Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Potensi Flavonoid Dalam Daun Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Antiinflamasi Secara In Silico Na'imah, Janatun; Nasyanka, Anindi Lupita
Jurnal Kimia Fullerene Vol 9 No 1 (2024): Fullerene : Journal Of Chemistry
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37033/fjc.v9i1.598

Abstract

Penatalaksaan inflamasi di Indonesia saat ini menggunakan obat golongan AINS (Antiinflamasi Non Steroid) maupun AIS (Antiinflamasi Steroid). Mekanisme kerja obat tersebut berhubungan dengan biosintesis prostaglandin, yaitu menghambat kerja enzim siklooksigense yang menyebabkan penurunan sintesa prostaglandin. Akan tetapi, penggunaan obat-obatan tersebut menunjukkan berbagai efek samping seperti tukak lambung, dispepsia, cushing, osteoporosis dan immunosuppresif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental secara in silico pada daun papaya (Carica papaya L.) yang mengandung flavonoid diduga sebagai senyawa antiinflamasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui interaksi senyawa flavonoid dengan COX-2 secara in silico. Hasil penelitian menunjukkan senyawa flavonoid diduga sebagai antiinflamasi dengan menghasilkan nilai ∆G antara COX-2 dengan flavonoid sebesar -44,92 kcal/mol. Interaksi yang terjadi antara reseptor COX-2 dengan flavonoid, yaitu terjadinya ikatan hidrogen antara atom O dari flavonoid dengan beberapa residu asam amino dari COX-2, yaitu Aspargarin 39, Lisin 469 dan Sistein 47.
Characteristics of Collagen-based Milkfish Bone Waste Extracted with Bromelain with Cofactor Ca2+ Nasyanka, Anindi Lupita; Na’imah, Janatun; Firmani, Ummul; Octavia, Putri; Azizah, Viaristi Amelina
Jurnal Kefarmasian Indonesia VOLUME 14, NUMBER 1, FEBRUARY 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesian imports of gelatin and collagen raw materials totaled 4808 tons. Gresik is one of the producers of milkfish in East Java, with 87116 tons expected in 2022. Even though it contains type 1 collagen, milkfish bone waste that is not used at the center for making milkfish brains is an environmental hazard. Given this possibility, this study aimed to determine the qualitative characteristics of collagen extract from milkfish bone debris (Chanos chanos) with and without the addition of Ca2+ of varying quantities. The extraction method employs the enzyme bromelain 2% and cofactor metal ion Ca2+ (0.5%; 1.0%; 1.5%), which has previously been pre-treated in the form of defatting and deproteination, before determining physical and chemical properties. The results showed that using bromelain enzyme with Ca2+ boosted collagen yield. Adding 0.5% Ca2+ resulted in the highest yield, 7.58±1.88%. All collagen produced contains functional groups recognized in FTIR as type 1 collagen constituents (presence of amide A, amide B, amide I-III). The melting point of the collagen generated is between 144 and 157 °C. The SEM profile of collagen was porous sheets in all treatments. Except for the ash content, the chemical properties of collagen generated by adding the Ca2+ (pH 7.49-8.09; water content 7.75-8.15; ash content 6.56-7.78) fulfill SNI and BSP standards. Meanwhile, collagen synthesized without the inclusion of cofactors only meets the water content standards (pH 7.49-8.09; water content 7.75-8.15; ash content 6.56-7.78). The demineralization stage is required to produce milkfish bone debris before extraction to achieve these requirements.
Penentuan Kategori Nilai Sun Protection Factor (SPF) Pada Produk Lotion Dengan Klaim UV Protection Yang Beredar Di Pasar Gresik Luthfi, Saniya Al; Nasyanka, Anindi Lupita; Naimah, Janatun; Asiyah, Siti Nur
Journal of Food Safety and Processing Technology (JFSPT) Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jfspt.v2i1.8522

Abstract

Gresik termasuk kota di Indonesia yang memiliki temperatur rata-rata 28,50C per tahun, yang mana radiasi matahari terbesar yaitu 84% terjadi pada bulan Maret. Selain memiliki manfaat bagi kesehatan, sinar matahari juga memiliki dampak buruk, seperti halnya paparan radiasi ultraviolet yang terlalu lama dapat menyebabkan kerusakan kulit. Diketahui bahwa UV-B memiliki dampak kerusakan kulit yang lebih besar dari UV-A. Penggunaan tabir surya lotion merupakan salah satu cara untuk melindungi kulit dari radiasi ultraviolet. Keefektifan fotoprotektor pada tabir surya dapat diketahui dari nilai Sun Protection Factor (SPF). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategori nilai SPF pada produk lotion dengan klaim UV protection yang beredar di pasar Gresik. Pengukuran nilai SPF dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis dan hasil perhitungan nilai SPF yang diperoleh dikategorikan berdasarkan tabel kategori keefektifan tabir surya. Hasil penelitian menunjukkan nilai Sun Protection Factor (SPF) dari kelima sampel lotion dengan klaim UV Protection termasuk dalam kategori proteksi nilai SPF yang berbeda. Sampel kode A memiliki nilai SPF paling tinggi sebesar 6,89 termasuk kategori proteksi ekstra, sampel kode B, C, D dan E memiliki nilai SPF secara berurutan 0,61; 0,26; 0,15 dan 0,36 tetapi tidak masuk dalam kategori keefektifan sampel karena nilai SPF kurang dari minimal kategori proteksi.
Identifikasi Kualitatif Senyawa Flavonoid dan Alkaloid Simplisia Jahe Merah (Zingiber officinale Var Rubrum) dan Jahe Emprit (Zingiber Officinale Var Amarum) Suedi, Prapto; Na’imah, Janatun; Yunitasari, Norainny; Tiadeka, Pemta; Nasyanka, Anindi Lupita
Journal of Food Safety and Processing Technology (JFSPT) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jfspt.v3i1.10641

Abstract

Jahe merah (Zingiber officinale Var Rubrum) dan jahe emprit (Zingiber Officinale Var Amarum) merupakan salah satu tanaman yang memiliki khasiat sebagai obat tradisional di Indonesia. Jahe terlaporkan memiliki kandungan senyawa aktif yang berpotensi sebagai antioksidan. Senyawa aktif yang biasa berperan sebagai antioksidan adalah senyawa fenolik (flavonoid), turunan asam sinamat, kumarin, tokofenol serta senyawa asam – asam organik. Jenis jahe dibedakan menjadi 3 macam, yaitu jahe merah, jahe emprit, dan jahe gajah. Akan tetapi, di daerah Bojonegoro lebih banyak tumbuh tanaman jahe merah dan jahe emprit dibandingkan jahe gajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder flavonoid dan alkaloid pada jahe merah dan jahe emprit. Kedua metabolit tersebut biasanya berfungsi sebagai antioksidan. Jenis penelitian ini adalah ekperimental. Sampel jahe merah dan jahe emprit di ekstraksi dengan menggunakan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 80%. Berdasarkan penelitian menunjukkan di dalam jahe merah dan jahe emprit positif senyawa flavonoid dan alkaloid. Golongan flavonoid yang terdeteksi pada jahe merah dan jahe emprit kemungkinan flavanon karena terjadi perubahan warna menjadi merah tua dan antasianidin karena terjadi perubahan warna menjadi merah
PENINGKATAN PENGETAHUAN PASIEN DM DENGAN HIPERTENSI MELALUI EDUKASI PADA LANSIA AISYIYAH BABAT, JAWA TIMUR Lutfiyati, Heni; Utami, Primanitha Ria; Nasyanka, Anindi Lupita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.35975

Abstract

Abstrak: Lansia dengan penyakit kronis seperti diabetes melitus dan hipertensi sering mengalami ketidakpatuhan dalam mengonsumsi obat yang berdampak pada efektivitas terapi dan kualitas hidup. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai penggunaan obat oral antidiabetes, antihipertensi, serta pentingnya kepatuhan minum obat. Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi interaktif menggunakan poster digital yang ditayangkan melalui proyektor disertai penyuluhan langsung oleh tiga apoteker pemateri. Mitra pengabdian adalah Posyandu Lansia Aisyiyah Babat, Lamongan, Jawa Timur, dengan jumlah peserta 32 orang penderita diabetes melitus, hipertensi, atau keduanya. Evaluasi dilakukan melalui penyebaran kuesioner pre-test dan post-test sebanyak 10 soal untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kategori pemahaman baik dari 12% sebelum kegiatan menjadi 93,75% setelah edukasi. Temuan ini membuktikan bahwa penggunaan media digital dengan penyampaian sederhana dan komunikatif efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan lansia dan dapat dijadikan model pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan.Abstract: Elderly individuals with chronic diseases such as diabetes mellitus and hypertension often experience medication non-adherence, which reduces therapeutic effectiveness and quality of life. This community service aimed to improve the elderly’s understanding of oral antidiabetic and antihypertensive drug use as well as medication adherence. The activity was conducted through interactive education using digital posters displayed via projector, accompanied by direct counseling by three pharmacist educators. The partner was Posyandu Lansia Aisyiyah Babat, Lamongan, East Java, involving 32 elderly participants with diabetes, hypertension, or both. Evaluation was performed using pre-test and post-test questionnaires to assess knowledge improvement. The results showed a significant increase in the “good” knowledge category from 12% before to 93.75% after the intervention. These findings indicate that digital-based education with clear and simple explanations effectively enhances health literacy among the elderly and can serve as a model for community health empowerment.
Isolasi dan Karakterisasi Mikroba Indigenus Penghasil Biosurfaktan dari Eco-enzyme Trikurniadewi, Nastiti; Nasyanka, Anindi Lupita; Nur’aini, Farida; Novitasari, Rikha Anggun; Illahi, Arha Addina
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 10, No 1 (2025): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.101533

Abstract

Latar Belakang: Biosurfaktan berpotensi sebagai alternatif pengganti surfaktan sebagai bahan tambahan formulasi obat. Keamanan produk biosurfaktan masih menjadi permasalahan dalam aplikasi biosurfaktan di bidang farmasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terkait biosurfaktan dari mikroba yang tidak bersifat patogen.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan mikroba indigenus eco-enzyme yang tidak bersifat patogen dan memiliki kemampuan untuk menghasilkan biosurfaktan.Metode: Penelitian bersifat observasional dan eksperimental dengan mengisolasi mikroba yang ada pada sampel eco-enzyme kemudian menguji kemampuannya dalam menghasilkan biosurfaktan. Isolasi bakteri dilakukan dengan menggunakan media De Man Rogosa and Sharpe Agar (MRSA) dengan kondisi mikroaerofilik. Karakterisasi mikroba meliputi makroskopis, mikroskopis dan biokimia. Deteksi kemampuan isolat dalam menghasilkan biosurfaktan dievaluasi melalui uji hemolisis, uji drop collapse, aktivitas emulsifikasi dan tegangan permukaan.Hasil: Penelitian ini mendapatkan 4 isolat potensial penghasil biosurfaktan yaitu E1, E2, E3, dan E4. Karakteristik keempat isolat berbeda secara makroskopis, mikroskopis dan biokimianya, isolat tersebut merupakan kelompok bakteri dan yeast. Keempat isolat menghasilkan biosurfaktan, aktifitas emulsifikasi tertinggi pada supernatan E3 sebesar 50,4%, tegangan permukaan terendah pada supernatan E1 sebesar 52,2 Nm/m, serta keempat supernatan isolat menunjukkan positif drop collapse.Kesimpulan: Mikroba indigenus eco enzyme berpotensi menghasilkan biosurfaktan