Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Kesantunan Berbahasa Siswa Madrasah Aliyah Arifah Gowa Kelas X Dan Relevansinya Dengan Kompetensi Sosial Pembelajaran Bahasa Indonesia Idawati Garim; Juwita Pakri
SEMINAR NASIONAL DIES NATALIS 62 Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional UNM ke-62 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk kesantunan Siswa Madrasah Aliyah Arifah Gowa Kelas X yang relevan dengan kompetensi sosial pada pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah tuturan siswa dalam bentuk kata, klausa, dan kalimat yang mematuhi dan melanggar prinsip kesantunan berbahasa berdasarkan teori Leech dan memiliki relevansi dengan kompetensi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realisasi kesantunan berbahasa Siswa Madrasah Aliyah Arifah Gowa Kelas X terbagi atas pematuhan i prinsip kesantunan yang relevan dengan kompetensi sosial. Kesantunan Siswa Madrasah Aliyah Arifah Gowa Kelas X memiliki relevansi dengan kompetensi sosial meliputi pematuhan maksim pujian yang relevan kompetensi jujur. Kesantunan yang patuh pada maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, dan maksim kerendahan hati memiliki relevansi dengan kompetensi tanggung jawab. Beberapa kesantunan yang patuh pada maksim kedermawanan dan maksim simpati juga memiliki relevansi dengan kompetensi peduli.
Problematika Pembelajaran Bahasa Indonesia Secara Luring Pascapandemi Covid-19 di SMP Negeri 3 Tanasitolo Sitti Hikmah Alimah; Sulastriningsih Djumingin; Idawati Garim
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan problematika yang bersifat metodologis pada pembelajaran bahasa Indonesia secara luring pascapandemi Covid-19 di SMP Negeri 3 Tanasitolo; (2) mendeskripsikan problematika yang bersifat sosial pada pembelajaran bahasa Indonesia secara luring pascapandemi Covid-19 di SMP Negeri 3 Tanasitolo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; (1) Problematika yang bersifat metodologis pada pembelajaran bahasa Indonesia secara luring pascapandemi Covid-19 di SMP Negeri 3 Tanasitolo yaitu problematika yang berkaitan dengan proses penyampaian materi ialah masih kurang dalam menguasai kelas dan peserta didik, kendala dalam melaksanakan penilaian autentik, kurangnya interaksi guru dengan siswa, serta mengenai pemberdayaan sarana dan elemen dalam pembelajaran terdiri dari kurangnya pemanfaatan media/sumber belajar dan kurangnya bahan belajar; (2) Problematika yang bersifat sosial pada pembelajaran bahasa Indonesia secara luring pascapandemi Covid-19 di SMP Negeri 3 Tanasitolo berkaitan dengan keharmonisan antar sesama siswa yakni kurangnya kerjasama ketika mengerjakan tugas secara berkelompok, peserta didik cenderung individu, dan pada keharmonisan antara guru dengan siswa kurangnya pemberian dukungan dan motivasi berupa penyampaian manfaat mempelajari materi yang akan dipelajari dan pemberian perhatian pada peserta didik.
Discrepancy of MA Arifah Gowa Student's Speech toward Leech Language Politeness Principles Idawati Idawati; Juwita Juwita; Rosdiah Salam
PERFORMANCE: JOURNAL OF ENGLISH EDUCATION AND LITERATURE Vol 2, No 4: November (2023) Performance: Journal of English Education and Literature
Publisher : State University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/performance.v2i4.54296

Abstract

The research highlights the discrepancy between MA Arifah Gowa students' polite speech and Leech language politeness. This research is descriptive qualitative research. The data in this research are students' speech in words, clauses, and sentences that do not comply with the principles of language politeness based on Leech's theory. The results show that the discrepancy between students' speech and the principles of language politeness occurs in five maxims, including the maxim of wisdom, the maxim of generosity, the maxim of praise, the maxim of humility, and the maxim of agreement. Keywords: discrepancy, politeness principles, student language
New Historicism Greenblatt dalam Novel Kartini Karya Abidah El Khalieqy dan Novel Buya Hamka Karya Ahmad Fuadi dan Relevansinya terhadap Pembelajaran Materi Apresiasi Novel di SMA Mutia Alkhaerat; Andi Agussalim AJ; Idawati Garim
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.3875

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dimensi sosial new historicism Greenblatt dalam Novel Kartini Karya Abidah El Khalieqy dan Novel Buya Hamka Karya Ahmad Fuadi, (2) mendeskripsikan dimensi politik new historicism Greenblatt dalam Novel Kartini Karya Abidah El Khalieqy dan Novel Buya Hamka Karya Ahmad Fuadi, (3) mendeskripsikan dimensi ekonomi new historicism Greenblatt dalam Novel Kartini Karya Abidah El Khalieqy dan Novel Buya Hamka Karya Ahmad Fuadi dan (4) mendeskripsikan relevansi dimensi sosial, politik, ekonomi new historicism Greenblatt dalam Novel Kartini Karya Abidah El Khalieqy dan Novel Buya Hamka Karya Ahmad Fuadi terhadap Materi Pembelajaran Apresiasi Novel di SMA. Fokus penelitian ini yaitu menganalisis new historicism yang terkandung dalam novel Kartini karya Abidah El Khalieqy dan novel Buya Hamka karya Ahmad Fuadi terdiri atas tiga kategori yaitu sosial, politik dan ekonomi dengan menggunakan teori Stephen Greenblatt. Data dalam penelitian ini berupa kutipan teks yang mengandung dimensi sosial, politik dan ekonomi. Sumber data yang digunakan adalah Novel Kartini Karya Abidah El Khalieqy dan Novel Buya Hamka Karya Ahmad Fuadi. Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini terbagi atas tiga yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat (1) Dimensi sosial (2) Dimensi politik (3) Dimensi ekonomi dan (4) Novel Kartini karya Abidah El Khalieqy dan novel Buya Hamka karya Ahmad Fuadi memiliki relevansi dan dapat digunakan sebagai tambahan materi ajar bahasa Indonesia kelas XII di SMA.
Representasi Nilai Pendidikan dan Nilai Sosial pada Deskripsi Ukiran Rumah Adat Toraja (Kajian Semiotika Teori Charles Sanders Peirce) Maydal Tanna; Muhammad Saleh; Idawati Idawati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4376

Abstract

Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif yang menyajikan hasil penelitian dengan kalimat bukan angka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengeksplanasi representasi nilai pendidikan dan nilai sosial dalam aspek ikon, indeks dan simbol pada deskripsi ukiran rumah adat Toraja. Sumber data paling utama pada penelitian kualitatif ini adalah uraian kata dan tindakan dengan mendeskripsikan ukiran rumah adat toraja dengan kajian semiotika teori Charles Sanders Peirce. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data kemudian penarikan Kesimpulan/verifikasi. Kebudayaan Toraja menduduki posisi strategis di dunia, karena memiliki sejumlah kearifan lokal yang menjadi nilai-nilai universal. Namun kebudayan Toraja terus diguncang oleh arus globalisasi yang menggeser sistem pengembangan maupun kepercayaan, produk budaya dan perilaku sosial. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa (1) Pada aspek ikon ditemukan ukiran rumah adat seperti pa’arre allo, pa’manuk londong. Adapun representasi nilai Pendidikan ditemukan nilai religious, nilai moral, dan etika. pada aspek nilai social ditemukan kekerabatan, solidaritas, dan kearifan lokal. (2) Pada aspek indeks ditemukan ukiran rumah adat seperti pa’tukku pare, pa’kadang pao. Adapun representasi nilai Pendidikan pada aspek indeks yaitu penghormatan kepada leluhur, kesetiaan solidaritas, keberanian dan keteguhan hati. pada nilai social ditemukan stratifikasi social, nilai kebersamaan, dan hubungan keluarga. (3) Pada aspek symbol ditemukan ukiran rumah adat seperti pa’kapu’ baka, pa’barana’. Adapun nilai Pendidikan yaitu nilai penghormatan kepada leluhur, nilai kesetiaan dan solidaritas, serta keberanian. Pada nilai moral ditemukan stratifikasi sosial, hubungan keluarga dan religi.