Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

SELF MARKETING : SENI MEMASARKAN DIRI BAGI KALANGAN REMAJA MELALUI MEDIA SOSIAL Yoyoh - Hereyah; Farid Hamid Umarella; Engga Probi Endri
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1764

Abstract

Media sosial merupakan bentuk interaksi masa kini yang dapat menghubungkan semua orang melalui internet. Ada banyak fasilitas yang diberikan oleh media sosial untuk membantu kita menyalurkan segala apapun yang ingin kita lakukan dan butuhkan. Kita harus dapat mengelola penggunaan media sosial secara produktif agar dapat bermanfaat untuk diri kita. Kemajuan ini harus dimanfaatkan untuk membentuk, salah satunya adalah kegiatan self marketing. Kalangan remaja terutama pelajar SMPN 20 Kota Tangerang Selatan adalah salah satu pengguna media social yang biasanya memposting tentang kegiatan pribadinya, curhatannya, serta foto-foto bersama teman-temannya. Semakin aktif seorang remaja atau pelajar SMPN 20 Kota Tangerang Selatan di media sosial maka mereka semakin terasah kemampuannya untuk menggunakan media social tersebut bagi pengembangan kemampuan dirinya. Termasuk di dalamnya adalah wujud eksistensi sebagai media aktualisasi diri. Eksistensi diri merupakan segala kemungkinan yang apabila direalisasikan dapat mengarahkan individu pada keberadaan autentik, yaitu manusia menjadi dirinya sendiri, mengambil tanggung jawab untuk menjadi dirinya sendiri. Atas alasan itulah memahami konsep self marketing, self promotion dan personal branding menjadi hal penting sebagai cara untuk meningkatkan ‘nilai jual’ seseorang. Melalui self marketing, self promotion, dan personal branding, dapat disatukan hal-hal utama pada individu yang melibatkan skill, kepribadian, dan karakter yang dibungkus sebagai identitas yang kuat dibanding identitas diri orang lainnya. Mengingat setiap individu memiliki aspek yang unggul dalam dirinya ataupun kelemahan terkait dengan penguasaan dalam bidang pekerjaannya, maka melakukan usaha peningkatan kompetensi melalui kegiatan self marketing di media social adalah salah satu langkah yang harus dilakukan
STRATEGI PROMOSI DIGITAL DALAM MEMPERTAHANKAN EKUITAS MERK DI ERA NEW NORMAL (STUDI KASUS PADA PT. JAVA FESTIVAL PRODUCTION 2022) Tsar Syahputra Yatna; Yoyoh Hereyah
Jurnal Visi Komunikasi Vol 21, No 02 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/visikom.v21i02.17377

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap bagaimana analisa SWOT strategi promosi digital PT. Java Festival Production, serta bagaimana strategi promosi digital PT. Java Festival Production dalam mempertahankan ekuitas merek. Akibat pandemi, kiblat komunikasi cukup berubah. Perkembangan strategi promosi digital menimbulkan persaingan agar merek dapat menempati posisi teratas. Analisis SWOT digunakan pada asumsi bahwa suatu strategi yang efektif akan meminimalkan kelemahan dan ancaman  Kemudian teori strategi komunikasi digital untuk mengetahui fokus segmen yang paling bernilai bagi perusahaan pada saat merancang strategi pemasaran produk dan cara penyampaian pesan yang paling relevan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dibantu dengan metode studi kasus.  PT. JFP menggunakan tiga tahapan utama dalam menjalankan  strategi promosi digital yakni;  Tahap strategy formulation, strategy implementation, strategy evaluation. Kata Kunci : SWOT, Strategi Promosi Digital, Ekuitas Merek, New Normal
Communication Strategy For Handling Public Service Complaints On Instagram Account @disdukcapilkabtangerang Didi Sunardi; Yoyoh Hereyah; Afdal Makkuraga Putra
International Journal of Social and Management Studies Vol. 4 No. 1 (2023): February 2023
Publisher : IJOSMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5555/ijosmas.v4i1.269

Abstract

The quality of public services is still not sufficient to achieve community satisfaction. This is indicated by the presence of public complaints about public services. The government's implementation of public services still faces ineffective and inefficient government systems, and public dissatisfaction with public services is common due to the inadequate quality of human resources. Tangerang Provincial Provincial Ordinance No. 07 of 2010 on the Implementation of Population Control stipulates that the Population and Citizenship Status Service is obliged to issue population documents within 14 working days after receiving complete and accurate required documents. says. The purpose of this study is to describe communication strategies for dealing with public service complaints on the @disdukcapilkabterang Instagram account.This research examines communication strategy, organizational communication, digital communication, new media theory, social media, social media characteristics, public characteristics (intagram followers), handling public service complaints to increase public satisfaction.This study uses a case study method with a qualitative approach, with a constructivism paradigm and data collection techniques by interviewing eight people who have an important role on social media Instagram @disdukcapilkabtangerang. With data validity techniques using data triangulation.The results showed that there was a communication strategy for handling public service complaints on Instagram @disdukcapilkabtangerang, namely the Strategy for Handling Public Service Complaints at the Tangerang Regency Population and Civil Registration Service, Interactive Communication Strategy with the Community (Follower Instagram), Strategy for Sharing Tasks for Managing Instagram @disdukcapilkabtangerang, and Implementation Strategy Complaint Handling SOP. These communication strategies have been going well since the formation of Instagram and the entry of public complaints against public services in 2019.
PENGELOLAAN KONTEN INSTAGRAM KEMENKO PMK DALAM MEMBENTUK BRAND AWARENESS (Studi Kasus pada Instagram @kemenko_pmk) Nisa Amalia; Yoyoh Hereyah
MediaKom : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol 11, No 2 (2021): Mediakom Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengunaan Instagram seringkali di manfaatkan sebagai alat untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk membangun brand awareness melalui eWOM (Electronic Word of Mouth) yang tercipta dari komentar pengguna tentang produk atau layanan yang diposting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tim media sosial mengelola pesan dalam membantuk brand awareness dan bagaimana awareness masyarakat mengenai konten tersebut. Menggunakan teori pengelolaan pesan dan brand awareness. Penelitian ini menggunakan paradigma kontruktivis dengan metode stadi kasus. Peneliti menggunakan wawancara mendalam dengan 3 narasumber pengelola instagram Kemenko PMK dan 15 followers Kemenko PMK. Teknis analisis dengan reduksi data, display data, mengambil keputusan dan verifikasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam mengelola instagram, Tim Kemenko PMK belum melaksanakan tugasnya dengan efektif sehingga instagram tidak interaktif dan tidak menarik sehingga Masyarakat kurang mengetahui peran, fungsi dan tugas dari Kemenko PMK dikarenakan minimnya informasi yang diberikan. Sarannya adalah dapat menetapkan audiens dan strategi konten, menerapkan copywriting, memperbanyak konten menarik dan menjadikan instagtam sebagai media sosial komunikasi 2 arah.
KOMUNITAS MEREK SEBAGAI AGEN PENGUATAN BRAND IMAGE (Studi Kasus Pada Xpander-Mitsubishi Owner Club Indonesia) Zulfikar, Muhammad Ermiel; Hereyah, Yoyoh; Simamora, Santa Lorita; Wahjuwibowo, Indiwan Seto
Jurnal Visi Komunikasi Vol 23, No 01 (2024): MEI 2024
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/visikom.v22i02.19279

Abstract

Komunitas merek bukan lagi sebagai sekumpulan orang ataupun kelompok sosial yang terbentuk atas dasar kedekatan atau minat yang sama terhadap suatu merek atau produk tertentu. Seiring dengan berkembangnya teknologi dan informasi, komunitas merek juga bisa memainkan peran sebagai agen penguatan brand image dari produk yang disukai dengan segala aktivitas yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana Xpander-Mitsubsihi Owner Club (X-MOC) Indonesia sebagai komunitas merek, berperan menjadi agen penguatan brand image dari Mitsubishi Xpander. Penelitian ini didasari oleh sejumlah teori mengenai motivasi pengguna Mitsubishi Xpander mengikuti komunitas merek, begitu juga dengan ragam kegiatan X-MOC Indonesia yang turut menguatkan brand image Mitsubishi Xpander. Metode penelitian yang digunakan berupa pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data dilakukan lewat wawancara, observasi dan studi dokumen. Paradigma penelitian yaitu paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus single case study. Sumber data dalam penelitian ini dibagi menjadi data primer dan sekunder, yang mana data primer dihasilkan lewat wawancara mendalam (In-depth interview) dengan informan, antara lain Ketua Umum, Pengurus dan member komunitas X-MOC Indonesia. Sementara data sekunder merupakan informasi yang berasal dari dalam maupun dari luar komunitas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa X-MOC Indonesia memiliki segala aspek bagi sebuah komunitas merek untuk menjadi agen penguatan brand image Mitsubishi Xpander. Anggota X-MOC juga bisa menjadi sebuah kekuatan dahsyat dan tidak terpisahkan dari merek kendaraan yang mereka digunakan, yakni Mitsubishi Xpander. Partisipasi komunitas merek dapat merangsang munculnya tindakan promosi mulut ke mulut (word of mouth), menciptakan brand image yang baik hingga mempertahankan konsumen dengan mencegah timbulnya niat untuk beralih ke merek lain (switching intention).
Manajemen komunikasi risiko terhadap bencana kebakaran gedung Andrianto, Rahadian; Gusfa, Henni; Hereyah, Yoyoh
Histeria Jurnal: Ilmiah Soshum dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2024): Histeria: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/histeria.v3i1.1043

Abstract

Bahaya kebakaran merupakan bencana yang tidak dapat di prediksi kapan datangnya. Kerugian harta benda maupun nyawa seakan ada didepan mata. Komunikasi merupakan kunci keberhasilan dalam mitigasi risiko kebakaran, kesiapsiagaan, respon dan antisipasi kejadian kembali. Proses manajemen komunikasi risiko kepada pengelola dan penghuni gedung dapat mengurangi kerugian baik harta benda maupun jiwa dan mengantisipasi bencana kebaran terjadi lagi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi risiko berbabasis bangunan tinggi di Provinsi Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, paradigma konstruktivis teknis analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan pada saat pra penelitian, selama penelitian dan pasca penelitian. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumen. Subjek penelitian adalah pengelola gedung dan Disgulkarmat Provinsi DKI Jakarta. Hasil dari penelitian ini adalah manajamen komunikasi risiko dapat menjadi kunci dalam menghadapi bahaya bencana kebakaran, kemudian diperlukan strategi dalam penyampain pesan komunikasi risiko kebakaran pada pengelola gedung.
Pemanfaatan IG Sebagai Sarana Promosi Dan Arena Pengembangan Bisnis Di Era Digital Bagi Pemangku Kepentingan Kota Tangerang Selatan Hereyah, Yoyoh -; Umarella, Farid Hamd; Supriyanto, Agus
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2246

Abstract

Media sosial merupakan bentuk interaksi masa kini yang dapat menghubungkan semua orang melalui internet. Ada banyak fasilitas yang diberikan oleh media sosial untuk membantu kita menyalurkan segala apapun yang ingin kita lakukan dan butuhkan. Kita harus dapat mengelola penggunaan media sosial secara produktif agar dapat bermanfaat untuk diri kita. Kemajuan ini harus dimanfaatkan untuk membentuk, salah satunya adalah kegiatan promosi bisnis. Pemangku kepentingan dalam hal ini adalah pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tangerang Selatan adalah salah satu pengguna media social yang biasanya memposting tentang kegiatan komunitasnya, display, serta foto-foto bersama dalam berbagai kegiatan. Semakin aktif penggunaan platform media sosial, mereka semakin berpeluang mengembangkan bisnis dan promosinya, maka melakukan usaha peningkatan kompetensi melalui kegiatan pelatihan pemanfaatn media Instagram adalah salah satu langkah yang harus dilakukan.
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN SEKOLAH DALAM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU Zulni, Abdul Hamid; Yuliawati, Elly; Hereyah, Yoyoh
MediaKom : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol 13, No 2 (2023): Mediakom Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/mediakom.v13i2.22574

Abstract

Communication concerning social life is marketing communication. An educational institution requires marketing communications due to introducing the educational institution to the wider community. This study aims to determine the school's marketing communication strategy in accepting new students at the State Islamic Senior High School (MAN) 3 Palembang, South Sumatra Province. It is known that at MAN 3 Palembang the number of new students tends to fluctuate because MAN 3 Palembang has not implemented the right marketing communication strategy. SWOT analysis theory explains the strengths, weaknesses, opportunities and threats that occur. Furthermore, in marketing science there is also STP (Segmenting, Targeting, and Positioning) as a marketing strategy. This study uses a descriptive qualitative method with a constructivism paradigm. Based on the results of the study, it shows that the school marketing communication strategy in accepting new students at the State Islamic Senior High School (MAN) 3 Palembang, South Sumatra Province, which has been carried out/so far has been running in the PPDB process, is to use a push strategy and a pull strategy. The marketing communication strategy model that can be implemented in the future by MAN 3 Palembang is to continue implementing the superior programs that have been running so far.
PEMANFAATAN MEME SEBAGAI SARANA PROMOSI BAGI PELAKU USAHA UMKM DI WILAYAH TANGERANG SELATAN Hereyah, Yoyoh; Supriyanto, Agus; Ahmadi, Muhammad Didi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2405

Abstract

Media sosial merupakan bentuk interaksi masa kini yang dapat menghubungkan semua orang melalui internet. Ada banyak fasilitas yang diberikan oleh media sosial untuk membantu kita menyalurkan segala apapun yang ingin kita lakukan dan butuhkan. Kita harus dapat mengelola penggunaan media sosial secara produktif agar dapat bermanfaat untuk diri kita. Kemajuan ini harus dimanfaatkan untuk membentuk, salah satunya adalah kegiatan promosi bisnis. Pemangku kepentingan dalam hal ini adalah pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tangerang Selatan adalah salah satu pengguna media social yang biasanya memposting tentang kegiatan komunitasnya, display, serta foto-foto bersama dalam berbagai kegiatan. Semakin aktif penggunaan platform media sosial, mereka semakin berpeluang mengembangkan bisnis dan promosinya, maka melakukan usaha peningkatan kompetensi melalui kegiatan pelatihan pemanfaatn meme adalah salah satu langkah yang harus dilakukan
KOMPETENSI KOMUNIKASI ORGANISASI DAN MODEL 4C GUNA BRANDING DAN MEMBANGUN REPUTASI MELALUI MEDIA SOSIAL Pandjaitan, Rosmawaty Hilderiah; Ganiem, Leila Mona; Hereyah, Yoyoh
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2268

Abstract

The Association of Indonesian Catering Experts (Ikaboga Indonesia) is a social organization with 28 DPDs in 28 Provinces, providing many courses and training in Catering. It is not easy to control; it requires organizational communication competence because it is essential to lead and maintain the organization's running and effectively achieve organizational goals. In the 4C Model, competencies (critical thinking, communication, collaboration, and creativity) are 21st Century Skills. So that Ikaboga Indonesia's activities are widely known and trusted, this can include using social media as a branding and reputation-building medium. Moreover, it is known that 60% of Indonesia's population uses social media. Branding is essential because it can place an organization's name above other competitors, and reputation is critical because it can carry positive attributes and provide sustainable profits. This is the urgency and background of this training. The aim is for Ikaboga Indonesia Chairs to improve their organizational communication competence and the 4C Model, both for branding and building reputation through social media. This activity was carried out hybrid (offline and online) on February 6, 2024, in the Hall, Fl. 7 Tedja Buana Building, Menteng, Central Jakarta. It uses presentation, question and answer, discussion, practice, and simulation methods. One hundred fifty-nine participants participated, 44 (27.8%) offline and 115 (72.2%) online. Get positive responses, rated as needed, helpful, and engaging.