Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

THE INFLUENCE OF STRESS LEVELS ON ACNE VULGARIS IN STUDENTS OF STATE ISLAMIC UNIVERSITY NORTH SUMATERA MEDAN Panggabean, Hikmah Tin; Fatima, Fatima; Tanjung, Putri Keza Hidayah; Ritonga, Sela; Wahyudi, Wahyudi
HEARTY Vol 13 No 3 (2025): JUNI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v13i3.19997

Abstract

Acne vulgaris is one of the skin problems often experienced by teenagers and young adults, including students, and can be triggered by various factors, one of which is stress. This study aims to determine the effect of stress levels on the occurrence of acne vulgaris among students at the State Islamic University North Sumatera Utara. The research uses a quantitative approach with a case-control design. Data were collected from 91 respondents through the DASS-42 questionnaire and direct observation of skin conditions. The results show that the majority of respondents were female (67.0%) and male (33.0%). As many as 92.3% of respondents experienced stress, and of that number, 64.8% experienced acne vulgaris. The Chi-Square test shows a significant relationship between stress levels and the occurrence of acne vulgaris (p = 0.037), with an odds ratio of 5.900. This means that students who experience stress have a 5.9 times greater risk of developing acne vulgaris compared to those who do not experience stress. The conclusion of this study is that stress has a significant impact on the occurrence of acne vulgaris, making stress management important in preventing this skin disorder among students.
Implementasi Program Sekolah Sadar Lingkungan (SEDARLING) oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam Mitigasi Bencana di Kabupaten Lumajang hidayat, Ahmad rifki; Fatima, Fatima; Putri, Selvira Eka; Arzaq, Muhammad Nur Syamal; Angin, Ria
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 5 No 2 (2025): Edisi: Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v5i2.5613

Abstract

Indonesia, sebagai negara yang terletak di jalur tektonik aktif, menghadapi risiko bencana alam yang tinggi, termasuk erupsi gunung berapi, tanah longsor, banjir, dan gempa bumi. Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, merupakan salah satu daerah yang sangat rentan terhadap bencana alam, terutama karena keberadaan Gunung Semeru yang aktif. Untuk mengurangi dampak bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang meluncurkan program Sekolah Sadar Lingkungan (SEDARLING), yang bertujuan untuk membangun kesadaran mitigasi bencana di kalangan siswa sejak usia dini. Program ini mengintegrasikan pendidikan mitigasi bencana dengan kepedulian terhadap lingkungan, seperti evakuasi mandiri, pengelolaan sampah, dan penanaman pohon. Meskipun program ini berpotensi besar untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana, implementasinya masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan pelatihan untuk guru, fasilitas simulasi bencana yang belum memadai, dan rendahnya kesadaran masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan program SEDARLING sebagai strategi mitigasi bencana di Kabupaten Lumajang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi antara BPBD, sekolah, dan masyarakat, serta peningkatan kualitas pelatihan guru dan fasilitas simulasi bencana. Diharapkan, melalui program ini, anak-anak dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan pengetahuan mitigasi bencana di lingkungan mereka.
Kualitas Hidup Lansia Pengguna dan Bukan Pengguna Gigi Tiruan di Desa Gondanglegi Kabupaten Malang Fatima, Fatima; Balbeid, Merlya; Wardani, Sinta Candra; Stephani, Elisabeth Angelia
Sinnun Maxillofacial Journal Vol. 7 No. 02 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/smj.v7i02.205

Abstract

Pendahuluan : Kehilangan gigi terbukti berdampak negatif terhadap kualitas hidup dan mengganggu aktivitas kerja individu, khususnya lansia. Penggunaan gigi tiruan merupakan salah satu cara yang paling tepat dalam mengatasi kehilangan gigi dan berpengaruh dalam meningkatkan kualitas hidup penggunanya. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas hidup lansia pengguna dan bukan pengguna gigi tiruan di Desa Gondanglegi, Kabupaten Malang. Bahan dan Metode : Penelitian ini masuk dalam kategori penelitian deskriptif kuantitatif yang menerapkan desain observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Gondanglegi, Kabupaten Malang pada lansia dengan jumlah subjek 50 responden. Penelitian dilakukan dengan pengisian kuesioner indeks GOHAI secara langsung. Hasil : Terdapat 41 responden yang tidak menggunakan gigi tiruan dengan rata-rata indeks GOHAI 1,82 dengan kategori cukup, namun dari dimensi nyeri dan ketidaknyamanan dalam kategori kurang. 9 responden yang menggunakan gigi tiruan dengan rata-rata indeks GOHAI 2,31 dengan kategori cukup dan pada dimensi aspek psikososial masuk dalam kategori baik. Hasil uji Independent t-Test untuk menguji perbedaan kualitas hidup lansia pengguna dan bukan pengguna gigi tiruan diperoleh nilai p = 0, 000 (a<0,05). Kesimpulan : Didapatkan perbedaan yang signifikan antara kualitas hidup pada lansia pengguna dan bukan pengguna gigi tiruan.
Strategi Pengelolaan Berkelanjutan Kelapa Sawit di Indonesia Fatima, Fatima; Setiawan, Erwin; Renata, Renata; Ramadhani, Annisa
FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 26 No. 4 (2024): Oktober
Publisher : FEB Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jfor.v26i4.2313

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas utama Indonesia yang memberikan kontribusi besar terhadap ekonomi nasional. Namun, di balik potensi ekonominya, industri ini menghadapi tantangan lingkungan dan sosial yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kelapa sawit terhadap lingkungan dan masyarakat, serta mengeksplorasi solusi untuk pengelolaan yang lebih berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah studi literatur, dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber sekunder, termasuk jurnal ilmiah, laporan pemerintah, dan dokumen organisasi non-pemerintah. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekspansi kelapa sawit telah menyebabkan deforestasi, degradasi lahan, serta konflik sosial, terutama terkait kepemilikan lahan dan hak-hak masyarakat adat. Solusi yang diusulkan dalam literatur meliputi penerapan sertifikasi keberlanjutan, seperti RSPO dan ISPO, serta penggunaan teknologi modern untuk meningkatkan produktivitas tanpa merusak lingkungan. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat untuk memastikan kelapa sawit dapat dikelola secara berkelanjutan dan berkontribusi pada pembangunan yang inklusif
Pengaruh Pelatihan Pengelolaan Layanan Hepatitis B Terhadap Pengetahuan Petugas Program Di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Darmayanti, Darmayanti; Fatima, Fatima; Amelia, Amelia; Wahyudi, Wahyudi; Tin Panggabean, Hikmah; Afifah, Khairizah; Hidayah, Nurul; Keza Hidayah Tanjung, Putri
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2044

Abstract

Hepatitis B masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia, dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan diperlukan untuk memperkuat layanan deteksi serta tata laksananya. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh pelatihan pengelolaan layanan Hepatitis B terhadap pengetahuan petugas program di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental One Group Pretest–Posttest dengan total 30 peserta pelatihan. Pengukuran pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan dan dianalisis menggunakan Paired Sample T-Test. Hasil menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 54,00 menjadi 92,93 setelah pelatihan, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p = 0,0001). Pelatihan ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan mengenai tata laksana Hepatitis B dan memiliki implikasi penting bagi penguatan upaya eliminasi Hepatitis B di tingkat pelayanan primer.