Bambang Suteng Sulasmono
Universitas Kristen Satya Wacana

Published : 66 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KUALITAS LAYANAN ATAS KEPUASAN SISWA DAN DAMPAKNYA TERHADAP LOYALITAS SISWA DI SMK KRISTEN SALATIGA Noventris Ratnawati Radja; Supramono Supramono; Bambang Suteng Sulasmono
Satya Widya Vol 29 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4736.655 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2013.v29.i2.p83-92

Abstract

School as a public Education institute must serve good quality education especially for the students, so that the students will feel satisfied to the service and show their loyal attitude toward the school. This study was done at SMK Kristen Salatiga to identify the effect of the service quality with student’s satisfaction and its effect to the student’s loyalty toward the school. The sample of this study was 100 students of SMK Kristen Salatiga grade II and III out of 261 populations. The result of the study showed that; (1) The quality service at SMK Kristen Salatiga have a positive impact and significant to the SMK Kristen Salatiga student’s satisfaction. (2) The student’s satisfaction have a positive influence and significant to their loyalty. (3) There is no correlation between the service quality and the student’s loyalty at SMK Kristen Salatiga toward the student’s satisfaction variable. (4) The quality service at SMK Kristen Salatiga directly effect and not significant to the student’s loyalty.
PROBLEM SOLVING: SIGNIFIKANSI, PENGERTIAN, DAN RAGAMNYA Bambang Suteng Sulasmono
Satya Widya Vol 28 No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.568 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2012.v28.i2.p155-166

Abstract

Pemecahan masalah (problem solving) merupakan bagian dari ketrampilan atau kecakapan intelektual yang dinilai sebagai hasil belajar yang penting dan signifikan dalam proses pendidikan. Signifikansi kecakapan pemecahan masalah itu dapat dilihat baik dari banyaknya perhatian berbagai aliran psikologi terhadap kecakapan intelektual ini, tingginya peringkat kecakapan itu dalam berbagai taksonomi hasil belajar, maupun dari posisi kecakapan ini dalam taksonomi disain pembelajaran. Terdapat banyak ragam pengertian maupun klasifikasi masalah. Dari segi cara pernyataannya masalah ada yang bersifat kebahasaan (lingustic), dan masalah yang bersifat bukan-kebahasaan (non-linguistic). Dari segi perumusan, cara menjawab dan kemungkinan jawabannya, masalah dapat dibedakan menjadi masalah yang dibatasi dengan baik (well-defined), dan masalah yang dibatasi tidak dengan baik (ill-defined). Ada juga yang membedakan menjadi masalah yang well-structured (distrukturkan dengan baik) dan masalah yang ill-structured (tidak distrukturkan dengan baik). Demikian juga terdapat banyak pendapat tentang proses pemecahan atas berbagai macam masalah yang ada tersebut. Ada yang berpendapat bahwa proses pemecahan atas masalah yang well defined maupun yang ill defined sama, namun ada juga yang berpendapat bahwa proses pemecahan kedua jenis masalah di atas berbeda.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN ADAPTIF, KOOPERATIF, AKTIF DAN REFLEKTIF (PAKAR) Bambang S. Sulasmono; Yari Dwikurnaningsih
Satya Widya Vol 28 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.269 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2012.v28.i1.p93-110

Abstract

Pengembangan model pembelaj aran ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan akan model pembelajaran yang cocok untuk pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Hasil yang diharapkan adalah model yang memenuhi persyaratan model pembelajaran yang baik, yaitu: a) kokoh bangunan teoritisnya, b) valid topangan hasil penelitian tentang efektifitas modelnya, dan c) teruji prosedur pelaksanaan bakunya. Pengembangan model pembelajaran PAKAR ini menggunakan model umum pemecahan masalah kependidikan dari Plomp (1982) yang mencakup a) tahap penyelidikan/investigasi awal (preliminary investigation), b) tahap perancangan (design), c) tahap pengembangan (realization/ construction), d) tahap tes, evaluasi dan revisi (test, evaluation, and revision), dan e) tahap implementasi(implementation). Dalam penelitian ini, perolehan pengembangan yang dicapai baru sampai pada tahap konstruksi yaitu dengan hasil akhir prototipe model pembelajaran PAKAR. Prototipe ini sudah diuji validitas isinya melalui uji ahli atau pakar kependidikan. Pada tahun berikutnya akan dilanjutkan ketahap tes, evaluasi dan revisi serta tahap implementasi model.
PELUANG REVITALISASI NILAI NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA Bambang Suteng Sulasmono
Satya Widya Vol 35 No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.732 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2019.v35.i1.p75-85

Abstract

Dalam Term of Reference Focus Group Discussion antara Majelis Permusyawaratan Republik Indonesia dengan Universitas Kristen Satyawacana diajukan beberapa pertanyaan sehubungan dengan upaya revitalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai berikut: Apakah nilai-nilai Pancasila sebagai falsafah bangsa masih hidup dan menghidupi kalbu setiap manusia Indonesia?; Sudahkah nilai-nilai Pancasila berada pada lajur yang tepat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita?; Sejauh manakah nilai-nilai Pancasila terimplementasikan secara yang integratif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara?; Kemudian, Bagaimanakah metode, formulasi dan sistematisasi pengimplementasian nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara?; serta Bagaimanakah peluang dan tantangan ke depan yang harus kita hadapi bersama dalam kerangka melaksanakan revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara?. Dari berbagai pertanyaan di atas penulis sengaja memilih untuk mencoba menjawab pertanyaan terakhir yaitu tentang peluang bagi revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan pertimbangan bahwa kemungkinan besar topik ini belum terlalu mendapat perhatian dari pembicara/pemakalah lain. Lebih dari itu, pilihan topik itu juga dilandaskan pada satu pertimbangan mendasar yaitu bahwa peluang bagi revitalisasi nilai nilai Pancasila sesungguhnya sangat bergantung pada daya tahan nilai-nilai Pancasila dalam persaingan antar paham kenegaraan yang terus berlangsung hingga saat ini. Sejalan dengan pandangan Alfian (1980) yang menyatakan bahwa ada tiga dimensi pokok sebuah ideologi yaitu (a) dimensi idealitas, (b) dimensi realitas dan (c) dimensi fleksibilitas, maka besar kecilnya atau bahkan ada atau tidaknya peluang bagi revitalisasi nilai-nilai Pancasila sesungguhnya sangat tergantung pada keterpenuhan ketiga dimensi pokok ideologi tersebut dalam diri Pancasila itu sendiri dari masa ke masa. Oleh karena itu tulisan ini hendak dimulai dengan pemaparan tentang Pancasila dan persaingannya dengan paham-paham kenegaraan lain, sebelum kemudian dipaparkan peluang bagi revitalisasi nilai-nilai Pancasila itu sendiri.
EVALUASI KINERJA KOMITE SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Bambang Suteng Sulasmono; Murjini Murjini
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2017, TH. XXXVI, NO. 1
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.774 KB) | DOI: 10.21831/cp.v36i1.10431

Abstract

Penelitian evaluatif ini bertujuan untuk  mengevaluasi kinerja Komite Sekolah sebagai badan pemberi pertimbangan, badan pendukung, badan pengontrol sebagai badan penghubung di SD Negeri Sukomarto Jumo Temanggung. Subyek penelitian adalah Komite Sekolah, Kepala Sekolah dan Guru SD Negeri Sukomarto. Pengumpulan data dengan teknik wawancara,  pengamatan, dan studi dokumentasi.  Analisis data dilakukan dengan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Komite Sekolah sebagai badan pemberi pertimbangan, badan pendukung, badan pengontrol dan badan penghubung di SD Negeri Sukomarto, sudah dilaksanakan sesuai dengan yang acuan resmi yang berlaku. Tetapi kinerja Komite Sekolah sebagai penghubung antara Komite Sekolah dengan  Dewan Pendidikan belum bisa dilaksanakan secara maksimal. Di samping itu kegiatan yang sudah dilaksanakan tidak didokumentasikan sehingga terkesan tidak tertib adminstrasi. Kata kunci: Evaluasi kinerja, Komite Sekolah, mutu pendidikanEVALUATION ON THE PERFORMANCE OF SCHOOL COMMITTEE IN IMPROVING EDUCATION QUALITYAbstract: This evaluative research aims to evaluate the commitees’ performance as an advisory agency, supporting agency, controlling agency and mediator agency at Sukomarto Elementary School, Jumo, Temanggung. The research subjects were school committee, principal, and teachers of Sukomarto Elementary School. Methods of data collection were interview, observation, and documentation. Data were analysed using qualitative technique. The results show that school committeeve performed as advisory agency, supporting agency, controlling agency, and mediator agency at Sukomarto Elementary School according to the regulation. However, their function as liaison between the School Committee with the Board of Education has not been fully implemented. Besides, activities were not well documented.
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SD Kisty Handayani; Bambang Suteng Sulasmono; Eunice Widyanti Setyaningtyas
JPPM (Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika) Vol 12, No 2 (2019): JPPM (Jurnal Penelitian Pembelajaran Matematika) Volume 12 Nomor 2 Agustus 2019
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.947 KB) | DOI: 10.30870/jppm.v12i2.6156

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dan dilaksanakan di SDN 2 Tanduk Ampel Boyolali dari Maret 2019 sampai dengan Juni 2019 dan melibatkan 22 siswa dan 1 guru kelas V. Penelitian dirancang menjadi 2 kegiatan siklus pembelajaran dan melalui 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, angket dan tes. Teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif ini menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil observasi, nilai respon belajar peserta didik berkategori sangat baik : siklus I sebesar 90,7 % dan siklus II sebesar 88,4%. Hasil angket berpikir kreatif siswa prosentase peserta didik yang berpredikat kurang hanya tinggal 4,5% dan yang berpredikat baik bertambah menjadi 18,2%. Pencapaian prosentase ketuntasan  meningkat pada siklus I adalah 63,6% dan pada siklus II adalah 95,5%. Kata kunci: Metode Problem Solving, Berpikir Kreatif, Hasil Belajar
PERENCANAAN STRATEGI MARKETING MIX DALAM MENINGKATKAN KUANTITAS PESERTA DIDIK Elvis Fernando Tarantein; Bambang Suteng Sulasmono; Ade Iriani
JMSP (Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Vol 3, No 3 (2019): Vol. 3 No. 3 Juli 2019
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.926 KB) | DOI: 10.17977/um025v3i32019p156

Abstract

Abstract: This study aims to produce a product in the form of a marketing mix strategy plan in increasing the quantity of students in Public Senior High School 5 Tual. This research approach uses a research and development (R & D) approach which consists of 10 (ten) steps that are modified into seven steps, namely potential and problems, data collection, product design, design validation, design revision, product testing, and product revision . Data was collected through observation, interviews, and documentation studies, and FGDs. Data analysis was conducted in two stages, namely qualitative data analysis and SWOT analysis. The results of the study are in the form of a strategic plan developed through R & D steps by first analyzing the potential and problems faced by the school. Next is data collection from the internal aspects and external aspects of the school. After the data is collected then an analysis of internal factors and external factors is carried out through a SWOT analysis. The results of the SWOT analysis are strategies that are in quadrant IV (weakness threats), which support a defensive strategy. Based on the defensive strategy, the product strategy plan is developed by generating strategies namely: (1) development of the school's superior programs; (2) school management planning programming budgeting system (PPBS); (3) structuring school layout; (4) the use of internet media and school exhibitions as a channel for school promotion; (5) recruitment of teachers and other staff according to priorities and propose the addition of teachers intensively to the government; (6) improvement of facilities and infrastructure through collaboration with the government, parents of students, and local entrepreneurs; and (7) planning learning programs that can attract students' attention.Keywords: strategy, marketing mix, increase quantity of students Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa rencana strategi marketing mix dalam meningkatkan kuantitas peserta didik di SMA Negeri 5 Tual. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (R & D) yang terdiri dari 10 (sepuluh) langkah yang dimodifikasi menjadi tujuh langkah yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, dan revisi produk. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, dan FGD. Analisis data dilakukan dengan dua tahap yaitu analisis data kualitatif dan analisis SWOT. Hasil penelitian berupa rencana strategi yang dikembangkan melalui langkah-langkah R & D dengan terlebih dahulu menganalisis potensi dan masalah yang dihadapi sekolah. Selanjutnya dilakukan pengumpulan data dari aspek insternal dan aspek eksternal sekolah. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan analisis terhadap faktor internal dan faktor eksternal melalui analisis SWOT. Hasil dari analisis SWOT berupa strategi yang berada pada kuadran IV (weakness- threats), yang mendukung strategi defensif. Berdasarkan strategi defensif tersebut, produk rencana strategi dikembangkan dengan menghasilkan strategi yaitu: (1) pengembangan program unggulan sekolah; (2) penataan manajemen planning programming budgeting system (PPBS) sekolah; (3) penataan tata ruang sekolah; (4) pemanfaatan media internet dan pameran sekolah sebagai saluran promosi sekolah; (5) perekrutan guru dan staf lainnya sesuai prioritas serta mengusulkan penambahan guru secara intensif kepada pemerintah; (6) peningkatan sarana dan prasarana melalui kerjasama dengan pemerintah, orang tua peserta didik, maupun pengusaha setempat; dan (7) merencanakan program pembelajaran yang dapat menarik perhatian peserta didik. Kata kunci: strategi, marketing mix, peningkatan kuantitas peserta didik
Evaluasi Pelaksanaan Program Full Day School di Sekolah Menengah Kejuruan Nila Oktaviana Kumang; Bambang Suteng Sulasmono
JMSP (Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Vol 4, No 3 (2020): Vol. 4 No. 3 Juli 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um025v4i32020p191

Abstract

Abstract: This study aims to evaluate the implementation of the full day school (FDS) program at Public Vocational High School 1 Pabelan. This type of research is evaluative research with descriptive qualitative methods using CIPP as an evaluation model. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. The results showed: (1) the context component was categorized as good because the FDS program was indeed needed by all stakeholders and parents, not just implementing policies from the government; (2) the input component is categorized as sufficient because it responds to the needs of all stakeholders and parents, adequate infrastructure and funds, the mechanism of implementing activities is clear, but the human resources of the number and competence of teachers are still lacking; and (3) the process component gets enough categories, because 80% of the programs are implemented according to plan, the resources are quite functional because the teacher facilitates the needs of students; although the funds provided are sufficient, but from the infrastructure, the number and competence of teachers is still lacking; and (4) the product component gets an adequate category because academic results do not show an increase, non-academic achievements have an increase but are not significant. Nevertheless, the objectives of implementing the FDS program were achieved because the students' character improved. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program full day school (FDS) di SMK Negeri 1 Pabelan. Jenis penelitian ini ialah penelitian evaluatif dengan metode kualitatif deskriptif menggunakan CIPP sebagai model evaluasi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) komponen konteks mendapat kategori baik karena program FDS memang dibutuhkan oleh seluruh stakeholder dan orangtua, bukan hanya menerapkan kebijakan dari pemerintah; (2) komponen input mendapat kategori cukup karena menjawab kebutuhan seluruh stakeholder dan orangtua,sarana prasarana dan dana memadai, mekanisme pelaksanaan kegiatan jelas, tapi sumber daya manusia dari jumlah dan kompetensi guru masih kurang; dan (3) komponen proses mendapat kategori cukup, karena 80% program dilaksanakan sesuai rencana, sumber daya cukup fungsional karena guru memfasilitasi kebutuhan siswa; meskipun dana yang disediakan cukup, tetapi dari sarana prasarana, jumlah dan kompetensi guru masih kurang; dan (4) komponen produk mendapat kategori cukup karena hasil akademik tidak menunjukkan adanya peningkatan, prestasi non akademik ada peningkatan tetapi tidak signifikan. Meskipun demikian, tujuan dari pelaksanaan program FDS tercapai karena karakter siswa membaik. 
Evaluasi penyelenggaraan program keahlian keperawatan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sima Fatmawati; Bambang Suteng Sulasmono
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2020): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jamp.v8i1.31163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap jalannya penyelenggaraan program keahlian keperawatan di tingkat sekolah menengah  kejuruan. Jenis penelitian ini adalah penelitian evaluasi mengguna-kan pendekatan dekriptif kualitatif dengan model evaluasi CIPP. Subyek pada penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala kurikulum, wakil kepala sarana dan prasarana, ketua program keahlian keperawatan, bursa kerja khusus, guru keperawatan, dan pegawai tata usaha. Teknik pengumpulan data penelitianini menggunakan observasi, wawancara, dan  studi dokumentasi. Pada penelitian ini mengunakan teknik analisis data Miles dan Huberman. Validasi data dilakukan dengan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan komponen context dalam kategori baik, komponen input dalam kategori baik, komponen process dalam kategori baik tetapi terdapat beberapa kendala, komponen product dalam kategori cukup karena tidak memenuhi kriteria yang ditentukan yaitu jumlah kesesuaian kerja lulusan kurang dari 50%. AbstractThis research aims to analyze the implementation of the nursing skills program at the vocational high school level. The type of research is evaluation research using a qualitative descriptive approach with the CIPP evaluation model. The subjects in this research were the headmaster, deputy head of curriculum, deputy head of facilities and infrastructure, head of nursing expertise program, special job fair, nursing teachers, and administrative staff. The research data collection technique uses observation, interviews, and documentation studies. Data validation uses technical triangulation and source triangulation. The results showed the context component was in the good category, the input component was in a good category, Process components are in good category but there are some constraints, while the product component in the sufficient category because it does noit meet the specified criteria, the amount of work suitability of graduates is less 50%.
PENGARUH PENGGUNAAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Aulia Ika Wulandari; Bambang Suteng Sulasmono
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Guru Sekolah Dasar (JPPGuseda) Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Guru Sekolah Dasar (JPPGuseda)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jppguseda.v3i2.2541

Abstract

RELATIONSHIP BETWEEN MOTIVATION WITH ORGANIZATIONAL COMMITMENTThe purpose of this research was to re-analyze the use of the learning approach of Realistic Mathematic Education in increasing the learning outcome of an elementary school student. The research method was a meta-analysis. The research began with formulated the problem and then collect exiting research data that was already though Google Scholar. The research data found 9 articles and 2 mini-thesis from the relevant Repository. The research results from the researcher were analyzed by quantitative comparison methods. Base on the results of the analysis, that learning approach of Realistic Mathematics Education could improve student’s learning from the lowest 21,33% to the highest 61,09% and the mean was 32,22%.