Tafsir bi al-ma'tsur merupakan metodologi dasar dalam tradisi tafsir Islam yang mengandalkan sumber riwayat otoritatif dari Al-Qur'an, Sunnah, sahabat, dan tabi'in untuk menjaga kemurnian makna wahyu. Penelitian library research ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis untuk mengkaji sumber, prinsip metodologis, dan mekanisme validitas riwayat. Populasi mencakup kitab tafsir klasik (al-Ṭabari, Ibn Katsir, al-Baghawi) dan jurnal terindeks Scopus/Sinta (2016-2025), dengan purposive sampling berfokus pada analisis metodologis. Analisis data mengikuti model interaktif kualitatif melalui reduksi, display, verifikasi dengan kritik sanad-matn dan teori jarh-wa-ta'dil. Hasil penelitian mengungkap struktur hierarkis penafsiran yang mengutamakan otentisitas riwayat melalui tafsir Al-Qur'an dengan Al-Qur'an dan penjelasan Sunnah, namun menghadapi tantangan israiliyyat dan keterbatasan kontekstual. Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi hibrida dengan pendekatan rasional-kontekstual diperlukan untuk menjaga relevansi tafsir bi al-ma'tsur dalam studi Al-Qur'an kontemporer.