Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PELATIHAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS) SEBAGAI ALAT BANTU OPERASI PENANGKAPAN IKAN BAGI GENERASI MILLENNIAL ACEH Imamshadiqin Imamshadiqin; Syahrial syahrial; Erniati erniati; 'Akla akla; Erlangga erlangga; Imanullah imanullah; Yudho andika; Muliari muliari; Arina ruzanna; Salmarika salmarika; Irmayunita irmayunita; Wilman shobara
Marine Kreatif Vol 6, No 2 (2022): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmk.v6i2.6812

Abstract

Training on the use of GPS technology as a fishing operation tool for Aceh's millennial generation was carried out on June 21 – 27, 2021 at the Unimal Campus Reuleut, North Aceh Regency and the Indian Ocean. This training aims to educate and improve the skills of the millennial generation of Aceh Province to take advantage of the use of GPS to help detecting the presence of fish in the ocean. The training was delivered using a community development approach that included lectures and focus group discussions (FGD), as well as theory and field practice. The training was well-structured, smooth, and successful, involving the Acehnese millennial generation aged 20-25 years, with the training divided into four stages planning, preparation, implementation, and monitoring and evaluation. The material provided in the theory class includes knowledge and developments in the use of GPS globally, whereas the practical class involves the operation of GPS directly on the ship. The monitoring and evaluation results revealed that participants benefited greatly from using GPS catching tools in detecting the presence of fish, allowing them to increase catches and easily locate fishing grounds.
Penerapan Teknik Scanning dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 25 Makassar Erniati Erniati
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 6 No 1 (2022): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v6i1.3292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas VIII di SMP Negeri 25 Makassar dengan teknik scanning. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas VIII.9 SMP Negeri 25 Makassar yang terdiri dari 29 siswa. penelitian tindakan ini dilakukan dalam dua siklus yang tiap siklusnya terdapat empat rancangan penelitian yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Objek penelitian ini adalah kemampuan membaca siswa kelas VIII.9 SMP Negeri 25 Makassar. Teknik pengumpulan data berupa observasi, pedoman wawancara guru, data angket, catatan lapangan, jurnal siswa, dan lembar observasi siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa membaca dalam teknik scanning pada pembelajaran membaca siswa kelas VIII.9 SMP Negeri 25 Makassar dapat meningkatkan membaca dalam proses pembelajaran. Terlihat dari siswa yang setiap siklus semakin aktif, antusias, berani bertanya, dan berani menjelaskan dihadapan siswa lainnya untuk membaca. Proses membaca pada akhirnya berdampak positif dan peningkatan kemampuan membaca pada siswa terlihat dari hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari siswa yang hasil belajarnya telah memenuhi standar KKM. Pada siklus I dengan memperoleh jumlah skor 160 dengan nilai rata-rata 76,55 dan siklus II jumlah skor meningkat 199,27 dengan nilai rata-rata 90,34 dan memenuhi standar KKM.
Memahami Kecemasan Siswa SD Menghadapi Ujian Semester Melalui Pendekatan Humanistik: Studi Kualitatif Deskriptif Di SD Negeri 1 Lolu Faldy Arianto; Syahrin A. Lolangi; Rashelya Frederica; Nur Safira; Nurmahsyar Nurmahsyar; Moh. Ishak Ali; Lusiana Lusiana; Ilham Bintang Putra Larama; Hermawan Hermawan; Erniati Erniati
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan ujian merupakan kondisi psikologis yang lazim dialami peserta didik pada berbagai tingkat pendidikan dan berpotensi menghambat proses pembelajaran, capaian akademik, serta kesejahteraan emosional anak. Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji secara mendalam pengalaman kecemasan siswa sekolah dasar dalam menghadapi ujian semester melalui perspektif teori humanistik, dengan lokasi penelitian di SD Negeri 1 Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan guna menggali makna subjektif, latar sosial-budaya, serta dinamika relasi antara siswa, guru, dan orang tua. Hasil penelitian diharapkan mampu memberikan pemahaman komprehensif mengenai faktor-faktor pemicu kecemasan, bentuk manifestasi gejala pada anak, serta implikasi praktis bagi pengembangan intervensi berbasis humanistik di lingkungan sekolah dasar
Strategi Peningkatan Kerjasama Guru dan Siswa untuk Mengatasi Ketidakfokusan dalam Tugas Akademik SMA Negeri 1 Sigi Fauzya Nayla; Hati Nurani; Revalina Amanda Putri; Nur Linda; Nurhaliza Nurhaliza; Muh. Rifki Alfiansyah; Muh. Syahrur Ramadhan; Erniati Erniati
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidakfokusan peserta didik dalam menyelesaikan tugas akademik menjadi permasalahan yang semakin kompleks dalam praktik pendidikan modern. Permasalahan ini tidak hanya berkaitan dengan karakteristik internal siswa, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas interaksi dan kerjasama antara guru dan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi ketidakfokusan akademik siswa serta merumuskan strategi kerjasama guru dan peserta didik yang efektif dalam mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sigi. Subjek penelitian meliputi guru dan peserta didik, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakfokusan akademik dipengaruhi oleh faktor psikologis (rendahnya motivasi, kecemasan, dan takut gagal), faktor lingkungan sosial dan keluarga, distraksi digital, serta lemahnya manajemen waktu siswa. Adapun strategi kerjasama yang efektif meliputi pemberian peran yang jelas dalam kerja kelompok, pendekatan personal dan dialogis guru, pemberian umpan balik konstruktif, serta penciptaan lingkungan belajar yang kondusif dan partisipatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerjasama guru dan peserta didik yang dibangun secara relasional dan berkelanjutan mampu meningkatkan fokus, tanggung jawab, dan keterlibatan akademik siswa dalam proses pembelajaran
Strategi Penilaian Ranah Psikomotorik Berbasis Peer Assessment Pada Pembelajaran PAI: Studi Kualitatif Di SMP Negeri 1 Sigi Rorind Cahyani Aulia; Sazkia Wahyuni; Fani Fani; Siti Aisyah; Rezkiyana Ningsi; Ikram Ikram; Rangga Rangga; Supardi Said; Erniati Erniati
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian psikomotorik pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya keterampilan membaca Al-Qur’an, membutuhkan observasi langsung terhadap performa siswa. Namun, keterbatasan jumlah guru dan banyaknya siswa sering menyulitkan proses penilaian individual. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan peer assessment berbasis rubrik dalam penilaian membaca Al-Qur’an serta menganalisis persepsi guru terhadap efektivitasnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peer assessment diterapkan melalui penyusunan rubrik, sosialisasi kriteria penilaian, dan pelaksanaan penilaian sebaya pada kegiatan praktik membaca Al-Qur’an. Strategi ini membantu memperluas jangkauan observasi dan meringankan beban penilaian guru, sekaligus meningkatkan partisipasi dan kesadaran reflektif siswa. Guru memandang peer assessment relevan untuk mendukung penilaian psikomotorik, dengan catatan guru tetap bertindak sebagai validator akhir penilaian
Implementasi Metode Talaqqi sebagai Strategi Guru PAI dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Al-Qur’an Peserta Didik di MAN 1 Kota Palu Hairul Ahmadi; Muhamad Rendi Kurniawan; Mardiah Mardiah; Alfin Faiz; Muh. Rafli; Muh. Zulfikal; Dina Dina; Nurmasyita Z. Ali; Erniati Erniati
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran membaca Al-Qur’an merupakan kompetensi fundamental dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di madrasah. Namun, realitas menunjukkan bahwa sebagian peserta didik tingkat menengah atas masih mengalami kesulitan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah makhraj dan tajwid. Kondisi ini menuntut strategi pembelajaran yang bersifat langsung, korektif, dan berorientasi pada praktik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode talaqqi sebagai strategi guru PAI dalam mengatasi kesulitan membaca Al-Qur’an peserta didik di MAN 1 Kota Palu, serta mengkaji peran metode tersebut dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian adalah guru PAI yang menerapkan metode talaqqi, dengan informan pendukung peserta didik dan pihak madrasah. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode talaqqi diimplementasikan melalui pembacaan langsung oleh guru, peniruan oleh peserta didik, serta koreksi bacaan secara individual dan berkelanjutan. Metode ini berperan signifikan dalam memperbaiki ketepatan makhraj, penerapan tajwid, kelancaran membaca, serta meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini menegaskan bahwa metode talaqqi merupakan strategi pedagogis yang relevan dan efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an di madrasah aliyah negeri, meskipun menghadapi keterbatasan waktu dan heterogenitas kemampuan peserta didik.
KESULITAN PESERTA DIDIK DALAM MENGENAL HURUF HIJAIYAH MELALUI MEDIA GAMBAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) KELAS 2 DI SD INPRES LOLU Isyraq Aulia Nikmah; Tiara Nanda Salsabila; Andi Susilo Arista Putri; Mita Ananda; Mujahidatul Haq; Nuralya Nuralya; Fadhila Fadhila; Erniati Erniati
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan peserta didik dalam mengenal huruf hijaiyah melalui media gambar pada peserta didik kelas 2 di Sekolah dasar (SD) inpres lolu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pemilihan subjek penelitian dilakukan dengan teknik cluster sampling, yaitu yang subjeknya lebih dari dua atau melibatkan kelompok-kelompok besar. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, display data, dan verifikasi serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)kesulitan peserta didik dalam melafalkan huruf hijaiyah dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, baik dari lingkungan sekolah maupun keluarga. (2)Guru memiliki peran yang sangat penting sebagai kunci utama dalam membantu mengatasi kesulitan peserta didik dalam melafalkan huruf hijaiyah melalui bimbingan yang intensif, penggunaan metode yang tepat, serta pemanfaatan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik peserta didik, yaitu seperti menggunakan kartu huruf Hijaiyah berwarna, poster, dan video animasi. Melalui peran tersebut, guru dapat membimbing peserta didik untuk melafalkan huruf hijaiyah secara benar sesuai makhraj dan sifat huruf, serta membangun kepercayaan diri peserta didik dalam proses pembelajaran.
KETIDAKMAMPUAN SISWA DALAM MENILAI DIRI SENDIRI DENGAN JUJUR (SELF ASSESMENT) DI SMP Husnul Khotima; Tiara Sani; Mardianah Mardianah; Mutmainah Mutmainah; Nurfadhilah Nurfadhilah; Nita anggreani; Nurul Hasanah; Eka Selvi Anggita Sari; Erniati Erniati
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis ketidakmampuan siswa dalam menilai diri sendiri dengan jujur melalui metode self-assessment di SMP Negeri 5 Palu. Ketidakmampuan siswa menilai diri secara objektif merupakan isu penting yang berdampak pada integritas akademik dan perilaku belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen one-shot case study melibatkan 21 siswa kelas IX. Instrumen berupa angket skala Likert dan dokumentasi hasil belajar siswa, dengan analisis statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan pemahaman mengenai tujuan dan indikator self-assessment serta umpan balik guru, 19 dari 21 siswa (90,48%) mampu melakukan penilaian diri secara jujur sesuai dengan pengamatan guru. Analisis korelasi memperlihatkan adanya hubungan positif signifikan antara kesadaran diri (r = 0,742, p < 0,01) dan kepercayaan diri (r = 0,681, p < 0,01) dengan kejujuran siswa, serta hubungan negatif signifikan antara rasa takut dinilai buruk dengan kejujuran (r = -0,623, p < 0,01). Temuan ini menegaskan bahwa faktor psikologis berperan penting dalam kejujuran self-assessment. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pelatihan self-assessment yang sistematis dan berkelanjutan, pendampingan guru yang intensif, serta integrasi pendidikan karakter untuk menumbuhkan kejujuran siswa dalam menilai diri. Dengan demikian, self-assessment tidak hanya berfungsi sebagai instrumen evaluasi, tetapi juga sebagai sarana pembentukan integritas akademik dan kesadaran metakognitif siswa.