Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Kesantunan Berbahasa Siswa Madrasah Aliyah Arifah Gowa Kelas X Dan Relevansinya Dengan Kompetensi Sosial Pembelajaran Bahasa Indonesia Idawati Garim; Juwita Pakri
SEMINAR NASIONAL DIES NATALIS 62 Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional UNM ke-62 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk kesantunan Siswa Madrasah Aliyah Arifah Gowa Kelas X yang relevan dengan kompetensi sosial pada pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah tuturan siswa dalam bentuk kata, klausa, dan kalimat yang mematuhi dan melanggar prinsip kesantunan berbahasa berdasarkan teori Leech dan memiliki relevansi dengan kompetensi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realisasi kesantunan berbahasa Siswa Madrasah Aliyah Arifah Gowa Kelas X terbagi atas pematuhan i prinsip kesantunan yang relevan dengan kompetensi sosial. Kesantunan Siswa Madrasah Aliyah Arifah Gowa Kelas X memiliki relevansi dengan kompetensi sosial meliputi pematuhan maksim pujian yang relevan kompetensi jujur. Kesantunan yang patuh pada maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, dan maksim kerendahan hati memiliki relevansi dengan kompetensi tanggung jawab. Beberapa kesantunan yang patuh pada maksim kedermawanan dan maksim simpati juga memiliki relevansi dengan kompetensi peduli.
Problematika Pembelajaran Bahasa Indonesia Secara Luring Pascapandemi Covid-19 di SMP Negeri 3 Tanasitolo Sitti Hikmah Alimah; Sulastriningsih Djumingin; Idawati Garim
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan problematika yang bersifat metodologis pada pembelajaran bahasa Indonesia secara luring pascapandemi Covid-19 di SMP Negeri 3 Tanasitolo; (2) mendeskripsikan problematika yang bersifat sosial pada pembelajaran bahasa Indonesia secara luring pascapandemi Covid-19 di SMP Negeri 3 Tanasitolo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; (1) Problematika yang bersifat metodologis pada pembelajaran bahasa Indonesia secara luring pascapandemi Covid-19 di SMP Negeri 3 Tanasitolo yaitu problematika yang berkaitan dengan proses penyampaian materi ialah masih kurang dalam menguasai kelas dan peserta didik, kendala dalam melaksanakan penilaian autentik, kurangnya interaksi guru dengan siswa, serta mengenai pemberdayaan sarana dan elemen dalam pembelajaran terdiri dari kurangnya pemanfaatan media/sumber belajar dan kurangnya bahan belajar; (2) Problematika yang bersifat sosial pada pembelajaran bahasa Indonesia secara luring pascapandemi Covid-19 di SMP Negeri 3 Tanasitolo berkaitan dengan keharmonisan antar sesama siswa yakni kurangnya kerjasama ketika mengerjakan tugas secara berkelompok, peserta didik cenderung individu, dan pada keharmonisan antara guru dengan siswa kurangnya pemberian dukungan dan motivasi berupa penyampaian manfaat mempelajari materi yang akan dipelajari dan pemberian perhatian pada peserta didik.
Discrepancy of MA Arifah Gowa Student's Speech toward Leech Language Politeness Principles Idawati Idawati; Juwita Juwita; Rosdiah Salam
PERFORMANCE: JOURNAL OF ENGLISH EDUCATION AND LITERATURE Vol 2, No 4: November (2023) Performance: Journal of English Education and Literature
Publisher : State University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/performance.v2i4.54296

Abstract

The research highlights the discrepancy between MA Arifah Gowa students' polite speech and Leech language politeness. This research is descriptive qualitative research. The data in this research are students' speech in words, clauses, and sentences that do not comply with the principles of language politeness based on Leech's theory. The results show that the discrepancy between students' speech and the principles of language politeness occurs in five maxims, including the maxim of wisdom, the maxim of generosity, the maxim of praise, the maxim of humility, and the maxim of agreement. Keywords: discrepancy, politeness principles, student language
New Historicism Greenblatt dalam Novel Kartini Karya Abidah El Khalieqy dan Novel Buya Hamka Karya Ahmad Fuadi dan Relevansinya terhadap Pembelajaran Materi Apresiasi Novel di SMA Mutia Alkhaerat; Andi Agussalim AJ; Idawati Garim
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.3875

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dimensi sosial new historicism Greenblatt dalam Novel Kartini Karya Abidah El Khalieqy dan Novel Buya Hamka Karya Ahmad Fuadi, (2) mendeskripsikan dimensi politik new historicism Greenblatt dalam Novel Kartini Karya Abidah El Khalieqy dan Novel Buya Hamka Karya Ahmad Fuadi, (3) mendeskripsikan dimensi ekonomi new historicism Greenblatt dalam Novel Kartini Karya Abidah El Khalieqy dan Novel Buya Hamka Karya Ahmad Fuadi dan (4) mendeskripsikan relevansi dimensi sosial, politik, ekonomi new historicism Greenblatt dalam Novel Kartini Karya Abidah El Khalieqy dan Novel Buya Hamka Karya Ahmad Fuadi terhadap Materi Pembelajaran Apresiasi Novel di SMA. Fokus penelitian ini yaitu menganalisis new historicism yang terkandung dalam novel Kartini karya Abidah El Khalieqy dan novel Buya Hamka karya Ahmad Fuadi terdiri atas tiga kategori yaitu sosial, politik dan ekonomi dengan menggunakan teori Stephen Greenblatt. Data dalam penelitian ini berupa kutipan teks yang mengandung dimensi sosial, politik dan ekonomi. Sumber data yang digunakan adalah Novel Kartini Karya Abidah El Khalieqy dan Novel Buya Hamka Karya Ahmad Fuadi. Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini terbagi atas tiga yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat (1) Dimensi sosial (2) Dimensi politik (3) Dimensi ekonomi dan (4) Novel Kartini karya Abidah El Khalieqy dan novel Buya Hamka karya Ahmad Fuadi memiliki relevansi dan dapat digunakan sebagai tambahan materi ajar bahasa Indonesia kelas XII di SMA.
Representasi Nilai Pendidikan dan Nilai Sosial pada Deskripsi Ukiran Rumah Adat Toraja (Kajian Semiotika Teori Charles Sanders Peirce) Maydal Tanna; Muhammad Saleh; Idawati Idawati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4376

Abstract

Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif yang menyajikan hasil penelitian dengan kalimat bukan angka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengeksplanasi representasi nilai pendidikan dan nilai sosial dalam aspek ikon, indeks dan simbol pada deskripsi ukiran rumah adat Toraja. Sumber data paling utama pada penelitian kualitatif ini adalah uraian kata dan tindakan dengan mendeskripsikan ukiran rumah adat toraja dengan kajian semiotika teori Charles Sanders Peirce. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data kemudian penarikan Kesimpulan/verifikasi. Kebudayaan Toraja menduduki posisi strategis di dunia, karena memiliki sejumlah kearifan lokal yang menjadi nilai-nilai universal. Namun kebudayan Toraja terus diguncang oleh arus globalisasi yang menggeser sistem pengembangan maupun kepercayaan, produk budaya dan perilaku sosial. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa (1) Pada aspek ikon ditemukan ukiran rumah adat seperti pa’arre allo, pa’manuk londong. Adapun representasi nilai Pendidikan ditemukan nilai religious, nilai moral, dan etika. pada aspek nilai social ditemukan kekerabatan, solidaritas, dan kearifan lokal. (2) Pada aspek indeks ditemukan ukiran rumah adat seperti pa’tukku pare, pa’kadang pao. Adapun representasi nilai Pendidikan pada aspek indeks yaitu penghormatan kepada leluhur, kesetiaan solidaritas, keberanian dan keteguhan hati. pada nilai social ditemukan stratifikasi social, nilai kebersamaan, dan hubungan keluarga. (3) Pada aspek symbol ditemukan ukiran rumah adat seperti pa’kapu’ baka, pa’barana’. Adapun nilai Pendidikan yaitu nilai penghormatan kepada leluhur, nilai kesetiaan dan solidaritas, serta keberanian. Pada nilai moral ditemukan stratifikasi sosial, hubungan keluarga dan religi.
Implementasi Program Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence (Ai) Bagi Guru Sekolah Dasar Inpres Samata Untuk Mendorong Inovasi Dan Kreativitas Dalam Pembelajaran Idawati Idawati; Fadilah Neyarasmi; Rahmi Mardatillah; Devi Apyunita; Usman Usman
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2332

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital dan kreativitas guru Sekolah Dasar Inpres Samata dalam memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai media dan sumber pengembangan bahan ajar yang inovatif. Perkembangan pesat AI menuntut guru untuk beradaptasi dengan paradigma pembelajaran abad ke-21 yang menekankan kolaborasi, berpikir kritis, dan pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu (1) sosialisasi dan asesmen kebutuhan digital guru, (2) pelatihan intensif mengenai aplikasi AI dalam pembuatan bahan ajar dan media pembelajaran interaktif, serta (3) pendampingan praktik langsung untuk menghasilkan produk inovatif berbasis AI. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan AI ke dalam desain pembelajaran. Para peserta mampu menciptakan media ajar berbasis AI seperti pembuatan gambar ilustratif, pembuatan kuis interaktif, dan penulisan teks otomatis untuk bahan ajar. Dampak kegiatan ini terlihat dari meningkatnya motivasi guru dalam berinovasi dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih kreatif, adaptif, dan menarik bagi siswa. Dengan demikian, pelatihan ini berhasil menjadi model pemberdayaan guru berbasis literasi digital yang relevan dengan kebutuhan pendidikan di era teknologi cerdas.
Pelatihan Analisis Wacana Kritis dalam Menghadapi Pro Kontra Politik bagi Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia Andi Sahtiani Jahrir; Muhammad Tahir; Andi Sahrul Jahrir; Idawati Garim; Bungatang Bungatang
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas pelatihan Analisis Wacana Kritis (AWK) dalam menghadapi pro-kontra politik bagi mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia. Metode yang digunakan adalah mixed-methods dengan memadukan tes tertulis, observasi, kuesioner, dan refleksi mahasiswa sebagai sumber data. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan analisis kritis mahasiswa setelah mengikuti pelatihan, yang ditunjukkan melalui perbedaan skor pre-test dan post-test. Observasi memperlihatkan bahwa 80,7% mahasiswa aktif terlibat dalam diskusi, sementara kuesioner menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi: 88,5% menilai materi relevan, 84,6% menilai metode interaktif, dan 92,3% mengakui kompetensi fasilitator. Selain data kuantitatif, refleksi mahasiswa memberikan gambaran perubahan sikap terhadap isu politik aktual, seperti pemberitaan anggota DPR dan kasus pembakaran gedung DPRD di Kota Makassar. Mahasiswa menyadari bahwa teks politik tidak netral karena sarat dengan ideologi, sehingga mereka lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi di media sosial. Lebih jauh, mahasiswa juga mengungkapkan pentingnya bersikap rasional dan objektif dalam menghadapi perbedaan pandangan politik. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan AWK tidak hanya meningkatkan aspek kognitif, tetapi juga membentuk sikap sosial yang lebih bijak, toleran, dan reflektif. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan relevansi model analisis wacana kritis Fairclough dan van Dijk dalam pembelajaran bahasa dan politik. Secara praktis, pelatihan ini dapat menjadi strategi penguatan literasi kritis bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam membangun iklim demokrasi yang sehat di Indonesia.
ANALISIS MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS JENIS TUNARUNGU Rahmawati Rahmawati; Idawati Idawati
INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 1 Number 1 February 2020
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.265 KB) | DOI: 10.59562/indonesia.v1i1.12393

Abstract

Analysis of Learning Media for Children with Special Needs of the Deaf Type. This study studies describing the use of Indonesian language learning media for children with special needs as Deaf, and describing the interaction of the media used in learning Indonesian. This type of research is a qualitative descriptive study. The data in this study are the media in learning Indonesian language for Deaf children of class IX SMPLB-B YPPLB Makassar. The results showed that: the use of learning media for children with hearing impaired special needs in learning Indonesian in accordance with the characteristics of deaf children and the material to be discussed is the procedure text. Learning media, such as powerpoint media, whiteboard media, print media (loose sheets) and visual media that are not projected (pictures). While the use of these media is (1) activating students in learning, (2) students are responsive, (3) the media used are in accordance with the characteristics of Deaf children, and (4) achievement of learning goals that have not been maximized.
PEMBELAJARAN MENULIS TEKS DESKRIPSI SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 2 WONOMULYO Windi Mawar Dani; Salam Salam; Idawati Idawati
INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 1 Number 2 June 2020
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/indonesia.v1i2.12827

Abstract

Learning to Write Description Texts in Grade VII Middle School Students. This study aims to: (1) describe the learning of writing descriptive text by grade VII teachers of SMP Negeri 2 Wonomulyo, and (2) describing the learning of writing descriptive text by grade VII A students of SMP Negeri 2 Wonomulyo. This research is a qualitative descriptive study. Data collection is done by observation, documentation, and interviews. The results of this study indicate that learning activities undertaken by teachers include learning planning, learning implementation, and learning assessment. Meanwhile, learning activities undertaken by students relate to the implementation of learning that produces products in the form of written text descriptions.
PEMBELAJARAN MENGIDENTIFIKASI MAKNA DALAM TEKS HIKAYAT DI KELAS X SMA Aurel L Magfira; Idawati Garim
INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 3 Number 3 October 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/indonesia.v3i3.34407

Abstract

Learning Meaning Learning in Tale Texts in Class X SMA. The purpose of this study was to implement learning to identify meaning in saga texts carried out by teachers and students in class X IPA 1 SMA Negeri 1 Toraja Utara. This study used descriptive qualitative method. The data used are learning data by teachers, data on the implementation of learning by teachers and students, learning the meaning of saga texts by students. Data collection techniques in this study were carried out through three steps, namely documentation, observation, and interviews. The results showed that the implementation of learning to identify meaning in saga texts was carried out by: (1) preparing a Lesson Plan, and (2) the teacher using authentic assessment techniques, namely the assessment used to assess the domains of attitudes, knowledge, and skills.