Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS KANDUNGAN TIMBAL (Pb) UDANG REBON (Acetes sp) HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN SOCCAH KABUPATEN BANGKALAN Roihatul Jannah; Haryo Triajie
Juvenil Vol 1, No 4 (2020)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v1i4.8952

Abstract

ABSTRAKPerairan Soccah merupakan lokasi nelayan mencari ikan atau organisme laut lainnya seperti udang rebon (Acetes Sp). Udang rebon (Acetes Sp) pada perairan ini memiliki banyak peminat dan ada beberapa dikirim ke Gresik. Pada perairan Soccah juga menjadi jalur transportasi untuk kapal-kapal besar seperti kapal batu bara dan adanya perusahaan reparasi kapal di sekitar situ sehingga banyak kapal terlihat di daerah situ. Adanya kegiatan tersebut bisa menjadi sumber masuknya Pb keperairan. Sifat logam berat yang terakumulasi menyebabkan dampak berbahaya bagi biota laut dan manusia yang mengkonsumsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi Pb pada udang rebon (Acetes Sp), air dan batas konsumsi. Pengambilan sampel diambil 3 kali per stasiun. Sampel terdiri dari sampel udang rebon (Acetes Sp) dan sampel air yang dianalisa nilai konsentrasi Pb pada udang rebon dan perairan menunjukkan hasil pada stasiun 1 memiliki nilai sebesar 0,154 – 0,165 mg/kg dan 0,021 – 0,032 mg/l untuk stasiun 2 memiliki nilai sebesar 0,163 – 0,174 mg/kg dan 0,013 – 0,024 mg/l. Batas konsumsi maksimum udang rebon pada pada stasiun 1 sebesar 9,27 kg 1 dan stasiun 2 sebesar 8,21 pe rminggu.Kata Kunci: Pb, Batas Konsumsi Mingguan, Udang Rebon (Acetes Sp).ABSTRACTSoccah waters are the location of fishermen looking for fish or other marine organisms such as rebon shrimp (Acetes Sp). Shrimp rebon (Acetes Sp) in these waters have many enthusiasts and there are some sent to Gresik. In the waters of Soccah it is also a transportation route for large ships such as coal ships and there is a ship repair company around there so that many ships are seen in the area. The existence of these activities can be a source of entry into Pb water. The accumulation of heavy metals causes harmful effects for marine biota and humans who consume them. This study aims to determine the Pb concentration in rebon shrimp (Acetes Sp), water and consumption limits. Sampling was taken 3 times per station. The sample consisted of rebon shrimp samples (Acetes Sp) and water samples analyzed Pb concentration values in rebon shrimp and waters showed results at station 1 had a value of 0.154 - 0.165 mg / kg and 0.021 - 0.032 mg / l for station 2 had a value of 0.163 - 0.174 mg / kg and 0.013 - 0.024 mg / l. The maximum limit of weekly consumption of rebon shrimp at station 1 is 9.27 kg 1 and station 2 is 8.21 kg.Keywords: The Concentration of PB, Limit of Weekly Consumption, Rebon Shrimp (Acetes Sp).
TINGKAT KEASAMAN PESISIR PERAIRAN KAMAL KABUPATEN BANGKALAN MADURA PADA MUSIM PERALIHAN Wildan Vahyus Alif Alimby; Haryo Triajie
Juvenil Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v2i3.11767

Abstract

ABSTRAKTingginya kandungan organik dalam perairan laut dapat menyebabkan penurunan ion bikarbonat dan peningkatan gas CO2. Penurunan dari ion bikarbonat dan peningkatan gas CO2 menyebabkan keasaman pada perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai alkalinitas, CO2 dan pH. Mengetahui perbedaan dan sebaran nilai alkalinitas, CO2 dan pH di perairan pesisi Kamal. Metode yang digunakan untuk mengambil sampel menggunkan purposive sampling sedangkan untuk menganalisis sampel menggunakan titrasi volumetri.  Hasil yang diperoleh untuk suhu 29.5-35 ℃, salinitas berkisar 32-37ppt, intensitas cahaya 0-964 lux. Nilai alkalinitas pada siang hari berkisar 108-113mg/l sedangkan pada malam hari berkisar 107-109mg/l. Nilai pH pada siang hari berkisar 7.87-8.32 sedangkan pada malam hari berkisar 7,85-8,09. Nilai karbondioksida pada siang hari berkisar 5.3269 -19.3101mg/l sedangkan pada malam hari berkisar 0-24.6371mg/l. nilai alkalinitas pada siang hari berkisar 112-117.9mg/l sedangkan pada malam hari berkisar 105.6-110.4mg/l. Nilai pH pada siang hari berkisar 7.94-8.44 mg/l sedangkan pada malam hari berkisar 7.79-7.99mg/l. Nilai karbondioksida pada siang hari berkisar 0-11.9856 mg/l sedangkan pada malam hari berkisar 0.6659-27.3005mg/l.Kata kunci: Alkalinitas, karbondioksida, pH, dan pesisir Kamal.ABSTRACTThe high organic content in marine waters can cause a decrease in bicarbonate ions and an increase in CO2 gas. Decrease in bicarbonate ions and increase in CO2 gas causes acidity in the waters. This study aims to determine the value of alkalinity, CO2 and pH. Knowing the difference and distribution of alkalinity, CO2 and pH values in the coastal waters of Kamal. The method used to take the sample used purposive sampling while the sample used volumetric titration. The results obtained for temperatures 29.5-35 ℃, salinity ranges from 32-37ppt, light intensity 0-964 lux. Alkalinity values during the day ranged from 108-113mg / l while at night ranged from 107-109mg / l. The pH value during the day ranges from 7.87-8.32 while at night ranges from 7.85-8.09. The value of carbon dioxide during the day ranges from 5.3269 -19.3101mg / l while at night ranges from 0-24.6371mg / l. Alkalinity values during the day ranged from 112-117.9mg / l while at night ranged from 105.6-110.4mg / l. The pH value during the day ranges from 7.94-8.44 mg / l while at night ranges from 7.79-7.99mg / l. The value of carbon dioxide during the day ranges from 0-11.9856 mg / l while at night ranges from 0.6659-27.3005mg / l.Key words: Alkalinity, carbon dioxide, pH, and Kamal coast.
TINGKAT PENCEMARAN ORGANIK BERDASARKAN KONSENTRASI BIOLOGICAL OXYGEN DEMAND (BOD), CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD), DAN TOTAL ORGANIC MATTER (TOM) DI SUNGAI BANCARAN, KABUPATEN BANGKALAN Rieke Agnes Novel Putri; Haryo Triajie
Juvenil Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v2i2.10778

Abstract

ABSTRAKAktivitas warga sekitar yang memanfaatkan Sungai Bancaran dan menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah atau limbah dapat menyebabkan terjadinya akumulasi bahan organik dalam perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi BOD, COD, dan TOM serta menentukan tingkat pencemaran bahan organik di Sungai Bancaran. Penelitian ini menggunakan metode STORET. Prinsip dari metode STORET yaitu membandingkan antara data kualitas air yang diperoleh dengan baku mutu air yang disesuaikan dengan peruntukannya hal ini guna menentukan status mutu air. Baku mutu yang digunakan yaitu PP No. 82 Tahun 2001 dan PerMenKes No. 416 Tahun 1990. Hasil yang diperoleh lebar sungai berkisar  12,3-17,7 m cenderung meningkat kearah muara sungai, kedalaman berkisar 0,27-1,30 m, jenis substrat yaitu lumpur, kecepatan arus berkisar 0,07- 0,35 m/detik, kecerahan berkisar 20,7-87,3 cm, dan suhu berkisar 27,3- 32,2 °C. Parameter salinitas 0-6 ppt, oksigen terlarut berkisar 5,15-7,01 mg/l, pH berkisar 7,10-7,65 cenderung netral, BOD berkisar ,35-14,42 mg/l, COD berkisar 5,72-39,87, dan TOM 8,44-13,13 mg/l. Sedangkan untuk komposisi jenis fitoplankton terdiri dari kelas Bacillariophyceae, Cyanophyceae, Chlorophyceae, Dinophyceae, dan Euglenophyceae dengan kelimpahan fitoplankton berkisar 8133-13.733 sel/L. Tingkat pencemaran organik di Sungai Bancaran menggunakan metode STORET   diketahui tercemar ringan (Kelas B) hingga tercemar sedang (Kelas C).Kata kunci: BOD, COD, TOM, bahan organik, STORETABSTRACTThe activities of local residents who use the Bancaran River and turn the river into a place for garbage or waste disposal can trigger an accumulation of organic matter in the waters. This study aims to determine the concentration of BOD, COD, and TOM and to determine the level of organic matter pollution in the Bancaran River. This study uses the STORET method. The principle of the STORET method is to compare the water quality data obtained with the water quality standards adjusted for this purpose in order to determine the water quality status. The quality standard is used on PP. 82 of 2001 and PerMenKes No. 416 of 1990. The results obtained that the width of the river ranges from 12.3-17.7 m which tends to increase towards the river mouth, the depth ranges from 0.27 to 1.30 m, the type of substrate is mud, the flow velocity ranges from 0.07 to 0.35 m / sec, brightness ranges from 20.7 to 87.3 cm, and temperatures range from 27.3 to 32.2 ° C. The salinity parameters were 0-6 ppt, dissolved oxygen ranged from 5.15 to 7.01 mg / l, pH ranged from 7.10 to 7.65 tended to be neutral, BOD ranged from 35-14.42 mg / l, COD ranged from 5.72 -39.87, and TOM 8.44-13.13 mg / l. Meanwhile, the composition of phytoplankton consists of classes Bacillariophyceae, Cyanophyceae, Chlorophyceae, Dinophyceae, and Euglenophyceae with an abundance of phytoplankton ranging from 8133-13,733 cells / L. The level of organic pollution in the Bancaran River using the STORET method is known to be lightly polluted (B Class) to moderate (C Class).         Keywords: BOD, COD, TOM, organic matter, STORET
PENENTUAN STATUS MUTU AIR DI PERAIRAN ESTUARI KECAMATAN SOCAH KABUPATEN BANGKALAN MENGGUNAKAN METODE STORET DAN METODE INDEKS PENCEMARAN Erika Adelia Yusnita; Haryo Triajie
Juvenil Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v2i2.10777

Abstract

ABSTRAKDaerah estuari Socah menjadi salah satu kawasan yang banyak dilalui oleh perahu- perahu nelayan dan menjadi jalur transportasi kapal, selain itu juga dekat dengan pemukiman penduduk dan buangan limbah lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status mutu air di perairan estuari Socah Kabupaten Bangkalan serta efektivitas penggunaan metode STORET dan indeks pencemaran dalam penentuan status mutu air. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Oktober-November 2020 setiap 2 minggu sekali dengan 3 kali pengulangan pada 2 stasiun lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan perhitungan menggunakan metode STORET mendapatkan hasil pada stasiun 1 dan stasiun 2 di minggu ke-1 terindikasi tercemar sedang, minggu ke-2 dan ke-3 terindikasi tercemar berat. Perhitungan menggunakan metode indeks pencemaran pada stasiun 1 di minggu ke-1 dan ke-3 terindikasi tercemar ringan sedangkan di minggu ke-2 tercemar sedang, pada stasiun 2 di minggu ke-1 dan ke-2 terindikasi tercemar ringan dan di minggu ke-3 tercemar sedang. Metode STORET merupakan metode yang lebih logis dan efektif digunakan dalam penentuan status mutu air.Kata Kunci: Pencemaran, Metode STORET, Metode Indeks Pencemaran.ABSTRACTThe Socah estuary area is one of the areas that is often traversed by fishing boats and becomes a ship transportation route, besides that it is also close to residential areas and other waste disposal. This study aims to determine the status of water quality in the waters of the Socah estuary, Bangkalan Regency and the effectiveness of using the STORET method and the pollution index in determining the status of water quality. Sampling was carried out in October-November 2020 every 2 weeks with 3 repetitions at 2 research location stations. The results showed that calculations using the STORET method obtained results at station 1 and station 2 in the 1st week indicated moderately polluted, 2nd and 3rd weeks indicated heavily polluted. Calculations using the pollution index method at station 1 in the 1st and 3rd weeks indicated mild contamination while in the 2nd week moderately polluted, at station 2 in the 1st and 2nd weeks indicated lightly polluted and in the 3rd week moderately polluted. The STORET method is a more logical and effective method used in determining the status of water quality.Keywords: Pollution, STORET Method, Pollution Index Method.
KELIMPAHAN GASTROPODA SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN PADA ALIRAN SUNGAI DI DESA GILI TIMUR KECAMATAN KAMAL KABUPATEN BANGKALAN MADURA: GASTROPOD ABUNDANCE AS A BIOINDICATOR OF WATER QUALITY IN RIVER FLOW IN EAST GILI VILLAGE, KAMAL DISTRICT, BANGKALAN MADURA REGENCY Akhmad Farid; Feranita Tricha Desyderia; Apri Arisandi; Haryo Triajie
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 7 No. 2 (2023): JFMR on August
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.007.02.12

Abstract

Gastropoda merupakan kelompok fauna yang paling dominan dari ketuju kelas dalam fillum mollusca. Kelimpahan jenis gastropoda dapat menggambarkan kodisi perairan, serta berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekologi di ekosistem sungai. Gastropoda merupakan biota air yang juga dapat digunakan sebagai indikator yang baik tidaknya kondisi kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan gastropoda sebagai bioindikator kualitas perairan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November-Desember 2022. Pengambilan sampel gastropoda dan sampel air dilakukan menggunakan metode purposive sampling dan transek, dengan 3 stasiun masing-masing stasiun 3 plot dengan melakukan pengulangan 3 kali setiap minggunya. Parameter kualitas air yang meliputi suhu, salinitas pH, kecerahan, DO, kecepatan arus, BOD, Nitrat, dan fosfat.  Jumlah kelimpahan gastropoda pada stasiun 1 yang didapatkan nilai sebesar 10,33 ind. Pada stasiun 2 didaptakan nilai 62,00 ind. Stasiun 3 mendapatkan nilai kelimpahan gastropoda sebesar 146,33 ind. Berdasarkan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, kualitas perairan di aliran sungai di Desa Gili Timur Kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan berada dalam kondisi tercemar ringan. Perairan yang belum tercemar akan menunjukkan jumlah individu seimbang sedangkan perairan yang tercemar akan menunjukkan persebaran individuyang tidak merata dan cenderung ada spesies mendominasi.   Gastropods are the most dominant group of fauna of the class in the mollusca phyla. The abundance of gastropod species can describe the codition of waters, as well as play an important role in maintaining ecological balance in river ecosystems.  Gastropods are aquatic biota that can also be used as a good indicator of whether the condition of water quality is good. This study aims to determine the abundance of gastropods as a bioindicator of water quality. Oini research was carried out in November-December 2022. Gastropod sampling and water samples were carried out using purposive sampling and transect methods, with 3 stations each station 3 plots by repeating 3 times each week. Water quality parameters include temperature, pH salinity, brightness, DO, current speed, BOD, Nitrate, and phosphate.  The total abundance of gastropods at station 1 obtained a value of 10.33 ind. At station 2 there is a value of 62.00 ind. Station 3 received a gastropod abundance value of 146.33 ind. Based on the Shannon-Wiener diversity index, the quality of the waters in the river flow in East Gili Village, Kamal District, Bangkalan Regency is in a mildly polluted condition. Unpolluted waters will show a balanced number of individuals while polluted waters will show an uneven distribution of individuals and there tends to be species dominating.
EDUKASI ANTI-BULLYING PADA LINGKUNGAN SEKOLAH MELALUI SOSIALISASI : STUDI KASUS PADA SD NEGERI DADI 1 DAN SMA NEGERI 1 PLAOSAN Haryo Triajie; Dewi Ratnasari Tamba; Helen Nur Fatmala; Mutiara Kinasih; Hikmah Karin
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 1 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i1.1541

Abstract

Bullying di lingkungan sekolah merupakan salah satu permasalahan serius yang membutuhkan perhatian khusus. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada aspek psikologis siswa, seperti rendahnya rasa percaya diri dan stres, tetapi juga mempengaruhi prestasi akademik serta kemampuan sosial mereka. Kasus bullying dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti fisik, verbal, sosial, hingga cyberbullying. Lingkungan sekolah sebagai tempat pembentukan karakter memiliki peran penting dalam mencegah dan menangani bullying melalui kebijakan yang efektif dan kolaborasi dengan orang tua serta masyarakat. Program pencegahan yang konsisten sangat diperlukan untuk menciptakan suasana belajar yang aman dan kondusif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap bullying melalui sosialisasi terkait bullying. Metode yang digunakan dalam penulisan penelitian ini adalah metode partisipatif. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan siswa mengenai jenis-jenis bullying, dampaknya, serta cara pencegahannya. Sosialisasi ini berhasil menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan kondusif, sekaligus mendorong siswa untuk menjadi agen perubahan dalam mencegah bullying di sekolah. 
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS ANAK MELALUI MEDIA DIGITAL INTERAKTIF DI DESA DADI Haryo Triajie; Amalia Hasan; Diah Silviana; Sela Oktaviana Efendi; Latifah Dwi Safitri
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 7 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juli
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i7.2617

Abstract

Pembelajaran Bahasa Inggris sejak dini memiliki peran penting dalam membentuk kesiapan anak menghadapi tantangan global, khususnya di era digital yang menuntut keterampilan adaptasi dan komunikasi lintas budaya. Namun, di Desa Dadi, Kecamatan Plaosan, pembelajaran Bahasa Inggris masih belum berjalan secara optimal karena keterbatasan media dan pendekatan yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi efektivitas program Start Talking English Practice (STEP) dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris anak-anak melalui media digital interaktif yang mudah diakses. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus, yang terdiri dari kegiatan indoor dan outdoor. Media utama yang digunakan adalah buku ajar bergambar yang dilengkapi dengan QR Code sebagai sarana akses mandiri materi dan latihan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam ketuntasan belajar dari 61% pada tahap awal, menjadi 75% pada siklus pertama, dan 89% pada siklus kedua. Selain itu, terdapat peningkatan yang nyata dalam partisipasi aktif, kepercayaan diri, dan keterampilan berbahasa baik secara lisan maupun tulisan. Program STEP terbukti efektif, menyenangkan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memberikan kontribusi positif dalam memperkuat literasi digital anak sejak dini, terutama di wilayah pedesaan.
REVITALISASI PSIKOSOSIAL ANAK DAN REMAJA DESA DADI MELALUI EDUKASI EMOSI DAN POTENSI DIRI Haryo Triajie; Annisa Maharani; Muhammad Shaukil Amin; Salsabilla Fitriani Nadiva; Eka Qurrotu Aini Batrisiya
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 7 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juli
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i7.2618

Abstract

Kesehatan mental anak dan remaja menjadi aspek fundamental dalam membentuk individu yang tangguh secara emosional dan sosial. Namun, masyarakat pedesaan seperti Desa Dadi masih menghadapi tantangan dalam edukasi psikososial akibat keterbatasan akses informasi dan adanya stigma terhadap isu kesehatan jiwa. Program pengabdian ini bertujuan untuk merevitalisasi kondisi psikososial anak dan remaja melalui pendekatan edukasi emosi dan pengenalan potensi diri. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga bentuk utama: EduFun Day yang ditujukan kepada anak usia dini untuk memahami emosi dasar dan dampak penggunaan gadget; pelatihan analisis SWOT bagi remaja dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) guna mengenali kekuatan dan kelemahan diri; serta terapi seni melukis untuk anak-anak sebagai media ekspresi emosi non-verbal. Metode partisipatif-edukatif memungkinkan peserta terlibat aktif dalam proses pembelajaran yang reflektif dan kreatif. Hasil observasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dalam mengenali dan mengekspresikan emosi serta kesadaran terhadap potensi diri. Program ini terbukti efektif dalam menciptakan ruang edukatif yang aman, inklusif, dan memberdayakan, serta mendukung pengembangan psikososial yang holistik dan berkelanjutan di lingkungan masyarakat pedesaan.