Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Achieving Competence Elements of the Prototype Curriculum through Digital Poster of Fantasy Fairy Tales: A Case Study in Elementary School Sujinah; Lusi Afritrianita Agtha Isnandar; Tining Haryanti; Eko Supriyanto
Journal of Pedagogy and Education Science Vol 2 No 01 (2023): Journal of Pedagogy and Education Science
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/jpes.v2i01.114

Abstract

In this article, we demonstrated the utilization of digital poster media of a fantasy fairy tale in learning activities for Indonesian students. By observations, we have found that the participants had a low ability to understand the material. This research was conducted to validate the usability of digital poster media in learning activities. We have designed a digital poster containing fantasy fairy tale material to satisfy our objective. The mentioned poster is then used to achieve the elements of phase D of the prototype curriculum. We used the study method of the Hannafin and Peck development model with three phases (needs assessment, designing, and development and implementation). We have conducted evaluation and revision stages in all phases on the corresponding poster. Based on the calculation of the two validation aspects (i.e., subject and media experts), we obtained the value of subject experts as 87.5%; and media experts as 89.58%. The average of the two validators was 88.54 %. Therefore, both validators stated that the mentioned poster is valid. Thus, this poster has the potential to be applied and to improve the competence of the viewer element.
Preparation to Face Minimum Competency Assessment in Elementary School Retno Dwi Astuti; Eko Supriyanto; Yeny Prastiwi; Minsih Minsih
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 1 (2023): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i1.2502

Abstract

Minimum Competency Assessment (AKM) as a new assessment system needs to be addressed by the organized school by making various preparations. This study aims to describe the preparation in dealing with AKM in Elementary Schools (SD). This research is qualitative research with a phenomenological approach.The subjects in this study were principals and teachers of a public elementary school in the Eromoko sub-district, Wonogiri district. Data was collected by using observation, interview, and documentation techniques. Data analysis techniques using interactive analysis include data collection, reduction, presentation, and conclusion. The results showed that the AKM organizing education unit had prepared rooms and equipment by preparing a waiting room, AKM room, Chromebook, electricity and stable internet. Administrative preparation was done by printing and pasting the required documents. The preparation of students was done by providing socialization, practice about AKM questions using books, and training on the use of computers.
Kualitas Kualitas Video Pembelajaran Teks Eksplanasi Peristiwa 10 November Elemen Membaca dan Memirsa Ngatma'in Ngatma'in; Lailatul Irmiah; Sujinah Sujinah; Tining Haryanti; Eko Supriyanto
Edukasi Lingua Sastra Vol 21 No 1 (2023): Edukasi Lingua Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to describe the quality of the explanatory text learning videos for the events of November 10 based on validity, practicality, and effectiveness. Validity is based on the assessment of material experts and media experts. Practicality based on user assessment and student responses. Effectiveness based on the results of trials in class. This study uses research and development methods. The research model uses ADDIE (Raiser and Mollenda). Data collection instruments use questionnaires and tests. The results of the study show that the learning video of the explanatory text of the events of 10 November has good quality reading and viewing elements. The results of the expert's assessment stated that all aspects of the learning video material were in the very good category (80.68%). The results of the media expert's assessment stated that the learning video design was in the very good category (89.28%). The results of the user assessment stated that all aspects of the learning videos were in the very good category (93%). The results of student responses stated that all aspects of learning videos were in the very good category (83.8%). The trial results stated that all aspects of the learning video were effective and in the very good category (71.42%). Based on data analysis, it can be stated that the learning videos are of high quality and can be used as learning media for explanatory texts on the events of November 10 in class VII-B at SMP Muhammadiyah 17 Surabaya. Keywords: explanatory text, learning video quality Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas video pembelajaran teks eksplanasi peristiwa 10 November berdasarkan kevalidan, kepraktisan, keefektifan. Kevalidan berdasarkan penilaian ahli materi dan ahli media. Kepraktisan berdasarkan penilaian pengguna dan respon peserta didik. Keefektifan berdasarkan hasil uji coba di kelas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan. Model penelitian menggunakan ADDIE (Raiser dan Mollenda). Instrumen pengumpulan data menggunakan angket dan tes. Hasil penelitian menunjukkan video pembelajaran teks eksplanasi peristiwa 10 November elemen membaca dan memirsa berkualitas. Hasil penilaian dari ahli menyatakan bahwa seluruh aspek materi video pembelajaran dalam kategori sangat baik (80,68%). Hasil penilaian dari ahli media menyatakan bahwa desain video pembelajaran dalam kategori sangat baik (89,28%). Hasil penilaian dari pengguna menyatakan bahwa seluruh aspek video pembelajaran dalam kategori sangat baik (93%). Hasil respon peserta didik menyatakan bahwa seluruh aspek video pembelajaran dalam kategori sangat baik (83,8%). Hasil uji coba menyatakan bahwa seluruh aspek video pembelajaran efektif dan dalam kategori sangat baik (71,42%). Berdasarkan analisis data dapat dinyatakan bahwa video pembelajaran berkualitas dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran teks eksplanasi peristiwa 10 November di kelas VII-B di SMP Muhammadiyah 17 Surabaya. Kata Kunci: kualitas video pembelajaran, teks eksplanasi
Peran Ratu Kalinyamat dalam Ornamen Masjid Mantingan dan Makam Mantingan Jepara Wahyono Wahyono; S Pamardi; Suyanto Suyanto; Eko Supriyanto
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 40, No 2 (2023): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v40i2.8110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran Ratu Kalinyamat dalam terwujudnya ornamen yang ada di Masjid dan Makam Mantingan Jepara. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan pendekatan studi kepustakaan dan studi lapangan. Tahap penelitian berupa: (1) pengumpulan data, (2) reduksi data; (3) analisis data; dan (4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah Ratu Kalinyamat sebagai penguasa Jepara, dengan dibantu suaminya Sultan Hadlirin, dan Patih Sungging Badar Duwung berperan penting dalam mewujudkan ornamen yang ada di Masiid dan Makam Mantingan tersebut. Ornamen yang ada dipengaruhi oleh budaya Hindu, Islam dan China. Karakteristik ornamennya merupakan hasil stilasi dari bentuk-bentuk alam yaitu teratai, pohon hayat, kelapa, gunung, kera, burung phoenix, merak, kelelawar, kuda, dan bentuk-bentuk bidang lingkaran, segi enam, kubus, ortogonal, dengan hiasan flora. Pada masa setelahnya, ornamen tersebut telah menjadi inspirasi pengembangan seni dan desain oleh generasi-generasi berikutnya, termasuk industri ukir kayu Jepara.
Transforming learning assessment through a game-based approach for teachers Sukirman; Eko Supriyanto; Isnan Burhanuddin; Damar Dewantoro
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 20 No. 1 (2024): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v20i1.9725

Abstract

[Bahasa]: Evaluasi atau penilaian dalam lingkungan pendidikan merupakan alat untuk mengukur sejauh mana tujuan pembelajaran tercapai. Akan tetapi, penilaian yang dilakukan sebagian besar kurang menyenangkan sehingga dampaknya kurang maksimal. Padahal, penilaian dapat dilaksanakan dengan lebih menyenangkan menggunakan pendekatan penilaian berbasis permainan (GBA), sehingga dapat menciptakan pengalaman belajar dan penilaian yang menyenangkan dan imersif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam mengembangkan GBA dengan fokus pada platform Kahoot!. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yaitu pendekatan kolaboratif yang menekankan pada keterlibatan aktif dan kemitraan dengan anggota komunitas yang mendapat intervensi dari kegiatan itu. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini adalah 39 guru (15 laki-laki, 24 perempuan) di SMKS Sakti Gemolong, Sragen. Hasilnya menunjukkan tingkat kepuasan dan efektivitas yang tinggi, dengan skor rata-rata berkisar antara 4,59 hingga 4,85 dalam berbagai aspek seperti kegunaan kegiatan, perolehan pengetahuan baru, dan niat menerapkan GBA dalam pengajaran. Skor yang sedikit lebih rendah untuk penerapan praktis menunjukkan antisipasi realistis terhadap tantangan dalam penerapan GBA. Namun demikian, tanggapan positif secara keseluruhan, khususnya keinginan untuk berpartisipasi dalam kegiatan serupa di masa mendatang (4,85), menggarisbawahi nilai yang diberikan pada pengembangan profesional berkelanjutan dalam metode pengajaran inovatif. Kata Kunci: penilaian berbasis game, pembelajaran berbasis game, Kahoot, participatory action research [English]: Evaluation or assessment in educational settings is a tool for measuring the extent to which learning objectives are achieved. However, the conducted assessments are mostly less playful, so the impact of it is less effective. On the other hand, an assessment can be carried out more fun with a game-based assessment (GBA) that can create an enjoyable and immersive learning experience. This community service aims to enhance teachers' proficiency in GBA, focusing on platforms like Kahoot!. The method used was Participatory Action Research (PAR), a collaborative approach that emphasizes active involvement and partnership with the community members affected by the issue being studied. Participants involved in this activity were 39 teachers (15 males, 24 females) at SMKS Sakti Gemolong, Sragen. The results reveal high levels of satisfaction and perceived effectiveness, with average scores ranging from 4.59 to 4.85 across various aspects, such as the usefulness of the activity, acquisition of new knowledge, and intent to apply GBA in teaching. The slightly lower score for practical application indicates a realistic anticipation of challenges in implementing GBA. Nevertheless, the overall positive response, particularly the eagerness for future participation in similar activities (4.85), underscores the value placed on continuous professional development in innovative teaching methods. Keywords: game-based assessment, game-based learning, Kahoot, participatory action research
Tubuh Tari Indonesia Sasikirana Dance Camp 2015-2016 Eko Supriyanto
PANGGUNG Vol 28 No 2 (2018): Dinamika Keilmuan Seni Budaya dalam Inovasi Bentuk dan Fungsi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v28i2.550

Abstract

ABSTRACTSardono W. Kusumo, an Indonesian dance master and choreographer once stated that the way to understand dance should start with the study of embodiment before moving to the study of dance in its performative art form. A dancer should be able to process his/her dance by recognizing the complexity of the body and the nerves system and muscles through a creative process, resulting a confident work of performing arts. Through a historical perspective and based on the theory of embodiment, this article tries to convince that dance needs to stand as a repository of cultural memories and therefore is able to represent the habitus of Indonesian dancers. A comprehensive evaluation of the development of Indonesian Dance Festival (IDF) and Sasikirana Dance Camp (SDC) is used as real evidences of how this form of the arts must put forward physical approaches first before creating a reasonable discourse to the acts.Keywords: Dance Camp, choreography lab, embodiment  ABSTRAK Sardono W. Kusumo, maestro dan penata tari Indonesia mengungkapkan bahwa untuk memahami tari harus dimulai dengan mempelajari ketubuhannya sebelum bergerak pada studi tentang tari dalam aspek performatif pertunjukannya. Seorang penari harus mampu memahami dan mendalami kompleksitas tubuh bersamaan dengan system syaraf dan otot tubuhnya sebagai proses kreatif untuk kepercayaan tubuhnya dalam pertunjukan. Melalui perspektif sejarah dan bersumber pada teori ketubuhan, tulisan ini bertujuan menyakinkan para penari, bahwa tubuh tidak hanya sebagai tempat agensi kultur masa lalu, sehingga lebih meyakinkan bahwa tubuh tari Indonesia berakar dari habitatnya. Evaluasi komprehensif atas kegiatan Indonesian Dance Festival (IDF) berserta Sasi Kirana Dance Camp (SDC),dijadikan sebagai pembuktian tentang pentingnya pendekatan fisikal untuk ketubuhan penari sebelum merujuk pada pendekatan bidang seni lainnya.Kata kunci: Dance Camp, lab koreografi, tubuh tari 
Model Pendidikan Inklusif dalam Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Siswa Nina Ariesta; Harsono; Eko Supriyanto
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model pendidikan inklusif dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa di SMAN 1 Sambungmacan, Kabupaten Sragen. Penelitian ini difokuskan pada enam siswa berkebutuhan khusus (ABK), yang terdiri dari tiga siswa perempuan dan tiga siswa laki-laki dengan tantangan yang beragam, meliputi disabilitas fisik, kesulitan konsentrasi belajar, dan disleksia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru, ABK, orangtua ABK, observasi terhadap proses pembelajaran, serta dokumentasi terkait kegiatan dan kebijakan sekolah. Data yang terkumpul dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola-pola yang muncul terkait dengan pengembangan jiwa kewirausahaan pada siswa ABK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pelatihan kewirausahaan berbasis keterampilan praktis, seperti pembuatan kerajinan tangan bernilai jual, berhasil meningkatkan kemampuan kewirausahaan siswa. Selain keterampilan teknis, program ini juga berkontribusi pada pengembangan rasa percaya diri dan kemandirian siswa ABK, yang dapat dilihat dari kemampuan mereka dalam mempromosikan dan menjual produk. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan kebutuhan untuk pelatihan lebih lanjut bagi guru, model pendidikan inklusif ini terbukti efektif dalam memberikan kesempatan yang setara bagi siswa ABK untuk mengembangkan potensi mereka dalam bidang kewirausahaan. Penelitian ini menyarankan bahwa model ini dapat diadopsi oleh sekolah-sekolah lain untuk mendukung pengembangan jiwa kewirausahaan pada siswa berkebutuhan khusus, dengan memperhatikan kebutuhan spesifik mereka serta memperkuat kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
STRATEGI PEMBELAJARAN INOVATIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN MEDIA POWERPOINT DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SDIT MUHAMMADIYAH SINAR FAJAR CAWAS DAN SD MUHAMMADIYAH PK BAYAT Sigit Trihariyanto; Eko Supriyanto; M Muthoifin; Zahrotul Uyun
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11653

Abstract

This research was conducted with the aim of uncovering, analyzing and explaining learning strategies and utilizing PowerPoint media implemented by Islamic religious education teachers in delivering learning materials in the Integrated Islamic Elementary School of Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas and the Special Program Elementary School of Muhammadiyah Bayat. This type of research is field research using a qualitative descriptive approach. The data sources and instruments used in this research are observation, interview and documentation study. Based on the research that has been done, the results show that the Integrated Islamic Elementary School of Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas and the Special Program Elementary School of Muhammadiyah Bayat have implemented the 2013 curriculum. So that teachers have a very important role in education. Among the teacher roles shown in the two schools were the teacher as a planner, manager, implementer, and evaluator. Also, the teacher plays the role of transferring knowledge, fostering noble morals, mediators and facilitators. In the application of Islamic religious education learning strategies with PowerPoint media in the two schools, they can provide motivation and increase student enthusiasm for learning and learning achievements. In utilizing the strategy, it can make the learning process more attractive, effective, efficient and can help in conditioning students in the learning process and increase confidence for Islamic religious education teachers. As for material delivered using this strategy, it is easier to understand and more practical file storage. Supporting factors in implementing Islamic religious education learning strategies with PowerPoint media in Integrated Islamic Elementary School of Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas and Special Program Elementary School of Muhammadiyah Bayat is the ability of teachers to operate computers, the availability of media resources, computer-based facilities, and infrastructure in schools, support from the head school, and the conducive condition of the school environment and the culture of mutual help to help those who are built are quite strong. As for the inhibiting factor is the lack of familiarity of teachers in using PowerPoint media in the learning process, the preparation time is still limited, and the number of computer-based facilities and infrastructure is still limited as well.
UPAYA PENINGKATAN MUTU SEKOLAH DENGAN STRATEG BAURAN PEMASARAN UNTUK KEPUASAN PELANGGANPADA SMP MUHAMMADIYAH SINAR FAJAR CAWAS DAN SMPIT MUHAMMADIYAH AN NAJAH JATINOM KLATEN Agus Mulyadi; Eko Supriyanto; M Muthoifin; Sudarno Shobron
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11654

Abstract

Education is an important thing in life, currently, the education sector is becoming a marginalized part. The right strategy is needed so that the world of education is more advanced and quality. Muhammadiyah Middle School Sinar Fajar Cawas and Muhammadiyah Integrated Islamic Middle School An Najah Jatinom is a new school whose existence has received a good response from the community. The school applies a marketing mix strategy to improve the quality of schools. This research was carried out aiming to find out the steps, supporting and inhibiting factors in the implementation of the Marketing Mix strategy in the Muhammadiyah Junior High School, Sinar Fajar Cawas and in the Integrated Islamic Middle School Muhammadiyah An Najah Jatinom Klaten. This research uses field research methods. Data obtained by observation, interview, and documentation. The steps that have been taken in implementing the Marketing Mix strategy to improve the quality of schools in Muhammadiyah Junior High School Sinar Fajar Cawas and Muhammadiyah Integrated Islamic Middle School An Najah Jatinom Klaten is by applying the 7P step, the step includes, the Product (product) in the form of a variety of selected programs. Price (price), in the form of school fees offered to student guardians with a payment system, can be done directly or via transfer. Place, strategic locations of both schools can be reached by public and private transportation. Promotion is carried out through print, electronic and social media. People (human resources) include educators and education staff who are young and enthusiastic. Physical evidence in the form of school buildings and student learning outcomes reports. Process, the implementation of education in the two schools has met the national education standards. Supporting factors in the implementation of the Marketing Mix strategy at the Muhammadiyah Junior High School Sinar Fajar Cawas are high public interest, educators (teachers) who are still young, passionate and have high creativity, varied programs, educative figures that are represented by prospective students and parents of students. The inhibiting factors in the implementation of the Marketing Mix strategy in Muhammadiyah Sinar Fajar Junior High School are, the lack of school facilities and infrastructure, the network outside of school which is still minimal, and the limited human resources in terms of quantity and quality. Supporting factors in the implementation of the Marketing Mix strategy at An Najah Jatinom Integrated Islamic Middle School are high public interest, young educators (teachers), enthusiasm and high creativity, good, comfortable, and attractive school buildings, and varied programs. The inhibiting factors in the implementation of the Marketing Mix strategy at Muhammadiyah Integrated Islamic Middle School An Najah Jatinom are, the teaching staff is still minimal in terms of quantity and quality, the school is less consistent in program implementation and the lack of learning support facilities
MODEL PENJAMINAN MUTU KETERCAPAIAN KOMPETENSI DASAR DALAM SISTEM PEMBELAJARAN ONLINE PADA SITUASI WORK FROM HOME (WFH) Dwi Astuti; Eko Supriyanto; M Muthoifin
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11655

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan model penjaminan mutu terhadap ketercapaian KD untuk mata pelajaran Pendidikan Agama di tengah wabah Covid19 di satuan pendidikan Sekolah Dasar. Situasi yang tidak normal dalam tatanan pembelajaran karena Covid 19 menuntut pembelajaran untuk mencapai standar kompetensi dasar harus tetap dilakukan, sehingga diperlukan pelaksanaan pembelajaran yang terjamin mutunya dan memenuhi standar kompetensi. Karakteristik mata pelajaran Pendidikan agama yang berdomain utama afektif dan kognitif membutuhkan model penjaminan mutu pembelajaran yang khusus serta disesuaikan dengan karakter siswa di daerah pedesaan dan tingkat Sekolah Dasar (KD). Untuk mencapai tujuan tersebut jenis riset yang ditempuh adalah R & D dengan disertai metode pengumpulan data yaitu wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis mengalir (flow analysis) yang dilengkapi dengan pemodelan yang dikuatkan dengan FGD yang menghadirkan stakeholder. Subyek penelitian dari penelitian ini adalah guru, siswa dan orang tua siswa kelas VI Sekolah Dasar. Sedangkan untuk memperoleh data yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan telah ditempuh trianggulasi dengan cara member check agar diperoleh data yang benar benar valid. Model penjaminan mutu ketercapaian KD untuk mata pelajaran pendidikan agama menempuh sistem sajian melalui youtube dan wa group yang diseleksi dalam dua tahapan agar mutu pembelajaran tergaransi. Tiga tahapan tersebut adalah persiapan yang berusaha mengidentifikasi level dan bobot tuntutan dari pernyataan KD serta menemukan standar instrumen standar mutu, kedua pada tahapan dalam pelaksaan pembelajaran berupa seleksi materi pelajaran yang dikontrol dengan bobot KD sehingga materi dalam youtube dikendalikan dengan kriteria harus memiliki dua domain yaitu kognitif dan afektif. Tahapan ketiga yaitu kontrol mutu yang dilakukan dengan pemberian kuis dan tes terkait dengan penguasaan materi sesuai target KD yang ditetapkan. Keseluruhan tahapan selalu dikontrol dengan instrumen standar mutu yang dikeluarkan oleh Kemdikbud khusus Sekolah Dasar. Model penjaminan mutu disesuaikan feasiblitasnya melalui FGD yang diadakan dengan melibatkan stakeholders.