Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Characteristics of Collagen-based Milkfish Bone Waste Extracted with Bromelain with Cofactor Ca2+ Nasyanka, Anindi Lupita; Na’imah, Janatun; Firmani, Ummul; Octavia, Putri; Azizah, Viaristi Amelina
Jurnal Kefarmasian Indonesia VOLUME 14, NUMBER 1, FEBRUARY 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesian imports of gelatin and collagen raw materials totaled 4808 tons. Gresik is one of the producers of milkfish in East Java, with 87116 tons expected in 2022. Even though it contains type 1 collagen, milkfish bone waste that is not used at the center for making milkfish brains is an environmental hazard. Given this possibility, this study aimed to determine the qualitative characteristics of collagen extract from milkfish bone debris (Chanos chanos) with and without the addition of Ca2+ of varying quantities. The extraction method employs the enzyme bromelain 2% and cofactor metal ion Ca2+ (0.5%; 1.0%; 1.5%), which has previously been pre-treated in the form of defatting and deproteination, before determining physical and chemical properties. The results showed that using bromelain enzyme with Ca2+ boosted collagen yield. Adding 0.5% Ca2+ resulted in the highest yield, 7.58±1.88%. All collagen produced contains functional groups recognized in FTIR as type 1 collagen constituents (presence of amide A, amide B, amide I-III). The melting point of the collagen generated is between 144 and 157 °C. The SEM profile of collagen was porous sheets in all treatments. Except for the ash content, the chemical properties of collagen generated by adding the Ca2+ (pH 7.49-8.09; water content 7.75-8.15; ash content 6.56-7.78) fulfill SNI and BSP standards. Meanwhile, collagen synthesized without the inclusion of cofactors only meets the water content standards (pH 7.49-8.09; water content 7.75-8.15; ash content 6.56-7.78). The demineralization stage is required to produce milkfish bone debris before extraction to achieve these requirements.
Penentuan Kategori Nilai Sun Protection Factor (SPF) Pada Produk Lotion Dengan Klaim UV Protection Yang Beredar Di Pasar Gresik Luthfi, Saniya Al; Nasyanka, Anindi Lupita; Naimah, Janatun; Asiyah, Siti Nur
Journal of Food Safety and Processing Technology (JFSPT) Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jfspt.v2i1.8522

Abstract

Gresik termasuk kota di Indonesia yang memiliki temperatur rata-rata 28,50C per tahun, yang mana radiasi matahari terbesar yaitu 84% terjadi pada bulan Maret. Selain memiliki manfaat bagi kesehatan, sinar matahari juga memiliki dampak buruk, seperti halnya paparan radiasi ultraviolet yang terlalu lama dapat menyebabkan kerusakan kulit. Diketahui bahwa UV-B memiliki dampak kerusakan kulit yang lebih besar dari UV-A. Penggunaan tabir surya lotion merupakan salah satu cara untuk melindungi kulit dari radiasi ultraviolet. Keefektifan fotoprotektor pada tabir surya dapat diketahui dari nilai Sun Protection Factor (SPF). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategori nilai SPF pada produk lotion dengan klaim UV protection yang beredar di pasar Gresik. Pengukuran nilai SPF dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis dan hasil perhitungan nilai SPF yang diperoleh dikategorikan berdasarkan tabel kategori keefektifan tabir surya. Hasil penelitian menunjukkan nilai Sun Protection Factor (SPF) dari kelima sampel lotion dengan klaim UV Protection termasuk dalam kategori proteksi nilai SPF yang berbeda. Sampel kode A memiliki nilai SPF paling tinggi sebesar 6,89 termasuk kategori proteksi ekstra, sampel kode B, C, D dan E memiliki nilai SPF secara berurutan 0,61; 0,26; 0,15 dan 0,36 tetapi tidak masuk dalam kategori keefektifan sampel karena nilai SPF kurang dari minimal kategori proteksi.
Identifikasi Kualitatif Senyawa Flavonoid dan Alkaloid Simplisia Jahe Merah (Zingiber officinale Var Rubrum) dan Jahe Emprit (Zingiber Officinale Var Amarum) Suedi, Prapto; Na’imah, Janatun; Yunitasari, Norainny; Tiadeka, Pemta; Nasyanka, Anindi Lupita
Journal of Food Safety and Processing Technology (JFSPT) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jfspt.v3i1.10641

Abstract

Jahe merah (Zingiber officinale Var Rubrum) dan jahe emprit (Zingiber Officinale Var Amarum) merupakan salah satu tanaman yang memiliki khasiat sebagai obat tradisional di Indonesia. Jahe terlaporkan memiliki kandungan senyawa aktif yang berpotensi sebagai antioksidan. Senyawa aktif yang biasa berperan sebagai antioksidan adalah senyawa fenolik (flavonoid), turunan asam sinamat, kumarin, tokofenol serta senyawa asam – asam organik. Jenis jahe dibedakan menjadi 3 macam, yaitu jahe merah, jahe emprit, dan jahe gajah. Akan tetapi, di daerah Bojonegoro lebih banyak tumbuh tanaman jahe merah dan jahe emprit dibandingkan jahe gajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder flavonoid dan alkaloid pada jahe merah dan jahe emprit. Kedua metabolit tersebut biasanya berfungsi sebagai antioksidan. Jenis penelitian ini adalah ekperimental. Sampel jahe merah dan jahe emprit di ekstraksi dengan menggunakan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 80%. Berdasarkan penelitian menunjukkan di dalam jahe merah dan jahe emprit positif senyawa flavonoid dan alkaloid. Golongan flavonoid yang terdeteksi pada jahe merah dan jahe emprit kemungkinan flavanon karena terjadi perubahan warna menjadi merah tua dan antasianidin karena terjadi perubahan warna menjadi merah
Analysis Of Artificial Sweetener Content Of Sodium Cyclamate In Sugar Syrup Of Dawet Ice Sold At Pps Gresik Regency Norainny Yunitasari; Nadya Ramadhanti; Anindi Lupita Nasyanka
Media Farmasi Indonesia Vol. 21 No. 1 (2026): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/mfi.v21i1.350

Abstract

Many food and beverage sellers intentionally add hazardous chemicals to gain profits. For sweetening food or beverages, the chemical sodium cyclamate is sometimes added to reduce sugar consumption. Sodium cyclamate as an artificial sweetener will have a negative impact on health if consumed above the established threshold. One of the side effects of excessive consumption of sodium cyclamate is digestive disorders and kidney damage. This study aims to determine the presence of artificial sweeteners (sodium cyclamate) in the sugar syrup of dawet ice sold at the PPS Gresik Regency. The method used is a qualitative test, namely the precipitation method and the cyclamate test kit. There were three samples of dawet ice sugar syrup tested. The test results showed that the three samples tested did not contain sodium cyclamate. This is because there was no formation of white sediment in both test methods. Thus, the sugar syrup of dawet ice sold at the PPS Gresik Regency is declared safe from the use of sodium cyclamate.
Isolasi dan Karakterisasi Mikroba Indigenus Penghasil Biosurfaktan dari Eco-enzyme Trikurniadewi, Nastiti; Nasyanka, Anindi Lupita; Nur’aini, Farida; Novitasari, Rikha Anggun; Illahi, Arha Addina
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 10, No 1 (2025): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.101533

Abstract

Latar Belakang: Biosurfaktan berpotensi sebagai alternatif pengganti surfaktan sebagai bahan tambahan formulasi obat. Keamanan produk biosurfaktan masih menjadi permasalahan dalam aplikasi biosurfaktan di bidang farmasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terkait biosurfaktan dari mikroba yang tidak bersifat patogen.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan mikroba indigenus eco-enzyme yang tidak bersifat patogen dan memiliki kemampuan untuk menghasilkan biosurfaktan.Metode: Penelitian bersifat observasional dan eksperimental dengan mengisolasi mikroba yang ada pada sampel eco-enzyme kemudian menguji kemampuannya dalam menghasilkan biosurfaktan. Isolasi bakteri dilakukan dengan menggunakan media De Man Rogosa and Sharpe Agar (MRSA) dengan kondisi mikroaerofilik. Karakterisasi mikroba meliputi makroskopis, mikroskopis dan biokimia. Deteksi kemampuan isolat dalam menghasilkan biosurfaktan dievaluasi melalui uji hemolisis, uji drop collapse, aktivitas emulsifikasi dan tegangan permukaan.Hasil: Penelitian ini mendapatkan 4 isolat potensial penghasil biosurfaktan yaitu E1, E2, E3, dan E4. Karakteristik keempat isolat berbeda secara makroskopis, mikroskopis dan biokimianya, isolat tersebut merupakan kelompok bakteri dan yeast. Keempat isolat menghasilkan biosurfaktan, aktifitas emulsifikasi tertinggi pada supernatan E3 sebesar 50,4%, tegangan permukaan terendah pada supernatan E1 sebesar 52,2 Nm/m, serta keempat supernatan isolat menunjukkan positif drop collapse.Kesimpulan: Mikroba indigenus eco enzyme berpotensi menghasilkan biosurfaktan
Overview of Community Knowledge about The Use of Antibotic in Blungkan Hamlet, Sendangrejo Village, Lamongan Sub-district, Lamongan District: Gambaran Pengetahuan Masyarakat tentang Penggunaan Antibiotik di Dusun Blungkan Desa Sendangrejo Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan Widi Ambar Pratiwi; Anindi Lupita Nasyanka
Journal Pharmasci (Journal of Pharmacy and Science) Vol. 9 No. 1 (2024): Journal Pharmasci (Journal of Pharmacy and Science)
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v9i1.387

Abstract

Antibiotics are medications that combat bacterial illnesses. There are several negative health outcomes associated with the current epidemic of antibiotic resistance, including higher rates of illness and death, higher healthcare expenditures, and treatment failures. In 2015, there were an increase of 50 million unnecessary antibiotic prescriptions (Unnescecery prescribing) from 150 million, and this number continues to increase every year. Thus, the number of bacteria that are resistant to antibiotics is increasing. This study aims to determine the extent of public awareness on the utilization of antibiotics in Dusun Blungkan, Sendangrejo village, Lamongan district. The design of this research is descriptive research and data collection using questionnaires with Cronbach's alpha value of 0.83 (>0.60) then the questionnaire is declared reliable that covers 7 domains of knowledge namely understanding antibiotics, antibiotic examples, antibiotics use, dosage, contraindications, side effects, and antibiotic resistance. The results showed that in Dusun Blungkan, Sendangrejo Village, Lamongan District, and Lamongan Province there are 21 (70%) people who are aware of the use of antibiotics. Out of 30 respondents, 21 people (70%) have sufficient knowledge, 7 people (23.3%) have less knowledge, and 2 people (6.7%) have good knowledge. Controlled use of antibiotics can prevent resistance. Therefore, accurate information about the importance of antibiotics and how to use antibiotics properly and correctly is needed, as well as more wisdom in using them to avoid unexpected side effects.