Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Sabun Kertas dari Kulit Nanas pada Siswa Kelas Passion Kesehatan Ratnasari, Diah; Nasyanka, Anindi Lupita; Na’imah, Janatun
Indonesian Journal of Community Dedication in Health (IJCDH) Vol. 4 No. 02 (2024): IJCDH Vol 04 No 02
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijcdh.v4i02.8419

Abstract

Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa proporsi populasi yang mempunyai kebiasaan cuci tangan yang benar yaitu 26,5% masyarakat yang sadar untuk tetap mencuci tangan sebelum memulai aktivitas yang melibatkan penggunaan tangan. Tangan merupakan bagian tubuh yang paling banyak tercemar kotoran dan membawa bibit penyakit. Sabun pencuci tangan merupakan sabun yang dihasilkan dengan menambahkan zat lain agar tidak memberikan reaksi iritasi pada kulit tangan. Sabun kertas merupakan memudahkan masyarakat untuk membawa sabun tanpa harus takut tumpah ketika disimpan di dalam tas ketika bepergian. Mitra pengabdian ini adalah siswa kelas XI passion Kesehatan SMA Muhammadiyah 1 Gresik. Metode pengabdian ini adalah pelatihan pembuatan sabun kertas dari kulit nanas dan pameran. Keterampilan siswa kelas XI passion kesehatan dalam pembuatan sabun kertas yang berasal dari limbah nanas meningkat. Selain itu, kemampuan komunikasi dan product knowledge tentang sabun kertas kulit nanas tampak baik. Para pengunjung antusias berkunjung ke stand pameran kelas passion kesehatan.
KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN SELAMA PANDEMI COVID-19 DI APOTEK ZAFF FARMA GRESIK Novrianti, Enni; Nasyanka, Anindi Lupita; Yunitasari, Norainny
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v7i2.7523

Abstract

Pelayanan farmasi klinik adalah salah satu pelayanan kefarmasian yang ada di suatu apotek, dimana dalam pelayanan ini terjadi interaksi langsung antara apoteker/tenaga teknis kefarmasian dengan pasien. Pelayanan kefarmasian dikatakan berkualitas, apabila pengguna pelayanan jasa merasakan puas atas pelayanan kefarmasian yang diterima dengan standar yang telah ditetapkan. Sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kefarmasian di Apotek Zaff Farma selama pandemi COVID-19, maka perlu dilakukan evaluasi dengan melihat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian selama pandemi COVID-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian selama pandemi COVID-19 di Apotek Zaff Farma Gresik. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan analisis data bersifat deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Sampel pada penelitian ini dihitung berdasarkan rumus slovin dan diperoleh 93 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Zaff Farma Gresik selama pandemi COVID-19 dapat diklasifikasikan sangat puas berdasarkan lima dimensi kepuasan pasien (bukti fisik, daya tanggap, empati, jaminan, dan kehandalan) .Kata kunci: Bukti Fisik, Daya Tanggap, Empati, Jaminan, Kehandalan.
Aplikasi Games Penggolongan Obat di Indonesia pada Kelas Passion Kesehatan SMAM 1 Gresik nasyanka, anindi lupita; Na'imah, Janatun; Asiyah, Siti
Indonesian Journal of Community Dedication in Health (IJCDH) Vol. 2 No. 02 (2022): IJCDH Vol 02 No 02
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijcdh.v2i02.5268

Abstract

Masa pandemi COVID-19 ini membuat masyarakat terbiasa melakukan pengobatan sendiri terhadap penyakitnya. Pengobatan sendiri cenderung aman, akan tetapi bila masyarakat kurang memahami informasi obat/ produk yang digunakan maka akan menimbulkan efek merugikan baik secara kesehatan, sosial, maupun ekonomi. Kelas passion di SMA Muhammadiyah 1 Gresik terdiri dari beberapa passion antara lain kewirausahaan, kesehatan, dan lain-lain. Kelas passion kesehatan diadakan dalam rangka mewadahi siswa-siswa yang tertarik dengan dunia kesehatan. Oleh karena itu, sebagai kader kesehatan disekolah maupun di rumahnya maka diperlukan edukasi terkait informasi obat yaitu penandaan obat dan penggolongannya di Indonesia. Pelajar merupakan usia remaja dengan keingintahuan dan kreatifitas tinggi. Dalam melakukan edukasi diperlukan media yang menarik perhatian dan mudah diingat oleh pelajar tersebut. PKM dilaksanakan mulai 2-25 Februari 2022 dengan 3 tahapan kegiatan. Tahapan pertama pembelajaran interaktif kepada siswa terkait penandaan dan penggolongan obat. Tahap kedua, melakukan pendampingan kepada siswa untuk mengimplementasikan media edukasi dan games pada civitas sekolah dalam pameran passion. Tahap ketiga, terlaksananya pameran passion terkait edukasi dan games penandaan dan penggolongan obat. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat kepada siswa kelas X Passion kesehatan SMA Muhammadiyah 1 Gresik menggunakan media aplikasi game interaktif dapat meningkatkan pengetahuan 100% siswa. Selain itu, siswa dapat mengaplikasi ilmunya melalui pameran kesehatan yang diapresiasi oleh seluruh civitas akademika. Kata kunci—3-5 Kelas passion, penggolongan obat, SMA
PENYULUHAN PEMANFAATAN BENGKOANG DAN BIJI PEPAYA SEBAGAI KOSMETIK DI SMA MUHAMMADIYAH 1 GRESIK Na'imah, Janatun; Nasyanka, Anindi Lupita; Ratnasari, Diah
Indonesian Journal of Community Dedication in Health (IJCDH) Vol. 2 No. 02 (2022): IJCDH Vol 02 No 02
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijcdh.v2i02.5270

Abstract

Lulur tradisional merupakan lulur yang terbuat dari rempah-rempah dan tepung yang teksturnya kasar. Banyak tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai lulur tradisional. Biji papaya mengandung papain dapat digunakan sebagai bahan aktif dalam pembuatan krim pembersih kulit, dan pati bengkuang mengandung flavonoid yang mempunyai manfaat melembabkan kulit. Kedua bahan dihaluskan dan kemudian di buat lulur dalam bentuk serbuk. Oleh karena itu, pada pengabdian kepada masyarakat Program Kemitraan Masyarakat ini dilakukan penyuluhan/pemberian informasi yang benar terkait kosmetik tradisional berupa lulur yang menjadi kebutuhan masyarakat agar terhidar dampak buruk bagi kesehatan serta pelatihan cara membuat lulur tradisional dari papaya dan bengkoang. Selain itu juga dilakukan pre-test dan post-test serta tanya jawab untuk mengukur pemahaman masyarakat terkait materi yang diberikan sebagai indicator keberhasilan pengabdian kepada masyarakat ini. Luaran pada Program Kemitraan Masyarakat ini adalah 97,90 % peserta mampu memahami tentang pemanfaatan papaya dan bengkoang sebagai lulur alami. Kata kunci : lulur, kosmetik alami, papaya, bengkoang
EDUKASI OBAT TRADISIONAL PADA SISWA PASSION KESEHATAN SMA MUHAMMADIYAH 1 GRESIK Ratnasari, Diah; Nasyanka, Anindi Lupita; Na'imah, Janatun
Indonesian Journal of Community Dedication in Health (IJCDH) Vol. 2 No. 02 (2022): IJCDH Vol 02 No 02
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijcdh.v2i02.5281

Abstract

Peran profesi apoteker dan obat tradisional belum banyak dikenal siswa/I SMAM Muhammadiyah 1 Gresik. Tujuan kegiatan ini yaitu mengenalkan profesi apoteker dan obat tradisional. Metode yang digunakan (1) Edukasi profesi apoteker dan obat tradisional; (2) Pendampingan pembuatan poster; (3) Siswa/I presentasi poster. Hasil dari kegiatan ini, siswa/I lebih mengenal profesi apoteker dan pemahaman serta kemampuan presentasi siswa/I khususnya obat tradisional meningkat.
Penguatan Profil Pelajar Pancasila Melalui Pelatihan Sediaan Celup Herbal Pada Kelas X Passion SMAM 1 Gresik nasyanka, anindi lupita; Na'imah, Janatun; Ratnasari, Diah
Indonesian Journal of Community Dedication in Health (IJCDH) Vol. 3 No. 02 (2023): IJCDH Vol 03 No 02
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijcdh.v3i02.5451

Abstract

Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Dalam perwujudan profil pancasila tersebut, salah satunya menggali potensi lokal yang ada didaerahnya dan dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai jual dan bernilai. Salah satu ciri utama yakni berfikir kritis dan kreatif. SMA Muhammadiyah 1 Gresik merupakan Gresik salah satu sekolah dengan visi dan misi yang mendukung pelajar pancasila melalui program kelas passion. Produk yang diminati dimasa pandemi Covid-19 berupa sediaan celup herbal salah satunya adalah teh. PKM. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung selama tiga minggu yaitu 25 Februari 2022-27 Maret 2023 di Kelas X Passion Kesehatan SMA Muhammadiyah 1 Gresik. Jumlah peserta PKM sebanyak 32 Siswa. PKM terdiri dari beberapa tahapan pelaksanaan, tahap pertama mahasiswa akan diberi pemaparan materi terkait pemanfaatan tanaman dan formulasi kemudian akan dilakukan quiz untuk mengukur pemahaman siswa sebelum praktek pembuatan. Kemudian satu kelas akan dibagi 4 kelompok untuk membuat jurnal pembuatan teh. Siswa diberi waktu 2 minggu untuk melakukan pembuatan teh dan hasilnya dipresentasikan untuk dipilih sebagai produk yang akan dipamerkan dalam gelar karya passion di SMAM 1 Gresik. Kegiatan pengabdian masyarakat kepada siswa kelas X Passion kesehatan SMA Muhammadiyah 1 Gresik melalui rangkaian pelatihan sediaan celup berjalan lancar dengan semua nilai siswa diatas 50% pengetahuan terhadap pembuatan sediaan celup herbal maupun peningkatan ketrampilannya.
Isolasi dan Karakterisasi Mikroba Indigenus Penghasil Biosurfaktan dari Eco-enzyme Trikurniadewi, Nastiti; Nasyanka, Anindi Lupita; Nur’aini, Farida; Novitasari, Rikha Anggun; Illahi, Arha Addina
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 10, No 1 (2025): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.101533

Abstract

Latar Belakang: Biosurfaktan berpotensi sebagai alternatif pengganti surfaktan sebagai bahan tambahan formulasi obat. Keamanan produk biosurfaktan masih menjadi permasalahan dalam aplikasi biosurfaktan di bidang farmasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terkait biosurfaktan dari mikroba yang tidak bersifat patogen.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan mikroba indigenus eco-enzyme yang tidak bersifat patogen dan memiliki kemampuan untuk menghasilkan biosurfaktan.Metode: Penelitian bersifat observasional dan eksperimental dengan mengisolasi mikroba yang ada pada sampel eco-enzyme kemudian menguji kemampuannya dalam menghasilkan biosurfaktan. Isolasi bakteri dilakukan dengan menggunakan media De Man Rogosa and Sharpe Agar (MRSA) dengan kondisi mikroaerofilik. Karakterisasi mikroba meliputi makroskopis, mikroskopis dan biokimia. Deteksi kemampuan isolat dalam menghasilkan biosurfaktan dievaluasi melalui uji hemolisis, uji drop collapse, aktivitas emulsifikasi dan tegangan permukaan.Hasil: Penelitian ini mendapatkan 4 isolat potensial penghasil biosurfaktan yaitu E1, E2, E3, dan E4. Karakteristik keempat isolat berbeda secara makroskopis, mikroskopis dan biokimianya, isolat tersebut merupakan kelompok bakteri dan yeast. Keempat isolat menghasilkan biosurfaktan, aktifitas emulsifikasi tertinggi pada supernatan E3 sebesar 50,4%, tegangan permukaan terendah pada supernatan E1 sebesar 52,2 Nm/m, serta keempat supernatan isolat menunjukkan positif drop collapse.Kesimpulan: Mikroba indigenus eco enzyme berpotensi menghasilkan biosurfaktan
Kajian Kajian In Silico Aktivitas Ekstrak Daun Mangga (Mangifera indica L.) Sebagai Antidiabetes Tipe 2 Janatun Na’imah; Anindi Lupita Nasyanka; Diah Ratnasari
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1sp (2023): Special Issue Outcome PDP
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1sp.500

Abstract

Type 2 diabetes mellitus is the most common type of diabetes in the world. Type 2 diabetes mellitus is caused by an increase in blood sugar due to a decrease in low insulin secretion by the pancreas gland. Pharmacological therapy for type 2 diabetes, namely oral antidiabetic drugs (OAD) or insulin such as acarbose, metformin, or voglibose has been reported to have side effects. Side effects that occur, such as gastrointestinal disturbances (diarrhea and flatulence), liver disorders, dizziness, nausea and vomiting. Thus, herbal ingredients are an alternative in the treatment of diabetes mellitus. In this study, mango leaf extract, namely mangiferin, was suspected as an antidiabetic compound. The purpose of this study was to determine the interaction of mangiferin which is an extract of mango leaves (Mangifera Indica L.) with -glucosidase in silico. The results showed that mangiferin as a type 2 antidiabetic compound by producing an G value between -glucosidase and mangiferin of -38.89 kcal/mol. The interaction that occurs is hydrogen bonding between mangiferin and amino acid residues Glu553, Asn551, Arg500 and Tyr460, Phe461. Keywords: α-glucosidase, in silico, mangiferin, mango leaf,
Effervescent Powder Formulation of Ethanol Extract of African Leaves (Vernonia amygdalina) as an α-amylaseInhibitor Norainny Yunitasari; Nasyanka, Anindi Lupita; Luthfi, Sania Al; Ramadhanti, Nadya; Zulfiyana, Lindah Isna
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 22 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v22i1.2478

Abstract

Vernonia amygdalina or African leaves are reported to have many biological activities, including antidiabetic. However, there are still many people who have not used this plant as an antidiabetic treatment. This research aims to create a medicinal preparation formula in effervescent form with the main ingredient being African leaves. Testing of the dosage formula includes organoleptic tests, water content, pH, and dispersing time. The research results showed that one of the three formulas had better stability after 7 days of storage. After 7 days of storage, the color of the formula became lighter, the pH value changed slightly (7-8), the water content was 2.3% and the dispersion time was 2.00 minutes. This formula can be used as input for further research regarding testing its activity as an antidiabetic through inhibiting alpha-amylase in vitro.
Optimization Formula of Collagen Nanoemulgel from WasteMilkfish (Chanos chanos) Bones as Antiaging Nasyanka, Anindi Lupita; Tiadeka, pemta; Nur Imtihani, Hilya; Octaviary, Niken Laras; Prastiyo, Danu
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 22 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v22i2.14768

Abstract

Climate change has negative impacts throughout the countries in the world, especially Indonesia, which has a tropical climate. Successful aging can be achieved by building individual self-confidence through prevention and skin aging. Indonesia is a producer of milkfish waste, reaching 5.4 tons/year, which is in line with the increasing center of "Otak-otak" milkfish souvenirs found in Gresik. The waste, especially fishbones, can be synthesized into collagen. The characteristic fishbone collagen waste are in the form of large porous sheets, while particle size is an essential factor in the absorption effectiveness of cosmetics. Therefore, Nanoemulgel is able to overcome this problem. This research aims to produce best collagen nanoemulgel from milkfish bone by physical evaluation with varying ratios of surfactant: cosurfactant in collagen nanoemulgel. The research method was done experimentally by comparing the components Tween 80: PEG 400 F1 (30:30), F2 (40:20), and F3 (35:15) through qualitative and quantitative physical characteristics using one-way anova. Evaluations whose results differ significantly are pH on the 7th day, spreadability, and viscosity. Research results show F2 is the best formula and meets physical stability specifications : particle size 3.89 nm, PDI 0.1906, zeta potential -0.2 mV, pH 4.7±0.04, viscosity 890.1± 4.26 cps, spreading 5.93±0.23 cm.