Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

REBRANDING UMKM “PEMPEK RENDY” GUNA MENARIK PASAR YANG LEBIH LUAS: REBRANDING UMKM “PEMPEK RENDY” GUNA MENARIK PASAR YANG LEBIH LUAS Setiaman, Agus; Aisha Putri I, Manayra; Muhammad, Masagus; Al Wainy, Shadina; Khoerunnisa, Dara Rizqi; Rahayu, Nisrina Maudy
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v4i2.3

Abstract

Kuliah Kerja Nyata atau disingkat KKN adalah mata kuliah wajib di kampus Universitas Padjadjaran, dimana mahasiswa dituntut untuk bergabung dan berkontribusi dengan masyarakat untuk melakukan perubahan yang lebih maju. Melalui KKN PPM terpadu, mahasiswa dapat mengabdi pada rakyat pada tengah pandemi Covid19. Tema yg dipilih KKN merupakan “Pemberdayaan Perempuan pada Usaha Berbasis Rumah Tangga”. KKN PPM terpadu ini dibentuk oleh mahasiswa buat membantu & berkontribusi dalam bisnis tempat tinggal usaha tangga yg dipimpin oleh perempuan. Hal ini dilakukan agar dapat meningkatkan kualitas perekonomian Indonesia, menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan sumber daya manusia merupakan menaikkan pendapatan bagi rakyat itu sendiri. Pempek Rendy adalah UMKM produksi beraneka ragam pempek yang terdapat di Jatinangor. Namun, UMKM Pempek Rendy mengalami kesulitan terhadap melakukan inovasi pada produk misalnya permasalahan dan kesulitan UMKM umumnya. Sedangkan UMKM yang ada di Indonesia terbukti mempunyai potensi yang besar untuk dapat berkembang & memperbaiki perekonomian negara. Maka menurut hal tersebut, adapun beberapa program kerja yang akan dibawa diantaranya adalah, Pembuatan Buku Panduan terkait Pendaftaran Usaha dan Pendaftaran Produk ke dalam suatu marketplace dengan potensi produk, selera target audience, dan peluangnya di pasar. Hal ini dilakukan agar UMKM Pempek Rendy dapat belajar dan mengetahui cara melakukan inovasi terhadap produknya, sehingga dapat meningkatkan nilai produk dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas atau lebih berpotensi.
REBRANDING UMKM "PEMPEK RENDY" GUNA MENARIK PASAR YANG LEBIH LUAS: REBRANDING UMKM "PEMPEK RENDY" GUNA MENARIK PASAR YANG LEBIH LUAS Setiaman, Agus; Putri I, Manayra Aisha; Muhammad, Masagus; Al Wainy, Shadina; Khoerunnisa, Dara Rizqi; Rahayu, Nisrina Maudy
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v4i2.5

Abstract

Kuliah Kerja Nyata atau disingkat KKN adalah mata kuliah wajib di kampus Universitas Padjadjaran, dimana mahasiswa dituntut untuk bergabung dan berkontribusi dengan masyarakat untuk melakukan perubahan yang lebih maju. Melalui KKN PPM terpadu, mahasiswa dapat mengabdi pada rakyat pada tengah pandemi Covid19. Tema yg dipilih KKN merupakan “Pemberdayaan Perempuan pada Usaha Berbasis Rumah Tangga”. KKN PPM terpadu ini dibentuk oleh mahasiswa buat membantu & berkontribusi dalam bisnis tempat tinggal usaha tangga yg dipimpin oleh perempuan. Hal ini dilakukan agar dapat meningkatkan kualitas perekonomian Indonesia, menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan sumber daya manusia merupakan menaikkan pendapatan bagi rakyat itu sendiri. Pempek Rendy adalah UMKM produksi beraneka ragam pempek yang terdapat di Jatinangor. Namun, UMKM Pempek Rendy mengalami kesulitan terhadap melakukan inovasi pada produk misalnya permasalahan dan kesulitan UMKM umumnya. Sedangkan UMKM yang ada di Indonesia terbukti mempunyai potensi yang besar untuk dapat berkembang & memperbaiki perekonomian negara. Maka menurut hal tersebut, adapun beberapa program kerja yang akan dibawa diantaranya adalah, Pembuatan Buku Panduan terkait Pendaftaran Usaha dan Pendaftaran Produk ke dalam suatu marketplace dengan potensi produk, selera target audience, dan peluangnya di pasar. Hal ini dilakukan agar UMKM Pempek Rendy dapat belajar dan mengetahui cara melakukan inovasi terhadap produknya, sehingga dapat meningkatkan nilai produk dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas atau lebih berpotensi.
PELATIHAN KOMUNIKASI EFEKTIF BAGI PARA PEMANDU WISATA DI KABUPATEN PANGANDARAN: PELATIHAN KOMUNIKASI EFEKTIF BAGI PARA PEMANDU WISATA DI KABUPATEN PANGANDARAN Sugiana, Dadang; Kurnia Wirakusumah, Teddy Kurnia Wirakusumah; Suryana, Asep; Octaviani, Meria; Setiaman, Agus
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v4i3.60

Abstract

Pariwisata telah menjadi backbone perekonomian dan sektor strategis dalam perekonomian Indonesia. Hal tersebut didasarkan pada perolehan devisa negara dari sektor pariwisata khususnya dari wisatawan mancanegara menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Tidak mengherankan apabuila pariwisata menjadi leading sector di Indonesia. Apalagi jika melihat pada prestasi yang diperoleh sektor pariwisata Indonesia di tahun 2017. Dimana di tahun tersebut pariwisata Indonesia menduduki peringkat ke-47 dunia pada tahun 2017 sedangkan tahun sebelumnya hanya peringkat ke-100. Bukanlah hal yang mudah untuk dapat mengkomunikasikan sebuah konsep atau pemikiran baru kepada masyarakat. Geowisata dalam hal ini dapat dilihat sebagai sebuah konsep baru dengan adanya berbagai inovasi pada pengembangan pariwisata berkelanjutan khususnya untuk kawasan geopark. Sebagai sebuah inovasi maka perlu upaya untuk mendifusikan konsep tersebut agar dapat diterima dan diimplementasikan oleh masyarakat dan juga seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan pariwisata. Terlebih lagi untuk sebuah kawasan pariwisata yang sudah ada sejak lama, dimana masyarakat dan para stakeholder sudah terbiasa dengan pengelolaan pariwisata yang dilakukannya. Di saat hadir sebuah konsep atau ide baru, maka diperlukan upaya yang besar untuk dapat mengubah pemikiran dan kepercayaan yang sudah diyakini sebelumnya. Sehubungan dengan hal tersebut, keterlibatan berbagai pihak tak terkecuali Perguruan Tinggi dalam melakukan pemberdayaan masyarakat melalui Pelatihan menjadi hal yang penting. Pelatihan yang diberikan tentu saja sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing.
PELATIHAN PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN DALAM MENDISIPLINKAN MASYARAKAT MEMATUHI PROTOKOL KESEHATAN DI KABUPATEN PANGANDARAN: PELATIHAN PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN DALAM MENDISIPLINKAN MASYARAKAT MEMATUHI PROTOKOL KESEHATAN DI KABUPATEN PANGANDARAN Wahyudin, Uud; Arifin, Hadi Suprapto; Gemiharto, Ilham; Setiaman, Agus
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v4i3.70

Abstract

Berbagai fakta menunjukkan,bahwa meningkatnya kasus terinfeksi corona Covid 19 disebabkan oleh tidak disiplinnya masyarakat dalam mematuhi 5M protokol kesehatan, maka sudah saatnya pemerintah dalam setiap melakukan komunikasi publik berperan dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Literasi kesehatan masyarakat mengenai pandemi Covid-19 akan meningkat, bila masyarakat berdisiplin dalam menjaga jarak dan mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas dan interaksi. Pelatihan lietasi kesehatan dalam mendisiplinkan masyarakat dalam mematuhi protocol kesehatan merupakan salah satu upaya yang dilakukan agar penanggulangan pandemic covid 19 dapat segera terselesaikan sehingga kita bebas dari covid sehingga kehidupan sehari-hari dapat berlangsung secara normal.
PARIWISATA LAYANAN KESEHATAN: PARIWISATA LAYANAN KESEHATAN Setiaman, Agus; Dahlan, Fahreza Ghifari
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i2.147

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjabarkan bagaimana sebuah layanan kesehatan yang menjadi kebutuhan dasar ternyata termasuk bagian dari sebuah industri wisata dan dapat menjadi penggerak perekenomian negara. Dalam merealisasikannya, setiap layanan kesehatan harus mampu menjadi sebuah brand yang tidak hanya mementingkan functional values, namun juga emotional values agar dapat terbentuk sebuah brand image yang kemudian dapat terbentuk sebuah reputasi jangka panjang untuk menjadi bagian dari industri wisata. Dalam prosesnya menjadikan layanan kesehatan sebagai industri wisata tentu dibutuhkan penggerak atau tools yang biasa dikenal dengan public relations.
ELEKTABILITAS CALON PRESIDEN: REALITAS ATAU PENGGIRINGAN OPINI? ELEKTABILITAS CALON PRESIDEN: REALITAS ATAU PENGGIRINGAN OPINI? Setiaman, Agus; Girsang, Sarah Amarissa
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i2.148

Abstract

Presiden adalah seseorang yang terpilih untuk memimpin sebuah negara. Di Indonesia, seorang pemimpin negara disebut presiden karena menganut sistem pemerintahan yang demokrasi. Pemilihan calon presiden disebut dengan Pemilu (Pemilihan Umum) dan diadakan setiap lima tahun sekali. Pemilu bertujuan untuk memilih pemimpin dan wakil rakyat yang akan mewakili kepentingan masyarakat dalam mengambil keputusan politik dan mengelola pemerintahan. Pemilu adalah salah satu prinsip dasar demokrasi, di mana kekuasaan politik diberikan kepada rakyat melalui hak pilih mereka. Dalam sebuah pemilu, warga negara yang memenuhi syarat memiliki hak untuk memilih calon yang mereka anggap paling layak untuk menjabat. Pentingnya elektabilitas calon presiden di Indonesia dapat dilihat dari beberapa aspek. Pertama, elektabilitas mencerminkan kepercayaan dan dukungan publik terhadap seorang calon. Calon presiden yang memiliki elektabilitas tinggi menunjukkan bahwa mereka berhasil membangun citra yang kuat dan meraih kepercayaan dari sebagian besar pemilih. Kedua, elektabilitas juga memiliki implikasi langsung terhadap strategi kampanye dan pemilihan. Calon dengan elektabilitas tinggi cenderung memiliki lebih banyak sumber daya dan dukungan politik untuk mengorganisir kampanye yang efektif. Namun, pentingnya elektabilitas juga menimbulkan tantangan dan perhatian. Proses pengukuran elektabilitas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti metode survei, bias media, dan persepsi publik yang terkadang dapat mempengaruhi hasilnya. Oleh karena itu, penting bagi pemilih dan masyarakat untuk secara kritis menganalisis informasi elektabilitas calon presiden yang disampaikan dan mengambil keputusan yang berdasarkan pemahaman yang baik. Meskipun hasil elektabilitas dapat mempengaruhi pemilihan, pemilih harus berhati-hati agar tidak hanya mengandalkan elektabilitas tanpa memahami visi dan program calon. Masyarakat perlu berhati-hati terhadap agenda politik yang dapat memanipulasi opini. Disarankan agar melakukan riset mandiri, memperoleh informasi yang lebih rinci, dan mengembangkan literasi politik untuk membuat keputusan yang berdasarkan pemikiran yang matang.
MEWUJUDKAN CITARUM HARUM MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKITAR BANTARAN SUNGAI: MEWUJUDKAN CITARUM HARUM MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKITAR BANTARAN SUNGAI Setiaman, Agus
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i3.174

Abstract

Pola pembangunan yang berorientasi pada masyarakat maka titik tekan ada pada pemberdayaan dimana pengalaman nyata masyarakat dalam melakasanakan pembangunan merupakan modal pembangunan itu sendiri. Dengan daya inisiatif, dan daya kreasi serta daya imajinasinya warga masyarakat menempatkan diri sebagai sumber daya pembangunan, pembangunan materi bukan pusat dari semua pembangunan yang dilaksanakan akan tetapi pembangunan spiritual juga menjadi pusat perhatian dalam membangun masyarakat, dengan demikian pembangunan menghendaki keseimbangan antara pembangunan material dan pembangunan spiritual.Kekuatan-kekuatan potensial yang dimiliki individu dan organisasi atau kelompok-kelompok sosial yang hidup dalam masyarakat diharapkan dapat mendukung penyebaran kegiatan pembangunan yang dilakukan, antara lain dalam penyebaran difusi dan inovasi. Hal yang harus diperhatikan dalam hal ini pencapain tujuan pembangunan tidak akan berhasil secara optimal manakala suatu sistem pembangunan tidak di dukung oleh partispasi masyarakat sebagai subjek pembangunan itu sendiri.Komunikasi pemberdayaan merupakan proses komunikasi yang tujuannya adalah terjadinya tumbuh kembang motivasi dan kesempatan warga masyarakat memiliki saluran komunikasi sehingga warga masyarakat mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Kajian komunikasi pemberdayaan masyarakat berfokus pada komunikasi pembangunan yang mendorong dan memotivasi kegiatan pembangunan dengan pelibatan warga masyarakat sebanyak-banyaknya. Dengan demikian seluruh proses komunikasi dalam konteks pemberdayaan masyarakat memfokuskan pada komunikasi yang bersifat dialogis, interaktif dan bersifat dua arah. Dalam pemberdayaan masyarakat, berbagai kegiatan atau proyek pembangunan lebih menempatkan masyarakat sebagai subyek yang memiliki berbagai sisi kemanusiaannya, baik berupa keinginan, cita-cita, daya, nilai-nilai, budaya dan peradaban, dan sebagainya.
MASYARAKAT MEDIA DAN MEDIA MASYARAKAT: MASYARAKAT MEDIA DAN MEDIA MASYARAKAT Setiaman, Agus; Mulyana, Slamet
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Februari, 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v6i1.217

Abstract

Media massa media baru/media sosial adalah produsen pesan dimana khalayak mengkonsumsi pesan yang disampaikan media massa juga media baru, tentu saja tidak semua pesan yang diproduksi media layak dan baik untuk dikonsumsi dan karena itu, maka upaya menyikapi pengaruh buruk dan hegemoni media, saat ini berkembang pemikiran tentang media literasi. Kemampuan melek media diharapkan dapat mengendalikan kepentingan dan pengaruh media massa dalam kehidupan individu, keluarga dan masyarakat serta membantu kita merancang tindakan dalam menangani pengaruh tersebut. Seorang pengguna media yang mempunyai literasi media akan berupaya memberi reaksi dan menil ai sesuatu pesan media dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Kajian literasi media menyediakan pengetahuan, informasi dan statistik tentang media dan budaya, serta memberi pengguna media dengan satu set peralatan untuk berpikir dengan kritis terhadap idea, produk atau citra yang disampaikan dan dijual oleh media massa sehingga khalayak memiliki posisi tawar mana yang layak dan tidak untuk dikonsumsi.
PERSPEKTIF MEDIA SOSIAL TENTANG KEBAHAGIAAN: PERSPEKTIF MEDIA SOSIAL TENTANG KEBAHAGIAAN Setiaman, Agus; Zasa, Nabila Putri; Karimah, Kismiyati El
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v6i2.231

Abstract

Pada era sekarang adalah era dimana teknologi canggih sudah bisa didapatkan dalam genggaman dan berbagai informasi dapat diakses dalam satu waktu dari berbagai macam sumber. Informasi apapun dengan mudah bisa diakases juga dalam satu waktu, Kesedihan, kegembiraan, kelucuan, ketololan juga bisa dengan cepat ditemukan dalam kurun waktu yang sangat cepat. Apa yang ditampilkan di sosial media bisa berubah-ubah dari satu peristiwa ke peristiwa dari kesedihan ke kegembiraan, dari kesenangan menjadi kegetiran bahkan dari kengeriaan menjadi kelucuaan yang luar biasa. Perubahan-perubahan yang cepat dan mendadak itu merupakanbagian gaya hidup zaman sekarang. Media sosial sudah menjadi gaya hidup untuk menunjukan eksistensinya di dunia maya. Apa yang ditampilkan di media sosial, entah itu kegembiraan, kesedihan, kesenangan, merupakan ekspresi yang bersifat semu, yang mungkin ditampilkan dalam waktu sesaat, yang bersifat instan dan hanya ekspresi yang mungkin hanya semu.
PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DALAM KAMPANYE CITARUM HARUM: SEBUAH STRATEGI: PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DALAM KAMPANYE CITARUM HARUM: SEBUAH STRATEGI Khalda, Fairuz Gatra; Setiaman, Agus
KABUYUTAN Vol 2 No 3 (2023): Kabuyutan, Nopember 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v2i3.196

Abstract

Media sosial juga merupakan salah satu sarana yang dipakai untuk melakukan kampanye di era digitalisasi ini dikarenakan luas untuk melakukan penyebaran informasi dan juga cepat untuk melakukan promosi mengenai kampanye itu sendiri menjadi lebih efektif. Citarum Harum merupakan program kampanye yang disusun berdasarkan perintah dari Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 mengenai Percepatan pada Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai (PPK DAS) Citarum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tahapan strategi kampanye tersebut mulai dari mengidentifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dalam media sosial Instagram. Penelitian ini menggunakan Model Kampanye Ostergaard sebagai konsep dasar. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan media sosial dapat memberikan dampak positif pada aspek penyadaran di kalangan anak muda terhadap pentingnya kebersihan bantaran sungai di sekitara kawasan sungai Citarum