Claim Missing Document
Check
Articles

Collaborative Model for Using Village Funds to Support Maternal and Child Health Resilience in Cirebon Regency Jati, Sutopo Patria; Budiyanti, Rani Tiyas; Nandini, Nurhasmadiar; Yunita Dewanti, Nikie Astorina; Kusariana, Nissa
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1: March, 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.193 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i1.841

Abstract

COVID-19 disease has the potency to increase maternal and child mortality rates. It is because pregnant women and children include the vulnerable groups. To increase maternal and child health resilience during the COVID-19 pandemic, community empowerment was needed. Many programs can be done through innovative planning and budgeting. The village fund can be an alternative solution in this condition. This research was qualitative research that used Focus Group Discussion with the participant contains village head, cadres, health professional, Department of Health agent, Village Community Empowerment Service, Regional Planning and Development Agency in the Cirebon Regency.  Based on the research, maternal and child health resilience could be improved through developing the innovation program related to maternal and child health such as support in COVID-19 vaccination to pregnant women, support to high-risk pregnant women, and so on. The collaborative model could be done between village funding, Corporate Social Responsibility (CSR), Family Welfare Empowerment’s funding, and non-governmental funding.  To identify the situation analysis it can be done through discussion at the village level (Musdes). It also can collaborate the maternal and child program with the national program, adaptation of new habits, and strategic local issues.Abstrak: Penyakit COVID-19 berpotensi meningkatkan angka kematian ibu dan anak. Sebab, ibu hamil dan anak-anak termasuk kelompok rentan. Untuk meningkatkan ketahanan kesehatan ibu dan anak di masa pandemi COVID-19, diperlukan pemberdayaan masyarakat. Banyak program yang dapat dilakukan melalui perencanaan dan penganggaran yang inovatif. Dana desa bisa menjadi alternatif solusi dalam kondisi ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode Focus Group Discussion dengan peserta terdiri dari kepala desa, kader, tenaga kesehatan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah di Kabupaten Cirebon. Berdasarkan penelitian, ketahanan kesehatan ibu dan anak dapat ditingkatkan melalui pengembangan program inovasi terkait kesehatan ibu dan anak seperti dukungan vaksinasi COVID-19 pada ibu hamil, dukungan pada ibu hamil risiko tinggi, dan sebagainya. Model kolaboratif dapat dilakukan dengan dukungan dana desa, Corporate Social Responsibility (CSR), pendanaan PKK, dan swadaya masyarakat. Untuk mengetahui kebutuhan serta analisis situasi, diskusi dapat dilakukan melalui musyawarah tingkat desa (Musdes). Kolaborasi program dan pendanaan juga dapat dilakukan dengan menginsersikan program kesehatan ibu dan anak dengan program strategis nasional, adaptasi kebiasaan baru, dan program strategis terkait isu lokal.
Pelatihan Ovitrap Untuk Pengendalian DBD Di Kota Semarang Martini, Martini; Adi, M. Sakundarno; Kusariana, Nissa; Udiyono, Ari; Fauzi, Muh
Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 Number 1 Year 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jurnalempathy.v6i1.288

Abstract

Background: Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a significant and growing global public health challenge in subtropical regions, affecting millions of people worldwide. Ovitrap is an innovation aimed at effectively controlling mosquito populations and reducing the risk of diseases like DHF. The ovitrap training aims to enhance public understanding of dengue vector control and to develop skills in effectively using ovitraps to prevent the spread of disease. Methods: The activity began with an explanation and determination of the schedule in collaboration with partners. The implementation included a pre-test, the delivery of materials on mosquito vector control and ovitrap techniques, demonstrations, participant practice, and was concluded with a post-test to evaluate understanding. Results: The increase in the average knowledge score of participants from 7.86 to 9.00 after the activity was supported by the results of the Wilcoxon Signed-Rank test with a significance value (p-value) of 0.006 (p<0.05) which means there is a significant difference between the average knowledge before and after the activity. Conclusion: The training on ovitrap techniques for DHF control succeeded in improving the community's understanding and skills in managing the risk of DHF disease spread. The community is advised to routinely use ovitraps to control mosquito populations and be accompanied by maintaining environmental hygiene.
Edukasi Teknologi Nyamuk Aedes Ber-Wolbachia dalam Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Budiyanti, Rani Tiyas; Kusariana, Nissa
Jurnal Pengabdian West Science Vol 3 No 09 (2024): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v3i09.1570

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi permasalahan di Indonesia. Inovasi Nyamuk Aedes Ber-Wolbachia mulai diterapkan dalam menaggulangi penyakit tersebut. Program tersebut telah diujicobakan pada beberapa tempat salah satunya di Kota Semarang. Meski demikian, masih terdapat penolakan dari masyarakat terkait teknologi tersebut. Oleh karena itu dilakukan edukasi terkait nyamuk Aedes Ber-Wolbachia yang dilakukan menggunakan e-booklet yang dibagikan kepada kader melalui grup whatsaap pada bulan Agustus 2024. Kegiatan ini mendapatkan respon yang baik dari kader dan diharapkan dapat menjadi media edukasi bagi kader dalam memberikan informasi kepada masyarakat.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SENTIMEN PUBLIK TERHADAP KEBIJAKAN WOLBACHIA-AEDES Budiyanti, Rani; Kusariana, Nissa
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 11 No 3 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v11i3.1966

Abstract

Dengue fever represents a significant public health challenge in Indonesia. The Wolbachia-Aedes mosquito policy innovation, designed to impede dengue virus transmission, has been implemented in various urban areas as an effective control strategy. Nevertheless, public acceptance has emerged as a crucial determinant of the policy's successful implementation. This study seeks to examine public perceptions and sentiments concerning the Wolbachia-Aedes policy implementation. A quantitative approach with a cross-sectional design was employed in this study. A total of 110 respondents were selected through cluster sampling in Tembalang, Semarang City, Indonesia. Data collection was conducted via interviews utilizing a structured questionnaire. Findings indicate that 53.6% of respondents held a positive perception of the policy. This perception was significantly influenced by factors related to knowledge and information access (p<0.05). However, the majority of respondents underscored the necessity for enhanced dissemination and improved education regarding the Wolbachia-Aedes policy. Future research should investigate the potential adverse impacts of the Wolbachia-Aedes policy and provide more comprehensive scientific evidence. Additionally, intensive risk communication and outreach are imperative to cultivate greater community support for the policy's implementation.
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi-Diabetes Mellitus pada Peserta Prolanis Penderita Hipertensi Putri, Cathleya; Udijono, Ari; Kusariana, Nissa; Martini, Martini
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ihis.v%vi%i.29238

Abstract

Latar belakang: Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan Diabetes Mellitus tipe 2 menjadi masalah kesehatan yang terus meningkat di Indonesia, sekitar 73% dari 1.863.000 total kematian di Indonesia diduga akibat PTM. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) bertujuan memantau dan mengendalikan faktor risiko PTM, namun capaian indikator kesehatannya belum optimal. Metode: Desain penelitian adalah potong lintang dengan total sampling pada seluruh peserta aktif yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan kuesioner modifikasi STEPwise WHO, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia lanjut, berjenis kelamin perempuan, berpendidikan menengah, dan tidak memiliki pekerjaan formal. Sekitar sepertiga mengalami kelebihan berat badan, konsumsi buah–sayur rendah, serta hampir setengah responden mengonsumsi garam berlebih. Meskipun sebagian besar bukan perokok aktif, paparan asap rokok pasif di rumah masih tinggi. Pengukuran klinis menunjukkan lebih dari sepertiga mengalami tekanan darah tinggi, dan sebagian yang diperiksa mengalami hiperglikemia. Analisis bivariat menunjukkan status tidak bekerja berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi–DM tipe 2 pada kelompok hipertensi (POR=3,411; 95% CI:1,030-11,290), sementara faktor risiko lain tidak menunjukkan hubungan signifikan. Simpulan: Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya strategi pengendalian terpadu untuk hipertensi dan DM tipe 2 pada populasi Prolanis, termasuk edukasi gizi berbasis konteks lokal, pengurangan konsumsi garam dan peningkatan konsumsi buah–sayur, pengendalian berat badan, serta intervensi keluarga untuk mengurangi paparan asap rokok pasif.
Health Education for Bed Bug Control Among Islamic Boarding School Students in Semarang City Martini, Martini; Adi, Mateus Sakundarno; Kusariana, Nissa; Udiyono, Ari; Fauzi, Muh
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 12, No 1 (2026): Maret
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpkm.100841

Abstract

Bed bugs (Cimex spp.), locally known as tinggi, kepinding, or tumbila, are blood-sucking insects that inhabit dark, damp areas, including mattresses and sofas. The two main species are Cimex lectularius and Cimex hemipterus, with C. hemipterus being common in tropical regions, including Indonesia. Although their prevalence previously declined, bed bug infestations have re-emerged in recent decades, largely due to increased mobility of people and goods. This activity was conducted at the At-Taqwa Orphanage in Semarang City to improve students’ knowledge of bed bugs and their control through health education. This community service activity used a one-group pre-test and post-test design and involved 22 participants. The activities included a pre-test, an interactive education session, and a post-test. The results showed that most participants were unaware of bed bugs or their presence before the intervention. After the educational session, participants demonstrated a significant increase in knowledge and awareness. In addition to improving knowledge, this activity produced a positive outcome by strengthening participants’ awareness and their ability to independently implement bed bug prevention measures in their living environment. Health education was effective as a preventive strategy, and similar programs should be implemented regularly to improve environmental hygiene and overall public health quality.
Co-Authors Afianto, Rery Agus Subagio Akhmad Purnianto Ali Rahayu Alya Amarie Amira Nada Fatikha Anggi Gian Saputra Anisa Ayu Yolanda Apriliana, Indah Arfian Azwar Ari Udijono Ari Udiyono Ari Udiyono Ari Udiyono Ari Udiyono Arie Wurjanto Arie Wurjanto Arisca Dewi Safitri Bagoes Widjanarko Budiyanti, Rani Chaca Ramadhani Daniswara, Sabrina Dela Rosa, Satya Kirana Desy Hafidhotul Ilmi Dominggus Ongky Diaz Dwi Agustin Ronawati Dwi Sutiningsih Emi Utami Evi Nurmalasari Fauzi, Muh. Ginanjar, Sutan Harya Hayati Era Novroza Henry Setyawan Susanto Henry Setyawan Susanto Herlysse Jorghi BP Hidayat, Muhammad Rizky Insani Kamilia Tanjung Irfany, Ghina Salsabila Irneta Bela Novita Istiqomah Istiqomah Jorghi, Herlysse Jorghi Kautsari Meitia Nurzaeni Kusuma, Syifa Ayu Larasati, Imeilda Lintang Dian Saraswati M Arie Wurjanto M Sakundarno Adi M. Arie Wuryanto M. Arie Wuryanto M. Sakundarno Adi Mailana, Alfiko Aditya Martini Martini Martini Martini Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Mochammad Hadi Moh Arie Wurjanto Moh Arie Wurjanto Moh. Arie Wurjanto Moh. Arie Wurjanto Moh. Arie Wuryanto Muh Fauzi, Muh Muh, Fauzi Muhammad Arief Munandar Muhammad Iqbal Kurniawan Nayla, Sonya Maharani Anindya Ni Putu Desinta Naninda Carisa Putri Nikie Astorina Yunita Dewanti Nourma Shofia Fitriani Nur Faizah Nurhasmadiar Nandini Nursanti, Aulia Dwi Nurtiyana Mawarni Nurwijayanti Praba Ginandjar Praba Ginandjar Prabandari, Ratri Priyantama, Elfrado Mosis Putri, Cathleya Putri, Fanindita Widyantoro Rahmita Damayanti Rani Tiyas Budiyanti Rani Wijayanti Rery Afianto Retno Hestinigsih Retno Hestiningsih Retno, Hestiningsih Reyzi Hanandita Nariswara RR. Ella Evrita Hestiandari Rushadi Rushadi Salma Sabira Sari, Arlyn Manggar sheila choirunnisa Shifanandita, Novelly Sri Yuliawati Sri Yuliawati Sri Yuliawati Sudiharto, Miko Sudjut Haryanto Sutopo Patria Jati Tri Amelia Rahmitha Helmi Tutut Okta Hardiyanti Tutut Okta Hardiyanti Ulfa Nur Azizah Ulviana, Nurul Isro Vivi Septi Ariyani Wiwik Handayani Wurjanto, Moh Arie Yuni Prihatin Ningtyas Yusup, Nur Avinda Zahrah Nabila Shidqi Zulfah Fitria Fajriahadun Ni&#039;mah