15%. The results of the preparation evaluation during 28 days storage showed a stable preparation. The largest antibacterial test results produced were in formulation III with an average of 10.3 mm. Based on the results obtained, it can be concluded that papaya leaf extract (Carica papaya L.) can be formulated into a serum gel preparation and can inhibit the growth of Propionibacterium acnes bacteria. Penyakit infeksi pada kulit yang sering dialami oleh penduduk indonesia salah satunya yaitu jerawat. Bakteri utama penyebab jerawat yaitu bakteri Propionibacterium acnes. Upaya pengobatan jerawat yaitu dengan penggunaan kosmetik berupa skincare dan antibiotik,  akan tetapi penggunaan antibiotik dalam jangka panjang dapat menyebabkan  resistensi. Daun pepaya memiliki senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, tanin, dan flavonoid yang memiliki aktifitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui formulasi sediaan gel serum ekstrak daun pepaya yang memenuhi persyaratan dalam evaluasi dan Untuk mengetahui aktifitas antibakteri sediaan gel serum ekstrak daun papaya terhadap bakteri P.acnes. Penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis penelitian true eksperimental. Daun pepaya diekstraksi dengan pelarut etanol 96%. Sediaan gel serum dibuat dengan konsentrasi ekstrak berbeda 5%, 10%, dan 15%. Hasil evaluasi sediaan selama penyimpanan 28 hari menunjukan sediaan yang stabil. Hasil uji antibakteri terbesar yang dihasilkan terdapat pada formulasi III dengan rata-rata 10,3 mm. Berdasarkan hasil yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan gel serum dan dapat menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes.
Potensi Ekstrak Daun Jelatang (Urtica Dioica L)  Sebagai Krim Terapi Luka Bakar Derajat I Terhadap Kulit Mencit (Mus musculus) Nurin Chasanah; Akhmad Albari; Nawafila Februyani
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.520

Abstract

Daun jelatang (Urtica dioica L) merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat terutama berkhasiat untuk mengobati luka bakar. Daun jelatang memiliki kandungan tanin yang memiliki aktivitas terhadap proses penyembuhan pada luka bakar. Tujuan untuk penelitian ini adalah mengetahui keefektifan formulasi krim ekstrak daun jelatang untuk menyembuhkan luka bakar dan mengetahui jumlah ekstrak yang baik untuk krim ekstrak etanol daun jelatang terhadap laju penyembuhan luka bakar pada mencit. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi kemudian skrining fitokimia. Ekstrak daun jelatang diformulasikan dalam bentuk sediaan krim terhadap penyembuhan luka bakar. Jenis penelitian ini adalah eksperimental yang terdiri dari 2 kelompok kontrol yaitu kontrol negatif dengan basis krim dan kontrol positif dengan bioplacenton, serta kelompok formulasi dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Parameter yang diamati yaitu diameter luka bakar pada hari ke-1 sampai hari ke-14 yang diukur dengan menggunakan penggaris. Analisis statistika penurunan diameter luka menggunakan uji One Way Anova yang menunjukan nilai siginifikan < 0,05 kemudian dilakukan uji LSD (Least Significant Different). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan terhadap kelompok uji krim terutama pada konsentrasi 15% jadi dapat dikatakan bahwa ekstrak etanol daun jelatang memiliki efektivitas untuk mempercepat laju penyembuhan luka bakar.
PENETAPAN PARAMETER STANDARISASI NON SPESIFIK EKSTRAK BATANG SEREH (Cymbopogon Citrus) Nawafila Februyani; Muhimmatul Khoiriyah
Media Bina Ilmiah Vol. 18 No. 1: Agustus 2023
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The quality of herbal medicinal products is determined by the quality of the raw materials used. Citronella stem extract (Cymbopogon Citrus) as one of the main raw materials in herbal products, it is necessary to determine non-specific parameters as a step to improve product quality. Objective: to determine non-specific parameters of citronella stem extract. Methods: Non-experimental research design. Lemongrass stem extract was prepared by maceration method using 60% ethanol to obtain a thick extract. Non-specific parameter tests for water content using the toluene distillation method, total ash content and acid insoluble ash content using the gravimetric method, determining the limits for lead (Pb) and cadmium (Cd) metals using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS), as well as microbial contamination including Plate Number Total (ALT) and identification of pathogenic microbes. The results of the study: determination of non-specific parameters of citronella stem extract showed drying losses (%) 23.17, water content (%) 2.43, ash content (%) 3.85, acid insoluble ash content (%) 0.47 , limit for lead (Pb) 0.39 ppm, limit for cadmium (Cd) 0.05 ppm, microbial contamination (CFU/g) > 10, and no colonies of pathogenic microbes E. coli, Salmonella and S. aureus were found. Conclusion: Lemongrass stem extract meets the general requirements based on General Standard Parameters of Medicinal Plant Extracts
Pelatihan dan Pendampingan Kewirausahaan Mahasiswa untuk Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Wirausaha Romadhiyana Kisno Saputri; Nawafila Februyani; Ria Indah Kusuma Pitaloka; Vilisa Ayu Dwi Wulandari; Roihanatun Nafisah
Journal of Research Applications in Community Service Vol. 2 No. 3 (2023): Journal of Research Applications in Community Service
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/jarcoms.v2i3.1920

Abstract

Wirausaha merupakan orang dengan kemampuan untuk melakukan koordinasi, organisasi dan pengawasan. Untuk memulai menjadi wirausaha, seseorang harus memahami terkait passion. Passion dan jiwa wirausaha dapat dihasilkan dari proses belajar dan motivasi yang terus-menerus. Bagi mahasiswa, kegiatan kewirausahaan berbasis produk efektif meningkatkan jiwa kewirausahaan mahasiswa. Salah satu produk yang dapat dikembangkan adalah kosmetik natural yang dapat dibuat dengan dalam skala rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pelatihan dan pendampingan kewirausahaan mahasiswa untuk meningkatkan jumlah mahasiswa wirausaha. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah metode ceramah, diskusi, simulasi serta pendampingan secara luring daring.  Mitra pada kegiatan pengabdian ini adalah mahasiswa Farmasi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri yang berjumlah 45 mahasiswa yang tergabung dalam 15 tim wirausaha. Tingkat pengetahuan mitra terkait pembuatan produk kosmetik natural sebesar 93,3% dan terkait perencanaan kewirausahaan sebesar 73,3%, serta meningkatkan keterampilan mitra terkait pembuatan produk kosmetik natural sebesar 86,7% dan terkait perencanaan kewirausahaan sebesar 80%. Pada akhir kegiatan, jumlah mahasiswa wirausaha meningkat sebanyak 12 mahasiswa yang tergabung dalam empat tim wirausaha. Hasil ini dapat dijadikan dasar untuk rencana keberlanjutan program, salah satunya adalah pendampingan mitra hingga menjadi wirausaha dengan usaha yang stabil dan semakin besar.
The Skrining dan Uji Penggolongan Fitokimia dengan Metode KLT pada Ekstrak Etanol Kemangi (Ocium basilicum L) dan Sereh Dapur (Cymbopogon ciratus) Ajeng pratiwi, Shoffi; Februyani, Nawafila; Basith, Abdul
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 6 No. 2 (2023): Vol. 6, No.2, 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v6i2.50782

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan golongon senyawa fitokimia yang terkandung didalam ekstrak etanol kemangi (Ocimum basilicum L) dan sereh dapur (Cymbopogon ciratus) dan Untuk mengetahui hasil dari skrining dan uji penggolongan fitokimia dengan metode kromatografi KLT pada ekstrak etanol kemangi dan sereh dapur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen laboratorium. Dengan jenis penelitian RAL (rancangan acak lengkap). Ocimum basilicum L dan Cymbopogon ciratus diekstraksi dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Selanjutnya di uji skrining fitokimia meliputi flavonoid, alkoloid, tanin, saponin dan steroid dan di uji KLT meliputi jumlah noda, warna noda dan nilai Rf pada plat KLT. Hasil uji skrining fitokimia pada ekstrak etanol daun kemangi menunjukan hasil positif flavonoid, alkoloid tanin dan steroid sedangkan pada ekstrak etanol rimpang sereh dapur menunjukan positif flavonoid, alkoloid dan steroid. Hasil dari metode KLT ekstrak etanol kemangi adalah jenis senyawa flavonoid yang terikat yaitu flavonon tanpa 5-OH bebas dan flavonon dengan 3-OH bebas dan memiliki atau tidak memiliki 5-OH bebas, dan alkaloid jenis nikotin, dan jenis tanin terkondensasi dan memiliki kadar steroid 1,246%. Sedangkan pada ekstrak etanol sereh dapur mengandung flavonoid yang terikat yaitu flavonon tanpa 5-OH bebas dan flavonon dengan 3-OH bebas dan memiliki atau tidak memiliki 5-OH bebas, dan alkaloid jenis nikotin, dan dengan kadar steroid 1,024%
FORMULASI SEDIAAN SIRUP OBAT BATUK MUKOLITIK EKSTRAK SERAI DAPUR (Cymbopogon citratus) DAN KEMANGI (Ocimum basilicum) Rahayu, Yuni Puji; Februyani, Nawafila; Ilmi, Moh. Mu'alliful
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 6 No. 2 (2023): Vol. 6, No.2, 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v6i2.50789

Abstract

Salah satu penyakit yang paling sering dialami oleh masyarakat Indonesia adalah batuk sebanyak 9.975 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah serai dapur dan kemangi dapat diformulasikan menjadi sediaan sirup obat batuk mukolitik dan mengetahui konsentrasi terbaik dari formulasi sirup tersebut. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan desain true experimental dan RAL. Berdasarkan hasil penelitian serai dapur dan kemangi dapat diformulasikan menjadi sirup obat batuk mukolitik dengan tekstur kental, bau khas dengan warna kuning dan sudah homogen. Konsentrasi terbaik sediaan sirup obat pada pH 4 yaitu konsentrasi 1% sedangkan efektivitas mukolitik tertinggi dimiliki oleh sirup dengan konsentrasi 2% sebesar 81,03%.   Kata kunci: Saponin, Serai dapur, Kemangi, Mukolitik      
Standarisasi Parameter Spesifik Dan Non-Spesifik Ekstrak Daun Binahong Merah (Anredera cordifolia) Dengan Perbedaan Metode Ekstraksi Ni'am, Musfirotun; Saputri, Romadhiyana Kisno; Februyani, Nawafila
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.564

Abstract

Standarisasi merupakan proses karakteristik, nilai kuantitatif kualitatif yang digunakan untuk menjamin mutu, khasiat, keamanan, serta kemurnian bahan obat. Sebanyak 95,6% masyarakat Indonesia menyatakan obat tradisional memiliki manfaat tinggi bagi tubuh. Salah satu obat tradisional yaitu daun binahong merah (Anredera cordifolia). Daun binahong merah memiliki kandungan flavonoid tinggi sehingga dapat digunakan obat nyeri, maag, sariawan, memperlancar peredaran darah, dan menurunkan kolesterol. Standarisasi tumbuhan guna obat tradisional penting untuk menjamin mutu menjadi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan ekstrak daun binahong merah (Anredera cordifolia) dengan perbedaan metode ekstraksi menghasilkan ekstrak yang terstandar sesuai parameter. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan model penelitian True Experimental dan jenis penelitian RAL. Hasil penelitian menunjukkan ketiga ekstrak memiliki hasil parameter spesifik yang terstandar dengan pedoman FHI edisi II. Pada parameter non-spesifik uji susut pengeringan ekstrak maserasi 2,40%; ekstrak refluks 3,90%; dan ekstrak dekok 95,38% hal tersebut menunjukkan bahwa ekstraksi dekok tidak sesuai standar parameter. Sedangkan, pada uji kadar air ekstrak maserasi 2,64%; ekstrak refluks 2,96%; dan ekstrak dekok 95,00% hal tersebut menunjukkan bahwa ekstraksi dekok tidak sesuai dengan standar parameter. Penelitian ini terbukti ekstrak daun binahong merah (Anredera cordifolia) dengan perbedaan metode ekstraksi menghasilkan ekstrak yang terstandar dengan parameter spesifik dan non-spesifik. Standardization is process of characteristics and values ​​to guarantee the quality, efficacy, safety, purity of medicinal substances. Red binahong leaves have high content of flavonoids so they can treat various diseases. Standardization is important to guarantee the high quality traditional medicines. This study aims to prove that the red binahong leaf extract (Anredera cordifolia) with different extraction methods produces standardized extract. This study used screening and gravimetric methods. The results showed that the three extracts had standardized specific parameters. The non-specific parameters of the maceration drying shrinkage test 2.40% ; reflux 3.90% ; and 95.38% dekok this shows dekok not according to standard non-specific parameters. Meanwhile, in the maceration water content test 2.64%; reflux 2.96% ; and 95.00% dekok this shows dekok not according to standard non-specific parameters. This research proved that binahong red leaf extract (Anredera cordifolia) with different extraction methods produced standardized extracts with specific and non-specific parameters.
Formulasi Dan Uji Stabilitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Jelateng (Urtica dionica L.) Pada Sediaan Krim Antiaging Musthofa, Mochamad Charis; Hutahaen, Titi Agni; Februyani, Nawafila
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.584

Abstract

Kosmetik telah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia, karena dapat meningkatkan kecantikan seseorang dan menjaga kesehatan kulit. Namun, dalam praktiknya kosmetik yang ditemukan di pasaran masih mengandung bahan kimia berbahaya. Penelitian ini memanfaatkan daun jelatang yang dibuat dalam sediaan krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak etanol daun jelateng dapat digunakan sebagai krim antioksidan, untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak daun jelateng sebagai sediaan krim terhadap nilai antioksidan, dan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu stabilitas fisik antioksidan pada sediaan krim anti aging. Pembuatan sediaan krim menggunakan O/W. Untuk mengetahui kandungan metabolit sekundernya menggunakan metode skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH. Hasil yang diperoleh yaitu dari 400gr serbuk simplisia daun jelatang yang direndam dengan 1.600 ml pelarut etanol 95% dengan jangka waktu 3×24 jam menghasilkan berat ekstrak 89,64 gr sehingga diperoleh rendemen ekstrak yaitu 9,92%. Sediaan krim ekstrak daun jelatang dibuat dengan 4 formulasi yang berbeda yaitu F0 = 0%, FI = 5%, FII = 10%, dan FIII = 15%.
UJI AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL EKSTRAK ETANOL DAUN SERAI (Cymbopogon citratus) DENGAN CARA SPEKTROFOTOMETER UV-Vis Delsya Arfatadiya Khoiroh; Titi Agni Hutahaen; Nawafila Februyani
FORTE JOURNAL Vol 5 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v5i1.1090

Abstract

Kolesterol adalah lemak yang ada dalam aliran darah atau dalam sel tubuh. Lipid atau kolesterol sebenarnya diperlukan untuk membuat dinding sel dan menghasilkan beberapa hormon, tetapi penyakit jantung koroner dan stroke dapat terjadi karena kadar kolesterol yang berlebihan. Pengukuran nilai EC50 berpotensi mengetahui suatu senyawa dalam pemurnian keefektifan konsentrasi maksimal dan pengujian skrining KLT berperan mengidentifikasi pemisahan sampel dalam ekstrak berupa pola kromatografi yang khas berdasarkan kepolaran antara sampel dan pelarut sehingga memunculkan gugus kovalen yang mampu menyerap radiasi dalam UV-Vis. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder ekstrak etanol daun serai dan nilai EC50 penurunan kadar kolesterol ekstrak etanol daun serai. Aktivitas antikolesterol ditentukan dengan uji skrining fitokimia menggunakan KLT dan metode Liebermann-Burchard yang diukur dengan spektofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 410 nm. Hasil uji fitokimia menggunakan KLT pada ekstrak etanol daun serai mengandung senyawa Flavonoid dengan nilai Rf 0,85 dan 0,89 dan senyawa Terpenoid nilai Rf 0,48 , 0,75 dan 0,92. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun serai memiliki nilai EC50 sebesar 61,70 ppm. Ekstrak etanol daun serai memiliki aktivitas antikolesterol dengan kuat.