Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DAN TINGGI BADAN IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING DI DESA RANAH SINGKUANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMPAR Fitri Apriyanti; Fitri Meiriza Syahasti
Jurnal Doppler Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Kondisi ini diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih dari minus dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari World Health Organization (WHO). Berdasarkan hasil Riskesdas (2018) menunjukkan angka yang cukup menggembirakan terkait masalah Stunting di Indonesia. Angka Stunting mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu pada tahun 2013 sebesar 37,2% sedangkan pada tahun 2018 menjadi 30,8%. Namun angka kejadian Stunting pada balita ini masih tergolong cukup besar. Tujuan penelitian ini yaitu Menganalisis Faktor Sosiodemografi dan Tinggi Badan Ibu dengan Kejadian Stunting pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kampar. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Desa Ranah Singkuang pada tanggal 30 Desember 2020 sampai 16 Januari 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Ibu yang memiliki anak balita di desa Ranah Singkuang wilayah Kerja Puskesmas Kampar berjumlah 90 responden. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan total sampling. Analisa data dilakukan dengan komputerisasi, dengan analisa data univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian diperoleh terdapat hubungan antara faktor umur ibu (p value=0,003), faktor pendapatan keluarga (p value=0,02), faktor jumlah anggota keluarga (p value=0,008), faktor Jarak Kehamilan (p value=0,003), dan tinggi badan ibu dengan kejadian stunting di Desa Ranah Singkuang Wilayah Kerja Puskesmas Kampar dengan p value 0,004 (p value < 0,05). Diharapkan kepada responden untuk lebih aktif dalam mencari informasi dengan cara mengikuti penyuluhan yang dilakukan oleh tenaga Kesehatan tentang stunting.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEIKUTSERTAAN IBU DALAM KEGIATAN KELAS IBU BALITA DI DESA BATU BELAH WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMPAR Elvira Harmia; Fitri Apriyanti
Jurnal Doppler Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Periode penting pertumbuhan dan perkembangan anak adalah pada usia 0-5 tahun, diusia ini balita merupakan salah satu populasi yang paling berisiko mengalami berbagai gangguan kesehatan yang dapat mengakibatkan kematian. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan upaya promotif dan preventif pada kelas ibu balita, pengetahuan dan partisipasi ibu balita dalam kelas ibu balita merupakan faktor pendukung keberhasilan kelas ibu balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan keikutsertaan ibu dalam kegiatan kelas ibu balita di Desa Batu Belah Wilayah Kerja Puskesmas Kampar tahun 2021. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada tanggal 26 Juli sampai 08 Agustus 2021 dengan populasi seluruh ibu yang memiliki balita usia 0-5 tahun di Desa Batu Belah dengan sampel sebanyak 173 orang yang diperoleh dengan teknik consecutive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan pengetahuan ibu dengan keikutsertaan dalam kegiatan kelas ibu balita dengan nilai (p=0,002). Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber dan bahan masukan bagi pemegang kegiatan untuk lebih meningkatkan kegiatan kelas ibu balita dengan program-program yang lebih menarik dan interaktif sehingga lebih mudah untuk dipahami oleh ibu balita. 
PERBANDINGAN RELAKSASI BENSON DAN RELAKSASI KESADARAN INDERA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN KANKER SERVIKS DI RSUD BANGKINANG TAHUN 2018 YENNY SAFITRI; ERLINAWATI ERLINAWATI; FITRI APRIYANTI
Jurnal Ners Vol. 2 No. 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.069 KB) | DOI: 10.31004/jn.v2i1.185

Abstract

Beberapa therapy relaksasi yang dapat digunakan oleh pasien dalam menurunkan kecemasan seperti relaksasi benson dan relaksasi kesadaran indera, dimana proses ini  akan menghambat aktifitas saraf simpatik yang akan menurunkan konsumsi oksigen oleh tubuh dan selanjutnya otot-otot tubuh menjadi relaks sehingga menimbulkan perasaan tenang dan nyaman. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperiment, dengan pendekatan pretest-posttest design with control group, dengan teknik sampel accidental sampling maka ditetapkan 10 orang sebagai sampel kasus dan 10 orang sebagai sampel kontrol. Untuk pengukuran kecemasan pada relaksasi benson dan relaksasi kesadaran indera dilakukan sebelum dan sesudah diberikannya perlakuan dengan menggunakan skala Hamilton Anxiety Ratting Scale (HARS) dengan intervensi diberikan selama 1 minggu. Penelitian dilakukan mulai dari pra terapi, terapi, pasca terapi, dan follow-up. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji t independent. Berdasarkan hasil penelitian, relaksasi kesadaran indera lebih efektif mengurangi kecemasan dibandingkan dengan relaksasi benson dengan p Value 0,00 , 0,005. Oleh karena itu, dianjurkan kepada pihak rumah sakit untuk dapat menerapkan relaksasi ini sebagai alternatif dalam penurunan tingkat kecamasan pada pasien dengan kanker serviks atau tidak yang disertai dengan komplikasi.
ANALISA HUBUNGAN TEKNIK MENYUSUI DENGAN KEJADIAN NIPPLE TRAUMA PADA IBU MENYUSUI DI DESA LABOI JAYA WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS LABOY JAYA FITRI APRIYANTI; SYUKRIANTI SYAHDA
Jurnal Ners Vol. 6 No. 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v6i1.4080

Abstract

Nipple trauma bisa terjadi oleh banyak aspek, ialah infeksi bakteri, puting yang datar, kuatnya isapan bayi, puting terbalik, serta kesalahan metode menyusui yang dicoba oleh ibu. Metode menyusui yang salah pada ibu merupakan aspek sangat berarti yang tingkatkan kejadian nipple trauma. Teknik menyusui merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produksi ASI dimana bila teknik menyusui tidak benar, dapat menyebabkan puting susu lecet dan menjadikan ibu enggan menyusui sehingga bayi tersebut jarang menyusu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisa hubungan teknik menyusui dengan kejadian nipple trauma pada ibu menyusui di Desa Laboy Jaya wilayah kerja UPT Puskesmas Laboy Jaya. Desain penelitian adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang menyusui di wilayah kerja UPT Puskesmas Laboy Jaya sebanyak 41 orang ibu dengan menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling. Alat pengumpulan data yaitu berupa lembar ceklis yang terdiri dari kuesioner. Pengolahan data yang digunakan adalah analisa univariat dan analisa bivariat. Hasil uji statistik Chi-Square yaitu hubungan teknik menyusui dengan kejadian nipple trauma p-value = 0,000 (p < 0,05) artinya ada hubungan teknik menyusui dengan kejadian nipple trauma pada ibu menyusui. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan rujukan bagi tenaga kesehatan agar mau meningkatkan penyuluhan atau pendidikan kesehatan tentang teknik menyusui yang baik dan benar dalam mencegah terjadinya nipple trauma pada ibu menyusui.
PEMBINAAN KADER KB DALAM MENINGKATKAN PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) PADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DI DESA LABOY JAYA WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS LABOY JAYA Syukrianti Syahda; Fitri Apriyanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.7467

Abstract

Di Indonesia cakupan peserta kb aktif metode jangka panjang masih tergolong rendah, yaitu : AKDR (7,4%), AKBK (7,4%), MOW (2,7%), dan MOP (0,5%) yang masih berada jauh dibawah target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yaitu 66%. Sementara itu untuk Provinsi Riau cakupan peserta kb aktif masih belum mencapai target yaitu 51,5%. Sebagian besar peserta KB aktif memilih suntikan dan pil sebagai alat kontrasepsi, bahkan sangat dominan yaitu 80%, padahal suntikan dan pil merupakan metode kontrasepsi jangka pendek sehingga tingkat efektifitas dalam pengendalian kehamilannya pun rendah. Desa Laboy Jaya salah satu desa yang ada di Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Laboy Jaya diamana cakupan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) nya masih rendah. Sebelum sosialisasi/penyuluhan dilakukan pre test didapatkan hasil pengetahuan kader Kb kurang yaitu 66,67%, sedangkan setelah dilakukan sosialisasi/penyuluhan pengetahuan kader meningkat yaitu 83,33%. Kader yang telah ditunjuk oleh pusat pelayanan kesehatan setempat diharapkan bekerjasama dengan tim kesehatan untuk dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengan petunjuk yang diberikan.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN BERAT BADAN LAHIR BALITA DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN ATAS (ISPA) PADA ANAK BALITA DI DESA TARAI BANGUN WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMBANG FITRI APRIYANTI; DHINI ANGGRAINI DHILON
Jurnal Ners Vol. 6 No. 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v6i2.7996

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) adalah penyakit saluran pernafasan akut disebabkan oleh infeksi yang menular dari manusia ke manusia lainnya. Gejala ISPA timbul lebih cepat, dengan jangka waktu beberapa jam sampai beberapa hari. Faktor risiko pada balita penderita ISPA salah satunya Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dan ASI Eksklusif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pemberian ASI Eksklusif dan berat badan lahir balita dengan kejadian infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) pada balita di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh orang tua balita dengan jumlah sampel sebanyak 117 orang tua balita dengan menggunakan teknik Total Sampling. Hasil analisa univariat diperoleh dari 117 responden  terdapat 71 responden (60,7%) yang tidak memberikan ASI Eksklusif dan sebanyak 84 balita (71,8%) yang lahir dengan berat badan lahir normal. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan pemberian ASI eksklusif (p= 0,000) dan berat badan lahir balita (p=0,00) dengan kejadian infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) pada balita di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang. Diharapkan bagi orang tua balita agar dapat memahami tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif karena dapat meningkatkan imunitas tubuh balita dan mencegah balita dari berbagai macam penyakit seperti ISPA.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI, PENYAKIT INFEKSI DAN ASUPAN PANGAN DENGAN KEJADIAN KURANG ENERGI KRONIS (KEK) PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURNAMA TAHUN 2023 Sukarti, Sukarti; Afrinis, Nur; Apriyanti, Fitri
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 4 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sjkt.v2i4.22415

Abstract

Kehamilan merupakan kondisi fisiologis yang terjadi akibat pembuahan sel telur yang dibuahi oleh sel sperma. Masalah gizi yang terjadi pada masa kehamilan adalah Kurang Energi Kronis (KEK) ditandai dengan hasil pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) ibu hamil < 23,5 cm. Faktor yang dapat mempengaruhi terjadi KEK pada ibu hamil adalah rendahnya pengetahuan tentang gizi, asupan zat gizi dan penyakit infeksi yang diderita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi, penyakit infeksi dan asupan pangan dengan kejadian Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Purnama. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 15 Maret-30April 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang tercatat dalam register ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Purnama periode Januari-Maret 2023 berjumlah 295 orang ibu hamil. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling yaitu sebanyak 170 ibu hamil. Alat pengumpulan data yaitu kuisioner. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisa univariat diperoleh 79 responden (46,5%) tingkat pengetahuan kurang, 36 responden (21,1%) memiliki riwayat penyakit infeksi, 95 responden (55,9), asupan energi yang kurang, 135 responden (79,4%)asupan protein yang kurang. Hasil uji chi-square ada hubungan pengetahuan dengan kejadian KEK (p value= 0,029) ada hubungan penyakit infeksi dengan kejadian KEK ( p value= 0,044) ada hubungan asupan energi dengan kejadian KEK (p value= 0,041) dan ada hubungan asupan protein dengan kejadian KEK ( p value=0,038) Diharapkan bagi Puskesmas Purnama agar terus meningkatkan layanan edukasi gizi bagi ibu hamil agar kejadian KEK pada ibu hamil dapat dicegah.
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN ARTHRITIS RHEUMATOID PADA LANSIA DIDESA KAMPA Melani Putriya, Melani Putriya; Hamidi, M. Nizar Syarif; Apriyanti, Fitri
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sjkt.v3i1.23876

Abstract

Usia lanjut (old age) dapat dikatakan sebagai tahap akhir dari perkembangan kehidupan manusia,  proses  berkelanjutan  dari  perubahan  alami  dan  tidak  dapat  diubah  yang dialami manusia.Penuaan menyebabkan perubahan fisik, baik mental maupun fisik, Perubahan fisiologis tersebut dapat terjadi pada sistem muskuloskeletal, Arthritis rheumatoid adalah penyakit pada sistem muskuloskeletal dan persendian. Faktor resiko arthritis rheumatoid adalah infeksi, pekerjaan,  gangguan imunitas, kelenjar dan hormon, genetik, psikologis lingkungan, pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian arthritis rheumatoid pada lansia di desa kampa wilayah kerja puskesmas kampa. Jenis penelitian ini adalah bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah  seluruh lansia umur 60-74 tahun didesa kampa sebanyak 35 orang dengan jumlah  sampel  adalah  35  orang,  adapun  teknik  pengambilan  sampel  menggunakan teknik total  sampling. Hasil dari penelitian ini sebagian besar  responden memiliki pola makan tidak baik sebanyak 20 orang (57,1), sebagian responden mengalami arthritis rheumatoid sebanyak 20 orang (57,1) Setelah dilakukan uji chi-square didapatkan nilai p value 0,003 yang artinya ada hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian  arthritis rheumatoid   pada  lansia  di desa  kampa wilayah  kerja  puskesmas kampa. Diharapkan pada responden untuk dapat menjaga pola makan agar dapat mencegah terjadinya arthritis rheumatoid.
HUBUNGAN PERILAKU PICKY EATER DENGAN GIZI KURANG PADA ANAK PRA SEKOLAH USIA 4 – 6 TAHUN DI RAUDHATUL ATHFAL ALMA KOTA PEKANBARU Fiezra Subecca, Peggy; Apriyanti, Fitri; Lasepa, Wanda
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sjkt.v3i1.24650

Abstract

Perilaku picky eater merupakan masalah makan yang sering terjadi pada anak usia sekolah, umumnya anak sering memilih-milih makanan, serta menolak untuk mengonsumsi atau mencoba makanan baru yang belum familiar.  Masalah yang ditimbulkan dari perilaku picky eater ini adalah rendahnya nilai gizi makanan yang dimakan sehingga mengakibatkan status gizi anak menjadi rendah dan masuk dalam kategori gizi kurang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan perilaku picky eater dengan gizi kurang pada anak pra sekolah di R.A Alma Kota Pekanbaru. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada tanggal 27-28 Juli 2023 dengan jumlah sampel 70 orang ibu dan anak pra sekolah usia 4-6 tahun menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan alat ukur timbangan dan mikrotois. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil analisa univariat diperoleh dari 70 responden sebanyak 46 responden (65,7%) mengalami picky eater. Sebanyak 50 responden (71,4%) tidak mengalami gizi kurang. Hasil uji chi square menunjukkan p value sebesar 1,000 sehingga p value >0,05. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku picky eater dengan gizi kurang pada anak pra sekolah usia 4-6 tahun di R.A ALMA Kota Pekanbaru. Kepada ibu dari anak pra sekolah agar lebih memahami perilaku makan anak yang mengalami picky eater dalam memberikan asupan makanan harus diberikan sesuai dengan kebutuhan dan usia anak.
Hubungan Riwayat Keluarga Dan Kebiasaan Merokok Dengan Kejadian Arthritis Reumaotid Di Desa Pulau Birandang Wilayah Kerja Upt Puskesmas Kampa Tahun 2022 Midanda, Nurul Awalia; Apriyanti, Fitri; Sudiarti, Putri Eka
Journal of Engineering Science and Technology Management (JES-TM) Vol. 3 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Journal of Engineering Science and Technology Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jestm.v3i2.56

Abstract

The purpose of this study was to analyze the relationship between family history and smoking habits with the incidence of rheumatoid arthritis in Pulau Birandang Village, the working area of UPT Puskesmas Kampa in 2022. The design of this study used a quantitative design with a cross sectional study design. The population in this study were 72 elderly. The sample in this study were 72 elderly. Analysis of the data used in this study is Univariate Analysis and Bivariate Analysis. From the results of research on univariate analysis, it was found that family history was in the category that had a family history of 49 people (68.1%). Respondents who smoked were in the non-smoking category as many as 39 people (54.2%) and Rheumatoid Arthritis respondents were in the Yes Rheumatoid Arthritis category as many as 39 people (54.2%). While the bivariate analysis showed that there was a relationship between family history and the incidence of rheumatoid arthritis in Pulau Birandang Village, the working area of UPT Puskesmas Kampa in 2022 and there was no relationship between smoking habits and the incidence of rheumatoid arthritis in Pulau Birandang Village, the work area of UPT Puskesmas Kampa in 2022. Results This research is expected to increase the breadth of insight, knowledge, and understanding ability of researchers and can provide skills in action regarding rheumatoid arthritis.