Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

ANOMI: KRISIS MASYARAKAT DAMPAK SEBUAH PERUBAHAN SOSIAL: ANOMI: KRISIS MASYARAKAT DAMPAK SEBUAH PERUBAHAN SOSIAL Setiaman, Agus; El Karimah, Kismiyati
KABUYUTAN Vol 3 No 2 (2024): Kabuyutan, Juli 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v3i2.250

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara yang pernah mengalami krisis ekonomi yang kemudian berlanjut menjadi krisis kepercayaan, krisis kepemimpinan hingga krisis kebudayaan yang pada akhirnya semua krisi itu menjadi krisis multi demensional. Dan semua itu sebetulnya bermuara pada perubahan setiap masyarakat kapan pun dan dimana pun akan mengalami perubahan baik dalam skala besar maupun kecil. Secara sosiologis perubahan yang terjadi akan berdampak pada masyarakat, ada sebagian masyarakat yang kurang atau tidak bisa mengikuti perubahan yang sedang terjadi. Masyarakat dibuat bingung dengan perubahan yang berlangsung sehingga tidak tahu apa yang harus dilakukan, masyarakat tidak tahu bagaimana mengantisipasi dampak perubahan, jangankan menikmati hasil perubahan, atau mengisi pada perubahan yang sedang berlangsung. Konsep situasi dan kondisi masyarakat yang sedang mengalami perubahan dalam sosiologi disebut Anomi dimana masyarakat berada dalam kebimbangan dan ketidaktahuan mesti apa yang dilakukan. Masyarakat menyaksikan bagaimana norma, aturan yang ada seolah tidak lagi di hiraukan, norma dan aturan tidak lagi bisa dijadikan sebagai panduan dan pedoman dalam bertindak dan berprilaku.
STRATEGI MEDIA SOSIAL KANG DEDI MULYADI (KDM): CITRA DAN RESPON MASYARAKAT JAWA BARAT Setiaman, Agus; Ananda, Naufal Rifqi
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i3.378

Abstract

The content displayed by Dedi Mulyadi through his social media channels is not only formal or just an elitist image. However, he also shows real action and deep social empathy. Furthermore, his political communication style shows his direction towards establishing a pro-people leadership image. This is reflected in Dedi Mulyadi's political actions, which do not limit himself to the official table or political ceremonies alone, but also act directly in the field, greeting the people with his appearance and simple language. Through this narrative, he succeeded in creating the image of a leader who is not only good at talking but also has real actions. The phenomenon of the presence of the figure of Dedi Mulyadi is interesting because his appearance comes amidst a widespread crisis of public trust in politicians who tend to distance themselves from the people. At a time when many politicians focus on image through campaign advertisements that are stiff and do not touch people's emotional side, such as through campaign boards or posters with images of faces that are bigger than their words. Dedi Mulyadi is actually present by utilizing direct communication and building emotional relationships either through face-to-face or published digital content. Through this communication style, it strengthens the perception that he is a leader who is worthy of being trusted and used as a role model, especially in a society that desires leaders who are honest, caring, and not distant.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PENGOLAH DAN PEMASAR HASIL PERIKANAN UNTUK PENGUATAN INDUSTRI PARAWISATA DI PANGANDARAN: - Setiaman, Agus; Nurrakhman, Raden Fachry; Rahman, Azizul
KABUYUTAN Vol 4 No 3 (2025): Kabuyutan, Nopember 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v4i3.388

Abstract

Abstrak Poklahsar dapat memainkan peran penting dalam mendukung sektor industry pariwisata di Pangandaran melalui penyediaan produk kuliner khas Pangandaran yang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pengalaman wisata. Produk seperti kerupuk ikan, jambal roti, abon ikan, hingga terasi khas Pangandaran merupakan ikon yang memperkuat daya tarik sebuah destinasi wisata. Keberadaan produk lokal yang unik merupakan elemen penting dalam pariwisata berbasis komunitas karena mampu memperkuat identitas daerah sekaligus mendistribusikan manfaat ekonomi secara langsung ke masyarakat lokal. Keberhasilan Poklahsar dapat dijadikan model replikasi bagi wilayah pesisir lainnya di Indonesia. Tak kalah penting, perlu dibangun pola kemitraan strategis antara Poklahsar dan pelaku industri pariwisata, seperti hotel, restoran, pusat oleh-oleh, serta biro perjalanan. Kolaborasi ini tidak hanya memperluas distribusi produk Poklahsar, tetapi juga memperkuat keterkaitan antara sektor ekonomi lokal dan sektor pariwisata secara langsung.
KARAKTERISTIK DAN PERAN KYAI DALAM SOSIALISASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI PESANTREN Wahyudin, Uud; Setiaman, Agus
Manajemen Komunikasi Vol 3, No 2 (2019): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Faculty of Communication Sciences Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.002 KB) | DOI: 10.24198/jmk.v3i2.20637

Abstract

Penelitian yang berjudul faktor-faktor karakteristik dan peranan kyai dalam sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pesantren ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan peranan kyai dalam sosialisasi PHBS. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menguji hubungan antar variabel untuk memperoleh hubungan antara faktor-faktor internal, faktor-faktor eksternal, pengetahuan dan sikap kyai terhadap PHBS dengan tingkat peranannya dalam sosialisasi PHBS di pesantren. Data diperoleh dengan penyebaran angket ke sejumlah kyai di beberapa pesantren di Kecamatan Jampang Tengah dengan menggunakan teknik sampling strata proporsional. Dari penelitian ini diharapkan akan muncul beberapa hubungan antara karakteristik dan peranan kyai dalam sosialisasi PHBS di pesantren. Sehingga memberikan gambaran mengenai kondisi kyai dalam peranannya sebagai komunikator sosialisasi PHBS di pesantren yang kemudian pada gilirannya gambaran ini diharapkan dapat dijadikan rujukan pengambil keputusan bidang kesehatan dalam melakukan kampanye komunikasi PHBS di institusi pendidikan/ pesantren secara lebih baik agar dapat menjadi komunikator kesehatan yang lebih persuasif.
Strategi komunikasi Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia (APDL) Jawa Barat Setiaman, Agus; Setiawan, Agung; Koswara, Iwan
Manajemen Komunikasi Vol 5, No 1 (2020): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Faculty of Communication Sciences Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmk.v5i1.29774

Abstract

Perempuan adalah salah satu komponen pembangunan yang selama ini masih dianggap belum memberikan kontribusi optimal dalam proses pembangunan yang selama ini dilaksanakan terutama dalam konteks pembangunan secara fisik. Padahal di sisi lain, komposisi kaum perempuan berdasarkan jumlah di Indonesia menunjukkan jumlah yang besar bahkan lebih banyak daripada kaum laki-laki. Pembangunan menuntut peran serta masyarakat dari semua kalangan dan tidak terkecuali kaum perempuan dan para penyandang disabilitas. Peran serta mensyarakatkan tumbuh kembangnya pemberdayaan karena kata kunci dalam peran serta adalah masyarakat dapat berdaya, berupaya dan berperan serta dalam seluruh aktivitas pembangunan yang dilaksanakan utamanya pembangunan sumberdaya manusia. Sehubungan dengan hal tersebut maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi yang diterapkan dalam proses pemberdayaan perempuan penyandang disabilitas di Lembaga Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia (APDL) Jawa Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi komunikasi yang dilakukan di APDL Jabar melalui kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Strategi komunikasi dilakukan untuk memudahkan advokasi dan memudahkan komunikasi saat melakukan koordinasi. Saran penelitian ini antara lain, APDL Jabar dapat menerapkan strategi komunikasi pemberdayaan kelompok serta evaluasi yang dilakukan secara tatap muka, tidak hanya melalui aplikasi WhatssApp untuk menghindari salah persepsi komunikasi.
TERPAAN TAYANGAN BERITA MENGENAI KASUS KORUPSI KADER PARTAI DEMOKRAT TERHADAP KEPERCAYAAN MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK UNIVERSITAS PADJAJARAN KEPADA PRESIDEN RI Fitra, Azka Haria; Dick, Rubahatie HS; Setiaman, Agus
Manajemen Komunikasi Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Manajemen Komunikasi Vol.2 No.1 Oktober 2017
Publisher : Faculty of Communication Sciences Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.376 KB) | DOI: 10.24198/jmk.v2i1.21278

Abstract

Penelitian dilakukan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Padjajaran Jl. Jatinangor-Sumedang Km 21 bertujuan untuk mengetahui bagaimana perhatian, Kapasitas, strategi fokus dan keterlibatan saat menonton berita tentang kasus-kasus korupsi yang menyebabkan kader Demokrat di legislatif yang ditayangkan oleh Metro TV tentang mahasiswa kepercayaan FISIP Unpad kepada Presiden RI. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan teknik deskriptif dan analisis tabulasi silang. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, dan studi literatur. Sampel dari penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjajaran angkatan B 2009. Hasil penelitian ini adalah terpaannya berita di Metro TV tentang kasus korupsi yang menjerat kader Partai Demokrat dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan mahasiswa FISIP Unpad menjadi Presiden RI. Dari variabel kapasitas penelitian ini, fokus strategis, serta keterlibatan responden untuk menunjukkan dalam kategori sedang, hanya perhatian yang ada di kategori tinggi. Peneliti menyarankan agar siswa harus lebih berhati-hati dan kritis ketika mereka menonton berita di setiap media. Berpikir kritis memungkinkan kita untuk memilah informasi mana yang perlu kita jelajahi. Penting untuk menghindari dampak buruk jika kita tidak secara selektif menentukan informasi yang kita dapatkan dari televisi
KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA DALAM PERSPEKTIF ANTROPOLOGI Muchtar, Khoiruddin; Koswara, Iwan; Setiaman, Agus
Manajemen Komunikasi Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Manajemen Komunikasi Vol. 1 No.1 Otober 2016
Publisher : Faculty of Communication Sciences Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.375 KB) | DOI: 10.24198/jmk.v1i1.10064

Abstract

  Kunci komunikasi yang efektif antar budaya adalah pengetahuan. Hal utama yaitu penting bahwa orang-orang memahami permasalahan yang potensial dari komunikasi antar budaya, dan membuat suatu usaha yang sungguh-sungguh untuk mengatasi permasalahan ini. Dan yang kedua adalah penting untuk berasumsi bahwa sebuah usaha tidak akan selalu sukses, dan melakukan penyesuaian terhadap usaha tersebut dengan perilaku yang sewajarnya.Sebagai contoh, seseorang perlu selalu berasumsi bahwa ada kemungkinan penting mengenai perbedaan budaya akan menyebabkan permasalahan komunikasi, akan wajar dan layak dimaklumi, dan bukannya menjadi agresif dan bermusuhan, jika permasalahan berkembang. Sering kesalahan menafsir adalah sumber masalah. Maka dalam mengatasi konflik yang sedang memanas adalah untuk berhenti, mendengarkan, dan berpikir. Ini juga membantu dalam komunikasi lintas budaya.Mendengarkan secara aktif kadang dapat digunakan untuk memeriksa out–by berulang yang didengar, seseorang dapat mengkonfirmasikan bahwa seseorang memahami komunikasi tersebut dengan teliti. Jika kata-kata digunakan berbeda antar bahasa atau kelompok budaya mendengarkan aktif dapat mengabaikan kesalahpahaman Para perantara yang terbiasa dengan kultur keduanya dapat menolong situasi komunikasi antar budaya. Mereka dapat menterjemahkan kedua unsur dan cara dari apa yang dikatakan.Sebagai contoh, mereka dapat berbicara lebih pelan pada statemen kuat yang akan dipertimbangkan sesuai kultur yang satu tetapi tidak pada kultur yang lain, sebelum mereka diberikan kepada orang-orang dari kultur yang tidak berbicara bersama-sama dalam suatu cara yang kuat. Mereka dapat juga melakukan penyesuaian pemilihan waktu mengenai apa yang dikatakan dan yang dilaksanakan.Namun kadang-kadang para perantara dapat membuat komunikasi menjadi lebih sulit lagi. Jika perantara memiliki kultur atau kebangsaan yang sama dengan salah satu dari pembantah, tetapi yang lain tidak, ini akan memberikan penampilan yang menyimpang, bahkan ketika tidak ada yang ada. Bahkan ketika penyimpangan tidak diharapkan, adalah umum bagi perantara untuk lebih yang mendukung atau lebih memahamkan orang yang dari kulturnya, karena dia memahami orang tersebut dengan lebih baik. Namun ketika penengah dari sepertiga kelompok budaya, potensi untuk kesalah pahaman antar budaya meningkat lebih lanjut. Dalam hal ini sangat sesuai jika mulai bekerja ekstra tentang proses dan cara menyelesaikan diskusi, seperti waktu ekstra untuk menetapkan dan mengkonfirmasi ulang pemahaman pada tiap-tiap langkah dalam dialog atau proses negosiasi.
PENGGUNAAN INTERNET UNTUK KEEFEKTIFAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DI KALANGAN MAHASISWA Rana, Deri; Setiaman, Agus; Mirawati, Ira
Manajemen Komunikasi Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Manajemen Komunikasi Vol.2 No.1 Oktober 2017
Publisher : Faculty of Communication Sciences Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.093 KB) | DOI: 10.24198/jmk.v2i1.21274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas, valensi, serta bobot informasi untuk keefektifan komunikasi interpersonal di kalangan mahasiswa. Metode yang digunakan adalah metode studi deskriptif yaitu memaparkan dan menganalisis data yang diperoleh. Data primer didapat melalui penyebaran angket dan data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah teknik sampling acak sistematik.  Populasi dalam penelitian ini adalah anggota yang terdaftar sebagai pengguna jasa Jihadnet hingga Juni 2012. Jumlah responden adalah sebanyak 61 orang yang diperoleh berdasarkan teknik sampling acak sistematik. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, dan analisis deskriptif.Hasil dari penelitian ini, yaitu penggunaan internet di kalangan mahasiswa member Jihadnet cukup mendukung keterbukaan, empati, dukungan, sikap suportif, serta kesetaraan sebagai indikator keefektifan komunikasi interpersonal responden. Dua dari tiga variabel penggunaan internet, yaitu intensitas dan valensi diapresiasi tinggi oleh responden. Sementara bobot informasi diapresiasi sedang oleh responden
Communication Pattern of Women Migrant Workers Family at Sliyeg District in Indramayu - West Java Mulyana, Slamet; Zein, Duddy; Setiaman, Agus
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 2 No. 2 (2017): December 2017 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v2i2.88

Abstract

The purpose of this study was to determine and analyze factors that affect communication families of migrant workers, the level of relations of parents and children in a migrant worker family communication, and communication styles of communication parents in families of migrant workers in the district of Indramayu district Sliyeg. The benefits and outcomes of this research is an article that would be presented as a study in the scientific journal, both the national level and international level, as well as teaching material in several courses ie Interpersonal Communication and Social Communication Development.The method used in this research is descriptive quantitative method, with research areas in the District Indramayu regency Sliyeg persuasive selection. The collection of data obtained through questionnaires, interviews and observations of respondents as many as 40 heads of families of migrant workers.The results showed that the characteristics of the heads of families of migrant workers, namely age, education level, occupation, income level, number of children and the number of dependents is the driving factor that causes him to allow his wife to become migrant workers. The physical environment and the social environment are important factors that affect patterns of interaction and communication patterns of families of migrant workers. Level relationships of parents and children in a migrant worker family communication going pretty well. Style of parent communication in communication families of migrant workers support their mutual communication between parents and children.