Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Aktivitas Antibakteri dari Kulit Buah Mundar (Garcinia forbesii) Hayatun Izma; Muhammad Ikhwan Rizki; Khoerul Anwar; Dyah Anggraeni; Satrio Wibowo Rahmatullah; Aditya Maulana Perdana Putra; Dita Ayulia Dwi Sandi
JOPS (Journal Of Pharmacy and Science) Vol 6 No 2 (2023): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jops.v6i2.3417

Abstract

Garcinia forbesii is traditionally used as medicine and cosmetics. The aimed was to determine antibacterial activity of ethanolic extract and fraction of Garcinia forbesii pericarp against Staphylococcus aureus and Propionibacterium acne based on the diameter of inhibition zone, the minimum inhibitory concentration (MIC) and the minimum killing concentration (MBC). The results showed that the largest inhibition zone diameter against Staphylococcus aureus and Propionibacterium acne was indicated by ethyl acetate fraction of 5.08±1.020 mm and 14.33±3.326 mm. The MIC value of ethanol extract against Staphylococcus aureus and Propionibacterium acne bacteria was >1.5%, n-hexane and ethyl acetate fraction had the same results, namely against Staphylococcus aureus >1.5% and Propionibacterium acne at 1.5%. The MBC value was only obtained for fraction samples of Propionibacterium acne at concentration of 1.5%. It was concluded that ethyl acetate had strong antibacterial activity against Propionibacterium acne based on the value of inhibition zone diameter, MIC, and MBC.
Profil Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Beberapa Tumbuhan Genus Artocarpus di Indonesia Ayu Ina Solichah; Khoerul Anwar; Abdul Rohman; Nanang Fakhrudin
Journal of Food and Pharmaceutical Sciences Vol 9, No 2 (2021): J.Food.Pharm.Sci
Publisher : Institute for Halal Industry and System (IHIS) Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfps.2026

Abstract

Artocarpus merupakan tumbuhan genus utama keluarga Moraceae dengan jumlah spesies hampir 1.400. Beberapa spesies dari genus tersebut dapat dimanfaatkan sebagai makanan dan obat tradisional di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Jenis yang banyak tumbuh di Indonesia yaitu Artocarpus altilis (sukun), Artocarpus camansi (kluwih), Artocarpus heterophyllus (nangka), Artocarpus integer (cempedak), dan Artocarpus odoratissimus (tarap). Tumbuhan tersebut memiliki potensi sebagai bahan obat dan punya nilai gizi yang tinggi. Review ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan antar spesies, profil fitokimia, dan aktivitasnya sebagai antioksidan dari kelima tumbuhan tersebut. Narrative review ini ditulis berdasarkan penelusuran literatur yang berupa publikasi artikel penelitian yang ada di basis data Google Scholar, PubMed, dan Science Direct. Selain itu digunakan sumber pustaka lain berupa buku dan naskah tugas akhir untuk memperkaya isi artikel. Hasil kajian literatur terhadap 5 tumbuhan tersebut menunjukkan bahwa beberapa tumbuhan memiliki kemiripan morfologi daun walaupun secara fisik masih bisa dibedakan. Profil fitokimianya memiliki keunikan dengan kandungan utama berupa senyawa fenolik termasuk flavonoid, stilbenoid, arilbenzofuron, dan neolignan yang tersebar pada bagian daun, buah, bunga, dan kulit. Keunikan tersebut ditemui dengan adanya senyawa golongan flavonoid terprenilasi dan tergeranilasi. Senyawa fenolik tersebut mempunyai kemampuan sebagai antioksidan pada beberapa model uji dan potensial untuk dikembangakan sebagai antioksidan atau kandidat obat terutama untuk penyakit yang melibatkan mekanisme radikal bebas dalam mekanisme patofisiologinya.
PENDAMPINGAN IZIN PRODUKSI DAN NOTIFIKASI KOSMETIK PADA INDUSTRI KOSMETIK TRADISIONAL DI KABUPATEN BANJAR Mia Fitriana; Abdul Gafur; Khoerul Anwar
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 9, No 2 (2023): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v9i2.8937

Abstract

UD Sari Pengantin merupakan produsen lulur Sari Pengantin yang sudah bertahan selama lebih dari 20 tahun. Pemasaran produk lulur Sari Pengantin terhambat selama beberapa tahun terakhir disebabkan kesulitan mitra dalam memperpanjang izin produksi. Pendampingan izin produksi dan notifikasi kosmetik pada UD Lulur Sari Pengantin Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan mitra terkait Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB) dan meningkatkan aspek legalitas usaha dan produk. Kegiatan dilakukan pada bulan April sampai Oktober tahun 2022 di pabrik UD Lulur Sari Pengantin. Metode yang dilakukan diawali dengan persiapan kemudian pelaksanaan kegiatan berupa pelatihan CPKB dan notifikasi produk serta kegiatan pendampingan legalisasi usaha dan produk. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian telah terlaksana dengan baik dimana terdapat peningkatan pengetahuan terkait izin produksi, CPKB dan notifikasi produk serta terdapat peningkatan proses legalisasi usaha dan produk.
Incidence of Orthostatic Hypotension in Schizophrenic Patients Using Antipsychotics at Sambang Lihum Mental Health Hospital, South Kalimantan Noor Cahaya; Sandra Putri Wijaya; Khoerul Anwar
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 3 (2021): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v4i3.1959

Abstract

Schizophrenia is a psychiatric disorder that requires antipsychotics therapy. Antipsychotics cause many side effects, including orthostatic hypotension. The study aimed to describe the incidence of orthostatic hypotensive side effects experiences by schizophrenia patients at the Sambang Lihum Mental Health Hospital, South Kalimantan. This research was observational description research with data sampling by medical records. This research was conducted to 300 medical records of patients period January-December 2018 which received antipsychotics medication and data analyzed by univariate analysis. The results showed the number of patients who experienced orthostatic hypotension was 98 patients (32.67%) and no experienced were 202 patients (67.33%). Incidence of orthostatic hypotension in haloperidol 54.35% (N=46); trifluoperazine 100% (N=1); clozapine 84.62% (N=13); olanzapine 100% (N=1); haloperidol-chlorpromazine 27.27% (N=11); haloperidol-haloperidol 42.86% (N=7); clozapine-risperidone 16.67% (N=6); haloperidol-clozapine 15.05% (N=93); haloperidol-olanzapine 50% (N=2); haloperidol-risperidone 31.82% (N=22); trifluoperazine-olanzapine 100% (N=1); trifluoperazine-clozapine 22.22% (N=9); trifluoperazine-risperidone 5.56% (N=18); chlorpromazine-haloperidol-haloperidol 33.3% (N=3); chlorpromazine-haloperidol-trifluoperazine 100% (N=3); haloperidol-trifluoperazine-chlorpromazine 100% (N=1); chlorpromazine-haloperidol-clozapine 42.86% (N=7); chlorpromazine-trifluoperazine-clozapine 100% (N=1); chlorpromazine-trifluoperazine-olanzapine 100% (N=1); chlorpromazine-trifluoperazine-risperidone 50% (N=2); trifluoperazine-haloperidol-risperidone 100% (N=4); haloperidol-trifluoperazine-risperidone 100% (N=1); trifluoperazine-haloperidol-clozapine 40% (N=5); haloperidol-haloperidol-clozapine 80% (N=5); clozapine-risperidone-trifluoperazine 100% (N=4); risperidone-clozapine-haloperidol 20% (N=10). The conclusion from this study was the percentage of orthostatic hypotension on schizophrenia patients at the Sambang Lihum Mental Health Hospital was 32.67% (N=98).
ANALISIS PREVALENSI PARKINSONISME PADA PASIEN SKIZOFRENIA YANG MENDAPAT OBAT ANTIPSIKOTIK GENERASI PERTAMA: ANALYSIS OF PREVALENCE OF PARKINSONISM IN SCHIZOPHRENIC PATIENTS RECEIVING FIRST-GENERATION ANTIPSYCHOTIC DRUG Okta Muthia Sari; Noor Cahaya; Khoerul Anwar; Sandra Putri Wijaya
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i1.271

Abstract

Antipsikotik generasi pertama secara luas diresepkan untuk pengobatan skizofrenia, efek terapeutiknya juga dikaitkan dengan efek samping movement disorders seperti parkinsonisme. Tujuan dari penelitian ini untuk menilai prevalensi parkinsonisme pada pasien skizofrenia yang menjalani pengobatan antipsikotik generasi pertama dan untuk menganalisis antipsikotik mana yang terkait dengan prevalensi parkinsonisme. Ini adalah studi potong lintang berbasis rumah sakit yang dilakukan di rawat inap Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum, Kalimantan Selatan, Indonesia. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif selama periode tahun 2018. Sebanyak 71 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Sebanyak 33 (46,5%) pasien yang menerima antipsikotik generasi pertama mengalami parkinsonisme. Karakteristik pasien dalam penelitian ini mayoritas jenis kelamin laki-laki (76,1%) dan berumur 20-45 tahun (84,5%). Haloperidol antipsikotik generasi pertama yang paling banyak digunakan (56.3%) diikuti oleh kombinasi klorpromazin-haloperidol (35.2%). Prevalensi parkinsonisme sebesar 46,5% pada pasien skizofrenia yang mendapat antipsikotik generasi pertama. Berdasarkan analisis, tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan umur dengan parkinsonisme. Penggunaan haloperidol dibandingkan dengan klorpromazin-haloperidol menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan prevalensi parkinson (p <0.05). Kesimpulan dari penelitian ini, karakteristik pasien skizofrenia dalam penelitian mayoritas laki-laki dan berumur 20-45 tahun. Haloperidol merupakan antipsikotik generasi pertama yang paling banyak digunakan sebesar 56.3%. Prevalensi parkinsonisme pada pasien skizofrenia yang mendapat antipsikosis generasi pertama adalah 46,5%. Tidak ada hubungan yang signifikan antara parkinsonisme dan jenis kelamin atau umur pasien dalam penelitian ini Penggunaan haloperidol dikaitkan dengan prevalensi parkinsonisme dibandingkan dengan antipsikotik generasi pertama kombinasi klorpromazin dan haloperidol pada pasien skizofrenia.
Pemberdayaan Pengrajin Lulur Timung dalam Akselerasi Kualitas Home SPA Khas Suku Banjar Mia Fitriana; Khoerul Anwar; Fadlilaturrahmah Fadlilaturrahmah
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 1 (2024): April 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i1.2297

Abstract

The traditions of balulur and batimung are still carried out today. One of the production places for cucumber scrub in the city of Banjarmasin is Ipah Zein MSME. The cucumber scrub product by Ipah Zein MSME is a concoction that has been passed down from generation to generation and has been producing cucumber scrub for three generations. During these three generations, the making of scrub and timung was still done traditionally. The quality of this product needs to be improved so that it can still be marketed. The implementation of this service aims to improve the quality dimensions of Ipah Zein MSME timung scrub products, both product quality and packaging quality. Activities will be carried out from April to December 2021 at the Ipah Zein timung scrub production house. The method used begins with preparation, then implementation of activities and evaluation of activities. Activities that have been carried out include modernizing equipment in the production process, assisting production according to Good Cosmetic Manufacturing Practices, mechanizing packaging equipment and improving traditional cosmetic packaging designs. The results show that the service activities have been carried out well, where there has been an increase in the quality of Ipah Zein MSME timung scrub products, both product quality and packaging quality. Service partners have been equipped with knowledge about Good Cosmetic Manufacturing Practices, given equipment that supports this and the product has a more attractive design and is more acceptable to the marketKeywords: scrubs, timung, quality Tradisi balulur dan batimung masih dilakukan sampai saat ini. Salah satu tempat produksi lulur timung di kota Banjarmasin adalah UMKM Ipah Zein. Produk lulur timung oleh UMKM Ipah Zein adalah ramuan warisan turun menurun dan sudah memproduksi lulur timung selama tiga generasi. Selama tiga generasi tersebut, pembuatan lulur dan timung masih dikerjakan secara tradisional. Produk ini perlu ditingkatkan kualitasnya agar tetap dapat dipasarkan. Pelaksanaan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan dimensi kualitas produk lulur timung UMKM Ipah Zein, baik mutu produk maupun mutu kemasan. Kegiatan dilakukan pada bulan April sampai Desember tahun 2021 di rumah produksi lulur timung Ipah Zein. Metode yang dilakukan diawali dengan persiapan kemudian pelaksanaan kegiatan dan evaluasi kegiatan. Kegiatan yang telah terlaksana meliputi modernisasi peralatan pada proses produksi, pendampingan produksi sesuai Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB), mekanisasi alat pengemas dan peningkatan desain kemasan kosmetika tradisional. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian telah terlaksana dengan baik dimana terjadi peningkatan kualitas produk lulur timung UMKM Ipah Zein, baik mutu produk maupun mutu kemasan. Mitra pengabdian telah dibekali pengetahuan mengenai CPKB, diberikan peralatan yang menunjang hal tersebut dan produk telah memiliki desain yang lebih menarik dan lebih dapat diterima pasar.Kata Kunci: lulur, timung, kualitas 
PENDAMPINGAN IZIN PRODUKSI DAN NOTIFIKASI KOSMETIK PADA INDUSTRI KOSMETIK TRADISIONAL DI KABUPATEN BANJAR Mia Fitriana; Abdul Gafur; Khoerul Anwar
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 9, No 2 (2023): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v9i2.8937

Abstract

UD Sari Pengantin merupakan produsen lulur Sari Pengantin yang sudah bertahan selama lebih dari 20 tahun. Pemasaran produk lulur Sari Pengantin terhambat selama beberapa tahun terakhir disebabkan kesulitan mitra dalam memperpanjang izin produksi. Pendampingan izin produksi dan notifikasi kosmetik pada UD Lulur Sari Pengantin Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan mitra terkait Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB) dan meningkatkan aspek legalitas usaha dan produk. Kegiatan dilakukan pada bulan April sampai Oktober tahun 2022 di pabrik UD Lulur Sari Pengantin. Metode yang dilakukan diawali dengan persiapan kemudian pelaksanaan kegiatan berupa pelatihan CPKB dan notifikasi produk serta kegiatan pendampingan legalisasi usaha dan produk. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian telah terlaksana dengan baik dimana terdapat peningkatan pengetahuan terkait izin produksi, CPKB dan notifikasi produk serta terdapat peningkatan proses legalisasi usaha dan produk.