Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Al-Qur'an, Human Rights, and Pluralism: Answering the Challenge of Religious Freedom in the Modern World Surahman S; Achmad Abubakar; Rahmi Damis
Kalam Al Gazali: Education and Islamic Studies Journal Vol 2 No 1 (2025): Education and Islamic Studies Journal (Februari-September)
Publisher : LPPM STAI AL GAZALI BARRU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tiga pilar utama yang berfungsi untuk mewujudkan keharmonisan di tengah masyarakat global yang semakin kompleks adalah Al-Qur’an, Hak Asasi Manusia (HAM), dan Pluralisme. Adapun jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif yang mengadopsi metode penelitian kepustakaan (library research). Kebebasan beragama menjadi masalah penting di zaman sekarang dan seringkali berada di persimpangan antara tradisi dan dinamika sosial modern. Tulisan ini memeriksa bagaimana nilai-nilai Islam berhubungan dengan hak asasi manusia, dengan penekanan khusus pada bagaimana Islam dapat menawarkan cara unik untuk mendukung pluralisme sambil mempertahankan esensi ajarannya. Kajian ini bertujuan untuk menjawab tantangan yang dihadapi kebebasan beragama melalui lensa Islam yang inklusif, menggunakan analisis historis, perspektif teologis, dan konteks global. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai-nilai universal Islam dapat digunakan untuk mendorong keadilan, toleransi, dan penghormatan terhadap keragaman keyakinan jika dipahami secara kontekstual. Paradigma dialogis diusulkan sebagai solusi untuk menjembatani. Kata kunci: Al-Qur’an, Hak Asasi Manusia (HAM), Kebebasan beragama.
Sufistic Values in the Story of the Meeting of the Prophet Moses and the Prophet Khidir in the Qur'an Hamsah Awing; Rahmi Damis; Ahmad Mujahid; Nurchamidah; Fakih Hamdani; Muhammad Hamsah
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v9i1.2728

Abstract

This study examines the Sufi values ​​contained in the story of the meeting of the Prophet Moses and the Prophet Khidr as immortalized in the Qur'an, Surah Al-Kahf, verses 65-82. Through a Sufi hermeneutic approach, this study analyzes the esoteric dimensions of the story, including the concept of fana' fi al-syaikh, etiquette in pursuing the spiritual path, and the transformation of consciousness through surrender to the guidance of a spiritual teacher. The method used is textual analysis with an interpretative-qualitative approach to the text of the Qur'an and classical Sufi interpretations. The results of the study show that this story contains fundamental Sufi values ​​in the form of: (1) the concept of seeking laduni knowledge as knowledge obtained directly from Allah, (2) the importance of adab and tawadhu' in the student-teacher relationship, (3) the meaning of spiritual patience (sabr) in facing inner trials, and (4) the transformation from rational knowledge ('aql) to intuitive knowledge (kashf). These findings contribute to a deeper understanding of the Sufi dimension in the Qur'an and its relevance for the development of contemporary Islamic spirituality.
Menelusuri Metodologi Tafsir bi al-Ma’tsur: Sumber, Prinsip, dan Validitas Riwayat Akbar, Wahyu; Muhammad Irham; Rahmi Damis
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14488

Abstract

Tafsir bi al-ma'tsur merupakan metodologi dasar dalam tradisi tafsir Islam yang mengandalkan sumber riwayat otoritatif dari Al-Qur'an, Sunnah, sahabat, dan tabi'in untuk menjaga kemurnian makna wahyu. Penelitian library research ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis untuk mengkaji sumber, prinsip metodologis, dan mekanisme validitas riwayat. Populasi mencakup kitab tafsir klasik (al-Ṭabari, Ibn Katsir, al-Baghawi) dan jurnal terindeks Scopus/Sinta (2016-2025), dengan purposive sampling berfokus pada analisis metodologis. Analisis data mengikuti model interaktif kualitatif melalui reduksi, display, verifikasi dengan kritik sanad-matn dan teori jarh-wa-ta'dil. Hasil penelitian mengungkap struktur hierarkis penafsiran yang mengutamakan otentisitas riwayat melalui tafsir Al-Qur'an dengan Al-Qur'an dan penjelasan Sunnah, namun menghadapi tantangan israiliyyat dan keterbatasan kontekstual. Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi hibrida dengan pendekatan rasional-kontekstual diperlukan untuk menjaga relevansi tafsir bi al-ma'tsur dalam studi Al-Qur'an kontemporer.