Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Komparatif Metode Sistem Pendukung Keputusan dalam Penentuan Pegawai Terbaik Muharnadiah, Siti Aisyah; Rahmi, Rustati; Ariannor, Wahyudi
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 15, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/jutisi.v15i1.3343

Abstract

The process of selecting the best employees in government institutions is often conducted manually, which can lead to subjectivity and inconsistent outcomes. This study aimed to improve the objectivity and efficiency of the evaluation process by applying the Multi-Criteria Decision Making (MCDM) approach. Four methods, namely SMART, MOORA, WASPAS, and PROMETHEE, were used to compare ranking results based on eight employee performance criteria. The findings revealed that the top three employees consistently occupied the same positions across all methods, with a Kendall’s W coefficient of 0.9949 (p < 0.001), indicating an almost perfect level of agreement. The Friedman and Wilcoxon tests also confirmed no significant differences among ranking results. Based on performance and flexibility, the PROMETHEE method is recommended as the most adaptive approach for preference-based decision systems, while SMART excels in ease of implementation and computational transparency. This study reinforces comparative validation among MCDM methods as a foundation for developing data-driven decision support systems.Kata kunci: Decision Support System; Employee Performance; MCDM; Comparative Analysis; Statistical ValidationAbstrakProses penilaian pegawai terbaik di instansi pemerintah sering kali dilakukan secara manual, sehingga berpotensi menimbulkan subjektivitas dan ketidakkonsistenan hasil. Penelitian ini bertujuan meningkatkan objektivitas dan efisiensi proses penilaian tersebut dengan menerapkan pendekatan Multi-Criteria Decision Making (MCDM). Empat metode, yaitu SMART, MOORA, WASPAS, dan PROMETHEE digunakan untuk membandingkan hasil peringkat berdasarkan delapan kriteria kinerja pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga pegawai terbaik secara konsisten menempati posisi yang sama pada seluruh metode dengan nilai koefisien Kendall’s W sebesar 0,9949 (p < 0,001), yang menunjukkan tingkat kesesuaian hampir sempurna. Analisis Friedman dan Wilcoxon juga menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antar hasil peringkat. Berdasarkan kinerja dan fleksibilitasnya, metode PROMETHEE direkomendasikan sebagai pendekatan paling adaptif untuk sistem berbasis preferensi, sedangkan SMART unggul dalam kemudahan implementasi dan transparansi perhitungan. Penelitian ini memperkuat validasi komparatif antar metode MCDM sebagai dasar pengembangan sistem pendukung keputusan berbasis data. 
Web-Based Geographic Information System Model for Construction Business Surveys Siti Fathimah; Syarifullah Abdi; Wahyudi Ariannor
Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Vol 21, No 1 (2025): Februari
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/progresif.v21i1.2535

Abstract

The construction business survey conducted by BPS Banjarbaru City frequently encounters challenges such as unclear business addresses, including the absence of house numbers or RT/RW, and annual changes of survey personnel, resulting in inconsistencies in data collection. This study aims to develop a web-based Geographic Information System (GIS) to address these issues. The Rapid Application Development (RAD) method was employed to ensure the system meets user requirements. Functional testing results demonstrate that all features evaluated operate as intended, ensuring the system supports survey efficiency, addresses issues with unclear addresses, and maintains data continuity across survey periods. Thus, the system provides an effective solution to the challenges faced in construction business surveys conducted by BPS Banjarbaru City.Keywords: Geographic Information System; Business entity survey; Construction AbstrakSurvei badan usaha konstruksi yang dilakukan oleh BPS Kota Banjarbaru sering menghadapi kendala berupa alamat badan usaha yang kurang jelas, seperti tidak tercantumnya nomor rumah atau RT/RW, serta pergantian petugas survei setiap tahun yang menyebabkan ketidakkonsistenan dalam pendataan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis web sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode Rapid Application Development (RAD) diterapkan untuk memastikan sistem sesuai dengan kebutuhan pengguna. Hasil pengujian fungsionalitas sistem menunjukkan bahwa, seluruh fitur yang diuji berfungsi sesuai dengan kebutuhan pengguna, memastikan sistem dapat mendukung efisiensi survei, mengatasi kendala alamat tidak jelas dan menjaga kesinambungan data antarperiode survei. Dengan demikian, sistem ini memberikan solusi permasalahan dalam survei badan usaha konstruksi di BPS Kota Banjarbaru.Kata kunci: Sistem Informasi Geografis; Survei badan usaha; Konstruksi
Analisis Kinerja Model Machine learning dalam Prediksi Gagal Panen Gabah Taufik Nizami; Muhammad Atillah Mustaqiim; Wahyudi Ariannor
Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Vol 21, No 1 (2025): Februari
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/progresif.v21i1.2501

Abstract

In Banjar Regency, rice production faces significant challenges, including high crop failure rates and production variability across regions, which impact equitable food availability. This study aims to analyze the performance of various machine learning algorithms in predicting rice crop failures, a critical issue in food security. The research variables include factors such as weather, air humidity, soil conditions, agricultural variables, and tungro disease infestations. Several algorithms were tested, including Naive Bayes, Logistic Regression, Decision Tree, Random Forest, XGBoost, and others. Evaluation was conducted using cross-validation techniques with metrics such as accuracy, precision, recall, F1-Score, and ROC AUC. The results indicate that the Random Forest and XGBoost algorithms achieved the best performance, with accuracies of 77% and 70%, respectively. The study concludes that machine learning-based models can support better decision-making to mitigate crop failure risks. Furthermore, this research provides a foundation for the development of predictive models in the agricultural sector.Keywords: Harvest failure; Rice; Machine learning; Prediction; Food security AbstrakDi Kabupaten Banjar, produksi gabah menghadapi kendala signifikan, termasuk gagal panen yang tinggi dan variasi produksi antar wilayah, yang memengaruhi ketersediaan pangan merata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja berbagai algoritma machine learning dalam memprediksi gagal panen gabah, yang merupakan permasalahan penting dalam ketahanan pangan. Variabel penelitian mencakup faktor-faktor seperti cuaca, kelembapan udara, kondisi tanah, variabel pertanian, dan serangan tungro. Beberapa algoritma yang diuji meliputi Naive Bayes, Logistic Regression, Decision Tree, Random Forest, XGBoost, dan lainnya. Evaluasi dilakukan menggunakan teknik cross-validation dengan metrik akurasi, precision, recall, F1-Score, dan ROC AUC. Hasil menunjukkan bahwa algoritma Random Forest dan XGBoost memberikan performa terbaik, dengan akurasi masing-masing sebesar 77% dan 70%. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa model berbasis machine learning dapat digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dalam mengurangi risiko gagal panen. Penelitian ini juga memberikan dasar untuk pengembangan model prediksi di sektor agrikultur.Kata kunci: Gagal panen; Gabah; Machine learning; Prediksi; Ketahanan pangan