Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Perkembangan LKPD Berbasis Kearifan Lokal pada Materi-Materi Bencana Alam untuk Siswa SD Kelas I Laila Fatmawati; Pristiya Irawati; Dholina Inang Pambudi; Purwadi; Budi Santoso
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 1 (2021): Proceedings of the Integration of Disaster Mitigation Learning in School
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.135 KB) | DOI: 10.30595/pssh.v1i.77

Abstract

Student worksheets/Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) that promote local wisdom are still rarely found in elementary schools. Therefore, it is necessary to develop LKPD that supports the delivery of materials for the local wisdom preservation. This research aims to develop the LKPD based on local wisdom of natural disaster material for 1st grade elementary school students. The type of this research is Research and Development (RnD). The development procedure adopts the ADDIE model. The subject was the 1st Grade students at Unggulan Aisyiyah Elementary School in Bantul. However, due to the coronavirus pandemic, the research was only conducted until the validation test stage by expert lecturers. The data retrieval techniques were observations and interviews. The data was analyzed using qualitative and quantitative analysis. The criteria for the successful creation of LKPD can be seen from the assessment of validation experts. The results of the assessment by media experts are 77 "Very Worthy", by material experts are 80 "Very Worthy", by linguists is 82.5 "Very Worthy", and by teaching experts is 89.5 "Very Worthy". Thus, the average score is 82.25 "Very Decent", which if converted in qualitative data falls into the category "Very Decent". Thus, LKPD based on local wisdom of natural disaster materials for 1st grade students of elementary school is eligible to be used as a support for teaching materials.
Urgensi Pendidikan Multikultural sebagai Wadah Strategis untuk Menanamkan Karakter Toleransi di Sekolah Dasar Vera Yuli Erviana; Laila Fatmawati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.295 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan urgensi pendidikan multikultural sebagai wadah strategis untuk menanamkan karakter toleransi di sekolah dasar. Jenis penelitian merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas atas maupun bawah dari 6 SD di 3 kabupaten di Yogyakarta. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) karakter toleransi mulai luntur pada anak sekolah dasar yang terlihat pada kurang menghormati ketika teman lainnya sedang beribadah; 2) pemahaman siswa dan guru tentang pendidikan multikultural masih sangat minim yang terlihat dari responden yang tidak memahami penjelasan terkait pendidikan multikultural padahal pendidikan multikultural adalah wadah strategis untuk mengembangkan karakter toleransi. Oleh karena itu, pendidikan multikultural dianggap urgen untuk dikenalkan ke siswa dan guru sehingga diharapkan karakter toleransi akan berkembang pula.
Efektivitas Model Workshop Berorientasi P-21 pada Motivasi Guru Sekolah Dasar Maryani, Ika; Tutur Martaningsih, Sri; Fatmawati, Laila
Jurnal MIPA dan Pembelajarannya Vol. 3 No. 5 (2023): Mei
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um067v3i52023p193-207

Abstract

21st century learning has great challenges for primary school teachers. Teachers must have professional competence to develop 21st century skills-oriented learning. This study aims to produce a training model for elementary school teachers in 21st century learning. This study uses Research and Development with ADDIE (Analysis, Design, Develop, Implement, and Evaluate) procedures. The trial design used a one group pretest-posttest experimental design. The effectiveness of the model is measured on the understanding and motivation of teachers during the workshop. The subjects of this study were Muhammadiyah elementary school teachers located in Minggir District, Sleman Regency, DIY. The data analysis technique used descriptive statistics (mean, standard deviation, and categorization). The results of the content validity test based on the input of 2 experts who were analyzed using Aiken V showed that in the aspects of content, presentation, and language each got a value of 0.931; 0.918; and 0.934 which means valid. Motivation of 17% of participants is in the high category, 74% is in the medium category, and 9% is in the low category. Self-efficacy, intrinsic values, cognitive strategies, and self-regulation of participants were in the good category. The four supporting factors still need to be improved. While anxiety is in the moderate category, anxiety must be minimized so that the training can be more effective.
Edukasi Cara Sikat Gigi Yang Benar Pada Anak Di Panti Asuhan Ar-Risalah Jihan, Jihan; Kamalia, Noor; Ridhani, Muhammad Dzaki; P, Ariana Wahdata Syam M.; Syah, Dhafina Salsabila; Fatmawati, Laila; Aprilina, Lilik Vera; Mayada, Mayada; Andika, Andika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i6.1199

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut adalah masalah penting yang kerap dihadapi oleh anak-anak, terutama pada anak usia sekolah. Oleh karena itu, diperlukan program edukasi yang dapat memberikan pengalaman baru bagi anak-anak untuk menanamkan kebiasaan pola hidup bersih dan sehat dalam konteks menjaga kesehatan gigi dan mulut. Maka dari itu, dilakukan edukasi cara sikat gigi pada anak dengan tema "Teman Kecil : Senyum Sehat, Petualangan Bersama Gigi yang Kuat" diadakan. Kegiatan edukasi ini dilakukan oleh tim dari Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin di Panti Asuhan Ar-Risalah. Edukasi ini dilakukan dengan melibatkan sesi presentasi, pembagian leaflet, pemutaran video edukasi, dan demonstrasi praktik sikat gigi. Keluaran kegiatan edukasi ini diukur dengan pembagian pre-test dan post-test untuk mengukur pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan intervensi edukasi dilakukan. Hasil post-test menunjukkan bahwasanya ada peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi, metode sikat gigi yang benar, dan pencegahan kerusakan gigi. Peserta menunjukkan adanya kepuasan terhadap kegiatan yang terlaksana, utamanya pada elemen praktis dan elemen interaktif. Secara keseluruhan, intervensi edukasi ini dapat meningkatkan pengetahuan dan praktik untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak di Panti Asuhan Ar-Risalah.
Analysis of High Order Thinking Skills (HOTS) in Objective Test Questions for Science Learning Material in Fourth Grade Elementary School Putri, Nabila Eisa; Fatmawati, Laila
International Journal of Learning Reformation in Elementary Education Vol. 3 No. 03 (2024): International Journal of Learning Reformation in Elementary Education
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/ijlree.v3i03.624

Abstract

Test instruments are crucial assessment aspects for students, utilized to gauge their knowledge abilities during the learning process. Educators or teachers must scrutinize and analyze the tests beforehand to ensure that the questions predominantly assess higher-order thinking skills (HOTS). Learning processes predominantly focusing on lower-order thinking abilities may result in students struggling with questions that require higher-order thinking skills. This study aims to determine the percentage of knowledge dimension aspects, cognitive process dimension, and HOTS content in three supporting books for Science Learning Material in Fourth Grade. It adopts a quantitative descriptive research approach, analyzing a population of 400 multiple-choice questions from three supporting books, with a sample size of 400 questions. Data collection techniques involve observation and documentation methods, utilizing document analysis guideline sheets as instruments. Findings reveal that the percentage of knowledge dimension results across the three supporting books indicate: factual dimension (23.2%, 34%, and 42%), conceptual dimension (54.8%, 47%, and 40%), procedural dimension (19.6%, 16%, and 16%), and metacognitive dimension (2.4%, 3%, and 2%). Regarding cognitive process dimension and HOTS content (C4 to C6), the supporting books yield: remembering level (C1) ranging from 27.2% to 40%, understanding level (C2) ranging from 32.4% to 40%, applying level (C3) ranging from 8% to 12.8%, analyzing level (C4) ranging from 8% to 22%, evaluating level (C5) ranging from 3% to 7.2%, and creating level (C6) ranging from 0% to 1.6%. According to these findings, the three supporting books for Fourth Grade Elementary School Science Learning Material do not adequately meet the criteria for fostering higher-order thinking skills.
Multicultural Competence of Elementary Teacher Education Students Fatmawati, Laila; Prama Dewi, Kirana; Wuryandani, Wuri
International Journal of Elementary Education Vol 7 No 4 (2023): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijee.v7i4.62880

Abstract

Multicultural competence is essential for a country that has diversity, such as Indonesia. At the individual level, multicultural competence helps students appear successful in modern society and achieve personal development to a complete or collective level. People with high multicultural competence can work together to reduce intercultural conflict and build prosperity for all humanity. As elementary teacher candidates, elementary teacher education students are expected to have high multicultural competence. This study aimed to measure the multicultural competence of primary teacher education students. The research method used was a survey by a questionnaire distributed to teacher education students. The data analysis technique used is descriptive statistics. The survey results show that 85 students have very high multicultural competence, 34 students have high multicultural competence, one has medium multicultural competence, and one is very low. Cultural Awareness Competence is 24.57%; understanding of own and others' cultures indicator is 22.52%; Cultural Competence indicator is 24.89%. The Cultural Encounter indicator is 28.02%. It was concluded that elementary teacher education students already have high multicultural competence.
Urgensi Pendidikan Multikultural sebagai Wadah Strategis untuk Menanamkan Karakter Toleransi di Sekolah Dasar Erviana, Vera Yuli; Fatmawati, Laila
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan urgensi pendidikan multikultural sebagai wadah strategis untuk menanamkan karakter toleransi di sekolah dasar. Jenis penelitian merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas atas maupun bawah dari 6 SD di 3 kabupaten di Yogyakarta. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) karakter toleransi mulai luntur pada anak sekolah dasar yang terlihat pada kurang menghormati ketika teman lainnya sedang beribadah; 2) pemahaman siswa dan guru tentang pendidikan multikultural masih sangat minim yang terlihat dari responden yang tidak memahami penjelasan terkait pendidikan multikultural padahal pendidikan multikultural adalah wadah strategis untuk mengembangkan karakter toleransi. Oleh karena itu, pendidikan multikultural dianggap urgen untuk dikenalkan ke siswa dan guru sehingga diharapkan karakter toleransi akan berkembang pula.
PENINGKATAN KOMPETENSI PROFESIONAL MAHASISWA PGSD MENGGUNAKAN MODUL IPS BERBASIS LEARNING CYCLE Fatmawati, Laila
Edukasi: Jurnal Penelitian dan Artikel Pendidikan Vol 9 No 2 (2017): Vol. 9 No. 2 Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/edukasi.v9i2.1856

Abstract

Sebagai calon guru, mahasiswa PGSD diharapkan memiliki kompetensi yang tinggi, salah satunya yaitu kompetensi profesional yang ditunjukkan dari pemahaman konsep dan teori. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi professional mahasiswa PGSD UAD khususnya pada mata kuliah Materi Pembelajaran IPS SD, dengan menggunakan bahan ajar IPS berbasis learning cycle. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang dilakukan secara partisipatif. Berlangsung dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, serta refleksi dan evaluasi. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, tes hasil belajar, serta dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah kualtatif berupa penjabaran secara deskriptif serta dengan analisis kuantitatif dengan bantuan excel untuk mengukur peningkatan kompetensi dan untuk mengukur validitas dan relibilitas instrument dilakukan melalui FGD. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa model pembelajaran learning cycle dapat meningkatkan kompetensi profesionalisme mahasiswa PGSD UAD. Hal ini ditunjukkan melalui peningkatan rata-rata hasil belajar saat pre test dari yang semula hanya 38,5 kemudian meningkat menjadi 76.9 pada post test siklus I dan meningkat lagi menjadi 89.5 pada post test siklus II.
Pengembangan Media Pembelajaran Historical Heritage Berbasis STEM untuk Meningkatkan Literasi Siswa Kelas IV Muhammadiyah Karangploso Jonata, Jonata; Fatmawati, Laila
HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/hjie.2021.11-03

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu, mengembangkan, mengetahui kelayakan serta efektivitas pengembangan media pembelajaran Historical Heritage berbasis STEM untuk meningkatkan literasi dasar siswa. Penelitian ini menggunakan jenis pengembangan (RnD) dengan model ADDIE (Robert Maribe Brach). Menghasilkan bahwa pertama, Media pembelajaran Historical Heritage memperoleh hasil 88,19 (sangat baik) oleh ahli media, penilaian guru kelas IV 98,43 (sangat baik), Penilaian siswa uji lapangan utama dan operasional adalah 90,90 (sangat baik) . Hasil rata-rata media mendapat skor 88,19 (sangat baik). Kedua, pengembangan media Historical Heritage layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran dikelas IV SD. Ketiga, media Historical Heritage dapat dilihat dari uji t-test (13,910) > ttabel (2,045) p0,000<0,05 sehingga sig.0,000<0,05,tolak H0, Maka produk dikembangkan efektif.
Multicultural Disaster Mitigation Education in Elementary Schools: An Inclusive Approach to Disaster Risk Management Wiwik Lestari; Laila Fatmawati
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v7i2.22381

Abstract

Disaster mitigation education at the elementary school level plays a critical role in developing students’ awareness, preparedness, and collective responsibility toward disaster risks. In multicultural urban contexts such as Medan City, however, its implementation remains challenged by learning approaches that emphasize technical knowledge while overlooking socio-cultural diversity. This study explores the implementation of multicultural-based disaster mitigation education in elementary schools in Medan City and examines pedagogical practices and challenges encountered in diverse learning environments. Using a qualitative case study design, data were collected through in-depth interviews with 20 teachers, 50 students, and 10 parents, supported by classroom observations in five multicultural elementary schools. The findings reveal that integrating multicultural values into disaster mitigation education enhances students’ disaster risk awareness while fostering mutual respect, collaboration, and cross-cultural social solidarity. Contextual and inclusive pedagogical strategies enable students to understand disaster mitigation as a shared collective responsibility. Nevertheless, challenges persist, particularly regarding teacher preparedness, curriculum integration, and limited school–community collaboration. This study highlights the importance of culturally responsive curricula, sustained teacher capacity development, and strengthened partnerships among schools, families, and communities to improve the effectiveness of disaster mitigation education in multicultural settings.