Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan sistem pakan otomatis berbasis IoT pada budidaya ikan lele di Desa Sungaibuntu Karawang Reni Rahmadewi; Insani Abdi Abdi Bangsa; Dian Budhi Budhi Santoso; Safrian Andromeda; Nurani Masyita; Ni Luh Bella Windu Febriayanti Windu Dwijaksara; Agus Sutiyana; Baginda Muhammad Raihan P.R.S
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27342

Abstract

Permasalahan budidya ikan lele salah satunya adalah memiliki sifat kanibalisme dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya sehingga pemberian pakan dan perawatan pada ikan lele harus diperhatikan agar tidak terjadi gagal panen yang berakibat dapat merugikan para peternak ikan lele. Permasalahan lainnya yang ada pada budidaya ikan lele adalah keterlambatan pemberian pakan akan sangat berakibat fatal hingga kematian pada ikan lele dan kondisi para peternak ikan masih menggunakan metode manual dalam proses pemberian pakannya. Tujuan dari pengabdian masyrakat ini untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada para peternak ikan lele di Desa Sungaibuntu Karawang mengenai alat pelontar pakan ikan lele berbasis IoT, sehingga para peternak ikan lele mampu memberikan pakan dengan mudah menggunakan alat ini, dan mengatur penjadwalan sesuai dengan kebutuhan ikan lele agar proses budidaya ikan lele lebih maksimal. Kegiatan pengabdian masyrakat ini dilaksanakan di Kantor Desa dan Kolam Peternak milik salah satu pelaku UMKM ikan lele yang berjumlah 20 peserta, dengan dua kegiatan utama yakni pelaksanaan sosialisasi dan demonstrasi alat pelontar pakan. Hasil kegiatan pengabdian masyrakat yang telah dilaksanakan para peternak ikan lele mampu mengoperasikan beberapa fitur alat pelontar pakan, dan alat pelontar pakan dapat berfungsi sesuai dengan kebutuhan peternak ikan lele yang dilengkapi dengan penjadwalan otomatis melalui smartphone. 
Metode Thresholding Otsu untuk Klasifikasi Awal Vitiligo dan Hyperpigmentation Berdasarkan Luas Piksel Rayhan Putra Alvaro; Reni Rahmadewi
EPIC Journal of Electrical Power Instrumentation and Control Vol 8 No 1 (2025): EPIC
Publisher : Universitas Pamulang, Prodi teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/epic.v8i1.58841

Abstract

Penelitian ini mengembangkan sistem deteksi kelainan pigmentasi kulit menggunakan metode Otsu Thresholding dan analisis jumlah piksel pada citra biner. Sistem dibuat dalam bentuk Graphical User Interface (GUI) MATLAB sehingga memudahkan pengguna dalam melakukan input citra, cropping, pra-pemrosesan, segmentasi, dan klasifikasi. Dataset terdiri dari 30 citra yang mencakup 15 citra vitiligo dan 15 citra hiperpigmentasi. Tahap pra-pemrosesan dilakukan melalui konversi grayscale dan Gaussian smoothing untuk menstabilkan intensitas sebelum segmentasi otomatis oleh metode Otsu. Hasil segmentasi dianalisis melalui perhitungan jumlah piksel putih dan hitam untuk menentukan jenis kelainan. Hasil pengujian menunjukkan akurasi 100% untuk vitiligo dan 80% untuk hiperpigmentasi. Secara keseluruhan sistem mencapai akurasi 90% dan dapat digunakan sebagai pendekatan awal deteksi kelainan pigmentasi kulit.
Klasifikasi Tingkat Kematangan Pisang Menggunakan Segmentasi HSV dan Aturan Berbasis Nilai Hue Arizal Anshori; Reni Rahmadewi
EPIC Journal of Electrical Power Instrumentation and Control Vol 8 No 2 (2025): EPIC
Publisher : Universitas Pamulang, Prodi teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/epic.v8i2.59047

Abstract

Penelitian ini merancang sistem klasifikasi tingkat kematangan buah pisang menggunakan segmentasi warna ruang HSV dan aturan berbasis nilai rata-rata Hue. Sistem dikembangkan menggunakan software MATLAB untuk memproses tahapan input citra, pra-pemrosesan, segmentasi, operasi morfologi, hingga klasifikasi akhir. Dataset yang digunakan terdiri dari 30 citra pisang, yang mencakup 10 citra belum matang, 10 citra matang, dan 10 citra terlalu matang. Tahap pra-pemrosesan dilakukan melalui penyesuaian ukuran (resize) dan konversi ruang warna RGB ke HSV agar informasi warna lebih stabil terhadap intensitas pencahayaan. Hasil segmentasi awal kemudian diperbaiki menggunakan operasi morfologi (opening, closing, dan filling) untuk menghilangkan noise dan menambal celah, sebelum dianalisis melalui perhitungan rata-rata nilai Hue objek untuk menentukan kategori kematangan. Hasil pengujian menunjukkan tingkat keberhasilan klasifikasi mencapai 100% pada seluruh dataset. Pendekatan rule-based berbasis rata-rata Hue mampu membedakan ketiga kelas kematangan secara efektif dan konsisten karena pemisahan area objek dari latar belakang berhasil dilakukan dengan sangat jelas. Meskipun masih memiliki keterbatasan pada kondisi variasi pencahayaan ekstrem atau bercak warna kulit yang tidak merata, sistem ini terbukti akurat. Secara keseluruhan, metode ini menawarkan solusi estimasi kematangan pisang yang lebih sederhana dan ringan secara komputasi dibandingkan dengan pendekatan machine learning.
IoT-based Facelook and Fingerprint Safe Security System Josya Marvin Immanuel; Ibrahim Ibrahim; Reni Rahmadewi; Yuliarman Saragih
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 2 (2024): February
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i2.6832

Abstract

This research aims to develop an advanced safe security system by combining Facelook and Fingerprint technologies based on the Internet of Things (IoT). These technologies are expected to provide a higher level of security and facilitate access for safe owners. Subsequently, testing is carried out on the safe's opening mechanism after successful authentication via both the fingerprint sensor and the face recognition system. These trials encompass the evaluation of success rates, the speed of the opening mechanism, and the overall response time. Data from the testing phase is collected and analyzed to comprehensively assess the system's performance. The average notification delivery delay for the face recognition system was measured at 2.67 seconds with a standard deviation of 0.37. The notification delivery data revealed an average delay of 2.04 seconds with a standard deviation of 0.38 These findings collectively affirm the effectiveness of the integrated face recognition and fingerprint system in the proposed safe security setup
Sistem Monitoring Dan Kontrol Otomatis Salinitas Air Payau Berbasis IoT Di Tambak Ikan Nila Salin Muhammad Fadhilah Baehaqi; Reni Rahmadewi; Edmund Ucok Armind
Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Elkolind Vol. 13, No. 1, 2026 (Mei 2026)
Publisher : Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/elkolind.v13i1.9929

Abstract

Kualitas salinitas air merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya ikan nila salin karena berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Perubahan salinitas yang tidak stabil dapat menyebabkan gangguan osmoregulasi dan meningkatkan tingkat stres pada ikan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem monitoring serta kontrol otomatis salinitas air payau berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan mikrokontroler ESP32 dan sensor TDS (Total Dissolved Solids). Sistem dikembangkan dengan memanfaatkan sensor TDS sebagai pendeteksi nilai salinitas air, modul relay 2 channel sebagai pengendali aktuator, serta dua pompa air yang berfungsi menambahkan air asin atau air tawar sesuai kondisi salinitas. Data hasil pembacaan sensor dikirimkan secara real-time ke dashboard monitoring berbasis web menggunakan koneksi internet sehingga dapat dipantau dari jarak jauh. Metode kontrol yang digunakan yaitu pengendalian berdasarkan nilai ambang batas salinitas, dimana pompa air asin aktif ketika nilai salinitas berada di bawah batas minimum dan pompa air tawar aktif ketika nilai salinitas melebihi batas maksimum. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja dengan baik dalam melakukan monitoring dan pengendalian otomatis salinitas air. Dashboard monitoring berhasil menampilkan data sensor dalam bentuk gauge dan grafik historis secara real-time. Nilai salinitas selama pengujian berada pada rentang 14.000–20.000 ppm dengan nilai stabil sebesar 16.117 ppm. Sistem juga mampu mengaktifkan pompa secara otomatis sesuai kondisi salinitas tanpa terjadi switching berlebihan. Dengan demikian, prototype yang dikembangkan berhasil memenuhi tujuan penelitian dan berpotensi diterapkan pada budidaya perikanan berbasis IoT untuk menjaga stabilitas kualitas air tambak secara lebih efektif dan efisien
Pemantauan Tanda Vital Pasien Pasca Operasi Berbasis Intenet Of Things (IoT) Devan Ananda Putra; Reni Rahmadewi; Edmund Ucok Armind; Muhammad Fadhilah Baehaqi
Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Elkolind Vol. 13, No. 1, 2026 (Mei 2026)
Publisher : Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/elkolind.v13i1.9930

Abstract

Pemantauan tanda vital pada pasien pasca operasi merupakan bagian penting dalam layanan kesehatan karena berkaitan langsung dengan kecepatan tenaga medis dalam memberikan penanganan. Akan tetapi, proses pemantauan yang masih dilakukan secara manual dapat meningkatkan risiko keterlambatan dalam mendeteksi kondisi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pemantauan tanda vital berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu memonitor detak jantung, kadar saturasi oksigen (SpO₂), dan suhu tubuh secara otomatis serta real-time. Sistem dirancang menggunakan sensor MAX30102 untuk mengukur detak jantung dan SpO₂, serta sensor DS18B20 untuk mendeteksi suhu tubuh dengan pengendali utama berupa mikrokontroler ESP8266. Data hasil pembacaan sensor ditampilkan melalui layar OLED dan dikirimkan menggunakan koneksi WiFi ke platform Blynk sehingga dapat dipantau dari jarak jauh melalui smartphone maupun komputer. Selain itu, sistem dilengkapi fitur alarm berupa buzzer yang akan aktif apabila detak jantung berada di luar rentang normal 60–100 BPM atau suhu tubuh berada di luar kisaran 36,1°C–37,2°C. Berdasarkan hasil pengujian, sistem dapat bekerja dengan baik dalam melakukan pembacaan dan pengiriman data secara stabil, serta fitur peringatan mampu berfungsi sesuai parameter yang telah ditentukan. Oleh karena itu, sistem ini diharapkan dapat membantu meningkatkan efektivitas pemantauan pasien pasca operasi serta mendukung tenaga medis dalam mengambil tindakan secara cepat dan akurat.
Sistem Keamanan Sepeda Motor Berbasis RFID Starter System Dengan Implementasi GPS Tracking Menggunakan Arduino Haris Hermawan; Reni Rahmadewi; Insani Abdi Bangsa
JREC (Journal of Electrical and Electronics) Vol. 9 No. 1 (2021): JREC (Journal of Electrical and Electronics)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/jrec.v9i1.2510

Abstract

Kemajuan teknologi saat ini mampu membuat sistem keamanan dapat terhubung dengan jaringan internet, dengan adanya sistem keamanan yang dapat terhubung oleh jaringan internet maka dapat mencegah terjadinya tindak pencurian dikarenakan dapat melacak keberadaan motor yang di curi oleh orang lain. Penelitian ini berhasil membuktikan, “Perancangan Sistem Keamanan Sepeda Motor Berbasis RFID Starter Sistem Dengan Implemantasi GPS Tracking Menggunakan Arduino”. Perancangan sistem keamanan sepeda motor pada penelitian ini dilakukan menggunakan sensor RFID yaitu dengan cara menyalakan motor dengan E-KTP. Ketika motor tersebut itu hilang maka kita bisa melacaknya melalui sensor GPS Ublox Neo di motor tersebut lalu kita bisa melacak titik koordinat posisi motor dengan google maps.