Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Lembar Kerja Laboratorium Fisika Berbasis Literasi Sains untuk Meningkatkan Keterampilan Proses dan Sikap Ilmiah Siswa Kelas X SMA Negeri 10 Purworejo Tahun Pelajaran 2014/2015 Siti Rohmawati; Nur Ngazizah; Eko Setyadi Kurniawan
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 7 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengembangkan lembar kerja laboratorium fisika berbasis literasi sains yang layak dan dapat meningkatkan keterampilan proses dan sikap ilmiah. Model pengembangan mengacu pada 4-D yaitu Define, Design, Develop, dan Desseminate dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas X-1 dan X-2 SMA Negeri 10 Purworejo tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 4 siswa pada tahap uji coba terbatas dan 32 siswa pada tahap penyebaran. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, dan tes. Hasil analisis data lembar kerja laboratorium fisika berbasis literasi sains yang telah divalidasi oleh dua dosen ahli dan guru fisika diperoleh rerata 4,51 dengan kategori sangat baik dan percentage agreement 89,21%. Kelayakan lembar kerja laboratorium yang dikembangkan terdiri dari keterlaksanaan pembelajaran diperoleh skor rerata 4,36 dengan percentage agreement sebesar 97,81% dan respon siswa terhadap lembar kerja laboratorium fisika yang dikembangkan diperoleh rerata 4,28 dengan kategori sangat baik. Rerata persentase keterampilan proses sebesar 81,065%, sehingga diperoleh gain 0,5 dan termasuk kategori peningkatan sedang. Sedangkan rerata persentase sikap ilmiah sebesar 83,82%, sehingga diperoleh gain 0,57 dan termasuk kategori peningkatan sedang, dengan demikian, lembar kerja laboratorium fisika berbasis literasi sains dikategorikan sangat baik dan layak digunakan dalam pembelajaran serta dapat meningkatkan keterampilan proses dan sikap ilmiah.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Spontaneous Group Discussion (SGD) Terhadap Keterampilan Berkomunikasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Petanahan Tahun Pelajaran 2014/2015 Rohmah Sulistyowati; Eko Setyadi Kurniawan; Nur Ngazizah
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 7 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian eksperimen semu guna mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Spontaneous Group Discussion (SGD) terhadap keterampilan berkomunikasi dan hasil belajar siswa SMA Negeri 1 Petanahan. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Petanahan yang berjumlah 4 kelas. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 53 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi,dokumentasi, angket dengan skala Likert dan tes hasil belajar. Uji analisis data dilakukan dengan uji One-Way Anava pada keterampilan berkomunikasi dan hasil belajar siswa sehingga diperoleh hasil (1) model pembelajaran kooperatif tipe Spontaneous Group Discussion (SGD) memberikan pengaruh terhadap keterampilan berkomunikasi siswa, dengan nilai F sebesar 63,658 pada taraf signifikansi 0,000 (0,000 ≤ 0,05) (2) Model pembelajaran kooperatif tipe Spontaneous Group Discussion (SGD) memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa, dengan nilai F sebesar 23,026 pada taraf signifikansi 0,000 (0,000 ≤ 0,05). (3) Model pembelajaran kooperatif tipe Spontaneous Group Discussion (SGD) memberikan pengaruh terhadap keterampilan berkomunikasi dan hasil belajar siswa, dengan nilai F sebesar 396,229 pada taraf signifikansi 0,000 (0,000 < 0,05).
Penerapan Model Pembelajaran Tandur Guna Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Purworejo Tahun Pelajaran 2014/2015 Sri Wahyuningsih; Eko Setyadi Kurniawan; Ashari Ashari
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tindakan kelas (PTK) dalam rangka meningkatkan keterampilan proses sains siswa dan hasil belajar siswa, melalui pembelajaran Fisika pada pokok bahasan Suhu dan Kalor dengan model pembelajaran TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, dan Rayakan). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-5 SMA Negeri 4 Purworejo Tahun Pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, angket, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rerata skor dari hasil observasi pra siklus 54,3%, siklus I sebesar 75,2% dan silklus II sebesar 84,8. Rerata peningkatan keterampilan proses sains siswa dari pra siklus sebesar 71,6% menjadi 77,7% pada siklus I dan meningkat menjadi 80,5% pada siklus II. Ketercapaian hasil belajar diperoleh rerata 83,8% untuk post test sehingga telahmencapai indikator keberhasilan 80% dan KKM 75. Respon siswa terhadap pembelajaran yang dilaksanakan mendapatkan skor rerata 90,4% dengan interpretasi baik. Dengan demikian pembelajaran Fisika SMA kelas X semester II dengan model pembelajaran TANDUR dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran di tingkat SMA/ MA.
Efektivitas Model Pembelajaran ROPES dengan Model Pembelajaran AIR terhadap Kemandirian dan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Binangun Tahun Pelajaran 2014/2015 Rina Yulianti; Eko Setyadi Kurniawan; Sriyono Sriyono
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian guna mengetahui efektivitas model pembelajaran ROPES dengan model pembelajaran AIR terhadap kemandirian dan hasil belajar fisika siswa SMA Negeri 1 Binangun. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA yang berjumlah 94 siswa dari 3 kelas. Sampel penelitian berjumlah 63 siswa dari 2 kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes, angket dan observasi awal. Uji hipotesis data menggunakan analisis One-Way Anavadengan taraf signifikansi 5%. 1) Uji One-Way efektivitas model pembelajaran diperoleh Fhitung = 4,839 > Ftabel = 4,00 dengan skor rerata respon 3,12, sehingga terdapat perbedaan efektivitas model dan pembelajaran ROPES lebih efektif dibanding dengan AIR. 2) hasil data kemandirian diperoleh skor rerata dari kelompok eksperimen I dan eksperimen II sebesar 2,87 < 2,89, jadi terdapat perbedaan efektivitas dan kelompok eksperimen II dengan model pembelajaran ROPES lebih efektif. 3) pengujian hasil belajar diperoleh nilai Fhitung = 4,701 > Ftabel = 4,00 dengan skor rerata post test kelompok eksperimen I dan eksperimen II sebesar 67,19 < 74,35, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara umum terdapat perbedaan antara model pembelajaran ROPES dengan model pembelajaran AIR terhadap kemandirian dan hasil belajar fisika dan model ROPES lebih efektif dibanding AIR.
Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger Terhadap Kreativitas dan Hasil Belajar Suhu dan Kalor Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Purworejo Tahun Pelajaran 2014/2015 Lusy Rahmawati; Eko Setyadi Kurniawan; Ashari Ashari
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian kuantitatif guna mengetahui pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kreativitas dan hasil belajar siswa kelas X pada pokok bahasan Suhu dan Kalor SMA Negeri 3 Purworejo tahun pelajaran 2014/2015. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIA SMA Negeri 3 Purworejo tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 128 siswa. Sampel penelitian ini adalah 32 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas 32 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket kreativitas, tes hasil belajar siswa menggunakan post-test. Uji normalitas, homogenitas, linieritas dan uji independensi dilakukan sebagai uji prasyarat dan selanjutnya data di uji hipotesis dengan menggunakan bantuan program SPSS (Statistict Product and Service Solution) 17.00 forWindows. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh besarnya db = 62, pada taraf signifikasi 5% ditemukan ttabel = 2,000 dan berdasarkan nilai-nilai t dapat dituliskan thitung = 5,011 > t0,05 = 2,000, artinya terdapat pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kreativitas siswa kelas X SMA Negeri 3 Purworejo tahun pelajaran 2014/2015, besarnya pengaruh adalah 11,39% dengan interpretasi “sangat rendah”. Pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap hasil belajar suhu dan kalor diperoleh nilai thitung = 5,471 ini berarti bahwa thitung > ttabel dengan besarnya pengaruh sebesar 15,23% dengan intrepretasi “sangat rendah”. Terdapat pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kreativitas dan hasil belajar suhu dan kalor siswa sebesar 7,36% dengan interpretasi “sangat rendah” nilai thitung = 4,648 ini berarti bahwa thitung > ttabel.
Pengaruh Model Pembelajaran Rotating Trio Exchange (RTE) dengan Media Questions Box Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Karanganyar Tahun Pelajaran 2014/2015 Wiwit Agus Setiyani; Arif Maftukhin; Eko Setyadi Kurniawan
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian eksperimen semu guna mengetahui pengaruh model pembelajaran Rotating Trio Exchange (RTE) dengan media Questions Box terhadap hasil belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri 1 Karanganyar tahun pelajaran 2014/2015. Populasi penelitian ini semua siswa kelas X MIA SMA Negeri 1 Karanganyar yang berjumlah 160 siswa. Sampel penelitian berjumlah 64 siswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara cluster random sampling. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan tes hasil belajar yang telah memenuhi syarat tingkat kesukaran, daya beda, validitas, dan reliabilitas. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji t dengan α = 0.05 menunjukkan (1) tobservasi = 5,413 > 1,6698 artinya Ho ditolak ( ????0,05:62 = 1,6698; DK = t/t < -1,6698 atau t > 1,6698), (2) thitung = 7,21 > 1,69389 dengan keputusan uji Ho ditolak (????0,05:32 = 1,69389; DK = t/t < -1,69389 atau t >1,69389). Hal ini menunjukkan (1) model pembelajaran RTE dengan media Questions Box memberikan hasil belajar fisika yang lebih baik daripada model pembelajaran konvensional; (2) model pembelajaran RTE dengan media Questions Box berpengaruh terhadap hasil belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri 1 Karanganyar tahun pelajaran 2014/2015.
Peningkatan Pemahaman Siswa Pada Pokok Bahasan Gerak Lurus Dengan Pemanfaatan Kit Mekanika Siswa Kelas VII SMP PGRI 1 Klirong Tahun Pelajaran 2011 / 2012 Fika Septiningkasih; Eko Setyadi Kurniawan; Nur Ngazizah
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/radiasi.v1i1.265

Abstract

Telah dilakukan penelitian tindakan kelas (PTK) guna mengetahui peningkatan pemahaman siswa pada pokok bahasan Gerak Lurus dengan pemanfaatan kit Mekanika. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas VII.B SMP PGRI Klirong, yang berjumlah 44 siswa terdiri atas 27 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Faktor yang diteliti yaitu berupa peningkatan pemahaman fisika siswa. Metode yang digunakan adalah metode observasi, angket dan tes. Data yang diperoleh berupa data kualitatif persentase. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh peningkatan pemahaman siswa pada siklus I berakhir diperoleh rata-rata deskripsi persentase pemahaman siswa sebesar 52,7% dan pada siklus II rata-ratanya meningkat menjadi 80,5%. Pemahaman belajar Fisika juga mengalami peningkatan dari data awal yang diperoleh menunjukan rata-rata sebesar 54,5 dengan ketuntasan sebesar 27,3% mengalami peningkatan pada siklus I dengan rata-rata sebesar 62,6 dengan ketuntasan sebesar 45,5% dan pada siklus II rata-rata sebesar 79,8 dengan ketuntasan pada siklus II sebesar 90,9%. Peningkatan pemahaman belajar Fisika dari pra siklus ke siklus I sebesar 8,1 dengan persentase 14,8% dan pemahaman belajar Fisika dari siklus I ke siklus II sebesar 17,2 dengan persentase 27,5% peningkatan pemahaman belajar minimal 25% telah tercapai. Dari hasil tersebut menunjukan bahwa dengan kit Mekanika dapat meningkatkan pemahaman siswa pada pokok bahasan Gerak Lurus dengan pemanfaatan kit Mekanika di SMP PGRI 1 Klirong.
Pengembangan Buletin Pembelajaran Fisika Pokok Bahasan Gerak Melingkar Pada Siswa Kelas X IPA SMA Negeri 3 Purworejo Tahun Pelajaran 2014/2015 Nur Rizki Putri; Eko Setyadi Kurniawan; Siska Desy Fatmaryanti
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan buletin pembelajaran fisika pokok bahasan gerak melingkar pada siswa kelas X IPA SMA Negeri 3 Purworejo tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model 4D. Sebagai subjek dalam penelitian pengembangan ini adalah siswa kelas X MIA-2 SMA Negeri 3 Purworejo Tahun Pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 20 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan metode angket. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan, diperoleh rerata skor hasil validasi buletin oleh ahli media sebesar 2,77, oleh ahli materi 3,6, dan guru Fisika 3,45 dengan interpretasi “baik” sehingga media ini layak sebagai media pembelajaran dengan sedikit revisi. Kelayakan penggunaan buletin pembelajaran Fisika ditinjau dari segi keterlaksanaan diperoleh skor rerata 3,43 dengan interpretasi “baik” dengan reliabilitas instrumen sebesar 93,61%. Respon siswa terhadap produk yang dikembangkan mendapat skor rerata 3,125 dengan interpretasi “baik”. Sedangkan ketercapaian hasil belajar diperoleh rerata sebesar 86,75 untuk post test, sehingga secara klasikal sudah mencapai KKM (≥75). Berdasarkan hasil tersebut, media buletin pembelajaran Fisika yang dikembangkan dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran Fisika di sekolah.
Analisis Kemampuan Dasar Keterampilan Proses Siswa Kelas XI IPA Melalui Metode Eksperimen pada Pokok Bahasan Elastisitas Madrasah Aliyah Negeri se-Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2014/2015 Leni Setia Nendrasari; Sriyono Sriyono; Eko Setyadi Kurniawan
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian guna mengetahui besarnya kemampuan dasar keterampilan proses siswa, aspek yang paling tinggi dan rendah, serta hubungan antara aspek investigasi, observasi, klasifikasi, prediksi, interpretasi, dan komunikasi dengan metode eksperimen. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif guna memperoleh data mengenai perkembangan kemampuan dasar keterampilan proses siswa kelas XI IPA melalui metode eksperimen. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA Madrasah Aliyah Negeri dengan jumlah 100 siswa. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian statistik deskriptif menunjukkan besarnya kemampuan dasar keterampilan proses siswa dalam investigasi 86,58% berkategori sangat baik, observasi 84,37% berkategori sangat baik, klasifikasi 83,25% berkategori sangat baik, prediksi 75,75% berkategori baik, interpretasi 79,75% berkategori baik, dan komunikasi 78,58% berkategori baik. Aspek yang paling tinggi investigasi sedangkan aspek yang paling rendah prediksi. Hasil analisis data menggunakan korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa: hubungan investigasi dengan metode eksperimen tidak signifikan dengan =0,851, observasi dengan metode eksperimen tidak signifikan dengan =0,876, klasifikasi dengan metode eksperimen tidak signifikan dengan =0,051, prediksi dengan metode eksperimen tidak signifikan dengan =0,833, interpretasi dengan metode eksperimen tidak signifikan dengan =0,516, dan komunikasi dengan metode eksperimen tidak signifikan dengan =0,767. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan dasar keterampilan proses siswa kelas XI IPA melalui metode eksperimen pada pokok bahasan elastisitas Madrasah Aliyah Negeri se-Kabupaten Kebumen tahun pelajaran 2014/2015 sudah berkembang dengan sangat baik.
Pengembangan Alat Peraga GLB dan GLBB Berbasis Sensor LDR (Light Dependent Resistor) Ahmad Solihun; Arif Maftukhin; Eko Setyadi Kurniawan
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan terdiri dari tahap pengumpulan data, desain produk, validitas desain, revisi desain, uji coba terbatas. Subyek penelitian untuk uji coba terbatas adalah mahasiswa semester 1 Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Muhammadiyah Purworejo sebanyak 16 mahasiswa. Produk yang dikembangkan adalah alat peraga GLB dan GLBB berbasis sensor LDR yang melalui tahap validasi oleh ahli. Selanjutnya, produk direvisi dan diuji coba terbatas. Dari hasil uji coba alat yang dilakukan dihasilkan kecepatan pada tiap jarak sebesar (0,816 ± 0,011) m/s, (0,814 ± 0,009) m/s, dan (0,804 ± 0,008) m/s untuk GLB. Pada percobaan GLBB (0,856 ± 0,010) m/s, (1,24 ± 0,02) m/s, dan (1,54 ± 0,02) m/s, dengan kesalahan relatif tiap jarak pada GLB sebesar 1,43%, 1,14%, dan 1,01%. Pada GLBB sebessar 1,14%, 1,22%, dan 1,19%. Hal ini menunjukkan nilai keakuratan pengukuran yang sangat baik. Uji validitas memperoleh nilai persentase rata-rata sebesar 79%. Uji coba terbatas dilakukan dengan melakukan praktikum menggunakan alat peraga GLB dan GLBB berbasis sensor LDR, kemudian hasil angket respon mahasiswa menghasilkan nilai persentase sebesar 83,55% dengan kriteria sangat baik. Dengan demikian alat peraga GLB dan GLBB berbasis sensor LDR layak digunakan dalam praktikum fisika materi GLB dan GLBB.
Co-Authors Agus Slamet Isnanto Ahmad Solihun Alan Romadloni Allika Zaenari Fadianingtyas Angesti Febriyana Anita Purwanti Anjar Ibnu Hapsari Arif Maftukhin Ashari Ashari Asri Setya Bekti Atina Nur Faizah Ayu Anjarsarie Saputri Bagus Cahyo Parasetya Beta Nur Aristu Putri Desi Kholifah Desnaeni Dyah Winastiti Dessy Anggraeni Dewi Ayu Kusumaningtyas Dian Eko Kurniawan Dian Saputri Dian Saputri Dina Sulistiani Dyah Shinta Damayanti Edi Istiyono Eduardo Erlanggano Endan Ayunda Sari Eni Prasetyaningsih Evi Nurhidayati Fadilla Nur Ramadhani Fajar Nur Wakhid Farida Yuda Oktavia Fika Septiningkasih Fina Hidayati Fitriyati Fitriyati Hendrik Tri Wicaksoni Heni Setiani Hesti Noviyanti Hindun Luthfiana Ika Sri Purwaningsih Imam Krisnanto Indah Nurcahyani Isma Agung Nurdiansyah Istikomah Istikomah Ita Purnamasari Khanifatul Khasanah Khoirun Nisa Komarudin Komarudin Leni Setia Nendrasari Lidy Alimah Fitri Linda Kristianti Dewi Linda Titi Lestari Listriana Deviyanti Lusy Rahmawati Lutfarida Indah Rahmawati Lya Eka Mandiri Maftukhin, Arif Maghfirotun Farihah Mansur Mansur Marisa Salsabela Mariska Mariska Mohammad Najafahmi Muhammad 'Asyim Muhammad Zaki Maulana Mukti Herdiana Munayyaroh Munayyaroh Mundilarto Mundilarto Mutammimah Finnajah Mutia Febiana Noorita Arumsari Nuning Rohmantika Nur Ngazizah Nur Rizki Putri Nurhidayati Nurhidayati Nurul Latifah Nurul Tri Rahayu Puji Astuti Purniasih Purniasih R. Wakhid Akhdinirwanto R. Wakhid Akhdinirwanto Rani Astuti Ridho Puspito Rif'atus Sa'adah Riki Purnama Rina Yulianti Rizkiani Maghfirotun Istiqomah Rohmah Sulistyowati Sintya Delisa Siska Desy Fatmaryanti Siska Desy Fatmaryanti Siska Desy Fatmaryanti Siti Nurjanah Siti Nurohimah Siti Rohmawati Solly Aryza Sri Wahyuningsih Sriyono, Sriyono Sumiati Sumiati Tegar Pambudi Titin Dwi Kurniawati Tri Ariyanti Umi Mukhiyatun Khasanah Umi Pratiwi Umi Pratiwi Wasino Wasino Widi Hardiyanto Wiwit Agus Setiyani Yani Putri Untari Yusro Al Hakim Yusro Al Hakim