Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pengetahuan Ibu dan Perilaku Picky Eating dengan Kejadian Stunting pada Balita Studi Wilayah Kerja Puskesmas Purnama Kota Dumai Muthia Trisdeaty; Nur Afrinis; Fitri Apriyanti
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.126

Abstract

Balita adalah masa penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, di mana stunting menjadi salah satu masalah utama yang sering terjadi. Stunting ditandai dengan tinggi badan yang kurang akibat kekurangan gizi, yang dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan ibu dan perilaku makan, seperti picky eating. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dan perilaku picky eating dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Purnama, Kota Dumai. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 151 sampel yang dipilih secara acak sederhana. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri, serta dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan kejadian stunting, serta hubungan antara perilaku picky eating dengan kejadian stunting (p-value < 0,05). Kesimpulannya, baik pengetahuan ibu maupun perilaku picky eating berpengaruh terhadap kejadian stunting. Oleh karena itu, disarankan agar Puskesmas memberikan penyuluhan tentang pencegahan stunting dan pentingnya gizi seimbang untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang kesehatan balita.
Hubungan antara Body Image dan Eating Disorder dengan Status Gizi Remaja di SMAN 1 Pekanbaru Silvi Putri Cahaya Azani; Fitri Apriyanti; Wanda Lasepa
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.148

Abstract

Body image yang positif maupun negatif akan mempengaruhi remaja untuk mengurangi atau menambahkan konsumsi makannya. Memiliki bentuk tubuh yang sesuai dengan keinginan dapat menyebabkan remaja memiliki kebiasaan makan yang kurang baik. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya eating disorder sehingga akan berdampak pada status gizi remaja. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa hubungan antara body image dan eating disorder dengan status gizi pada remaja di SMAN 1 Pekanbaru. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Data yang diambil meliputi data primer dan sekunder. Populasi penelitian ini adalah siswa SMAN 1 Pekanbaru kelas X dan XI yang berjumlah 774 orang dan sampel berjumlah 98 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Pengambilan data menggunakan kuesioner Body Shape Questionnaire-34 (BSQ-34), Eating attitudes test-26 (EAT-26), pengukuran berat badan dan tinggi badan menggunakan timbangan dan microtoise. Hasil penelitian terdapat 67 orang (68,4%) memiliki status gizi normal, 71 orang responden (72,4%) memiliki body image positif, 88 orang responden (89,8%) tidak beresiko eating disorder. Terdapat hubungan yang signifikan antara body image dan eating disorder dengan status gizi remaja di SMAN 1 Pekanbaru. Diharapkan kepada responden untuk dapat menjadikan penelitian ini bahan masukan dan pengetahuan agar remaja dapat lebih meningkatkan body image, eating disorder dan status gizinya.
Hubungan Asupan Gizi Makro, Pengetahuan Gizi dengan Persentase Lemak Tubuh Atlet  Rajawali Basketball Pekanbaru Club Claudia Nasya Jodi; Fitri Apriyanti; Wanda Lasepa
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.150

Abstract

Persentase lemak tubuh adalah perbandingan massa lemak tubuh yang dibandingkan dengan komposisi lemak tubuh. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi makro dan pengetahuan gizi dengan persentase lemak tubuh atlet. Penelitian bersifat kuantitatif dengan menggunakan pendekatan crossectional populasi teknik total sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 24 – 28 April 2024. Populasi seluruh atlet usia 23-29 tahun dengan alat ukur timbangan BIA, mikrotoa, food recall 2x24 jam, kuisioner karakteristik dan pengetahuan gizi. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian univariat terdapat asupan protein 29 atlet (67,4%) kategori tidak lebih, asupan lemak 23 atlet (53,5%), asupan karbohidrat 24 atlet (55,8%), persentase lemak tubuh 29 atlet (67,4%) dan pengetahuan atlet 27 atlet (62,8). Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan asupan lemak dan karbohidrat dengan persentase lemak tubuh dan tidak ada hubungan asupan protein dan pengetahuan gizi dengan persentase lemak tubuh. Hasil penelitian ini diharapkan atlet untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi sesuai dengan kebutuhan atlet.
Hubungan Asupan Lemak dan Status Gizi dengan Kejadian Acne Vulgaris Remaja Melinda Rahmasari Firdaus; Fitri Apriyanti; Wanda Lasepa
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.158

Abstract

Acne vulgaris adalah masalah kulit yang terjadi pada remaja dan dapat mempengaruhi kualitas hidup secara signifikan. Karena jerawat remaja sering merasa rendah diri dan membuat dirinya takut untuk muncul di depan umum serta menarik diri dari interaksi social. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara asupan lemak dan status gizi dengan kejadian acne vulgaris pada populasi remaja di SMAN 5 Pekanbaru. Desain penelitian ini cross-sectional dan menggunakan stratified random sampling untuk mendapat 100 responden. Asupan lemak diukur menggunakan Food Recall 2x24jam, Status gizi diukur berdasarkan Z-score (IMT/U). Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Sebanyak 54 siswa (54%) memiliki asupan lemak lebih, 80 siswa (80%) memiliki status gizi tidak lebih, dan 69 siswa (69%) mengalami acne vulgaris. Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan lemak dengan kejadian acne vulgaris (p-value < 0,05). Tidak terdapat hubungan yang antara status gizi dengan kejadian acne vulgaris (p-value > 0,05). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang peran asupan lemak dan status gizi dalam patogenesis acne vulgaris pada remaja. Implikasi dari penelitian ini dapat mendukung upaya pencegahan dan intervensi yang lebih efektif terhadap kondisi ini, serta memberikan dasar bagi penelitian lanjutan dalam bidang nutrisi dan dermatologi.